# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label real madrid transfer players. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label real madrid transfer players. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Juli 2014

Transfer Mahal Real Madrid Dari Tahun Ke Tahun

Dalam empat rekor transfer yang terjadi sejak 2000 seluruhnya dipecahkan oleh satu klub: Real Madrid.


Diresmikannya James Rodriguez sebagai pemain anyar Real Madrid pada Selasa (22/7) ini menegaskan fakta yang sulit sekali dibantah, bahwa Real Madrid adalah satu-satunya klub sepakbola di dunia yang tak pernah ragu untuk membelanjakan uang dalam jumlah besar saat bursa transfer pemain dibuka tiap tahun.
James ditebus dengan harga sekitar €75 juta atau £60 juta dari AS Monaco menyusul performa luar biasanya bersama Kolombia pada Piala Dunia 2014. Dengan transfer ini, playmaker yang baru saja merayakan ulang tahunnya ke-23 pada 12 Juli lalu itu tercatat sebagai pembelian termahal ketiga di bawah Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo.
Beberapa hari yang lalu, Madrid juga baru saja kedatangan seorang gelandang Jerman yang direkrut dari Bayern Munich, Toni Kroos, dengan banderol kurang lebih hanya sepertiga dari harga James. Santiago Bernabeu kian semarak, bertabur bintang, dan menegaskan istilah Galaticos jilid dua
Tercatat sejak milenium baru itu, Los Blancos selalu berhasil mendatangkan pemain baru dengan harga yang tak murah dan tampak berambisi ingin mengukuhkan diri sebagai kiblat atas sebuah tim mewah bermaterikan pemain-pemain hebat. Tak terhitung pula jumlah uang yang sudah dibelanjakan untuk membangun "tim galaksi" ini. Goal Indonesia mengajak pembaca melakukan kilas balik transfer-transfer mewah yang pernah dilakukan oleh Madrid sejak 1999.
TRANSFER RAKSASA REAL MADRID
DARI MASA KE MASA


 TahunNama PemainBanderolKlub AsalPenampilanGolPenilaian
 1999Nicolas Anelka£22,3 jutaArsenal337Gagal
 2000Luis Figo*£37 jutaBarcelona23957Sukses
 2001Zinedine Zidane*£45 jutaJuventus22549Sukses
 2002Ronaldo£28 jutaInternazionale177 104 Sukses
 2003David Beckham€35 jutaManchester United15520Gagal
 2004Michael Owen
Walter Samuel
Jonathan Woodgate
€12 juta
€24 juta
€20 juta
Liverpool
AS Roma
Newcastle United
45
40
14
16
2
1
Gagal
Gagal
Gagal
 2005Robinho
Sergio Ramos
Julio Baptista
€25 juta
€27 juta
€20 juta
Santos
Sevilla
Sevilla
135
403
76
35
48
13
Gagal
Sukses
Gagal
 2006Mahamadou Diarra
Ruud van Nistelrooy
Fernando Gago
Gonzalo Higuain
€26 juta
€15 juta
€20 juta
€13 juta
AS Monaco
Manchester United
Boca Juniors
River Plate
125
96
121
264
5
64
1
122
Sukses
Sukses
Gagal
Sukses
 2007Arjen Robben
Wesley Sneijder
Royston Drenthe
Pepe
€36 juta
€27 juta
€14 juta
€30 juta
Chelsea
Ajax Amsterdam
Feyenoord
Porto
65
66
65
248
13
11
4
10
Gagal
Gagal
Gagal
Sukses
 2008
 Jan '09
 Jan '09
Rafael van der Vaart
Klaas-Jan Huntelaar
Lassana Diara
€13 juta
€20 juta
€20 juta
Ajax Amsterdam
Hamburg
Portsmouth
73
20
117
12
8
1
Gagal
Gagal
Sukses
 2009Kaka*
Cristiano Ronaldo*
Xabi Alonso
Karim Benzema
Raul Albiol
€65 juta
€94 juta
€35 juta
€35 juta
€15 juta
AC Milan
Manchester United
Liverpool
Olympique Lyon
Valencia
 120
246
234
235
118
29
252
6
111
2
Gagal
Sukses
Sukses
Sukses
Gagal
 2010Mesut Ozil
Sami Khedira
Angel Di Maria
€15 juta
€12 juta
€25 juta
Werder Bremen
Stuttgart
Benfica
 159
144
189
27
9
36
Sukses
Sukses
Sukses
 2011Fabio Coentrao€30 jutaBenfica831Gagal
 2012Luka Modric€30 jutaTottenham Hotspur 1046Sukses
 2013Isco
Asier Illarramendi
Gareth Bale*
€27 juta
€32 juta
€100 juta
Malaga
Real Sociedad
Tottenham Hotspur
53
49
44
11
3
22
-
-
-
2014Toni Kroos
James Rodriguez
€30 juta
€75 juta
Bayern Munich
AS Monaco
-
-
-
-
-
-
*) Ket: Memecahkan rekor transfer pemain
Istilah Galaticos memang diidentikkan dengan kebijakan transfer yang dilakukan Madrid di tahun 2000-an saat era presiden Florentino Perez. Namun sejarah membuktikan, Madrid sudah melakukannya sejak tahun 1950-an ketika presiden Santiago Bernabeu -- yang kelak namanya diabadikan sebagai nama stadion -- mendatangkan pemain bintang secara berturut-turut seperti Alfredo Di Stefano, Ferenc Puskas, Raymond Kopa, Jose Santamaria, dan Francisco Gento. Kebijkan ini sukses menjadikan Si Putih mendominasi Spanyol dan Eropa secara mutlak.
Tradisi mendatangkan pemain bintang ini lalu memudar di tahun 1980-an, namun kembali mencuat saat memasuki milenium baru, yakni ketika Florentino Perez terpilih menjadi presiden menggantikan Lorenzo Sanz pada 2000. Raupan dua Liga Champions (1998 dan 2000) di era Sanz ternyata tetap tidak menghalangi Perez untuk menduduki posisi orang nomor satu klubIa pun menepati janji kampanyenya untuk memboyong satu pemain bintang tiap tahun dan mempromosikan pemain akademi. Nyatanya, kebijakan mendatangkan pemain bintang-lah yang paling banyak disorot sehingga istilah Galacticos pertama kali muncul.
Madrid langsung mendatangkan Luis Figo, sang galactico pertama, dengan rekor transfer dari rival abadi mereka, Barcelona. Satu musim berselang, rekor transfer kembali terpecahkan ketika Zinedine Zidane diboyong dari Juventus dan diikuti Ronaldo pada 2002. Selama periode ini, dua titel La Liga dan satu trofi Liga Champions berhasil mereka rengkuh. Seakan menganggap masalah sepakbola di lapangan sudah beres, Perez lalu berkonsentrasi penuh pada sisi marketing. Didatangkanlah David Beckham dari Manchester United yang memang sukses menggelembungkan pemasukan dari sisi komersial.
Sayang, blunder mulai dilakukan olehnya. Ia menendang dua figur penting di klub, Vicente Del Bosque dan Claude Makelele. Steve McManaman, salah satu pemain yang ikut dibuang, menjuluki periode ini sebagai "Disney-fikasi Real Madrid." Sebuah kritik yang akhirnya menjadi kenyataaan. Pemain bintang yang didatangkan berikutnya, seperti Michael Owen dan Robinho, gagal memenuhi ekspektasi. Akibatnya, sejak 2003 Madrid kering gelar selama tiga musim ke depan. Perez sendiri lalu memilih mundur pada Februari 2006 dan digantikan oleh Ramon Calderon.
Prestasi klub membaik dengan raihan dua titel La Liga secara konsekutif pada 2007 dan 2008 di mana Madrid pada waktu itu memiliki aroma Oranje karena mendatangkan banyak pemain asal Belanda seperti Arjen Robben, Wesley Sneijder, Rafal van der Vaart, hingga Klaas-Jan Huntelaar. Sayang, kebanyakan dari mereka tidak tidak terlalu sukses dan hilang satu per satu.
Kasus korupsi yang melanda Calderon yang dikombinasikan dengan dimulainya era emas Barcelona di bawah rezim Pep Guardiola akhirnya melenggangkan Perez untuk kembali naik takhta menjadi presiden pada 2009. Pada musim panas tahun itu juga, dua rekor transfer bahkan langsung ia pecahkan sekaligus ketika memboyong Kaka dan Cristiano Ronaldo yang kemudian diikuti transfer mahal lain seperti Xabi Alonso dan Karim Benzema. Inilah gebrakan kedua Perez dan Galacticos jilid dua pun dimulai.  
Berturut-turut sejak saat itu, Bundesliga Jerman, Primeira Liga Portugal, dan tentu saja Liga Primer Inggris menjadi ladang buruan Perez. Bintang-bintang di ketiga negara tersebut ia comoti seperti Mesut Ozil, Sami Khedira, Angel Di Maria, Fabio Coentrao, Luka Modric, dan berpuncak pada pembelian Gareth Bale pada musim panas 2013 yang sekali lagi memecahkan rekor transfer. Prestasi La Decima pada musim 2013/14 menjadi penanda kesuksesan Galacticos kedua ini.
Dan pada akhirnya, dua bintang terbaik di Piala Dunia 2014 -- Toni Kroos dan James Rodriguez -- berhasil mereka rekrut, tentu saja dengan harga standar Madrid. Fakta telah berbicara. Bintang demi bintang terus berdatangan dan ungkapan jika El Real tidak pernah kehilangan pemain buruannya masih tetap sah hingga saat ini.

baca keseluruhan - Transfer Mahal Real Madrid Dari Tahun Ke Tahun

Sabtu, 26 Oktober 2013

Sejarah Hari Ini (16 Agustus): Ruwetnya Transfer Alfredo Di Stefano

60 tahun lalu, Barcelona mengumumkan transfer Di Stefano. Tapi teror diktator yang pro-Madrid memaksa mereka melepas pemain incaran ke klub rival. Bagaimana kisah sebenarnya?Cukup rumit memaparkan kepindahan Alfredo Di Stefano dari Amerika Selatan ke Spanyol, yang sampai sekarang disebut-sebut sebagai transfer paling kontroversial. Awal kisah, Di Stefano berhasil mencuri perhatian Real Madrid saat bersama tim Kolombia, Millonarios, mengalahkan Los Blancos 4-2 dalam pertandingan persahabatan di Santiago Bernabeu pada 1952.


Presiden Los Blancos ketika itu, Santiago Bernabeu Yeste, sangat terkesan dengan penampilan Di Stefano dan pada Juli 1953, Madrid mencapai kesepakatan dengan Millonarios terkait transfer Di Stefano. Ternyata, kisah transfer Di Stefano tidak semudah yang dibayangkan. 

Bukan soal tarik ulur gaji atau Millonarios yang menolak melepas pemainnya - seperti yang kerap terjadi sebagai penghalang transfer pemain di sepakbola modern seperti sekarang. Ada hal yang lebih rumit dan ganjil mengenai proses transfer Di Stefano, mulai dari situasi politik di Spanyol sampai status kepemilikan sang pemain sebelum melabuhkan diri di negara tujuan.

Madrid ternyata bukan satu-satunya tim yang meminati jasa Di Stefano setelah pemain yang bersangkutan unjuk gigi di Bernabeu. Musuh bebuyutan Los Blancos, Barcelona, rupanya juga menaruh hati kepada pemain yang sepanjang karier profesionalnya membela tiga timnas: Argentina, Kolombia dan Spanyol. Singkat cerita, Blaugrana mengumumkan perekrutan Di Stefano pada 16 Agustus 1953 setelah menjalankan misi serius yang dikepalai Presiden Enric Marti i Carreto.

ALFREDO DI STEFANO 
Nama: Alfredo Stéfano di Stéfano Laulhé

Tempat, Tanggal Lahir: Buenos Aires, 4 Juli 1926

Klub:
 River Plate (1945–1949)
Huracán (1946 - pinjaman)
Millonarios (1949–1953)
Real Madrid (1953–1964)
Espanyol (1964–1966)
Koleksi Gelar
Liga Argentina (River Plate): 2
Liga Ekuador (Millonarios):  3
Piala Kolombia: 1
La Liga (Real Madrid): 
8
Copa del Rey: 1
Piala Champions: 5
Piala Interkontinental: 1
Topskor Argentina: 1
Topskor Kolombia: 2
El Pichichi: 5
Ballon d'Or: 2
Topskor Eropa: 2
Meski telah memberikan konfirmasi kepada publik, Barcelona tidak begitu saja memboyong Di Stefano ke Camp Nou. Terjadi sengketa antara Millonarios dan River Plate, yang juga mengaku mempunyai hak kepemilikan atas Di Stefano. FIFA sendiri mengaku tidak tahu apa-apa mengenai kisruh kepemilikan antara Millonarios dan River Plate.

Transfer Di Stefano ke Barcelona juga ternyata tidak diketahui Federasi Sepakbola Spanyol. Dan menurut Andres Ramirez, sekretaris RFEF, dibutuhkan persetujuan baik dari Millonarios (yang memiliki hak pemain sampai akhir 1954, berdasarkan kesepakatan yang dicapai di Lima Pact) dan River Plate untuk memuluskan transfer Di Stefano ini.

Di tengah gugupnya Barcelona atas transfer Di Stefano, Los Blancos mengaku telah menandatangani kesepakatan dengan Millonarios. Melihat situasi anomali yang dihadapi, klub Kolombia itu melaporkan peristiwa ini kepada FIFA. Badan sepakbola tertinggi dunia ini pun mendesak RFEF dengan segera menyelesaikan problem tersebut.

Pada 22 Mei 1953 Di Stefano tiba di Spanyol dengan maksud menyelesaikan kontraknya dengan Barcelona. Tapi di tengah diskusi dengan Federasi, presiden Madrid terus meyakinkan si pemain untuk gabung dengan mereka ketimbang Barca.

Sebuah win-win solution - atau bahkan bisa dibilang solusi paling aneh - dibuat RFEF. Mereka mengizinkan Di Stefano bermain empat tahun di Spanyol, tapi si pemain harus adil membagi servisnya, dua tahun untuk Barcelona dan dua lainnya untuk Madrid.

Situasi ini jelas menjadi perdebatan kedua kubu ketika itu, terutama Barcelona yang mengaku lebih dulu mendapatkan kesepakatan dengan Di Stefano. Kubu Blaugrana dengan tegas menolak rencana aneh RFEF. Mereka bahkan kemudian sempat bernegosiasi dengan Torino, yang menawarkan "bantuan" untuk membayar sejumlah uang yang telah dibayar Barca dalam proses transfer tersebut.

Los Merengues memanfaatkan situasi ini dan dengan dukungan rezim politik yang berkuasa saat itu, mereka akhirnya merampungkan transfer Di Stefano, menjadi sepenuhnya milik klub ibu kota.

Tidak ada yang tahu pasti mengapa Barcelona akhirnya "menyerah" dalam upayanya mendapatkan Di Stefano. Namun, media setempat mengklaim adanya indikasi Barcelona mendapat tekanan dari diktator Jenderal Franco yang merupakan pro-Madrid, mengancam akan memberlakukan larangan pemain asing untuk bermain di La Liga.

Buntutnya, Presiden Marti Carreto beserta jajaran stafnya mundur dari Barcelona menyusul tekanan berat publik Catalan. Di Stefano pun mencetak dua gol untuk Los Blancos pada debut El Clasico.
Kontroversi transfer Di Stefano diyakini ikut memanaskan permusuhan antara kedua klub sampai sekarang.
baca keseluruhan - Sejarah Hari Ini (16 Agustus): Ruwetnya Transfer Alfredo Di Stefano

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense