Google mengumumkan rencananya untuk membeli perusahaan keamanan siber Mandiant senilai USD 5,4 miliar, sekitar Rp 77 triliun, untuk memperkuat perlindungan konsumen cloud-nya.
Jika akuisisi ini disetujui oleh regulator, ini akan menjadi akuisisi terbesar Google yang kedua setelah mereka membeli Motorola Mobility senilai USD 12,5 miliar pada 2012 lalu, yang kemudian dijual lagi ke Lenovo senilai USD 2,9 miliar.
Akuisisi terbesar ke-3 Google adalah Nest, pembuat produk rumah pintar, yang diakuisisi senilai USD 3,2 miliar pada 2014.
Dalam akuisisi Mandiant, Google membayar tiap lembar saham Mandiant yang dijual di publik senilai USD 23.
Mandiant, yang didirikan sejak 2004, akan bergabung ke divisi cloud computing Google, demikian dikutip dari CNBC.
"Organisasi di seluruh dunia menghadapi tantangan keamanan siber yang terduga karena kecanggihan dan bahaya dari serangan yang sebelumnya mengancam badan pemerintahan kini dipakai untuk menyerang perusahaan di berbagai industri," ujar Thomas Kurian, CEO Google Cloud.
"Kami tak sabar menyambut Mandiant ke Google Cloud untuk meningkatkan sistem keamanan operasi dan layanan, untuk membantu konsumen memperbaiki tantangan keamanan mereka yang paling penting," tambah Kurian.
Sejak muncul kabar akuisisi ini, saham Mandiant naik 16% pada Senin (7/3/2022) lalu.
Valuasi Mandian saat ini adalah USD 5,25 miliar. Mandiant sebelumnya berada di bawah naungan FireEye, sampai kemudian dijual.
Akuisisi Mandiant ini disebut akan memicu rival Google Cloud seperti Microsoft dan Amazon untuk meningkatkan keamanan bisnis mereka yang sedang berkembang itu.
Tren bekerja yang mulai bergeser menjadi kerja jarak jauh dan juga invasi Rusia ke Ukraina meningkatkan jumlah serangan siber dan membuat jumlah permintaan keamanan software meningkat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar