# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label about robot curiosity. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about robot curiosity. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Maret 2013

Robot NASA Kembali Temukan Air di Mars

Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, melaporkan bahwa robot ruang angkasa mereka -- Curiosity -- membuat penemuan signifikan di Mars.

Robot ini mengebor sebuah batu yang disebut mengandung mineral lempung, sebuah indikasi formasi atau perubahan substansi yang disebabkan oleh air netral.

Ilmuwan mengatakan penemuan ini merupakan satu langkah maju lainnya untuk menunjukkan planet merah ini di masa lalu mungkin memiliki kondisi yang bisa mendukung kehidupan.

Dalam penelitian sebelumnya banyak bebatuan Mars yang ditemukan kemungkinan mengandung air asam.

Meskipun temuan terbaru ini tidak menghindari kemungkinan adanya kehidupan mikro-organisme di Mars, tetapi para imuwan mempercayai temuan ini akan menjadi lebih menantang.

Penemuan lempung menunjukkan bahwa setidaknya di beberapa lokasi di planet ini miliaran tahun lalu, mungkin ada sebuah lingkungan untuk mendukung kehidupan.

"Kami menemukan sebuah lingkungan yang dapat ditinggali yang sangat tidak berbahaya dan mendukung kehidupan, yang mungkin jika air ini ada di sekitar dan anda ada di sana, anda mungkin bisa meminumnya, kata John Grotzinger, ilmuwan proyek Curiosity.

Danau Purba

Robot Curiosity menggali sampel bubuk dari sebuah batuan lumpur di kawasan eksplorasi Kawah Gale, sebuah ceruk dalam di ekuator Mars.

Sampel ini kemudian dianalisa dalam laboratorium dan ditemukan kandungan 20-30% smectite - kelompok mineral lempung.

Dengan jumlah yang banyak dan sedikitnya garam yang ditemukan mengindikasikan kemungkinan lingkungan air segar yang membentuk formasi bebatuan lumpur.

Ilmuwan memperkirakan Curiosity mungkin melakukan penggalian di sebuah danau purba.
baca keseluruhan - Robot NASA Kembali Temukan Air di Mars

Sabtu, 22 Desember 2012

Pendaratan Robot Curiosity di Planet Mars yang Mendebarkan

NASA baru saja meluncurkan Curiosity, robot penjelajah Mars yang diklaim sangat canggih. Sepertinya memang demikian, robot ini dibekali berbagai macam teknologi untuk menjelajahi dan meneliti planet merah tersebut.

Bagaimana NASA menerbangkan Curiosity dan mendaratkannya dengan selamat di permukaan Mars? Sudah tentu, proses tersebut sangat rumit dan memakan banyak waktu.

Berikut proses peluncuran robot Curiosity dari bumi ke Mars, seperti dikutip dari Information Week.


1. Persiapan

Robot Curiosity dimasukkan NASA ke dalam alat sejenis cangkang yang dinamakan aeroshell. Curiosity kemudian dibawa oleh roket bernama United Alliance Atlas V yang diterbangkan dari Cape Canaveral, Florida pada bulan November 2011.

Perjalanan ke Mars membutuhkan waktu cukup lama, sekitar 8 bulan. Si robot direncanakan mendekati ekuator Mars pada 5 Agustus 2012.

2. Tiga generasi robot

NASA tercatat sudah beberapa kali meluncurkan robot penjelajah tanpa awak ke planet Mars untuk kepentingan penelitian. Tampak di atas, robot paling kecil adalah Sojourner, yang mendarat di Mars pada tahun 1997.

Sementara robot yang berukuran sedang mendarat di Mars pada tahun 2004. Kemudian, robot yang paling kanan adalah robot prototipe Curiosity yang digunakan untuk kepentingan uji coba

3. Memeriksa bebatuan

Gambar buatan artis di atas coba mengilustrasikan bagaimana kira-kira aksi Curiosity dalam meneliti bebatuan di Mars. Bodi si robot memang dibekali bor dan semacam cangkul untuk mengambill contoh batu dan tanah. Ia dibekali pula dengan laboratorium untuk meneliti material tersebut.

4. Chemcam

Kamera yang digunakan Curiosity untuk memotret keadaan di Mars berteknologi cukup canggih. Kamera berjuluk Chemcam ini dapat memotret obyek jarak jauh dengan mendetail. Juga dibekali semacam teleskop untuk menganalisis elemen kimia di material planet Mars. Gambar uang kertas di atas dijepret oleh kamera Curiosity dalam jarak sekitar 10 kaki.

5. Mendekati Mars

Curiosity yang berada di dalam cangkang aeroshell diilustrasikan telah mendekati permukaan Mars, yakni dalam tahap ini sudah hampir memasuki atmosfernya. Dalam tahap ini, sekitar 10 menit kemudian Curiosity seharusnya sudah mendarat di Mars.

6. 7 Menit 'teror'

Saat-saat menentukan bagi Curiosity berlangsung sekitar 7 menit, yang saking mendebarkannya disebut layaknya sebuah teror. Dalam masa 7 menit ini, seperti yang diilustrasikan di atas, Curiosity mulai menembus atmosfer Mars dan melakukan pendaratan di permukaannya. Curiosity akan mengembangkan semacam parasut besar untuk memperlambat laju turunnya.

Ini adalah gambar artis tentang saat-saat pendaratan Curiosity di Mars. Curiosity diturunkan dari cangkangnya dengan semacam tali secara perlahan-lahan. Ketika Curiosity sudah terdeteksi mendarat dengan selamat, tali penggantung tersebut terpotong.

Curiosity mendarat di area dekat Gale Crater. Dia akan beroperasi sekitar 23 bulan untuk meneliti apakah Mars pernah memiliki kehidupan di masa lalu.
baca keseluruhan - Pendaratan Robot Curiosity di Planet Mars yang Mendebarkan

Senin, 06 Agustus 2012

Canggihnya Curiosity Si Robot Penjelajah Mars

Lembaga antariksa NASA baru saja sukses mendaratkan robot terbarunya yang bernama Curiosity ke planet Mars. Curiosity adalah robot tercanggih yang pernah dibuat oleh NASA.

Biaya pembuatannya saja sangat besar, mencapai USD 2,5 miliar. Curiosity merupakan robot ketujuh NASA yang khusus diciptakan untuk menyambangi planet merah tersebut.

Selama dua tahun ke depan, Curiosity direncanakan bakal menjelajahi permukaan planet Mars. Misi utamanya adalah menyelidiki apakah pernah ada kehidupan primitif di sana.

Mau tahu bagaimana foto-foto dan seperti apakah kecanggihan Curiosity? Berikut cuplikannya seperti dikutip dari berbagai sumber.




Terbang 8 bulan

Penerbangan dari bumi ke Mars hingga pendaratan membutuhkan waktu sangat lama. Curiosity berhasil menjejak planet Merah itu setelah terbang selama sekitar 8 bulan dan menempuh jarak 570 juta kilometer.

Robot Curiosity yang punya empat roda ini akan bergerak secara otomatis di medan berat Mars. Memang teknologinya dirancang sangat canggih, jauh melebihi robot Mars sebelumnya.

Curiosity telah mengirimkan sinyal mendarat dengan selamat di Mars. Ia juga sudah mengirimkan foto pertamanya yang disambut gembira oleh awak Nasa di Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California.

"Kami berada di Mars lagi dan hal ini sungguh luar biasa," kata direktur NASA, Charles Bolden mengungkapkan kegembiraannya atas pendaratan Curiosity.

"Pendaratan Curiosity yang berhasil -- laboratorium pengelana paling canggih yang pernah mendarat di planet lain -- menandai fitur teknologi yang tak terduga yang akan menjadi titik kebanggaan nasional hingga jauh ke masa depan," ujar Presiden AS, Barack Obama dalam keterangannya.


Teknologi canggih

Curiosity beroperasi menggunakan daya nuklir. Ukurannya sebesar robot berukuran kecil dan dilengkapi dengan perangkat penelitian canggih.

Daya nuklir membuatnya mampu beroperasi lama. Dengan teknologi canggih yang dibenamkan di dalamnya, Curiosity berukuran sekitar lima kali lebih berat dari robot NASA sebelumnya yang dikirim ke Mars.

Ya, berat robot ini di kisaran 1 ton sehingga saat pendaratannya di Mars menjadi yang paling mendebarkan. Robot ini dibawa dengan sebuah roket

Begitu mendekati permukaaan Mars, roket akan menurunkan Curiosty dengan semacam tali. Begitu memastikan si robot mendarat dengan selamat, modul itu akan terbang dan meninggalkan Curiosity sendirian di Mars. Untunglah pendaratannya mulus sesuai rencana.

Robot ini punya tangan elektronik dengan bor, laser dan laboratorium untuk mencium jika ada unsur-unsur pembangun kehidupan di Mars. Curiosity mampu pula mendeteksi radiasi Mars dengan akurat.

Level radiasi yang diukur Curiosity akan dianalisis oleh NASA. Ini untuk menentukan seperti apa lingkungan yang akan dihadapi astronot jika suatu saat mereka mendarat di sana.


Menyelidiki kehidupan

Tempat pendaratan Curiosity sengaja dipilih di dekat garis equator. Sebab di sana terdapat tanda-tanda bahwa di masa lalu pernah ada sumber air yang mengalir. Hal ini bikin penasaran karena air adalah syarat utama adanya kehidupan.

Robot sebelumnya berhasil mengidentifikasi es di dekat kutub utara Mars dan bukti bahwa pernah ada aliran air di planet ini. Mungkin pernah ada suatu masa di mana air banyak terdapat di Mars.

Tujuan utama Curiosity adalah memeriksa bahan utama yang penting untuk kehidupan seperti nitrogen, fosfor, dan oksigen. Namun Curiosity tidak diperlengkapi alat untuk mencari organisme hidup.

Untuk benar benar memahami apakah ada kehidupan di Mars, misi selanjutnya di masa depan punya tugas yang lebih berat. Yaitu mengambil material di Mars dan membawanya kembali ke bumi untuk diselidiki di laboratorium canggih.


Bikin penasaran

Planet Mars memang bikin penasaran. Planet ini konon adalah planet yang jika dibanding planet selain bumi, paling sesuai untuk mendukung kehidupan. Tidak sedikit yang bermimpi Mars suatu saat bisa benar-benar ditinggali manusia jika bumi sudah sesak.

Tidak heran jika NASA selalu merasa ingin tahu terhadap planet yang satu ini. Sudah banyak misi dicanangkan untuk menyelidiki si planet merah dengan mendalam.

Namun demikian, kondisi Mars ternyat berat untuk kehidupan. Misalnya, atmosfernya yang tipis mencegah eksistensi air dalam bentuk cair. Namun dari berbagai bukti, ada kemungkinan planet ini bisa ditinggali meski NASA belum berhasil membuktikan apakah pernah ada makhluk hidup di sana.

Selain Amerika Serikat, beberapa negara juga penasaran pada Mars. Sejak tahun 1960-an, Eropa, Uni Soviet dan Jepang mencoba mengirimkan berbagai pesawat untuk menyelidiki Mars. Sebagian berujung pada kegagalan.
baca keseluruhan - Canggihnya Curiosity Si Robot Penjelajah Mars

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense