# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label about google acquisition. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about google acquisition. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Maret 2022

Google Akuisisi Perusahaan Satpam Siber Senilai Rp 77 Triliun

Google mengumumkan rencananya untuk membeli perusahaan keamanan siber Mandiant senilai USD 5,4 miliar, sekitar Rp 77 triliun, untuk memperkuat perlindungan konsumen cloud-nya.

 

Jika akuisisi ini disetujui oleh regulator, ini akan menjadi akuisisi terbesar Google yang kedua setelah mereka membeli Motorola Mobility senilai USD 12,5 miliar pada 2012 lalu, yang kemudian dijual lagi ke Lenovo senilai USD 2,9 miliar.

 

Akuisisi terbesar ke-3 Google adalah Nest, pembuat produk rumah pintar, yang diakuisisi senilai USD 3,2 miliar pada 2014. 

 

Dalam akuisisi Mandiant, Google membayar tiap lembar saham Mandiant yang dijual di publik senilai USD 23.



Mandiant, yang didirikan sejak 2004, akan bergabung ke divisi cloud computing Google, demikian dikutip dari CNBC.

 

"Organisasi di seluruh dunia menghadapi tantangan keamanan siber yang terduga karena kecanggihan dan bahaya dari serangan yang sebelumnya mengancam badan pemerintahan kini dipakai untuk menyerang perusahaan di berbagai industri," ujar Thomas Kurian, CEO Google Cloud.

 

"Kami tak sabar menyambut Mandiant ke Google Cloud untuk meningkatkan sistem keamanan operasi dan layanan, untuk membantu konsumen memperbaiki tantangan keamanan mereka yang paling penting," tambah Kurian.

 

Sejak muncul kabar akuisisi ini, saham Mandiant naik 16% pada Senin (7/3/2022) lalu. 

 

Valuasi Mandian saat ini adalah USD 5,25 miliar. Mandiant sebelumnya berada di bawah naungan FireEye, sampai kemudian dijual.

 

Akuisisi Mandiant ini disebut akan memicu rival Google Cloud seperti Microsoft dan Amazon untuk meningkatkan keamanan bisnis mereka yang sedang berkembang itu.

 

Tren bekerja yang mulai bergeser menjadi kerja jarak jauh dan juga invasi Rusia ke Ukraina meningkatkan jumlah serangan siber dan membuat jumlah permintaan keamanan software meningkat.

baca keseluruhan - Google Akuisisi Perusahaan Satpam Siber Senilai Rp 77 Triliun

Minggu, 31 Januari 2021

Cerita Friendster Pernah Tolak Dibeli Google USD 30 Juta

 

Friendster adalah pionir media sosial dan pernah jadi favorit generasi peralihan ke milenial. Siapa sangka mereka pernah menolak dibeli Google USD 30 juta. Ini ceritanya.

 

Kisah ini diceritakan pendiri Friendster, Jonathan Abrams dalam obrolan podcast Web Masters milik Aaron Dinin. 

 

Seperti diberitakan netimperative, Selasa (25/1/2021) Abrams menceritakan kisahnya membuat Friendster.

 

Tahun 1999, Abrams bekerja kantor Netscape di Silicon Valley. 

 

Tugasnya bikin jejaring komunikasi internal yang pernah dia bikin di perusahaan Nordel, namanya Achoo. Abrams awalnya menciptakan yang namanya Hotlinks.

 

Kemudian Abrams berpikir, dunia maya adalah tempatnya orang memakai persona palsu. 

 

Abrams menawarkan bagaimana jika orang bisa mengenalkan kehidupan asli mereka dan menjalin pertemanan di internet. 

 

Idenya adalah memindahkan komunikasi pertemanan, teman kerja, tetangga, keluarga dan orang yang kita kenal ke dunia maya.

 

"Saya dapat ide nama Friendster dan membangun prototipe-nya," kata Abrams.

 

Seperti umumnya pionir lain, idenya dianggap konyol. Namun pelan-pelan Friendster tumbuh. Sekalinya berkembang, penggunanya melejit tinggi. 

 

Dalam satu tahun, Friendster menembus 1 juta pengguna. Uniknya, semua coding masih dikerjakan Abrams sendirian.

 

"Itu jadi tahun yang sangat sibuk. Saya bikin tim kecil karena Friendster tumbuh begitu cepat. Diberitakan berbagai media dan jadi fenomena," kata dia.

 

Setelah setahun, Abrams dihampiri Google. Google menawar Abrams USD 30 juta atau Rp 423 miliar. Nilai tersebut setara Rp 14,1 triliun hari ini. Tapi apa yang terjadi, Abrams menolaknya.

 

Aaron Dinin menyayangkan keputusan Abrams saat itu. Ada investor kuat yang bisa membuat Friendster menjadi perusahaan jutaan dolar. Namun kesempatan tidak datang dua kali.

 

"Friendster kalah dengan saingannya dan keputusannya menolak Google menjadi dongeng penting untuk pendiri startup dimana-mana," kata Dinin.

 

Setelah tidak lagi digunakan, Friendster menjual patennya ke Mark Zuckerberg, pendiri Facebook. Facebook tumbuh menjadi raksasa sampai hari ini.

Meskipun ada sebagian pengguna Facebook memakai identitas palsu, nyatanya lebih banyak pengguna memakai identitas asli mereka. 

 

Pada akhirnya, penerawangan Abrams yang dianggap konyol, terbukti kebenarannya. Di masa depan, orang bisa memakai identitas asli mereka untuk menjalin perkawanan di dunia maya.

baca keseluruhan - Cerita Friendster Pernah Tolak Dibeli Google USD 30 Juta

Rabu, 18 Desember 2013

Google Akuisisi Perusahaan Robot Militer

Google mengumumkan akuisisi terhadap perusahaan robot bernama Boston Dynamics. Perusahaan ini dikenal sering mengembangkan robot militer untuk Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Salah satu kreasi Boston Dynamics yang terkenal adalah robot bernama BigDog. Robot untuk membantu tentara membawa perlengkapan ini mampu melalui medan berbahaya, mendaki, bahkan dapat menyeimbangkan diri jika terpeleset.

Boston Dynamics tidak membuat robot untuk pasar komersial. Mereka memperoleh pendapatan dari kontrak jutaan dolar dari Departemen Pertahanan AS.

Boston Dynamics adalah perusahaan robot kedelapan yang diakuisisi Google, menandakan bahwa mereka serius pada bisnis robot. Divisi robotika Google dipimpin oleh Andy Rubin, sosok yang dikenal sebagai pencipta sistem operasi Android.

Tidak dijelaskan berapa banyak uang yang dikeluarkan Google untuk mengakuisisi Boston Dynamics. Perusahaan robot ini didirikan oleh Marc Raibert, mantan profesor di MIT.

"Saya senang dengan kemampuan Google dan juga Andy untuk berpikir besar dan mempunya sumber daya untuk membuatnya terjadi," kata Raibert yang merasa senang dengan kesepakatan akuisisi seperti dikutip dari BostonGlobe.
baca keseluruhan - Google Akuisisi Perusahaan Robot Militer

Sabtu, 05 Oktober 2013

Akuisisi Flutter, Google Akan Tambah Gesture Control di Android

Sebuah data telah mengklaim bahwa sejak tahun 2010 Google rata-rata melakukan satu akuisisi per minggu. Dari data tersebut, seperti dilansir phonearena, diketahui pembelian terakhir dilakukan terhadap Bump dua pekan yang lalu. Lalu hari ini, Google kembali mengumumkan sebuah akuisisi terhadap Flutter, yang merupakan sebuah perusahaan pembuat aplikasi yang digunakan oleh Webcam komputer untuk mengenali gerakan dan mengendalikan berbagai aplikasi.
Belum diketahui berapa banyak dana yang harus dikeluarkan Google untuk membeli perusahaan tersebut, tapi Flutter diperkirakan akan mendapatkan dana sebesar US$ 1,4 juta, atau relatif lebih kecil dibandingkan dengan beberapa akuisisi yang dilakukan Google sebelumnya.
"Kami benar-benar terkesan dengan kemampuan tim Flutter untuk merancang teknologi baru berdasarkan penelitian mutakhir," ujar pihak Google.
Pertanyaannya sekarang bagaimana Google akan menggunakan akuisisi tersebut. Teknologi untuk mengenali gerakan dan mengendalikan aplikasi akan tersedia untuk perangkat Android melalui  software milik OEM seperti Air Gesture dari Samsung, tapi Flutter bisa membantu Google untuk membangun aplikasi asli ke Android. Produk lainnya yang dapat memanfaatkan fitur kontrol semacam ini adalah Google Glass yang memiliki fungsi mengenali perintah suara, sentuhan sederhana, serta fungsi swipe dengan touch pad. Dengan begitu, fungsi pengenalan gerakan diyakini akan membuat pilihan kontrol pada Google Glass akan jauh lebih kuat.
baca keseluruhan - Akuisisi Flutter, Google Akan Tambah Gesture Control di Android

Kamis, 19 September 2013

Google Beli Aplikasi File Sharing Ponsel ke Laptop

Google baru saja mengumumkan akuisisi terbarunya dengan membeli Bump, sebuah aplikasi untuk iPhone dan Android yang memungkinkan penggunanya untuk memindahkan data-data dari ponsel ke laptop serta sebaliknya. Tidak disebutkan nilai akuisisi yang dilakukan Google terhadap aplikasi yang juga memungkinkan pengguna iPhone dan Android saling berbagi data.
Dengan membeli Bump sangat jelas bahwa Google tidak mau tertinggal dan siap bersaing (lagi-lagi) dengan Apple yang telah memperbaiki sistem file sharing dengan fitur Airdrop pada iOS 7. Dan juga secara sekaligus Google mendapatkan Flock, sebuah aplikasi yang abum foto yang memungkinkan penggunanya berbagi langsung dengan teman-teman.
Banyak keuntungan lain yang didapatkan Google dengan mengakuisisi Bump dan Flock diantaranya mengkolaborasikan keduanya dengan Google Maps. Dalam pernyataan resminya di Blog BumpDavid Lieb, CEO dan co-founder Bump mengatakan betapa senangnya bisa bergabung ke Google dan bersama-sama mengubah cara orang berinteraksi satu sama lain dengan aplikasi komputasi.
Selain Bump, sepanjang tahun 2013 ini Google juga telah banyak belanja dengan mengakuisis berbagai macam aplikasi diantaranya Wavii, Makani Power, dan Waze. Total sejak tahun 2001, Larry Page dan Sergey Brin sudah mengakuisisi 129 perusahaan dengan akuisisi terbesar pada tahun 2011 terhadap Motorola dengan nilai $12,5 milyar.
baca keseluruhan - Google Beli Aplikasi File Sharing Ponsel ke Laptop

Minggu, 01 September 2013

Akuisisi WIMM Labs, Google Siap Bangun Smartwatch


Samsung telah lebih unggul dibandingkan para kompetitornya dalam merilis wearable device berupa smartwatch. Tetapi, hal tersebut tidak membuat Google berpangku tangan. Sebagai bukti, perusahaan pembuat sistem operasi Android ini telah melakukan akuisisi terhadap perusahaan manufaktur smartwatch.
Kabar tersebut pertama kali dirilis oleh GigaOM, yang menyebutkan bahwa Google telah membeli WIMM Labs, perusahaan manufaktur yang telah merilis jam tangan cerdas pertamanya pada 2011. Jam tangan yang diberi nama WIMM One itu, beroperasi dengan sistem Android dan memiliki beberapa aplikasi yang cukup lengkap.
Semenjak diakuisisi oleh Google, para karyawan di WIMM Labs pun kini telah bekerja di bawah pengawasan tim Google Android. Kabarnya, para karyawan tersebut akan ditugaskan untuk membangun sebuah apps store yang terbuka luas untuk diakses oleh para developer. WIMM Labs pun telah diikat oleh sebuah perjanjian eksklusif, dimana mereka tidak akan boleh lagi membangun produk-produk smartwatch-nya sendiri.
Meskipun masih belum jelas kapan Google akan benar-benar memproduksi jam tangan cerdas sendirinya, tetapi langkah-langkah yang dilakukannya cukup menunjukkan ambisi yang cukup besar. Wajar, karena Samsung, Microsoft, Apple, dan LG, dikabarkan telah mulai serius menggarap teknologi di kategori wearable gadget.
baca keseluruhan - Akuisisi WIMM Labs, Google Siap Bangun Smartwatch

Selasa, 23 Juli 2013

Google Beli Saham Himax, Perusahaan Pembuat Layar Google Glass


Raksasa internet dan mesin pencari Google dikabarkan telah membeli saham sebuah perusahaan yang memasok layar untuk kacamata pintar Google Glass, yakni Himax Display Technologies. Perusahaan Himax Display Technologies ini dikenal melalui produk proyektor mungil berbasis USB 3.0.
Nama Himax Display Technologies mungkin memang kurang terdengar, tetapi perusahaan ini diketahui sebagai pemasok layar yang digunakan pada kacamata pintar Google Glass. Perusahaan ini juga dikenal sebagai pembuat liquid crystal pada chip silikon atau yang sering disebut dengan nama LCOS.
Saat ini, Google dikabarkan telah membeli saham Himax Display Technologies ini sebesar 6,3 persen. Tak hanya itu, Google juga mempertimbangkan untuk meningkatkan kepemilikan saham di perusahaan Himax Display Technologies ini menjadi 8,5 persen untuk akusisi selama 12 bulan saat penutupan.
Tak hanya itu, Google dikabarkan berniat akan meningkatkan kepemilikan saham di Himax Display Technologies hingga 14,8 persen. Namun, saat ini Himax Display Technologies masih mempertahankan 81,5 persen saham dan tetap menjadi pemegang saham utama. Perusahaan lain yang memiliki saham di Himax Display Technologies antara lain adalah Intel Capital Corporation, KPCB Holdings, Inc., dan Khosla Ventures I, L.P.
Seperti yang dilansir dari Slashgear, akusisi saham Himax Display Technologies oleh Google masih dalam proses penutupan dan dana yang diperoleh dari Google akan digunakan oleh Himax Display Technologies untuk upgrade peningkatan kapasitas produksi dan peningkatan di bidang lainnya.
“Google adalah pemimpin teknologi global terkemuka. Kami sangat senang untuk menerima investasi ini dan untuk membentuk kemitraan strategis dengan Google. Mulai kuartal kedua tahun ini, kami sudah mulai memperluas kapasitas untuk memenuhi permintaan untuk lini produk LCOS kami,” kata Jordan Wu, CEO Himax Display Technologies.
baca keseluruhan - Google Beli Saham Himax, Perusahaan Pembuat Layar Google Glass

Sabtu, 06 Juli 2013

Google Bayar Adblock Plus agar Iklannya Ditampilkan

Kabar kurang sedap bagi pengguna Adblock Plus dan para pembenci iklan,Google dikabarkan membayar pengembang Adblock Plus, EYeo agar iklannya ditampilkan dan dimasukkan ke dalam daftar whitelist. Jika hal ini benar, maka akan banyak pengguna Adblock Plus yang kecewa.
Google dikabarkan membayar EYeo, sebuah perusahaan yang ada dibalik Adblock Plus untuk menampilkan iklannya. Seperti yang kita ketahui, Adblock Plus sendiri hadir sebagai plug-in gratis untuk browser Chrome dan Firefox dan kini Google membayarnya agar masuk daftar “whitelist“.
Whitelist sendiri kabarnya adalah sebuah daftar dimana penyedia iklan yang terdaftar di dalamnya dapat menampilkan iklannya saat pengguna menggunakan Adblock Plus. Secara umum, whitelist adalah daftar pengecualian iklan yang diblokir oleh Adblock Plus.
“Mengelola daftar ini membutuhkan sejumlah besar upaya di pihak kita dan tugas ini tidak dapat sepenuhnya diambil alih oleh para relawan,” pernyataan Adblock Plus.
Seperti yang kita ketahui, Google adalah raksasa internet yang sebagian besar penghasilannya berasal dari iklan. Perusahaan yang kini dipimpin oleh CEO Larry Page ini akan berusaha agar pengguna internat dapat melihat iklan yang ditampilkan. Hal ini terbukti dengan perseteruannya dengan Microsoft mengenai aplikasi YouTube untuk Windows Phone yang tidak menampilkan iklan.
Di sisi lain, banyak pengguna yang risih atau tidak nyaman dengan munculnya iklan dihadapan mereka. Kehadiran Adblock Plus ini seperti menjadi senjata yang ampuh untuk mengusir iklan-iklan yang tampil. Tentu saja apa yang dilakukan oleh Adblock Plus ini menghambat penghasilan raksasa internet Google.
Seperti yang dilansir dari VR-Zone, sampai saat ini belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kesepakatan Adblock Plus dengan raksasa internet Google.
Pengguna Adblock Plus, bagaimana komentar Anda?
baca keseluruhan - Google Bayar Adblock Plus agar Iklannya Ditampilkan

Jumat, 05 Oktober 2012

Google Caplok Perusahaan Pengenal Wajah

Google melalui anak perusahaannya, Motorola Mobility, baru saja mengumumkan pembelian yang dilakukannya atas sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi pengenal wajah, Viewdle.

Sebelumnya Google sebagai pemilik Motorola memang dikabarkan tengah mendekati perusahaan tersebut. Proses akuisisi telah berjalan selama lebih dari 1 tahun, demikian seperti dikutip dari Cnet.

"Motorola Mobility hari ini mengumumkan telah mengakuisisi Viewdle, perusahaan pengenal imaging dan gesture," demikian ujar juru bicara Motorola.

Teknologi yang dimiliki perusahaan asal Ukraina yang kini berbasis di Silicon Valley itu mampu melakukan tag di foto secara otomatis. Agaknya Google ingin memaksimalkan teknologi ini untuk produk-produknya seperti Google+, Android, Picasa dan layanan lainnya.

Berbicara mengenai teknologi serupa, Facebook sudah lebih dahulu melakukannya di awal tahun ini dengan membeli Face.com berikut aplikasi auto-tagging Photo Tagger.

Belum diketahui berapa nilai pembelian Viewdle yang dilakukan Google, namun sejumlah pihak memperkirakan harga pencaplokan itu mencapai nilai USD 30 juta hingga USD 45 juta.
baca keseluruhan - Google Caplok Perusahaan Pengenal Wajah

Rabu, 14 Desember 2011

Google Beli Situs Editing Foto

Minggu-minggu terakhir ini, sang raksasa internet Google rajin 'belanja'. Setelah sebelumnya membeli aplikasi email untuk iPhone, reMail dan social startup Aardvark, kini giliran situs editing foto, Picnik.com yang diakuisisi.

Picnik adalah salah satu situs pertama yang memungkinkan pengguna mengedit foto via browser, tanpa client software di komputer. Situs ini mengizinkan pengguna Picnik mengimport foto dari berbagai layanan seperti Picasa, Flickr hingga Facebook.

Dalam blognya Google mengumumkan, mereka tak akan merombak situs yang mendapat jutaan kunjungan per bulannya tersebut sehingga pecinta Picnik tak perlu cemas. Google mengaku akan lebih fokus pada integrasi serta fitur-fitur baru.

Picnik sendiri merasa diuntungkan dengan 'tuan' baru mereka. "Tiap harinya, Google memproses data dalam kisaran petabyte, dan dengan infrastruktur serta tim kelas dunia mereka, kami yakin ini adalah rumah terbaik yang kami temukan," ujar Picnik seperti yang dilansir dari News.com.

Google merangkul Picnik hanya sekitar 3 minggu setelah ia membeli Aardvark. Ternyata, pembelian-pembelian itu merupakan bagian dari 'belanja bulanan' yang dilakukan Google.

Dikatakan oleh CEO Google, Eric Schmidt, perusahannya memang telah berencana untuk mengakuisisi sekitar satu perusahaan per bulan dalam tahun ini. 
baca keseluruhan - Google Beli Situs Editing Foto

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense