# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label sejarah sucu maya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah sucu maya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Oktober 2021

Ajaibnya Suku Maya, Bangun Piramida dari Abu Gunung Berapi

Foto: Phys.org
Kehebatan bangsa zaman kuno selalu membuat takjub. 

 

Suku Maya misalnya, diketahui membangun piramida dari abu letusan gunung berapi setelah terjadi bencana.



Akira Ichikawa, arkeolog di University of Colorado Boulder, menemukan bukti suku Maya kembali ke bagian Amerika Tengah yang hancur setelah terjadi bencana letusan gunung berapi, jauh lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

 

Dalam makalahnya yang dipublikasikan di Cambridge University Press Site Cambridge Core, ia menjelaskan studi tentang daerah sekitar yang dulunya merupakan situs San Andrés di Zapotitán Valley, di tempat yang sekarang bernama El Salvador.

 

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pada tahun 539 M, gunung berapi Ilopango meletus dalam peristiwa yang sekarang dikenal sebagai letusan Tierra Blanca Joven. 

 

Peristiwa tersebut merupakan letusan gunung berapi terbesar di Amerika Tengah selama 10.000 tahun terakhir, dan yang terbesar di Bumi selama 7.000 tahun terakhir.

 

Ledakan itu begitu kuat sehingga menutupi area di sekitar gunung berapi dengan abu setinggi pinggang sejauh 35 kilometer. 

 

Letusan itu juga meninggalkan lubang dalam yang sekarang menjadi danau kawah.


Piramida suku Maya.
Dikutip dari Phys.org, letusan juga sangat berdampak pada peradaban suku Maya. 

 

Pemukiman di sekitar gunung hilang, dan suhu menjadi lebih dingin di belahan Bumi utara. 

 

 

 

 

Karena kurangnya bukti, para sejarawan selama bertahun-tahun berdebat tentang seberapa cepat suku Maya kembali ke daerah itu.

 

Sebagian besar memperkirakan, kemungkinan suku Maya kembali ke daerahnya memakan waktu hingga ratusan tahun. 

 

Namun dalam penelitian terbaru ini, Ichikawa menjelaskan bukti suku Maya kembali ke situs tersebut antara 30 hingga 80 tahun setelah letusan. 

 

Mereka tak hanya kembali, tetapi juga membangun piramida besar menggunakan abu dan tanah.

 

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang apa yang terjadi di area sekitar situs, selama tahun 2015 hingga 2019, Ichikawa mengumpulkan dan menganalisis sampel dari tanah dan dari struktur Campana, sebuah piramida yang terletak di atas platform besar. 

 

Dia menemukan bahwa pekerjaan pada struktur bangunan tersebut tampaknya telah dimulai sekitar 30 tahun setelah letusan, meskipun bisa saja selama 80 tahun.

 

Lebih dari itu, data menunjukkan bahwa kembalinya orang-orang suku Maya ke daerah itu terbilang cepat. Cukup banyak orang bisa selamat dari ledakan tersebut. 

 

Ichikawa memperkirakan kemungkinan orang membangun piramida sebagai persembahan untuk menenangkan para dewa yang telah menunjukkan kemarahan mereka dengan memicu letusan gunung berapi.

baca keseluruhan - Ajaibnya Suku Maya, Bangun Piramida dari Abu Gunung Berapi

Sabtu, 22 Desember 2012

Kekayaan Peninggalan Sejarah Suku Maya

Kalender paling tepat dan canggih yang pernah tercipta hanyalah salah satu dari sekian banyak peninggalan suku Maya kuno. Selain itu mereka juga meninggalkan jejak pada arsitektur, seni dan masakan, tutur para ahli.

Kalender Maya "Long Count" mengatakan sebuah era yang berusia lebih dari 5.000 tahun berakhir pada 21 Desember — kiamat bagi sebagian orang tapi malah menjadi alasan untuk bergembira bagi banyak orang lain di Meksiko dan Amerika Tengah, tempat berkembangnya peradaban Maya.

Jutaan wisatawan diperkirakan datang ke wilayah tersebut pada Jumat untuk merayakan kembang api, konser, dan tontonan lain yang diadakan di lebih dari dari 30 situs arkeologi.

"Kalender Maya bukan hanya soal perhitungan detik, menit dan jam," kata antropolog Guatemala, Alvaro Pop, anggota United Nations Permanent Forum on Indigenous Issues, kepada AFP.

Kalender tersebut juga merupakan model yang menunjukkan "gerakan benda langit dan caranya memengaruhi kehidupan manusia," jelas Pop.

Keahlian tersebut memungkinkan peradaban kuno Maya mendeteksi pengaruh benda langit pada pasang surut air laut, kelahiran dan tanaman, menurut Pop.

Namun kontribusi peradaban kuno — yang mencapai puncaknya antara tahun 250 hingga 900 — jauh melampaui pemahaman mereka tentang bintang-bintang, menyentuh segala hal mulai dari arsitektur hingga tekstil dan makanan.

Suku Maya adalah yang pertama menanam jagung, sekitar 3.000 tahun lalu. Saat ini, jagung menjadi bahan pokok dalam masakan di seluruh wilayah tersebut.

Suku Maya juga menjadi suku pertama yang menggunakan dan mengembangkan kakao dan, menurut beberapa orang, mereka mencetuskan ide membuat permen alami dari pohon daerah tropis dan merupakan pendahulu dari permen karet.

Suku Maya dan keturunan mereka, terutama di Guatemala, juga dikenal dengan kain warna-warni mereka, yang "merupakan ekspresi kehidupan paling indah dan eksplosif di benua ini dan di dunia," menurut Pop.

Peradaban mereka juga terkenal karena memiliki bahasa tulis yang sudah sempurna di Amerika era pra-Columbus.

Secara total, suku Maya berbicara 36 bahasa sepanjang sejarah mereka dan di daerah berbeda-beda. Banyak dari bahasa ini, yang menampilkan struktur tata bahasa yang sangat rumit, masih diucapkan dalam masyarakat adat.

Popol Vuh, kitab suci suku Maya, adalah contoh paling konkret dari kekayaan warisan bahasa tersebut. Buku mitologi tersebut menjelaskan penciptaan dunia, terutama dari orang-orang Quiche, salah satu dari berbagai kelompok etnis Maya.

Menurut antropolog Kosta Rika, Ana Cecilia Arias, arsitek suku Maya, yang membangun piramida mengesankan, dan keturunan mereka juga memberikan kontribusi signifikan, terutama dengan membantu desain gereja di wilayah tersebut.

Saat ini reruntuhan dari perkotaan besar dan pusat-pusat agama seperti Chichen Itza di semenanjung Yucatan, Meksiko, Tikal di Guatemala, Copan di Honduras dan Tazumal di El Salvador berdiri sebagai contoh kecemerlangan arsitektur Maya. 

Mungkin warisan yang lebih penting dari suku Maya adalah manusia — jutaan keturunan etnis Maya saat ini tinggal di Amerika Tengah, terutama di Guatemala dan Meksiko.

Sebagian besar keturunan itu mencoba mempertahankan adat dan tradisi yang diwariskan dari nenek moyang mereka yang terkenal, meskipun mereka sering terperosok dalam kemiskinan dan dikucilkan masyarakat.
baca keseluruhan - Kekayaan Peninggalan Sejarah Suku Maya

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense