# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label playstation history. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label playstation history. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Maret 2022

Kisah Kelahiran PlayStation yang Dulu Diremehkan Nintendo

Sejak pertama dilahirkan, PlayStation telah mengguncang jagat game dan membuat para pesaing kewalahan. 

 

Padahal di masa awalnya, Sony harus melawan raksasa konsol, yaitu Nintendo dan Sega, bahkan terkesan diremehkan oleh mereka.

 

PlayStation adalah ide dari Ken Kutaragi, eksekutif Sony yang memimpin divisi hardware. Ia kemudian akan dikenal sebagai sang bapak PlayStation. Bagaimana awal kelahiran PlayStation?

 

Tahun 1988, Sony dan Nintendo yang kala itu adalah raja konsol game, bekerja sama. 

 

Kutaragi berhasil meyakinkan Nintendo untuk menggunakan prosesor suara Sony SPC-700 di konsol SNES. 

 

Kemudian, Nintendo ganti mendekati Sony untuk mengembangkan add on CD-ROM di SNES, disebut awalnya sebagai SNES-CD atau Play Station.


Tapi Sony juga ingin membuat konsol sendiri yang kompatibel dengan SNES yang akan dinamakan PlayStation. 

 

Selain buat main game, bisa pula untuk memutar musik sesuai keahlian Sony. 

 

Tapi presiden Nintendo kala itu, Hiroshi Yamauhci, tidak senang karena Sony dinilainya terlalu banyak menuntut sehingga kemitraan mereka terhenti.

 

Walau pecah kongsi dengan Nintendo, Sony memutuskan jalan terus dan membuat konsol game perdana sendiri. Mereka memang sempat mendekati Sega untuk kerja sama, tapi ditolak. 

 

"Itu ide bodoh, Sony tak tahu bagaimana membuat hardware, juga software," kata CEO Sega ketika itu, Tim Kalinske.

 

Kutaragi dan timnya akhirnya mengungkap prototipe PlayStation yang berbasis CD-ROM, dengan grafis game yang memukau pada saat itu. 

 

Presiden Sony, Norio Ohga, memang mempercayakan sepenuhnya proyek itu pada Kutaragi. 

 

PlayStation pun menjadi salah satu cara balas dendam pada Nintendo ataupun Sega yang meremehkan Sony.

 

Tahun 1994, Sony sudah mengumumkan pada publik bahwa mereka akan terjun ke industri game dengan konsol sendiri. 

 

Karena tak punya pengalaman membuat game, Sony giat berusaha mendapatkan dukungan dari developer game. 

 

Konami, Namco sampai Williams Entertainment jadi salah satu pendukung awal PlayStation.

 

Pada 3 Desember 1994, meluncur PlayStation generasi pertama, seminggu setelah rilis konsol kompetitornya, Sega Saturn. 

 

Sambutannya ternyata sangat meriah, di mana gamer banyak mengantre panjang. Di Jepang pada hari pertama penjualan, 100 ribu unit PlayStation ludes.

 

Ketika diedarkan ke negara-negara lain, PlayStation juga sukses besar karena selain produknya bagus, promosinya pun gila-gilaan. 

 

Penjualan total PlayStation generasi pertama akhirnya tembus lebih dari 100 juta unit, merupakan konsol pertama yang mencapainya. 

 

PS2 malah lebih dahsyat lagi, dengan 155 juta unit terjual, merupakan konsol terlaris sepanjang masa.

 

Salah satu terobosan penting PlayStaion memang adalah game bisa dimainkan dengan CD yang mampu menampung lebih banyak data, bukan lagi cartridge. 

 

Tradisi itu diteruskan oleh PS2 yang memainkan DVD dan PlayStation 3 dengan Blu Ray.

 

Selain itu, strategi Sony di sektor game juga jitu. 

 

Tidak seperti Nintendo yang fokus membuat game sendiri, Sony banyak mengandalkan developer game dari luar, yang akhirnya membuat game-game menarik dan menuai banyak minat. Seri Metal Gear dan Grand Theft Auto misalnya, begitu sukses.


"Sony mampu mendapatkan dukungan dari pihak ketiga yang sebelumnya membuat game PC. 

 

Itu adalah keberhasilan besar," kata Michael Pachter, analis di Wedbush Securities yang dikutip dari USA Today.

 

Studio Sony kemudian juga menghasilkan game-game tenar, sebut saja God of War, Gran Turismo dan Uncharted. 

 

"Itu adalah keunggulan khusus dan mampu mendorong Sony memimpin penjualan dari Xbox secara dominan," sebut analis.

 

Kesuksesan PlayStation benar-benar mengubah peta persaingan di jagat game. 

 

Dominasi Nintendo terganggu, Sega terdepak dari bisnis konsol dan Microsoft masuk dengan konsol Xbox, karena cemas PlayStation akan merusak dominasi game PC.

baca keseluruhan - Kisah Kelahiran PlayStation yang Dulu Diremehkan Nintendo

Sabtu, 21 November 2020

Sejarah PlayStation yang Dulu Disepelekan Nintendo dan Sega

PlayStation 5 atau PS5 diprediksi laris manis seperti para pendahulunya. 

Sejak pertama kali dilahirkan, PlayStation memang telah mengguncang jagat game dan membuat para pesaingnya kewalahan. 

Padahal di masa awalnya, Sony harus melawan raksasa konsol, yaitu Nintendo dan Sega, bahkan terkesan diremehkan oleh mereka.

PlayStation adalah ide dari Ken Kutaragi, eksekutif Sony yang memimpin divisi hardware. Ia kemudian akan dikenal sebagai sang bapak PlayStation. Bagaimana awal kelahiran PlayStation?

Tahun 1988, Sony dan Nintendo yang kala itu adalah raja konsol game, bekerja sama. 

Kutaragi berhasil meyakinkan Nintendo untuk menggunakan prosesor suara Sony SPC-700 di konsol SNES. 

Kemudian, Nintendo ganti mendekati Sony untuk mengembangkan add on CD-ROM di SNES, disebut awalnya sebagai SNES-CD atau Play Station.

Tapi Sony juga ingin membuat konsol sendiri yang kompatibel dengan SNES yang akan dinamakan PlayStation. 

Selain buat main game, bisa pula untuk memutar musik sesuai keahlian Sony. 

Tapi presiden Nintendo kala itu, Hiroshi Yamauhci, tidak senang karena Sony dinilainya terlalu banyak menuntut sehingga kemitraan mereka terhenti.

Walau pecah kongsi dengan Nintendo, Sony memutuskan jalan terus dan membuat konsol game perdana mereka sendiri. Mereka memang sempat mendekati Sega untuk kerja sama, tapi ditolak. 

"Itu ide bodoh, Sony tak tahu bagaimana membuat hardware, juga software," kata CEO Sega ketika itu, Tim Kalinske.

Kutaragi dan timnya akhirnya mengungkap prototipe PlayStation yang berbasis CD-ROM, dengan grafis game yang memukau pada saat itu. 

Presiden Sony, Norio Ohga, memang mempercayakan sepenuhnya proyek itu pada Kutaragi. 

PlayStation pun menjadi salah satu cara untuk balas dendam pada Nintendo ataupun Sega yang meremehkan Sony.

Tahun 1994, Sony sudah mengumumkan pada publik bahwa mereka akan terjun ke industri game dengan konsol sendiri. 

Karena tidak punya pengalaman membuat game, Sony giat berusaha mendapatkan dukungan dari developer game. 

Konami, Namco sampai Williams Entertainment jadi salah satu pendukung awal PlayStation.

Pada 3 Desember 1994, meluncur PlayStation generasi pertama, seminggu setelah rilis konsol kompetitornya, Sega Saturn. 

Sambutannya ternyata sangat meriah, di mana gamer banyak mengantre panjang. Di Jepang pada hari pertama penjualan, 100 ribu unit PlayStation ludes.

Ketika diedarkan ke negara-negara lain, PlayStation juga sukses besar karena selain produknya bagus, promosinya pun gila-gilaan. 

Penjualan total PlayStation generasi pertama akhirnya tembus lebih dari 100 juta unit, merupakan konsol pertama yang mencapainya. PS2 malah lebih dahsyat lagi, dengan 155 juta unit terjual, merupakan konsol terlaris sepanjang masa.

Salah satu terobosan penting PlayStaion memang adalah game bisa dimainkan dengan CD yang mampu menampung lebih banyak data, bukan lagi cartridge. 

Tradisi itu diteruskan oleh PS2 yang memainkan DVD dan PlayStation 3 dengan Blu Ray.

Selain itu, strategi Sony di sektor game juga jitu. 

Tidak seperti Nintendo yang fokus membuat game sendiri, Sony banyak mengandalkan developer game dari luar, yang akhirnya membuat game-game menarik dan menuai banyak minat. 

Seri Metal Gear dan Grand Theft Auto misalnya, begitu sukses.

"Sony mampu mendapatkan dukungan dari pihak ketiga yang sebelumnya membuat game PC. 

Itu adalah keberhasilan besar," kata Michael Pachter, analis di Wedbush Securities yang dikutip dari USA Today.

Studio Sony kemudian juga menghasilkan game-game tenar, sebut saja God of War, Gran Turismo dan Uncharted. 

"Itu adalah keunggulan khusus dan mampu mendorong Sony memimpin penjualan dari Xbox secara dominan," sebut analis.

Kesuksesan PlayStation benar-benar mengubah peta persaingan di jagat game. 

Dominasi Nintendo terganggu, Sega terdepak dari bisnis konsol dan Microsoft masuk dengan konsol Xbox, karena cemas PlayStation akan merusak dominasi game PC.

baca keseluruhan - Sejarah PlayStation yang Dulu Disepelekan Nintendo dan Sega

Rabu, 16 Oktober 2013

Sosok di Balik Desain PlayStation 4

Sempat dikira bakal tampil futuristik, PlayStation 4 justru diumumkan dengan desain yang casual. Meski begitu, konsol generasi terbaru Sony itu tetap menarik perhatian.

Adalah Tetsu Sumii, sosok sentral di balik desain elegan PS4. Terdengar asing memang, Sony pun baru mengenalkannya ke publik melalui blog resmi PlayStation.

Simplisitas, demikian ungkapan Sumii perihal desain PlayStation 4 saat ini yang merupakan hasil racikannya.

“Saya ingin menghadirkan objek (PlayStation 4-red.) yang sederhana di ruang tamu,” jelas Sumii, seperti dikutip dari Kotaku.

“Beberapa produk menawarkan ukuran yang ‘berlebihan’, namun yang seharusnya adalah yang sederhana. Itulah yang ada di pikiran saya,” tambah Sumii.

Selain itu Sumii juga mengatakan, berkat simplisitas yang dimilikinya, tampilan PlayStation 4 saat diposisikan berdiri diyakininya terlihat semakin menarik dari berbagai sudut pandang gamer yang memainkannya.

”Saya berpikir tentang vertikal, bukan hanya horizontal. Saya juga berpikir tampilan 360 derajat. Meski dibolak-balik dan dilihat dari sudut manapun harus tetap terlihat indah,” tandasnya.

Tetsu Sumii sendiri merupakan salah seorang staf Sony yang bekerja pada divisi UX Platform Design Group. Dirinya menjabat sebagai Chief Designer pada divisi yang ada dibalik desain elegan PlayStation 4 tersebut.
baca keseluruhan - Sosok di Balik Desain PlayStation 4

Selasa, 05 Februari 2013

Evolusi Memukau Sony PlayStation

Kehadiran generasi pertama Sony saat pertama kali diluncurkan pada tahun 1994 lalu sukses menyita perhatian penggila game saat itu. Tampilan grafis 3D yang ditawarkannya sudah lebih dari cukup untuk membuat para penggila game mengelu-elukannya.

Tentu saja demikian. Karena sebelum kehadiran Playstation, teknologi konsol game saat itu masih dikuasai oleh game 16bit yang kebanyakan belum bertampilan 3D, didominasi Sega Megadrive dan Super Nintendo Entertainment System (SNES).

Alhasil Playstation berhasil menuai sukses dengan torehan penjualan diatas 100 juta unit. Melihat kesuksesan yang berhasil diraih seri pertama Playstation, Sony mengembangkan evolusi lanjutan dengan menawarkan tampilan grafis yang tentunya lebih baik dan lebih relistis.

Yuk, kita simak evolusi Playstation yang berhasil membuatnya dikenal sebagai salah satu konsol game paling populer saat ini, yang dihimpun dari berbagai sumber.


1. PlayStation

Kehadirannya pada tahun 1994, langsung sukses menghipnotis jutaan penggila game saat itu melalui tampilan grafis 3D yang ditawarkannya. Apalagi Konsol game Playstation juga menawarkan teknologi yang sama sekali beda dijamannya.

Di saat konsol game lain masih menggunakan model cartridge sebagai medianya, Sony Playstation menjadi yang pertama hadir dengan teknologi kepingan disc sebagai media game-nya.

Terobosan revolusioner yang dilakukan Sony melalui Playstation sukses membuatnya dikenal sebagai konsol game paling populer di zamannya. Meski dihimpit oleh kompetitor Sega Saturn dan Nintendo 64, Sony Playstation masih terlalu kuat untuk didekati.

Di Indonesia sendiri, kehadiran Sony Playstation justru menjadi ladang usaha menggiurkan dengan menjamurnya usaha rental Playstation yang mudah ditemukan dimanapun. 

Rental Playstation tersebut menjadi solusi bagi penggemar game yang ingin memainkan game kesayangannya namun belum memiliki budget cukup untuk membelinya. Selain itu, rental Playstation juga kerap menjadi lokasi ajang adu kebolehan.

2. Playstation 2

Serupa dengan pendahulunya, suksesor Playstation ini pun berhasil meraih pencapaian memuaskan dengan 150 juta unit yang terjual. Bentuk Playstation 2 pun dibuat lebih modern oleh Sony melalui balutan warna hitam yang diusungnya.

Selain itu, versi awal Playstation 2 yang berbentuk Fat menggunakan tray untuk menempatkan disc game, sehingga makin membuatnya terlihat modern. 

Namun bentuk Fat yang diusung Playstation 2 tidak bertahan lama. Karena 4 tahun kemudian tepatnya pada tahun 2004, Sony meluncurkan Playstation 2 dengan ukuran slim.

Tidak berbeda dengan seri sebelumnya, Playstation 2 juga digemari di lokasi rental Pleystation. Bahkan, saat ini Playstation 2 telah mampu membaca game dari HDD eksternal dengan menggunakan tool tertentu.

3. PlayStation Portabel

Berbeda dengan Playstation dan Playstation 2, PSP merupakan konsol game portabel garapan Sony. Melalui layar berukuran 4,8 inch pengguna dapat memainkan game dengan tampilan grafis lumayan menggunakan tombol khas playstation yang berada di sekeliling layar yang diusungnya.

Pada awal kehadirannya di tahun 2004, PSP hadir dalam bentuk yang lumayan tebal. Namun pada tahun 2007 Sony meluncurkan versi PSP dengan ukuran slim namun dengan bentuk yang masih serupa.

Pada tahun 2009 Sony meluncurkan model terbaru PSP yang mengusung nama PSP Go, berbeda dengan sebelumnya, pada versi kali ini Sony memisahkan bagian layar dan tombol, hal tersebut dilakukan demi memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi gamer yang menggunakannya.

Generasi terbaru PSP hadir pada tahun 2011, namun Sony tidak lagi menyematkan nama 'Portable' melainkan mengubah namanya menjadi Playstation Vita. 

Pada versi ini Sony telah menyematkan kontrol analog. Selain itu layar yang diusung PlayStation Vita pun lebih besar dengan aplikasi layar sentuh OLED 5 inch.

4. Playstation 3

Konsol game yang berhasil terjual sebanyak 70 juta unit sampai akhir 2012 tersebut merupakan seri paling akhir yang diluncurkan oleh Sony. 

Berbagai pembaharuan pun dihadirkan SOny. Playstation 3 hadir bersama dengan kontroler dualshock 3 berteknologi wireless, namun versi kabel tetap ada.

Sedangkan sebagai media game-nya, Sony telah menggunakan kepingan Blu-ray. Tampilan grafis yang mampu dihasilkan oleh Playstation generasi ketiga tersebut pun dijamin mampu memanjakan mata penggunanya melalui kualitas grafis realistis serta resolusi HD yang diusungnya.

5. Playstation 4


Konsol game yang diduga sebagai suksesor Playstation 3 dikabarkan tengah dikerjakan oleh Sony. Bahkan Sony telah menyebar undangan yang diduga kuat adalah peluncuran PlayStation 4.

Spesifikasi yang diusungnya pun tidak tanggung-tanggung karena melalui rumor yang beredar dijelaskan konsol game ini bakal ditenagai oleh prosesor 8 core, RAM 8 GB, serta memory kartu grafis 2,2 GB. Belum diketahui chip pengolah grafis apa yang akan digunakan konsol tersebut.

Selain itu, PlayStation 4 juga akan dilengkapi hardisk 160 GB dan mungkin akan ada variasi lainnya, Blu-ray drive, serta 4 port USB 3.0. Konsol ini juga akan dilengkapi kontroler dengan fungsi touch pad.

Kabarnya Sony akan mengungkap Playstation 4 pada 20 februari nanti. Informasi tersebut diperoleh melalui undangan yang disebar Sony kepada sejumlah media di AS untuk menghadiri acara yang diduga berhubungan dengan konsol game Playstation generasi keempat ini.
baca keseluruhan - Evolusi Memukau Sony PlayStation

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense