# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label kesehatan untuk payudara wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan untuk payudara wanita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juli 2013

Infeksi Jamur Pada Wanita Berdada Besar


Intertrigo merupakan infeksi jamur atau bakteri di bawah lipatan payudara. Wanita berdada besar atau orang obesitas kerap mengalami masalah ini.

Bedanya, orang kelebihan berat badan mengalami infeksi di sekitar paha, selangkangan, leher, ketiak atau tempat lipatan lemak lainnya, di mana lingkungannya hangat dan lembab menjadi tempat terbaik untuk perkembang biakan jamur.

Ketika menderita intertrigo akan muncul ruam merah pada kulit, rasa gatal, sedikit gatal dan bahkan mengeluarkan bau tak sedap pada daerah lipatan lemak yang terinfeksi.

"Wanita dengan payudara kecil juga bisa menderita intertrigo jika payudaranya kendur dan menggesek kulit," jelas Dr Graham Johnston, konsultan dermatolog di Leicester Royal Infirmary, seperti dikutip dari Dailymail.

Dr. Anthony Bewley, dermatologis di Barths Hearth NHS Trust London, menambahkan bahwa stres dapat memperburuk kondisi kulit, yang membuat jamur atau bakteri dapat berkembang pada kulit rusak. Bahkan, kawat bra juga dapat memperburuk intertrigo seseorang.

"Cuaca tidak panas (sehingga tubuh berkeringat), tapi muncul ruam merah di bawah payudara dan disekitar selangkangan," aku Caroline Morrice (48), yang telah menderita intertrigo selama 20 tahun tapi malu untuk temui dokter.

Untuk mengatasinya, Dr. Johnston menyarankan untuk menjaga kebersihan tubuh dan menggunakan krim khusus kulit yang sebelumnya sudah diresepkan oleh dokter. Pada kondisi parah, diperlukan antibiotik khusus, sehingga disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
baca keseluruhan - Infeksi Jamur Pada Wanita Berdada Besar

Sabtu, 29 Juni 2013

Risiko Melakukan Implan Payudara

Untuk memiliki badan seksi, sebagian wanita memilih melakukan implan payudara. Dengan bedah ini memang akan membuat ukuran payudara seketika lebih besar. Banyak wanita yang bangga memiliki ukura payudara besar. Konon banyak pria menyukai fisik wanita seperti ini.
Tapi, perhitungkan risikonya dahulu kalau mau implan. Pasalnya, risikonya akan Anda tanggung selama implan tersebut masih menempel di tubuh. Mungkin payudara akan segera berubah dari ukuran B ke D. Hanya saja, risiko terjadinya kerusakan implan tersebut tetap ada menurut FDA.
Dikutip dari Times of India, saat implan payudara rusak, maka silikon bisa berpindah ke bagian tubuh lainnya. Kerusakan implan menimbulkan masalah cukup serius seperti fibromyalgia atau masalah tiroid. Bentuka kerusakan implan contohnya yaitu bocor atau pecah.
Saat ini ada tiga jenis implan payudara yang banyak dipakai, yaitu:
  1. Implan saline. Implan ini memiliki cangkang silikon elastomer yang kuat dan diisi dengan larutan garam steril pada saat pembedahan. Implan ini berisiko terjadinya infeksi bakteri, perdarahan, masalah lain di bagian payudara.
  2. Implan silikon. Inilah implan paling umum dipakai yang berisi penuh dengan gel silikon kental.
  3. Implan berkomposisi alternatif. Implan yang digunakan memiliki beberapa komposisi seperti minyak kedelai, tali polypropylene, dan sebagainya. Namun implan ini tidak diproduksi lagi.
Masalah selanjutnya yaitu, pemakai implan sulit dideteksi dalam pengecekan kanker payudara stadium awal. Implan akan menghalangi proses pengecekan kanker. Dan, setiap implan mempunyai masa kadaluarsa. Jika dibiarkan terus di dalam payudara, implan bisa menimbulkan masalah komplikasi dalam jangka panjang.
baca keseluruhan - Risiko Melakukan Implan Payudara

Jumat, 17 Mei 2013

Kenali Penganggu Kesehatan Payudara


Beberapa tahun lalu, kanker payudara di Indonesia berada di urutan kedua tertinggi setelah kanker serviks.

Namun, sekarang kanker payudara malah menduduki peringkat pertama kematian wanita Indonesia.

Dikutip dari Good Housekeeping Indonesia, Dr. Walta Gautama, SpB(K)Onk dari Rumah Sakit Darmais Jakarta mengungkapkan bahwa RS. Dharmais menerima pasien kanker payudara mencapai 900 ribu orang per tahun.

Ia pun menunjukkan sebuah data statistik yang berisi sebagian besar kanker payudara baru terdeteksi pada stadium tiga. 

Hal ini disebabkan tidak adanya deteksi dini. Sebaiknya setiap perempuan harus membiasakan diri untuk deteksi dini kanker.

Selama bertahun-tahun, banyak artikel yang mengkaitkan penyebab kanker payudara. Mulai dari obesitas, konsumsi minuman alkohol, jarang mengasup buah dan sayur, merokok hingga terbiasa makan makanan tak sehat.

Dalam Bra and Breast Cancer Study di Amerika diketahui bahwa wanita dengan kanker payudara memiliki riwayat kebiasaan memakai bra terlalu terlalu lama dan terlalu ketat setiap hari.

Mengenakan bra lebih dari 12 jam setiap hari menaikan 113 kali lipat risiko terkena kanker payudara. Para ahli yakin bahwa bra memberikan tekanan ke payudara, terutama di sistem limfatik.

Ketika seorang wanita memakai bra ketat, maka payudaranya akan tertekan, kemudian menutup jalur limfatik dari payudara ke kelenjar. Hal ini yang menyebabkan penumpukan cairan, pembengkakan, nyeri dan pembentukan kista.
baca keseluruhan - Kenali Penganggu Kesehatan Payudara

Rabu, 08 Mei 2013

Waspada Jika Puting Payudara Tiba-tiba Mengeluarkan Cairan

Tanya:
Saya wanita umur 21 tahun dan saya belum menikah. Apakah normal kalo dari puting payudara saya keluar air susu? Padahal saya tidak sedang hamil ataupun menyusui.

Jawab:
Bagi wanita usia muda dan yang sedang tidak dalam masa menyusui, keluarnya cairan dari puting payudara perlu diwaspadai. Meski hal itu bisa jadi kondisi yang normal, cairan dari puting juga bisa jadi petunjuk adanya kanker. Cairan dari puting bisa bermacam-macam, ada yang bening, putih susu, hijau, kehitaman, atau darah. Yang paling berbahaya bila yang keluar adalah darah.

Selain darah, tanda lain yang wajib diwaspadai adalah jika cairan tersebut keluar secara spontan, atau jika ditekan kemudian keluar dari satu titik, serta keluar lebih banyak saat sedang menggunakan bra. Keluarnya cairan dari puting bisa disebabkan karena adanya tumor di payudara atau pun tumor otak.

Akan tetapi cairan dari puting juga terkadang adalah hal normal. Biasanya hal itu ditemui pada efek samping dari pengobatan psikotropika jangka panjang atau ada saluran di payudara yang melebar.

Penyebab lain yang dapat mempengaruhinya antara lain kista di payudara, infeksi atau mastitis, atau pada wanita yang akan memasuki usia menopause.


Untuk menentukan apakah cairan tersebut disebabkan oleh tumor atau bukan, sebaiknya anda segera memeriksakan diri. Ada beberapa pemeriksaan medis yang akan dilakukan untuk menegakkan diagnosa, antara lain mamografi, pemeriksaan USG, tes darah, serta biopsi jika dicurigai ada sel kanker.

Semoga bermanfaat.
baca keseluruhan - Waspada Jika Puting Payudara Tiba-tiba Mengeluarkan Cairan

Minggu, 28 April 2013

Payudara Bisa Kendur saat Jogging, Jika…

Bukan rahasia umum jika jogging dan lari adalah olahraga murah meriah yang bisa dilakukan pria maupun wanita.

Selain membantu menurunkan berat badan, latihan ini juga efektif untuk mencegah penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung dan stroke.

Namun Anda para wanita wajib berhati-hati saat latihan jogging atau lari, karena latihan tersebut dapat menyebabkan nyeri dada jika Anda tidak mengenakan ukuran sport-bra yang tepat.
Penelitian di Inggris menunjukkan 30 persen pelari marathon merasakan nyeri pada payudara mereka saat berlari, dan 40 persen dari mereka tidak memberikan penanganan khusus karena nyeri tersebut dianggap hal yang biasa.
Hanya beberapa wanita saja yang mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri, mengompres dengan air, atau menggunakan minyak tertentu untuk mengurangi intensitas nyeri.
Nicola Brown dari University College London yang mempimpin penelitian tersebut mengatakan, perempuan harusnya mengenakan sport-bra yang nyaman agar tidak terjadi peradangan yang bisa merusak otot dan menyebabkan payudara kendur, seperti dilansir Dailymail.
Ukuran payudara yang lebih besar membutuhkan perhatian yang lebih serius saat melakukan jogging ataupun lari, sehingga harus mendapatkan penyangga yang tepat agar tidak mengalami bouncing (guncangan) yang dapat memicu cedera dan nyeri pada payudara.
So, wear your sport-bra ladies!
baca keseluruhan - Payudara Bisa Kendur saat Jogging, Jika…

Sabtu, 23 Maret 2013

Inversi Puting, Saat Puting Melesak Masuk ke Dalam


Tanya:
Dok, saya belum menikah dan umur saya 26 tahun. Saya mau nanya tentang masalah payudara yang saya alami. Tahun 2010, payudara sebelah kanan saya putingnya masuk ke dalam, tetapi yang sebelah kirinya normal. Nah, pada tahun 2012 belakangan ini puting sebelah kiri saya ikut masuk ke dalam juga, tetapi yang sebelah kanannya sudah agak normal lagi. Sampai saat ini saya belum berani untuk konsultasi langsung ke dokter karena saya takut. Apakah kondisi puting yang saya alami ini normal dan akan balik lagi seperti semula, Dok?

Jawab:

Kondisi yang Anda alami dikenal dengan nama inversi puting. Kondisi ini dapat diklasifikasikan ke dalam 3 derajat inversi puting, berdasarkan sejauh mana puting masuk ke dalam, dan bagaimana kemampuan puting menanggapi rangsangan.



Derajat 1, di mana puting mudah ditarik keluar dan bisa dipertahankan dengan tarikan sangat sedikit. Umumnya dengan tekanan menggunakan jari atau mulut, puting akan merespon keluar. Hal ini tidak mengganggu baik dari segi estetika maupun fungsi payudara.

Derajat 2, dapat diidentifikasi ketika puting merespon rangsangan eksternal, dapat muncul keluar dengan tekanan lembut, dan akan mempertahankan posisi tersebut tetapi tidak konstan. Kondisi ini dapat menyebabkan beberapa masalah terutama saat pemberian ASI, dan efek psikologis.

Derajat 3, ditemukan pada puting yang sangat masuk dan tidak bisa menanggapi rangsangan. Kondisi ini akan menyebabkan beberapa masalah bagi wanita yang sedang menyusui, dan sering mengakibatkan efek psikologis dan perasaan menjadi tidak menarik atau cacat.

Anda pun perlu rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)  dengan memperhatikan bentuk dan perabaan payudara. Perhatikan setiap perubahan dalam payudara seperti:
- adanya benjolan baik teraba ataupun terlihat
- perubahan bentuk payudara
- penebalan jaringan payudara yang tidak beraturan
- adanya cairan yang keluar dari puting (nanah, darah)
- kulit yang memerah dan hangat
- gambaran kulit jeruk pada payudara (dimpling)
- retraksi puting (puting tertarik kedalam)

Semoga bermanfaat.
baca keseluruhan - Inversi Puting, Saat Puting Melesak Masuk ke Dalam

Senin, 18 Februari 2013

Mengatasi Infeksi Puting Payudara Akibat Menyusui

Memberikan ASI eksklusif kepada buah hati adalah anugerah. Setiap ibu yang dikaruniai ASI dan dapat menyalurkannya kepada anaknya, tentu tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Namun sayang, seringkali proses menyusui terhalang oleh berbagai gangguan sehingga asupan ASI yang diterima anak tidak tersalurkan sempurna. 

Infeksi/radang payudara atau dikenal dengan mastitis adalah salah satu contohnya. Permasalahan ini kerap kali muncul pada wanita yang menyusui. Bahkan, satu diantara dua puluh wanita menyusui yang berisiko mastitis, mengalami gangguan ini lebih dari satu kali. Tak hanya wanita menyusui, gangguan ini juga dapat hadir pada wanita yang tidak melakukan aktivitas pemberian ASI.

Pada wanita tidak menyusui, mastitis biasanya hadir akibat piercing (menindik) pada area payudara, namun mastitis pada wanita menyusui justru hadir akibat terjadinya penumpukan produksi ASI. Penumpukan tersebut terjadi akibat tidak tepatnya posisi ibu saat menyusui, sehingga ASI tidak terdistribusi dengan baik. 

Berdasarkan penyebabnya, mastitis terbagi atas dua jenis, yaitu: 

1. Infeksi mastitis
Mastitis jenis ini disebabkan oleh masuknya kuman ke saluran air susu di puting payudara. Kuman tersebut dapat berasal dari mulut atau hidung bayi saat menyusui

2. Non-infeksi mastitis
Mastitis ini terjadi akibat tersumbatnya saluran air susu serta terjadinya kesalahan posisi saat menyusui
Posisi menyusui sangat penting untuk mencegah terhambatnya penyaluran ASI kepada bayi. Hormon oksitosin yang menghasilkan ASI biasanya akan terstimulasi saat bayi menghisap air susu, sehingga saat bayi berada pada posisi menyusui yang salah, rongga mulut bayi akan menghambat penyaluran ASI. 

Jaringan penghubung antara lidah dengan dasar mulut (frenulum lingualis)  bayi yang terlalu tebal atau pendek atau dikenal dengan nama ankyloglossia, juga dapat mengakibatkan sulitnya pergerakan lidah. Itulah mengapa bayi akan sulit menyusui akibat ketidakmampuan lidahnya mendukung gerakan menghisap. Sayangnya, kejadian seperti inilah yang menyebabkan lecet pada puting payudara wanita menyusui. 

dr. Andry, SpOG menjelaskan, mastitis dapat muncul dengan gejala seperti payudara memerah, terasa sakit pada payudara, panas dan membengkak, serta terjadi demam. Dalam keadaan parah, suhu tubuh wanita yang terkena mastitis dapat meningkat hingga lebih dari 38 derajat Celcius. Mastitis dapat terjadi kapan saja selama masa menyusui, namun paling sering terjadi antara hari ke-10 serta hari ke-28 pasca persalinan. Tak hanya itu, mastitis lebih banyak terjadi pada ibu muda yang baru pertama kali menyusui. 

Biasanya mastitis ditangani dengan pemberian antibiotik yang diminum, serta pembedahan. Pemberian antibiotik bertujuan agat peradangan payudara dapat pulih lebih cepat serta panas tubuh dapat menurun dengan lebih cepat pula. Sedangkan penanganan dengan pembedahan dilakukan jika terjadi penumpukan cairan nanah (abses) akibat kurangnya peranan daya tahan tubuh dalam melawan bakteri staphylococcus auereus. Abses harus diangkat dan hanya dapat dilakukan dengan cara pembedahan.

Kesalahan umum yang sering dilakukan para penderita mastitis adalah menghentikan pemberian ASI, padahal hal tersebut justru dapat memperburuk peradangan. Produksi ASI akan menumpuk di payudara dan menyebabkan infeksi serta radang semakin parah. 

“Seorang ibu yang terkena mastitis tetap bisa memberikan ASI bagi bayinya, karena mastitis tidak memberikan dampak negatif bagi bayi.

Lakukan pola hidup bersih dan sehat untuk menghindari terjadinya mastitis. Istirahat yang cukup, pola makan yang baik serta jaga kondisi tubuh sehat selama menyusui untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Saat tubuh sehat dan terjaga kondisinya, tubuh akan rentan terhadap infeksi, termasuk mastitis. 
baca keseluruhan - Mengatasi Infeksi Puting Payudara Akibat Menyusui

Sabtu, 10 November 2012

Apakah Krim Pengencang dan Pembesar Payudara Ada Efeknya?

Saya wanita berusia 27 tahun, sudah menikah dan memiliki 1 anak. Saya ingin bertanya apakah penggunaan krim pengencang dan pembesar payudara itu benar ada efeknya? Jika ya, apakah krim seperti itu aman bagi kesehatan?

Jawab:

Jawaban untuk pertanyaanmu secara singkat : Tidak. 

Hingga saat ini tidak ada satu pun produk krim payudara yang terbukti efektif untuk mengencangkan payudara. Jadi produk-produk tersebut sebenarnya tidak memiliki efek apa pun. Secara medis, cara untuk memperbesar payudara adalah dengan menggunakan metode operasi. Metode operasi yang banyak dilakukan adalah dengan menggunakan implan silikon buatan atau dengan menggunakan lemak dari badan pasien sendiri. Operasi "breast augmentation" biasanya dilakukan oleh dokter bedah plastik.

Untuk tingkat keamanannya, hal ini tergantung dari jenis produk yang digunakan secara spesifik. Biasanya produk-produk semacam ini menggunakan bahan dari ekstrak herbal, oleh karena itu produsen pembuat produk tersebut menyatakan bahwa produk tersebut adalah aman. 

Namun demikian, saya menganjurkan agar Anda melihat apakah produknya sudah terdaftar di Badan POM atau belum.  Produk yang sudah terdaftar atau tersertifikasi di Badan POM dapat lebih dipercaya tingkat keamanannya daripada yang belum terdaftar. Waspadai pula kemungkinan dapat timbulnya alergi atau reaksi hipersensitif dari pemakaian produk-produk semacam ini.  

Semoga membantu. Terima kasih.
baca keseluruhan - Apakah Krim Pengencang dan Pembesar Payudara Ada Efeknya?

Minggu, 23 September 2012

Tidur Pakai Bra, Benarkah Berbahaya?

“Melihat penderitaan ibu terkena kanker payudara, saya jadi khawatir. Makanya, sampai sekarang saya nggak mau lagi tidur pakai bra,” celoteh seorang artis sinetron di televisi. 

Ucapan sang artis yang sangat mungkin didengar jutaan penonton di Indonesia itu, seolah mempertegas bahwa pemakaian bra saat tidur berpotensi menimbulkan kanker payudara. Maka, tidak sedikit wanita menghindari mengenakan bra saat tidur.
Benarkah pemakaian bra saat tidur bisa memicu munculnya kanker payudara?
“Nggak betul itu, tidak ada hubungan antara mengenakan bra saat tidur dengan munculnya kanker payudara,” kata dr. Febriansyah, SpOG., yang berpraktik di RSIA Kemang Medical Care, Kemang, Jakarta Selatan. Menurut dia, wanita boleh saja mengenakan bra saat tidur.

“Asalkan pilih bra yang tidak berkawat, karena model bra seperti ini membuat payudara tertekan. Akibatnya, aliran darah tidak lancar dan ini akan memengaruhi kesehatannya,” kata dr. Febriansyah.

Idealnya, lanjut Febriansyah, saat tidur memang sebaiknya tidak mengenakan pakaian dalam agar aliran darah bisa lebih lancar, tubuh menjadi lebih rileks, dan saat bangun tidur tubuh terasa lebih bugar.

“Kalau payudara tertekan, bra akan menghambat aliran darah sehingga menimbulkan beberapa masalah, misalnya merasa pegal dan sakit,” tambahnya.

Sama halnya dengan pria. Kata dia, informasi yang menyebut pria mengenakan celana dalam saat tidur bisa menyebabkan kemandulan itu tidak benar.
“Yang pasti, pria sebaiknya tidak mengenakan celana dalam ketat saat tidur. Sama saja tujuannya supaya tidak ada tekanan pada alat kelamin dan aliran darah lancar,” katanya.

Pria boleh saja mengenakan celana saat tidur, tapi pilihlah model celana longgar misalnya celana boxer. Baik pria maupun wanita, tidur hendaknya mengenakan pakaian longgar atau tidak terlalu ketat.

“Wanita yang mengenakan celana dalam terlalu ketat, sirkulasi udara pada vaginanya bisa terganggu. Hal ini dapat menimbulkan masalah keputihan,” kata Febriansyah.

Selain harus longgar, lanjutnya, hendaknya pria maupun wanita mengenakan pakaian yang mampu menyerap keringat. Sebab, di saat tidur, tubuh kita berkeringat. “Jangan mengenakan pakaian berbahan polyester karena bahan ini tidak menyerap keringat.
baca keseluruhan - Tidur Pakai Bra, Benarkah Berbahaya?

Minggu, 15 Juli 2012

Gen Penentu Ukuran Payudara Ditemukan

Ukuran payudara setiap perempuan memang berbeda. Faktor keturunan memainkan peranan besar dalam menentukan ukuran payudara. Dan kini, peneliti menemukan kaitan antara genetik dengan ukuran payudara.

Sebuah penelitian terhadap lebih dari 16.000 perempuan Eropa dilakukan oleh peneliti 23andMe. Kemudian peneliti membandingkan jawaban mereka atas pertanyaan survei, termasuk ukuran cup bra dan lingkar dada untuk informasi genetik mereka.

Dari penelitian, para ilmuwan berhasil menemukan jutaan mutasi kecil di DNA mereka, yang disebut polimorfisme nukleotida tunggal. Tujuh gen sangat terkait terhadap ukuran payudara, di mana tiga diantaranya erat kaitannya dengan risiko kanker payudara.

"Hasil penelitian kami mengindentifikasi varian genetik yang berpengaruh pada kedua kanker payudara dan variasi alami dalam ukuran payudara," ungkap Dr. Nicholas Erriksson dari 23andMe, sebuah perusahaan penguji genetik di California.

Erriksson menjelaskan bahwa salah satu dari tiga mutasi mengatur aktivitas gen reseptor estrogen yang memainkan peran penting dalam pertumbuhan payudara dan dalam sebagian besar kasus kanker payudara.
baca keseluruhan - Gen Penentu Ukuran Payudara Ditemukan

Sabtu, 28 Januari 2012

Sehatnya Punya Payudara Kecil

Wanita mana yang tak ingin memiliki bentuk dan ukuran payudara yang indah? Tak ada. Hingga kini, masih banyak wanita yang suka iri dengan bentuk payudara wanita lain yang terlihat lebih montok dan berisi.
Namun, bagi Anda yang memiliki ukuran payudara kecil, jangan bersedih hati. Ternyata ukuran payudara mempengaruhi kesehatan Anda.
Menurut penelitian, wanita yang memiliki payudara kecil memiliki risiko kecil terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan wanita yang berpayudara besar.
Para peneliti dari Harvard University di Amerika Serikat dan University of Toronto di Kanada melakukan survei terhadap 92. 106 wanita dan menemukan mereka yang memakai cup bra size D atau lebih besar pada usia 20 tahun, memiliki risiko hingga tiga kali lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibandingnya dengan wanita yang memakai cup bra size A.
Professor Joel Ray percaya bahwa hubungan ini berkaitan dengan bagaimana pertumbuhan payudara selama masa puber (masa remaja).
"Puberitas adalah masa yang ditandai dengan naiknya resistan insulin, sebuah kondisi dimana tubuh tidak tidak bisa menyerap glukosa sebagaimana mestinya yang menyebabkan tingginya kadar gula darah, sehingga memicu diabetes tipe 2," jelasnya, seperti dilansir melalui dailymail.
baca keseluruhan - Sehatnya Punya Payudara Kecil

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense