Tampilkan postingan dengan label kesehatan untuk penyakit gangguan pencernaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan untuk penyakit gangguan pencernaan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 05 Agustus 2012
Jaga Pencernaan, Hindari Ini
Ternyata, beberapa jenis makanan bisa memicu masalah pencernaan. Agar tidak terjadi masalah dalam sistem pencernaan Anda, coba hindari beberapa makanan berikut, yang dilansir melalui Health.
Tinggi lemak dan gorengan
Kedua makanan ini bisa memperberat kerja perut, sehingga memicu refluks asam dan mulas. Makanan tinggi lemak juga menyebabkan tinja berwarna pucat, atau biasa dikenal dengan steatorrhea. Penderita sindrom iritasi usus juga diharuskan mengurangi asupan makanan tinggi lemak, termasuk mentega dan krim.
Bubuk cabai
Semua makanan pedas mengiritasi kerongkongan dan menyebabkan perut mulas. Makanan pedas juga sebaiknya dihindari bagi para penderita sindrom iritasi usus besar atau mereka yang menderita maag kronis.
Susu
Ya, tubuh memerlukan kalsium untuk tulang. Namun, Anda bisa memperoleh asupan kalsium dari produk susu lainnya, seperti keju. Bagi mereka yang tidak toleran terhadap laktosa (intoleran laktosa), susu bisa menyebabkan diare, perut penuh gas, dan kembung serta kram. Penyakit celiac, crohn dan kemoterapi dapat merusak usus yang juga menyebabkan intoleran laktosa.
Alkohol
Memang sih, alkohol membuat tubuh menjadi rileks. Sayangnya, alkohol juga menyebabkan refluks asam atau mual. Minuman ini juga memicu peradangan lapisan perut, merusak enzim tertentu dan mencegah nutrisi diserap. Terlalu banyak menegak alkohol juga menyebabkan diare dan kram.
Beri
Buah-buahan keluarga beri memang baik, namun biji halusnya bisa menjadi masalah bagi penderita diverticululitus (penyakit di usus besar di mana muncul kantong-kantong gelembung di luar usus besar).
Cokelat
Penelitian pada tahun 2005 menunjukkan bahwa cokelat sebaiknya dihindari bagi penderita sindrom iritasi usus besar atau sembelit kronis. Cokelat juga mengandung kafein yang memicu kram, kembung dan diare.
Kopi, teh, dan soft drink
Kopi, teh, dan minuman bersoda tidak hanya meningkatkan asam lambung tetapi juga bertindak sebagai diuretik yang bisa menyebabkan diare dan perut kram. Minuman berkafein juga menyebabkan masalah tertentu, terutama bagi penderita gastroesophageal reflux disease (GERD).
Jagung
Jagung mengandung selulosa, sebuah jenis serat yang tidak bisa dicerna dengan mudah. Jika Anda tetap ingin memakan jagung, cobalah dikunyah lebih lama. Jika tidak sempurna mengunyahnya, bisa menyebabkan sakit perut dan perut penuh gas.
Senin, 12 Maret 2012
Hindari Ini untuk Bebas dari Gangguan Pencernaan
Sering bersendawa, perut kembung dan rasa mual setelah makan merupakan ciri utama dari gangguan pencernaan yang sering dialami penderita perut sensitif, seperti heartburn.
Hampir semua orang pernah mengalami gejala heartburn. Heartburnmerupakan sebuah kondisi rasa nyeri atau panas pada perut Anda yang merupakan gejala dari kebanyakan acid reflux (asam lambung berlebih).
Beberapa penyebab heartburn sudah diketahui dengan jelas, seperti makanan yang pedas. Tetapi ternyata selain makanan, ada juga beberapa penyebab lain dari heartburn tersebut, seperti berikut ini yang dikutip melalui Men's Health.
Kopi
Tahukah Anda jika kopi, baik yang berkafein maupun non kafein, dapat menyebabkan heartburn? Penelitian menunjukkan bahwa kopi mengandung bahan-bahan yang dapat menyebabkan peningkatan asam di perut. Asam dari kopi dapat mengiritasi lapisan lambung yang menyebabkan rasa tidak nyaman di perut. Minum kopi lebih dari dua cangkir cangkir ternyata dapat meningkatkan asam dalam perut. Jadi kurangilah kebiasaan minum kopi Anda jika tak mau terkena heartburn.
Ngemil Malam
Mendadak terserang rasa nyeri di dada saat akan tidur? Bisa jadi karena Anda makan sebelum beranjak naik ke kasur. Ketika Anda berdiri atau duduk, gaya gravitasi membantu menurunkan makanan dan air liur Anda sebagai antasid alami yang membersihkan kerongkongan. Ketika Anda tidur, Anda tidak lagi memiliki gravitasi dan memproduksi air liur. Bila Anda ingin makan, makanlah 2-3 jam sebelum tidur.
Sabuk ketat
Penggunakan tali pinggang yang ketat meningkatkan tekanan dalam perut. Hal ini menyebabkan isi perut Anda mendorong lebih keras katup yang menyimpan makanan dalam perut.
Berat Badan
Salah satu resiko terbesar terjadinya heartburn adalah obesitas. Semakin berat badan seseorang, maka kemungkinan mengalami heartburn akan semakin besar. Berlebihnya lemak di perut serta senyawa kimia yang dilepaskan oleh lemak tubuh sebagai salah satu kemungkinan penyebabnya. Sebuah penelitan yang dilakukan pada tahun 2003 yang dimuat di the Journal of the American Medical Association menemukan bahwa resiko untuk mengalami gejala asam lambung akan meningkat seiring dengan meningkatnya BMI kita. Hubungan tersebut juga lebih terlihat pada wanita dibandingkan pria (terlebih pada wanita yang mengalami pre menopause).
Langganan:
Postingan (Atom)


