# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label sepak bola piala eropa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepak bola piala eropa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Juni 2021

Termasuk Donnarumma, Ini Deretan Para Pemain yang Cetak Rekor di Awal Euro 2020

Gelaran Euro 2020 baru saja dimulai. Ajang yang dihelat di sebelas kota di sebelas negara ini bahkan belum menuntaskan match day pertama untuk semua grup.

 

Sejauh ini, baru ada sembilan laga yang sudah dihelat di ajang turnamen sepak bola paling akbar di Benua Eropa. Bahkan, ada satu grup, Grup F, yang sama sekali belum menggelar pertandingan.

 

Namun, kendati baru dimulai, ajang ini berlangsung sangat sengit. Bahkan, ada sejumlah rekor yang tercipta dalam sembilan laga yang sudah digelar di Euro 2020.

 

Siapa saja pemain yang memecahkan rekor pada awal gelaran Euro 2020? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

 

1. Merih Demiral

 

Merih Demiral mencetak gol bunuh diri pada laga pembuka gelaran Euro 2020, kontra Italia. 

 

Ia membobol gawangnya sendiri setelah bola memental dari dadanya setelah berusaha mengontrol bola umpan silang Domenico Berardi.

 

Gol Demiral ini merupkaan gol bunuh diri pertama yang menjadi gol pembuka gelaran turnamen Piala Eropa. 

 

Sementara, kemenangan 3-0 Italia pada laga ini merupakan kemenangan dengan selisih terbesar pada laga pembuka putaran final Piala Eropa.

 

2. Gianluigi Donnarumma

 

Gianluigi Donnarumma menjadi penjaga gawang termuda yang bermain bagi Italia di turnamen besar (Piala Eropa dan Piala Dunia). 

 

Ia bermain pada laga kontra Turki, saat berusia 22 tahun dan 106 hari. Pemegang rekor sebelumnya adalah Giorgio Ghezzi, yang bermain di usia 23 tahun 342 hari.

 

3. Yuri Zhirkov

 

Zhirkov menjadi pemain Rusia -juga Uni Soviet- tertua yang bermain di ajang Piala Eropa. 

 

Ia bermain pada usia 37 tahun 296 hari, melewati catatan Sergey Ignashevich, yang bermain di Euro 2016 kala berusia 36 tahun dan 342 hari.

 

4. Jude Bellingham

 

Bellingham masuk sebagai pemain pengganti bagi Timnas Inggris pada laga kontra Kroasia. Ini menjadikannya sebagai pemain termuda yang tampil di putaran final Piala Eropa. 

 

Bellingham, yang berusia 17 tahun dan 349 hari, memecahkan rekor yang selama ini dipegang pemain Belanda, Jetro Willems, yang bermain di Euro 2012 pada usia 18 tahun dan 71 hari.

 

Selain itu, Bellingham juga menjadi pemain termuda yang memperkuat Timnas Inggris di dua turnamen akbar, Piala Eropa dan Piala Dunia.

 

5. Goran Pandev

 

Goran Pandev mencetak gol bagi Makedonia Utara kala menghadapi Austria. Gol ini memang tak membuatnya menjadi pencetak gol tertua di ajang Piala Eropa. 

 

Ia masih kalah tua dibanding pemegang rekor pencetak gol tertua di Piala Eropa, Ivica Vastic, yang mencetak gol pada usia 38 tahun dan 257 hari.

 

Namun, gol yang dicetaknya kala berusia 37 tahun dan 321 hari ini mencatatkan nama Pandev sebagai pencetak gol tertua dari situasi open play. 

 

Pasalnya, gol Vastic pada Euro 2008 lalu dicetaknya melalui eksekusi penalti.

 

6. Michael Gregoritsch

 

Gol Michael Gregoritsch pada laga kontra Makedonia menjadikannya masuk ke dalam daftar para pencetak gol yang menjdi milestone di sepanjang sejarang Piala Eropa. 

 

Gol gelandang berusia 27 tahun tersebut merupakan gol ke-700 sepanjang sejarah putaran final Piala Eropa.

 

7. Maarten Stekelenburg

 

Stekelenburg menjadi pemain tertua yang bermain bagi Timnas Belanda di turnamen besar, Piala Dunia dan Piala Eropa. 

 

Ketika tampil menghadapi Ukraina, kiper Ajax Amsterdam ini berusia 38 tahun dan 264 hari.

 

Secara keseluruhan, Stekelenburg berada di peringkat kelima dalam daftar pemain tertua yang bermain di putaran final Piala Eropa. 

 

Namun, ia berpeluang menggeser Peter Shilton yang berada di peringkat keempat. Shilton sendiri bermain di putaran final Piala Eropa kala berusia 38 tahun dan 271 hari.

baca keseluruhan - Termasuk Donnarumma, Ini Deretan Para Pemain yang Cetak Rekor di Awal Euro 2020

Minggu, 22 Juli 2012

Sepuluh Pemain Terbaik Sepanjang Masa Piala Eropa

Seperti halnya kompetisi-kompetisi internasional lainnya, turnamen Euro biasa menghadirkan aktor lapangan hijau terbaik. Tak heran, turnamen antarnegara Eropa ini termasuk salah satu kompetisi paling bergengsi di dunia.

Dan, layaknya kompetisi level elite, di setiap laga-laga krusial di Piala Eropa selalu menghadirkan legenda sepakbola. Berikut analisa Carlo Garganese dan Mark Doyle yang merilis 10 pemain terbaik yang pernah menorehkan tinta emas di kompetisi yang akan dimulai di Polandia dan Ukraina.



10. XAVI 


Master Passing| Bintang Barca membuka skor untuk La Furia Roja 
Sebagai salah satu playmaker terbaik yang pernah ada, pengalaman pertama Xavi tampil Euro justru sangat mengecewakan. Jenderal lapangan tengah Barcelona ini tidak semenit pun dimainkan pelatih saat Spanyol gagal di putaran pertama Euro 2004 di Portugal. Tapi, siapa sangka empat tahun kemudian di Austria dan Swiss, Xavi menunjukkan kapasitasnya sebagai bintang lapangan hijau.

Menjadi kreator permainan indah yang diperagakan La Furia Roja, pemain kelahiran Catalan ini berada di top performa sepanjang turnamen empat tahun lalu. Xavi benar-benar "tersedia" ketika tim yang ketika itu Luis Aragones membutuhkan tenaganya. Xavi mencetak gol pembuka di laga semi-final kontra Rusia sebelum akhirnya mengirim umpan brilian kepada Fernando Torres yang mencetak gol penentu kemenangan di laga puncak.

Tak mengherankan, jika pecinta sepakbola kembali menunggu magis Xavi di Polandia dan Ukraina.



9. PETER SCHMEICHEL


Tembok kokoh Denmark| Legenda Man United tak terkalahkan di Euro '92
Berbekal postur besar, Peter Schmeichel menjadi sosok menakutkan bagi striker lawan yang mencoba menjebol gawangnya. Tap, tidak demikian dengan barisan belakang yang satu garis berada di depannya. Kehadiran Schmeichel di bawah mistar gawang membuat lini belakang Denmark cukup tenang andai mereka gagal menghalau pergerakan lawan yang memasuki area berbahaya.

Eks kiper Manchester United tampil di empat Euro, tapi aksi paling heroiknya adalah saat Denmark tampil memukau di Swedia pada 1992 lalu. Sukses Schmeichel menggagalkan penalti Marco van Basten di semi-final kontra Belanda merupakan momen paling tak terlupakan. Aksi Schmeichel kemudian berlanjut di partai penentu gelar juara melawan Jerman dan dinobatkan sebagai kiper terbaik di kala itu.

Selain dikenal dengan suksesnya melakukan tiga penyelamatan gemilang, satu yang paling khas dari Schmeichel adalah saat dia menggagalkan sebuah peluang emas dengan menggunakan satu tangan yang menjadikannya legenda hidup Denmark.



8. PAOLO MALDINI


Konsisten & Berkelas| Maldini adalah legenda sebenarnya
Diklaim sebagai bek kiri terbaik sepanjang sejarah, Paolo Maldini merupakan contoh nyata dari konsistensi. Hal itu diperkuat dengan kenyataan bek Italia itu ikut ambil bagian di empat Euro secara beruntun dan masuk dalam All-Star Teams sebanyak tiga kali.

Maldini mengawali karier internasionalnya saat masih 19 tahun di babak penyisihan grup Euro 1988 di Jerman Barat dan langsung mencuri perhatian saat sukses mengunci pemain terbaik Spanyol kala itu, Michel.

Sayang, Gli Azzurri harus gagal di kompetisi empat tahun berikutnya, kemudian terhenti di penyisihan grup Euro 1996 dan nyaris keluar sebagai juara saat Maldini mengemban ban kapten 12 tahun lalu.

Ya, di Euro 2000 legenda AC Milan ini tampil sebagai wing-back kiri dan tampil luar biasa ditemani Fabio Cannavaro, Alessandri Nesta serta kiper Francesco Toldo. Namun, Maldini gagal mengangkat trofi juara setelah Sylvain Wiltord mencetak gol penyeimbang di masa injury lalu David Trezeguet meluluh lantakkan Gli Azzurri berkat Golden Golnya di partai final.



7. DINO ZOFF


Kiper sebenarnya| Zoff mengangkat trofi Euro 68 setelah hanya tampil di empat laga 
Sebelumnya telah disebutkan Schmeichel sebagai salah satu kiper terbaik dunia, tapi dia bukan penjaga gawang yang mendapat ranking pertama dalam daftar kali ini. Gelar tersebut diberikan kepada Dino Zoff, mantan ikon Juventus dan tentu yang paling terkenal adalah ketika Zoff mengapteni Italia di Piala Dunia 1982 saat usianya sudah 40 tahun.

Rekor Zoff di ajang Euro juga cukup mengagumkan. Tampil di tujuh laga diantara dua turnamen besar tersebut, tiga diantaranya dilalui dengan perpanjangan waktu, kiper yang kini berusia 60 tahun itu hanya kebobolan dua gol.

Zoff mengawali debut international di leg kedua perempat-final kontra Bulgaria, dia kemudian memegang peran penting dalam membantu Gli Azzurri meraih sukses di ajang Euro untuk pertama kali. Zoff menunjukkan performa terbaik saat Italia mengeliminasi Uni Soviet di babak semi-final melalui sebuah drama adu penalti yang menegangkan. Setelahnya, Zoff mempertahankan clean sheet di laga puncak kontra Yugoslavia sekaligus membawa Gli Azzurri berjaya di rumah sendiri.



6. GUNTER NETZER


On the spot | Netzer mencetak penalti penentu kemenangan atas Inggris 
Ketika bicara gelandang terbaik sepanjang masa, kita sering melupakan sosok Gunter Netzer. Padahal, tak rugi mengingat bagaimana pria asal Jerman ini mempecundangi Inggris di Wembley pada leg pertama perempat-final Euro 1972. Eks pemain Borussia Monchengladbach ini menjadi insipirator Der Panzer dengan permainan luar biasa sepanjang laga dan mencetak gol penalti di menit ke-85 sekaligus membawa Der Panzer mengunci kemenangan 3-1 atas The Three Lions.

Netzer mampu mempertahankan permainan terbaiknya di semi-final dan final dengan membekuk Uni Soviet tiga gol tanpa balas di Brussels. Sayang, sejak saat itu nama Netzer tak lagi bersinar, dia mengaku kalah bersaing dengan dengan Wolfgang Overath. Toh, nama Netzer tetap ada dalam sejarah sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah tampil di Piala Eropa.



5. DRAGAN DZAJIC


Mimpi buruk Inggris| Pers Inggris menyebut 'The Magic Dragan'
Mendapat label sebagai salah satu winger kiri terbaik Eropa, penampilan terbaik Dragan Dzajic ditunjukkannya di Euro 1968. Di sisa tiga menit waktu normal pada semi-final  antara Yugoslavia kontra Inggris di Florence, bintang Red Star Belgrade itu mempermalukan sang juara dunia dengan gol cantik sekaligus membawa negaranya melaju ke final untuk berhadapan dengan tuan rumah Italia.

Dzajic kembali mencetak gol pembuka untuk Yugloslavia, tapi gol penyeimbang behasil dicetak Angelo Domenghini yang memaksa kedua tim memainkan partai ulang dan Italia pun keluar sebagai juara berkat kemenangan 2-0.

Delapan tahun kemudian, Dzajic kembali menunjukkan kelasnya di partai semi-final kontra Jerman Barat di Belgrade. Dzajic membawa Yugoslavia unggul 2-0 saat laga baru berjalan 30 menit, tapi Jerman mampu memaksakan perpanjangan waktu hingga akhirnya mengunci kemenangan 4-2. Dzajic pun kembali gagal mencium trofi sebagai hadiah talenta besar yang dimilikinya.



4. ZINEDINE ZIDANE


Golden goals | Kontribusi Zidane di Euro tak perlu dipertanyakan
Setelah tampil cemerlang bersama Bordeaux, banyak yang berharap pada Zinedine Zidane yang tampil di Euro pertamanya pada 1996. Sayang, eks playmaker Real Madrid ini gagal memenuhi harapan semua orang, karena Prancis akhirnya menyerah di semi-final.

Tapi, Zidane menemukan kekuatannya kembali empat tahun kemudian, dengan memimpinLes Bleus meraih kemenangan dramatis di final Euro Belanda-Belgia. Dua tahun sebelumnya di hadapan publik sendiri, Zidane juga memberikan kontribusi besar membawa Tim Ayam Jantan merebut titel juara dunia.

Di babak penyisihan grup Euro 2000, Prancis keluar sebagai runner-up Grup D di bawah Belanda, tapi kemudian bintang Juventus ini mencetak gol tendangan bebas di babak perempat-final kontra Spanyol. Aksi cantik Zidane berlanjut dengan sebuah 'Golden Goal' yang mengeliminasi Portugal di semi-final.

Meski Les Bleus gagal di Euro 2004, Zidane tetap memberikan kontribusi maksimal dengan mencetak tiga gol, termasuk tendangan bebas spektakuler ke gawang Inggris di babak penyisihan grup.



3. FRANZ BECKENBAUER


Senyum| Der Kaiser merupakan bagian dari tim terbaik sepanjang sejarah Euro 
Tim Jerman Barat, yang menjadi kampiun di Belgia 1972, kerap dicap sebagai salah satu tim terbaik Eropa yang pernah ada. Pemimpin Die Mannschaft ketika itu, siapa lagi kalau bukan sang legenda Franz Beckenbauer, pemain terbaik Jerman sepanjang masa.

Dalam catatan karier sepakbolanya, Beckenbauer memang pernah mengalami nasib buruk di Piala Dunia 1970, mendapat cedera parah di bagian tulang selangka saat berhadapan dengan Italia di semi-final.

Namun, setahun kemudian Beckenbauer mendapat ban kapten Jerman dan mengubur mimpi buruknya di Piala Eropa 1972. Beckenbauer menjadi inspirator Jerman Barat yang sukses menggasak Uni Soviet di final. Empat tahun kemudian, Der Kaiser hanya mampu membawa timnya meraih medali perak, setelah kalah dari Cekoslovakia di partai penentu gelar.



2. MARCO VAN BASTEN


Simbol sukses| Tendangan voli vs Uni Soviet menjadi gol terbaik sepanjang sejarah Euro
Simbol sukses Belanda di Euro 1988 tidak lain adalah Marco van Basten, pemain yang akhirnya finis dengan status top skor berkat lima golnya sepanjang ajang tersebut. Hat-trick-nya di babak penyisihan grup sukses menyingkirkan Inggris, sementara gol di menit ke-88 akhirnya memaksa favorit juara Jerman Barat angkat koper. Nama Van Basten akan selalu diingat atas apa yang dia lakukan di final, sebuah tendangan voli dari sudut yang amat tidak memungkinkan --yang disebut-sebut sebagai gol terbaik sepanjang sejarah Euro-- untuk memupus impian Uni Soviet dengan skor 2-0.

Van Basten memang gagal mengulang sukses empat tahun kemudian, di mana Belanda takluk dari Denmark di semi-final, dengan legenda AC Milan tersebut gagal mengeksekusi penalti krusial. Namun, hal tersebut tidak mengurangi status Van Basten sebagai legenda hidup Euro.



1. MICHEL PLATINI


Bebas| Platini dicap sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah ada 
Tak ada pemain yang mampu menyamai peran Michel Platini di Euro 1984. Bintang Juventus ini mencetak sembilan gol di sepanjang turnamen, termasuk dua kali hat-trick.  Bermain dengan sejumlah pemain bertalenta seperti Luis Fernandez, Jean Tigana dan Alain Giresse, Platini diberikan kebebesan mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan sebagai konsekuensinya, kehadiran Platini menjadi petaka bagi tim lawan.

Dia mencetak gol penentuk kemenangan di menit ke-119 pada laga semi-final kontra Portugal yang berakhir dengan skor 3-2, Platini juga memecah kebuntuan Les Bleus dengan sebuah tendangan bebas di final kontra Spanyol. Tidak hanya dicap sebagai pengirim umpan terbaik, Platini juga 'bertanggung jawab' atas performa apik Prancis sepanjang turnamen Euro 1984.
baca keseluruhan - Sepuluh Pemain Terbaik Sepanjang Masa Piala Eropa

Selasa, 03 Juli 2012

Inilah Dream Team Euro 2012

Tim Teknis UEFA di Euro 2012 telah merilis nama-nama dari pemain yang masuk dalamdream team Euro 2012. Selain merilis dream teamresmi, UEFA juga sudah memilih Andres Iniesta sebagai pemain terbaik di Euro kali ini.

Tim juara Spanyol mengirim wakil paling banyak dalam daftar 23 pemain idaman di Euro Polandia-Ukraina dengan 10 pemain. Iniesta ditemani oleh Casillas, Pique, Ramos, Alba, Xavi, Busquets, Alonso, Silva,dan Fabregas dari timnas Spanyol.

Sementara itu, tim Italia yang kalah di final mengirim empat wakilnya. Buffon, De Rossi, Pirlo, dan Balotelli menjadi penggawa Azzurri yang masuk dream team. Jerman juga mengirim empat wakilnya, yaitu Ozil, Khedira, Lahm, dan Neuer.

Portugal punya tiga wakil yaitu, Pepe, Coentrao dan Ronaldo. Dan daftar itu dilengkapi oleh Steven Gerrard (Inggris) serta Zlatan Ibrahimovic (Swedia).

Inilah skuad idaman tersebut:

Kiper: Gianluigi Buffon, Iker Casillas, Manuel Neuer.

Bek: Gerard Pique, Sergio Ramos, Jordi Alba, Fabio Coentrao, Pepe, Philipp Lahm.

Gelandang: Daniele de Rossi, Andrea Pirlo, Steven Gerrard, Xavi, Andres Iniesta, Sergio Busquets, Xabi Alonso, Sami Khedira, Mesut Ozil.

PenyerangMario Balotelli, Cesc Fabregas, Cristiano RonaldoZlatan Ibrahimovic, David Silva.
baca keseluruhan - Inilah Dream Team Euro 2012

Rabu, 20 Juni 2012

Angka - angka dalam Sejarah Piala Eropa

Sepak bola tidak pernah lepas dari angka-angka. Mereka yang paling sering tampil, paling rajin membuat gol hingga negara yang paling banyak menjuarai akan selalu dikenang.

Tapi sepak bola tidak sama dengan matematika. Selalu ada keajaiban dan kejutan di dalamnya.
Untuk menyegarkan ingatan, berikut sebagian angka-angka yang pernah tercipta di Piala Eropa (mengutip dari situs resmi UEFA dan ESPNFC):


1. Juara Piala Eropa
:

   - Jerman (tiga kali: 1972, 1980 dan 1996).

   - Perancis (dua kali: 1984 dan 2000).

   - Spanyol (dua kali: 1964 dan 2008).

   - Republik Cek (1976), Denmark (1992), Yunani (2004), Italia (1968), Belanda (1988) dan Rusia/Uni  Soviet (1960).


2. Pencetak gol terbanyak: 

    - Michel Platini (Perancis/9 gol/di edisi 1984).

    - Alan Shearer (Inggris/7 gol/di edisi 1992, 1996 dan 2000).

    - Thierry Henry (Perancis/6 gol/di edisi 2000, 2004 dan 2008).

    - Patrick Kluivert (Belanda/6 gol/di edisi 1996 dan 2000).

    - Nuno Gomes (Portugal/6 gol/di edisi 2000, 2004 dan 2008).

    - Ruud van Nistelrooy (Belanda/6 gol/di edisi 2004 dan 2008).


3. Paling sering tampil di putaran final:

    - Lilian Thuram (Perancis/16 kali/di edisi 1996, 2000, 2004 dan 2008).

    - Edwin van der Sar (Belanda/16 kali/di edisi 1996, 2000, 2004 dan 2008).

    - Luis Figo (Portugal/14 kali/di edisi 1996, 2000 dan 2005).

    - Nuno Gomes (Portugal/14 kali/di edisi 2000, 2004 dan 2008).

    - Karel Poborsky (Republik Cek/14 kali/1996, 2000 dan 2004).

    - Zinedine Zidane (Perancis/14 kali/di edisi 1996, 2000 dan 2004).


4. Pencetak gol tercepat:

    - Dimitri Kirichenko (1 menit 7 detik/Rusia), Rusia vs Yunani di Piala Eropa 2004.

    - Sergei Alenikov (2 menit 8 detik/Uni Soviet), Uni Soviet vs Inggris di Piala Eropa 1988.

    - Alan Shearer (2 menit 12 detik/Inggris), Inggris vs Jerman di Piala Eropa 1996.


5. Pemain termuda yang tampil di Piala Eropa: 

     Enzo Scifo (18 tahun 115 hari/Belgia), Belgia vs Yugoslavia di Piala Eropa 1984.


6. Pemain tertua yang tampil di Piala Eropa:

    Lothar Matthaus (39 tahun 91 hari/Jerman), Jerman vs Portugal di Piala Eropa 2000.


7. Pencetak gol termuda:

    Johan Vonlanthen (18 tahun 141 hari/Swiss), Swiss vs Perancis di Piala Eropa 2004.


8. Pencetak gol tertua:

    Nene (34 tahun 213 hari/Portugal), Portugal vs Rumania di Piala Eropa 1984.
baca keseluruhan - Angka - angka dalam Sejarah Piala Eropa

Sosok Penentu di Piala Eropa

Sepak bola adalah permainan tim, 11 orang melawan 11 orang lainnya di lapangan hijau. Semua pemain memiliki peran yang penting selama 90 menit pertandingan berjalan. Plus pelatih yang menjadi dirigen taktik dan strategi di pinggir lapangan serta di ruang ganti.

Tapi ada kalanya dalam sepak bola hasil akhir ditentukan oleh satu pemain. Bisa karena kepintarannya memanfaatkan peluang atau kebodohannya sehingga lawan mendapatkan keuntungan.

Siapa saja sosok-sosok yang menjadi penentu juara di Piala Eropa? (Data: Situs resmi UEFA.


1. Final Piala Eropa 1972

Mari kembali ke 40 tahun silam di final Piala Eropa 1972. Saat itu Jerman bertemu tim kuat Uni Soviet. Soviet bertekad untuk meraih gelar keduanya setelah yang pertama di Piala Eropa 1960. Namun Jerman yang sebagian besar materi pemainnya berasal dari dua klub terkuat saat itu, Bayern Muenchen dan VfL Borussia Mönchengladbach, sedang dalam penampilan terbaiknya.

Hasilnya Der Panzer menang 3-0. Penyerang gempal Gerd Muller mencetak dua gol dan satu gol lainnya dari gelandang Herbert Wimmer. Jerman pun juara untuk pertama kalinya dan nama Muller semakin terkenal setelah final legendaris itu.


2. Piala Eropa 1984

Michel Platini adalah kapten, pengatur serangan dan inspirasi Prancis di Piala Eropa 1984. Platini juga menjadi mesin gol tim Ayam Jantan di ajang tersebut. Bayangkan saja pemain kelahiran 21 Juni 1955 itu mencetak sembilan gol dalam satu turnamen. Dua kali hat-trick di penyisihan grup dan masing-masing satu gol di semi final dan final.

Hingga kini belum ada pemain yang mampu menyamai pencapaian Platini.

Format Piala Eropa 1984 silam berbeda dengan Piala Eropa edisi 1996 dan edisi-edisi setelahnya. Di Piala Eropa mulai edisi 1996 ada 16 negara yang berpartispasi dan dibagi dalam empat grup di babak penyisihan.

Sedangkan di edisi 1984 jumlah peserta hanya ada delapan negara dalam dua grup. Pemenang Grup 1 akan bertemu peringkat dua Grup 2 dan pemenang Grup 2 akan bertemu peringkat dua Grup 1 di semi final dan pemenangnya akan bertemu di final.

Jadi jumlah pertandingan yang dijalani tim yang sampai di final hanya lima laga.


3. Piala Eropa 1988

Nama Marco van Basten di Piala Eropa 1988 belum diperhitungkan. Usianya saat itu masih 23 tahun dan ia baru pulih dari cedera.

Van Basten bahkan hanya menjadi pemain pengganti di partai pertama Belanda melawan Uni Soviet. Tim Oranye pun kalah 0-1 dari lawannya itu.

Tapi nasib baik berpihak kepada Van Basten. Di pertandingan kedua Grup 2 melawan Inggris, pelatih Rinus Michels memasang penyerang AC Milan itu sejak menit pertama. Dan hasilnya Van Basten mencetak hat-trick untuk membantu Belanda menang 3-1 dan membuat Inggris tersingkir.

Setelah pertandingan tersebut penampilan Van Basten terus menanjak. Menyumbang gol penentu kemenangan Belanda 2-1 di semi final melawan Jerman dan yang paling diingat ialah tendangan volinya ke gawang penjaga gawang sekaligus kapten Uni Soviet, Rinat Dasayev. Gol voli tersebut melengkapi gol Ruud Gullit yang menjadikan Belanda menang 2-0 dari Soviet dan juara Piala Eropa untuk yang pertama kalinya.


4. Piala Eropa 1992


Orang lebih sering memuji para penyerang yang membuat gol cantik atau pemain tengah yang mampu melakukan gocekan.

Tapi jutaan pasang mata terpukau oleh ketangguhan dan kesigapan penjaga gawang Denmark di Piala Eropa 1992. Namanya Peter Schemeichel.

Denmark sebenarnya gagal di babak kualifikasi Piala Eropa 1992. Namun karena Yugoslavia dikeluarkan karena isu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), maka Denmark yang ditunjuk menjadi penggantinya.

Denmark sebenarnya tampil kurang meyakinkan di babak penyisihan Grup. Denmark bermain imbang tanpa gol dengan Inggris di pertandingan pertama dan kalah 0-1 dari Swedia laga kedua Grup 1.

Denmark dipastikan lolos ke semi final setelah menang 2-1 dari Prancis di laga terakhir penyisihan grup.

Namun apa yang dilakukan Schemeichel di semi final menutupi semua keraguan orang terhadap Denmark. Di waktu normal Denmark dan juara bertahan Belanda bermain imbang 2-2.

Pertandingan dilanjutkan ke babak pertambahan waktu 2x15 menit dan skor tidak berubah. Penentuan pun dilakukan dengan adu penalti. Lima penendang Denmark dan empat penendang dari Belanda sukses melakukan tugasnya.

Namun penendang kelima Belanda sekaligus pahlawan di final Piala Eropa 1988, Marco van Basten gagal melakukan tugasnya karena bola sepakannya diblok Schemeichel.

Denmark pun masuk final dan kembali mengejutkan banyak orang dengan mengalahkan Jerman 2-0. Schemeichel memang tidak mencetak gol, tapi kerja kerasnya bersama barisan pertahanan membuat gawang Denmark tidak kebobolan di final.


5. Final Piala Eropa 1996

Oliver Bierhoff masuk menggantikan gelandang Mehmet Scholl di menit 69 di final Piala Eropa 1996. Saat itu Jerman tertinggal 0-1 dari Republik Cek lewat gol gelandang sayap kiri Patrik Berger.

Keputusan pelatih Berti Vogts memasukkan Bierhoff ternyata berbuah manis. Hanya tiga menit berada di lapangan, penyerang jangkung itu membuat gol yang menyamakan kedudukan. Bierhoff kemudian secara dramatis mencetak gol di menit 95 babak pertambahan waktu.

Karena ketika itu sistem gol emas (Golden Goal) baru diberlakukan di Piala Eropa, maka gol Bierhoff menjadi penentu Jerman juara Piala Eropa 1996. Sisa waktu pertandingan tidak dilanjutkan dan Republik Cek harus menelan pil pahit.


6. Final Piala Eropa 2000

Sistem gol emas kembali menelan korban. Italia menjadi tumbal di final Piala Eropa 2000. Bermain gemilang sejak awal hingga di final dengan strategi Catenaccio-nya, Gli Azzuri harus kalah secara menyesakkan 1-2 dari Prancis di partai puncak.

Marco Delvecchio membuat Italia unggul 1-0 di menit 55. Namun di menit 90 jelang pertandingan berakhir, barisan belakang Italia yang sangat kokoh di partai-partai sebelumnya malah lengah dan membuat Sylvain Wiltord menyamakan kedudukan.

Pertandingan pun berlanjut ke babak pertambahan waktu. Pemain, pelatih, ofisial, suporter kedua tim dan miliaran penonton di seluruh dunia pun tegang.

Kedua tim bermain hati-hati untuk mempertahankan kedudukan. Tapi kemudian Robert Pires yang masuk sejak menit 86 berlari kencang di sisi kiri pertahanan Italia dan melepaskan umpan setengah melambung ke kotak penalti. David Trezeguet yang berdiri tidak terkawal lalu melepaskan sepakan keras tanpa mengontrol bola ke arah gawang Francesco Toldo.

Toldo yang terlanjur lompat ke kanan pun terkecoh karena bola sepakan Trezeguet mengarah ke arah kiri dengan sangat keras.

Trezeguet histeris, berlari-lari dan melepas kausnya. Kemudian rekan-rekannya yang lain mengejarnya. Dan pelatih Roger Lemerre pun kegirangan di pinggir lapangan seperti anak kecil.

Satu gol Trezeguet di menit 103 akan terus dikenang oleh para fans sepak bola Prancis, seperti mereka terus mengingat dua gol Zinedine Zidane di final Piala Dunia 1998 dan sembilan gol Michel Platini di Piala Eropa 1984.


7. Piala Eropa 2004


Siapa yang menjagokan Yunani di Piala Eropa 2004? Sebagian rakyat Yunani atau orang nekad.

Tapi pencapaian Yunani di Portugal kembali menegaskan kalau hasil akhir sepak bola tidak hanya selalu tergantung ke susunan materi pemain dan racikan pelatih.

Sikap positif, kerja sama, kerja keras, pantang menyerah, kebersamaan dan sosok panutan adalah beberapa kunci sukses Yunani.

Menghadapi tuan rumah di final, Yunani tentu tidak diunggulkan. Saat itu Portugal masih memiliki 'sisa' generasi emasnya: Luis Figo (kapten), Fernando Couto dan Rui Costa.

Lalu masih ada Cristiano Ronaldo yang saat itu mulai menunjukkan sinarnya dan Deco, salah satu pengatur serangan terbaik di Eropa.

Namun prediksi banyak orang runtuh ketika Angelos Charisteas membobol gawang Ricardo di menit 57 dan tim Negeri Dewa mampu mempertahankan keunggulannya sampai peluit panjang dibunyikan.

Bukan Giorgos Karagounis, Theodoros Zagorakis atau sang pencetak gol kemenangan di final Angelos Charisteas yang menjadi sosok kunci Yunani, melainkan pelatih Otto Renhagel.

Kepemimpinan serta strategi pelatih asal Jerman itu telah menjadikan Yunani juara kejutan di Piala Eropa 2004.


8. Piala Eropa 2008

Fernando Torres memang mencetak gol kemenangan Spanyol di final Piala Eropa 2008. Tapi peran duet gelandang Andres Iniesta dan Xavi Hernandez sangat besar hingga Spanyol menjadi juara.

Keduanya adalah motor, inspirasi dan roh permainan Spanyol. Gaya permainan menyerang, menguasai bola selama mungkin, mengoper bola dengan cepat ke sesama pemain sampai umpan-umpan jitu sebagian besar dikreasikan oleh dua gelandang lincah itu.

Spanyol juga selalu menang di Piala Eropa 2008 dengan catatan gol: 12 kali membobol gawang lawan dan hanya tiga kali kemasukan.
baca keseluruhan - Sosok Penentu di Piala Eropa

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense