# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label sepak bola chelsea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepak bola chelsea. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Juni 2021

Peluk-able! Ini 11 Bukti Kenapa N'Golo Kante Disukai Banyak Orang Termasuk Tuchel

N'Golo Kante merupakan pemain kelas dunia, namun ia yang membuatnya sangat menonjol adalah kepribadiannya yang luar biasa.

 

Gelandang andalan Chelsea itu baru saja menerima pujian dari manajernya, Thomas Tuchel. Sang manajer mengaku sangat senang bisa memiliki pemain seperti Kante.

 

Sebab Kante adalah sosok yang baik, rendah hati, dan sopan. Tuchel pun mengaku ia suka sekali memeluk pemain berusia 30 tahun tersebut.

 

"Ia harus menerima bahwa saya akan memeluknya, saya sering melakukan ini. Ia pria yang baik, hampir pemalu. 

 

Ia pendiam, ia suka waktu berkualitasnya sendiri dan ia tidak berisik," tuturnya seperti dilansir Goal.

 

"Saya melihatnya banyak tersenyum, saya melihatnya berinteraksi dengan semua orang tetapi dengan caranya sendiri, sangat pemalu dan sopan, tetapi saya sangat senang bahwa pemain seperti dirinya ada. Sungguh menyenangkan untuk diperhatikan," ujar Tuchel.

 

"Apa yang Ia lakukan dengan mentalitasnya, seorang penolong sejati selalu memberikan segalanya untuk membantu siapa pun di lapangan sebagai pria yang baik, rendah hati dan pendiam," serunya.

 

Selain komentar dari Tuchel, ada banyak bukti mengapa Kante adalah sosok yang mudah disukai, bahkan oleh fans klub lain.


Pilihan Mobil yang Sederhana

 

N'Golo Kante merupakan salah satu gelandang bertahan terbaik di dunia saat ini. Jadi wajar jika ia mendapat bayaran besar di Chelsea.

 

Kabarnya ia dibayar sekitar 300 ribu pounds per pekannya. 

 

Dengan uang itu, ia bisa dengan mudah membeli mobil-mobil mewah seperti Mercedez, BWM, Audi, atau bahkan Ferrari dan Lamborghini

 

Tapi Kante adalah sosok yang sederhana. Ia memilih setia dengan mobil Mini Cooper miliknya. 

 

Mobil itu kabarnya dibeli sekitar 20 ribu pounds saja. Mobil itu dibelinya saat ini masih berada di Leicester City.

 

Kante bahkan tetap memakai mobilnya itu setelah mengalami kecelakaan pada Januari 2018 silam. Saat itu Mini Coopernya menabrak sebuah lori.

 

Kaca spion kirinya hancur. Sisi kiri depan mobilnya juga terlihat penyok. 

 

Namun ajaibnya, Kante masih masih mau menerima permintaan selfie dari fans yang kebetulan ada di TKP. Bahkan ia berfoto sembari tersenyum.

 

Beberapa hari kemudian, Kante muncul dalam sesi latihan dengan mobil yang sama. Pemain lain mungkin akan muncul dengan mobil baru.


Kante Izinkan Teman Menginap Sebulan

 

N'Golo Kante pernah memberikan tempat berteduh pada mantan rekannya di Leicester City yakni bek Cedric Kipre. Tak cuma satu atau dua hari namun sebulan penuh.

 

Saat itu Cedric dan saudaranya mengalami masalah di apartmennya sehingga ia harus mencari tempat tinggal lainnya. 

 

"Saya tinggal di rumah N'Golo selama sebulan ketika saya di Leicester," ungkap Kipre pada Goal.

 

"Saya bermasalah dengan apartemen saya dan ia menjamu saudara saya dan saya. Tidak semua orang mau melakukannya, dan itu adalah tindakan yang sangat baik darinya," ucapnya.

 

"Hari ini, saya bangga pernah bertemu seseorang sepertinya. Tak ada orang lain yang lebih rendah hati ketimbang N'Golo."


Tolak Curang Bayar Pajak

 

Gaji N'Golo Kante, seperti yang disebutkan sebelumnya, sangat besar. Tentunya, pajak yang harus ia bayarkan juga besar.

 

Nah, menurut laporan The Times, Kante pernah ditawari agar berbuat curang soal pajak tersebut. Caranya dengan membayarnya melalui perusahaan lepas pantai.

Tapi tentu saja Kante, menolaknya. Ia bersikeras akan tetap membayar pajak pendapatannya secara penuh.

 

Rekan setimnya di Timnas Prancis, Blaise Matuidi, pernah berkomentar soal hal tersebut. Ia mengaku tak kaget mendengar kisah itu.

 

“Saya tidak benar-benar mengikuti cerita ini, tetapi saya tidak terkejut karena ini N'Golo. Ia sempurna, ia tidak curang. [Mungkin] Sedikit saat ia bermain kartu," candanya.


Tolak Pujian Rekan Setim

 

N'Golo Kante menjadi salah satu penggawa vital Timnas Prancis di Piala Dunia 2018 silam. Ia ikut bermain saat Les Blues mengalahkan Argentina.

 

Kante mendapatkan pujian dari rekan-rekan setimnya. Ia dianggap bisa menghentikan superstar tim Tango, Lionel Messi.

 

Para pemain Timnas Prancis pun menciptakan yel-yel khusus. "Ia kecil tapi ia menghentikan Lionel Messi."

 

Namun Kante ogah menerima pujian itu. Ia menegaskan bahwa Messi dan Argentina bisa dihentikan karena kerja kolektif tim dan bukan karena dirinya.

 

Kante Malu dan Sungkan Angkat Trofi Piala Dunia 2018

 

N'Golo Kante ikut membawa timnas Prancis jadi juara Piala Dunia 2018. Uniknya, ia malah merasa sungkan untuk mengangkat trofi Jules Rimet usai menjalani laga final.

 

Kante disebut merasa terlalu malu dan sungkan untuk meminta pemain lain agar memberikannya trofi itu agar ia bisa berfoto dengannya. Untungnya ada rekan setimnya yang peka.

 

Ia adalah Steven N'Zonzi. Eks pemain Stoke City saat itu memintakan rekan-rekannya agar memberikan trofi Piala Dunia itu pada Kante.

 

Obati Kekecewaan Suporter Arsenal

 

Ini bukti bahwa N'Golo Kante pemain yang bisa disukai siapa saja, termasuk suporter lawan. Pada Agustus 2018 silam, Kante membawa Chelsea menang atas Arsenal.

 

Keesokan harinya, ia bertemu dengan seorang penggemar Arsenal di jalanan kota London. 

 

Suporter itu kemudian mengaku ia kecewa dengan kekalahan yang dialami timnya dalam derby London tersebut.

 

Uniknya, Kante akhirnya malah minta maaf pada suporter tersebut. Ia tampaknya merasa bersalah karena membuat sang suporter kecewa.

 

"Baru saja bertemu pria ini. 

 

Memberitahunya bahwa saya adalah penggemar Arsenal dan saya kecewa dengan pertandingan akhir pekan ini tetapi ia tersenyum kepada saya dan berkata "maaf". Pria yang luar biasa."


Tak Menolak Undangan Makan Malam di Rumah Suporter Arsenal

 

Alkisah pada September 2018 silam, N'Golo Kante hendak balik ke Prancis dengan menggunakan kereta. Akan tetapi ternyata ia terlambat dan ketinggalan kereta tersebut.

 

Kante kemudian melipir ke Masjid terdekat untuk melaksanakan sholat Maghrib. Di sini, ia bertemu dengan seorang suporter Arsenal yang bernama Badlur Rahman.

 

Badlur kemudian mengundang Kante untuk makan malam di rumahnya. Kante ternyata menerima undangan tersebut.

 

Di rumah Badlur, Arsenal sempat makan kare ayam. Ia kemudian juga sempat bermain gim FIFA dengan sang tuan rumah.

 

"Saya pergi ke masjid pada Sabtu petang untuk sholat dan kami sholat berjamaah. 

 

Ajaran Islam mengundang tamu ke rumah untuk makan malam, jadi saya mengundangnya," kata Badlur pada BBC.

 

"Ia datang dengan saya dan saudara laki-laki saya karena ia sendirian dan mengatakan ia hanya akan pulang. Ia menjalani diet protein jadi kami makan kari ayam. Ia bahkan minum teh."

 

"Ia mengalahkan kami semua di FIFA dan kemudian kami menonton Match of the Day. Sungguh malam yang menyenangkan."


Tetap Senyum Meski Dibabat Saat Main FIFA

 

N'Golo Kante pernah berduel dengan Callum Hudson-Odoi. Duel yang dimaksud adalah duel gim sepak bola FIFA.

 

Kante pernah kalah tiga kali beruntun. Ia kemudian melakoni duel keempat dan ua sudah tertinggal empat gol saat laga belum selesai.

 

Kante pun kesal. Ia kemudian memilih untuk berhenti di tengah jalan. Meski kalah dan kesal, tapi ia masih tetap tersenyum.

 

Ramah Pada Fans

 

N'Golo Kante sudah dikenal ramah pada siapa pun. Baik itu fans Chelsea sendiri maupun fans klub lain.

 

Bukti keramahan Kante itu pun sempat terekam kala ia bertemu dengan seorang penggemar beratnya. Ia dengan hangat menyembut sang penggemar.

 

Kante bahkan sempat menanyakan kabar sang suporter. Dan tentu saja ia kemudian memberikannya hadiah berupa jersey khusus yang dibubuhi tanda tangannya.

 

Datang Beneran Saat Diundang ke Nikahan Suporter

 

September 2019 silam, N'Golo Kante diundang oleh seorang suporter Chelsea bernama Frank Khalid untuk menghadiri pernikahan putrinya. 

 

Dan ternyata ia benar-benar datang ke acara pernikahan tersebut.

 

Kante sendiri memang berteman dengan Khalid. Namun jarang didengar ada pesepak bola yang datang ke acara pernikahan suporter.

 

Terlebih, Kante datang dan bertahan sampai acara berakhir. Kante bahkan mau melayani permintaan foto dan tanda tangan dari para undangan lain.

 

Kante yang Setia

 

N'Golo Kante baru saja sukses mengantarkan Chelsea masuk final Liga Champions. Ia berperan besar dalam mengalahkan Real Madrid di babak semifinal.

 

Kante menjadi pemain yang tak cuma solid bertahan, ia juga mampu membikin kacau pertahanan Madrid. Gol pertama Chelsea tak lepas dari kerja kerasnya.

 

Usai pertandingan, Kante terlihat meninggalkan Stamford Bridge. 

 

Dan tentu saja, ia masih setia mengendarai mobil Mini Cooper-nya. Ya, mobil yang sama yang beberapa tahun sebelumnya sempat bonyok karena menabrak lori.

 

N'Golo Kante juga tentu saja sangat dicintai oleh Chelsea. 

 

The Blues sempat dikabarkan mendapat tawaran selangit agar mau melepas Kante, namun mereka menolak semua tawaran tersebut.

baca keseluruhan - Peluk-able! Ini 11 Bukti Kenapa N'Golo Kante Disukai Banyak Orang Termasuk Tuchel

Minggu, 26 Januari 2014

PROFIL: Mohamed Salah, Lebih Dari Sekadar Pengganti Juan Mata

Bagi fans Chelsea yang menangisi kepergian Mata, ada kabar gembira yang datang dari Mesir, namanya Mohamed Salah.

Bursa transfer musim dingin diluluhlantakan oleh isu hengkangnya Juan Manuel Mata dari Chelsea. Adapun, pemain Spanyol itu hampir pasti meninggalkan Stamford Bridge demi bergabung dengan Manchester United, rival Chelsea. Kedua klub juga disinyalir sudah mencapai kesepakatan, berlangsungnya transfer kini tinggal perkara waktu.

Kepergian Mata ini jelas meninggalkan lubang besar di skuat The Blues. Namun apa daya, pemain terbaik Liga Primer dua musim belakangan ini memang tidak jadi pilihan utama Jose Mourinho. Ia lebih memilih hengkang daripada jadi penghangat bangku cadangan dan bakatnya disia-siakan. Kendati begitu, The Special One sepertinya sudah menyiapkan antisipasi kehilangan ini.

Ada tertulis, di balik kepergian, selalu ada kedatangan. Kepergian Mata juga disambut dengan kedatangan seorang pemain. Tak lama setelah isu kepergian sang gelandang memanas, ada satu nama yang mencuat di radar transfer The Blues: Mohamed Salah.

Lawan Jadi Kawan
Chelsea tentu sudah biasa menyaksikan performa Salah, yang mengenakan seragam Basel, karena ia sudah membobol gawang klub London itu tiga kali dalam setahun. Namun, mereka tak perlu lagi gigit jari karena kelincahan dan ketajaman winger Mesir yang satu ini, sebab Chelsea sukses menyalip Liverpool dalam perburuan tanda tangan Mohamed Salah.


                            Sepakan Salah | Salah satu aksi Salah membobol gawang Petr Cech.

Pemuda Mesir ini datang ke klub setelah bermain bagi juara Swiss Super League, Basel, di mana ia tampil lebih memukau di kompetisi Eropa daripada di kompetisi dalam negeri. 

Musim lalu, misalnya, ia mencatat lebih dari 14 assist di Liga Europa, lebih banyak daripada torehannya dalam 29 pertandingan liga - dan ada prediksi di beberapa kalangan, ia akan mendapatkan keuntungan jika menghabiskan lebih banyak waktu di Swiss untuk mengasah potensi tak terduganya.

Ironisnya, seiring Salah memukau Chelsea dengan performanya menekuk sang raksasa, aksi mencetak golnya di laga persahabatan Mesir U-23 kontra Basel-lah yang meyakinkan mereka untuk menggaetnya. Ia dipanggil untuk latihan di Swiss dan tak lama kemudian langsung dipinang oleh Mourinho.

Substitusi Mata?
Tugas utama Salah setibanya di Stamford Bridge adalah menggantikan Juan Mata – yang selangkah lagi gabung ke Red Devils. Di musim lalu, mungkin akan jadi tugas berat bagi Salah, tapi sekarang keadaan berkata lain. Mata tidak jadi pilihan utama Mourinho, ia diasingkan di bangku cadangan, dan hanya mencatatkan 2 assist dalam 11 laga Liga Primer.

Salah mungkin tak bisa langsung menembus skuat utama The Blues, tapi ia punya kualitas yang tidak dimiliki oleh Mata, bahkan pemain Chelsea lainnya. Ia lebih cepat dari pemain Chelsea manapun dan Cech telah merasakan pergerakan penuh ancaman dari Salah, melaju melewati lini belakang dan menempatkan bola di gawang.

Eks pemain El Mokawloon ini memang tak sematang Mata, tapi ia menawarkan kemampuan yang berbeda pada klub. Salah pun bisa jadi pemain yang lebih berguna ketimbang pendahulunya itu, karena tim terbaik tak hanya dibentuk dari pemain-pemain hebat, melainkan dari banyaknya variasi dan opsi yang dimiliki pemainnya.


                                    Tidak Salah lagi | Gaya main Salah cocok dengan strategi terapan Mou.

Ia pemain sayap natural, tak seperti penyerang Chelsea pada umumnya, mampu bermain di kedua sisi, dan kecepatannya akan meneror lini belakang lawan via serangan balik. Kecepatan dan ketegasan menjadikannya senjata sempurna dari bangku cadangan. Kepergian Mata sendiri berakar dari ketidakcocokannya dengan gaya high-pressing Mourinho, sedangkan Salah lebih cocok dengan tempo itu.

Kenyataannya, hanya dua pemain luar (Darijo Srna dari Shakhtar dan Fernando dari Porto) yang mampu merebut bola lebih banyak dari Salah (44) di Liga Champions. Sementara itu, tak ada penyerang Chelsea yang mengantongi intersepsi lebih banyak dari Salah (6), hanya Oscar (12) yang mencatatkan lebih banyak tekel dari winger Mesir ini (7) – Mata, sebagai bukti ketidakcocokannya, nol besar.

Salah adalah pemain yang sangat berbeda dengan pemain-pemain yang dimiliki Chelsea, namun ia sangat pas dengan gaya main yang diterapkan oleh Mourinho. Klub London barat ini boleh saja kehilangan pemain yang dua kali meraih Player of the Season, tapi, dalam diri Salah, mereka memiliki pengganti yang eksplosif, lincah, dan berbahaya. Dan…ketika sudah melebur dengan tim, ia bisa memegang peran penting dalam perburuan gelar Chelsea. 

Melepas Mata pun tidak menjadi sebuah ke-salah-an dengan hadirnya Salah.

MOHAMED SALAH GHALY

Nama lengkap: Mohamed Salah Ghaly

Tempat, tanggal lahir: Basion, El Gharbia, Mesir, 15 Juni 1992

Karier pemain:
- 2010-2012          El Mokawloon
- 2012- 2014         Basel
- 2014 -                Chelsea (
Timnas:
 - 2011-sekarang   Mesir

Koleksi Gelar (Pemain):

Basel
Swiss Super League: 2012/13
Piala Uhren: 2013
baca keseluruhan - PROFIL: Mohamed Salah, Lebih Dari Sekadar Pengganti Juan Mata

Rabu, 08 Januari 2014

Sejarah Hari Ini (7 Januari): Selamat Ulang Tahun, Eden Hazard!

Bintang muda Chelsea ini akhirnya menginjak usia 23 tahun!

SELAMAT ULANG TAHUN, EDEN HAZARD!

Bintang muda Chelsea ini akhirnya menginjak usia 23 tahun. Dilahirkan di La Louviere, Belgia, Hazard melakoni sepakbola sejak dini. Ia pun mulai masuk ke dunia sepakbola dan bergabung dengan tim sepakbola kotanya, Tubize. baru dua tahun bermain di Tubize, akademi Lille sudah menemukannya dan langsung terpikat. Mereka pun mengikat Hazard dan sang gelandang menghabiskan karir mudanya bersama klub asal Prancis ini.

Menghabiskan empat tahun di akademi, Hazard yang berusia 16 tahun akhirnya naik pangkat dan bergabung dengan tim senior. Walau masih begitu muda, kemampuan mengolah bolanya mendapat banyak acungan jempol dan ia tak butuh waktu lama untuk mematenkan tempatnya di skuat inti Rudi Garcia, yang kini melatih Roma. Dan rentetan kegemilangan terus berlanjut, terlebih sejak Chelsea menggaet sang bintang di musim 2012/13.

Keluarga Hazard

Apel jatuh tak jauh dari pohonnya. Ya, anggapan bahwa perilaku seorang anak tak jauh-jauh dari perilaku orang tuanya itu memang benar. Di masa kecil, hampir semua orang menghabiskan waktunya bersama orang tua. Tak heran jika sifat dan perilaku seorang bocah sama dengan orang tuanya.

Pepatah itu berlaku juga bagi Eden Hazard, yang tumbuh dalam keluarga di mana sepakbola dominan. Sang bintang yang baru mengorbit ini terlahir dari pasangan Thierry [ayah] dan Carine [ibu], yang keduanya merupakan pemain sepakbola di Belgia. 

Ayahnya bermain di level semi-profesional, Divisi Kedua Liga Belgia, sedangkan ibunya adalah penyerang di Divisi Utama Liga Sepakbola Wanita Belgia. Sang ibu memutuskan gantung sepatu saat ia mengandung Eden dan bersama sang suami, mereka akhirnya menjadi profesor olahraga. 


                                        Eden dan Thorgan | Dua pesepakbola dari keluarga Hazard.

Aura keluarga yang kental di keluarga Hazard pun menurun pada anak mereka: Eden [23], Thorgan [20], Kylian [18], dan Ethan [9]. Dahsyatnya lagi, semua anak dalam keluarga itu menjadi pesepakbola.

Adik pertama Eden, Thorgan Hazard sudah dikontrak Chelsea, tapi sedang dipinjamkan ke Zulte Waregem. Kylian yang lebih muda sedang meniti karir di White Star Brussel, divisi kedua Liga Belgia. Dan si bungsu Ethan masih menghabiskan masa kecilnya di Tubize, klub yang juga pernah dihuni Eden.

'Hazard The Wizard'

Hazard dikenal sebagai gelandang yang kreatif, lincah, dan berteknik tinggi. Tak heran, beberapa pemain belakang kerap kali menyebutnya sebagai 'mimpi buruk'. Kemampuan mengolah bola di atas rata-rata pun membuatnya menembus kasta tertinggi sepakbola dalam waktu singkat. Yang pasti, banyak hal dimulai Hazard dari Lille hingga ia mendapat julukan 'The Wizard' di Prancis.

Bergabung dengan akademi muda Lille, Hazard mencatatkan debutnya di tahun 2007. Ia pun tak butuh waktu lama untuk jadi pemain kunci dalam rancangan strategi Rudi Garcia. Lebih lagi, kegemilangannya tak berhenti di klub saja, ia juga mulai mencatatkan karir internasional sejak tampil reguler bersama Garcia. Selanjutnya, Hazard jadi bagian dari Lille yang sukses mengawinkan gelar Ligue 1 dan Piala Prancis. Ia pun terpilih sebagai pemain termuda yang meraih penghargaan Pemain Terbaik Ligue 1.

                                      The Wizard | Karir profesional Eden Hazard dimulai dari Lille.

Ada momen menarik jelang debutnya bersama Belgia. Karena Hazard tinggal tujuh tahun di Prancis, ada wacana sang gelandang akan bergabung dengan timnas Prancis. Namun Hazard menanggapi isu itu dengan tegas, "Karena keberadaan saya di Prancis selama tujuh tahun, saya merasa 99% Belgia dan 1% Prancis, tapi tak pernah tersirat pikiran untuk jadi warga negara Prancis." Mimpi Federasi Sepakbola Prancis -yang sempat merayu Hazard- langsung kandas di tempat.

Menuju London

Kreatif, dribel tajam, lincah, bisa menggunakan kedua kaki, punya naluri gol; Eden Hazard memiliki segala yang didambakan oleh Chelsea. Tak punya alasan untuk tidak terpikat, The Blues pun memutuskan untuk mendatangkan sang gelandang ke Stamford Bridge di musim 2012/13 dengan tebusan sekitar £32 juta.

Setelah mencatatkan 147 penampilan dan 36 gol [20 di antaranya dicetak di musim 2011/12] bersama Lille, Hazard pun hengkang dari Lille. Ia tak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan skuat Roberto Di Matteo dan Rafael Benitez - yang menggantikan Di Matteo di tengah musim.

Di musim pertamanya, ia mencatatkan 34 penampilan di Liga Primer. Sembilan gol dan 11 assists pun menyertai kegemilangan Hazard di musim awalnya. Memang, The Wizard belum tampil secemerlang musim terakhirnya di Lille [20 gol, 15 assists], namun karir bintang muda Belgia ini masih panjang.

Musim ini, Hazard tampil 20 kali bersama sang raksasa London dan ia sudah mencetak 8 gol dan 7 assists.Pencapaian yang luar biasa, terlebih di Boxing Day musim ini, ia mencetak gol indah yang patut diingat saat Chelsea menang 2-1 atas Liverpool.

Jalan masih terbentang luas di hadapan gelandang yang baru menginjak usia 23 tahun ini. Karir profesionalnya masih bisa berkembang jauh di usia muda. Perannya sebagai 'Penyihir' lapangan tengah pun dinantikan, terutama oleh Belgia yang akan bermain di Piala Dunia 2014. Hazard tertua pantas disimak di Brasil Juni nanti.

Sekali lagi: SELAMAT ULANG TAHUN, EDEN HAZARD!

EDEN HAZARD

Nama lengkap: Eden Hazard

Tempat, tanggal lahir: La Louviere, Belgia, 7 Januari 1991

Karier pemain:
- 2007-2012          Lille
- 2012- sekarang   Chelsea

Timnas:
 - 2008-sekarang   Belgia
Koleksi Gelar (Pemain):

Lille
Ligue 1 (1): 2010/11
Coupe de France (1): 2010/11

Chelsea
Liga Europa (1): 2012/13
baca keseluruhan - Sejarah Hari Ini (7 Januari): Selamat Ulang Tahun, Eden Hazard!

Senin, 23 Desember 2013

Sejarah Hari Ini (20 Desember) : Dirgahayu Ashley Cole!

Tiga puluh tiga tahun yang lalu, siapa menyangka seorang bayi yang lahir di Stepney akan jadi salah satu bek kiri terbaik dunia?

Ashley Cole mungil lahir di Stepney, London, dari hasil pernikahan Ron Callender dan Sue Cole pada 20 Desember 1980. Sang ayah meninggalkan keluarga mereka saat usia perkawinan menginjak tahun ketujuh dan pindah ke Australia. Sementara itu, sang ibu memilih untuk tinggal dan menyekolahkan Cole dan Matthew (adik Cole) ke Tower Hamlets.

Lahir di tengah masyarakat yang keras dan keluarga yang kurang harmonis, tidak menghentikannya untuk berprestasi. Cole muda merintis karirnya di klub idola masa kecilnya, Arsenal dan di usia 18 tahun (November 1999), ia mencatatkan debut di klub dalam Piala Liga kontra Middlesbrough. Kala itu, Arsenal kalah 1-3 di adu penalti setelah hasil 2-2 bertahan hingga extra time kedua. 

Beberapa bulan setelahnya, Cole dipinjamkan ke Crystal Palace selama sisa musim 1999/00 dan akhirnya menandatangani kontrak profesional pertamanya dengan Arsenal pada 25 Februari 2000, di sinilah catatan gemilang Ashley Cole bersama The Gunners dimulai.


Invicible Arsenal | Cole gemilang bersama pemain sekelas Patrick Vieira, Thierry Henry, Jens Lehmann.

Di musim gugur 2000/01, Cole mendapat kesempatan untuk menembus tim utama karena cedera Sylvinho. Bek Inggris ini pun tampil memukau selama sang veteran absen dan kegemilangannya memaksa profesor Arsene Wenger untuk mematenkan tempatnya di starting XI, sekalipun Sylvinho sudah pulih dari cedera.

Cole pun jadi bagian 'Arsenal Yang Tak Terkalahkan' bersama Jens Lehmann, Patrick Vieira, Thierry Henry, dkk di musim 2003/04. Bersama The Gunners, ia meraih gelar Liga Primer duia kali (2002, 2004), dan Piala Fa tiga kali (2002, 2003, 2005). Ia sempat mengalami masa suram karena cedera di musim 2005/06, tapi ia kembali ke bermain saat pasukan Arsene Wenger kalah dari Barcelona di final Liga Champions akhir musim. Di Arsenal, ia mencatatkan 228 penampilan dan mencetak 9 gol.

Di pertengahan 2005, Ashley mendapat teguran dari klub karena terlibat pembicaraan dengan Chelsea, rival sekota, tanpa memberitahukan pihak klub lebih dulu. Bek kiri Inggris inipun didenda £75.000. Cole memperpanjang kontraknya untuk jangka waktu setahun bersama Arsenal. Kendati begitu, hubungannya dengan pihak Arsenal semakin retak. Konflik semakin larut dan akhirnya Ashley Cole resmi bergabung dengan Chelsea pada 31 Agustus 2006, sebulan setelah pernikahannya dengan Cheryl Tweedy.


Retak | Selain retaknya hubungan dengan Arsenal, bek kiri ini juga mengalami keretakan perkawinan dengan Chery Tweedy.

Bersama Chelsea, Ashley Cole sukses meraih gelar Liga Primer sekali (2010), Piala FA empat kali (2007, 2009, 2010, 2012). Ia pun meraih apa yang tak bisa ia raih bersama Arsenal, yakni gelar di kancah Eropa seperti Liga Europa (2013) dan Liga Champions (2012). 

Karirnya di tim nasional Inggris pun terbilang apik. Semenjak menjalani debut internasional pada 28 Maret 2001, bek kiri ini sudah mencatatkan 106 penampilan bersama The Three Lions. Ia juga menjadi bagian tim Inggris di Piala Dunia 2002, Euro 2004, dan Piala Dunia 2006. Sebuah torehan dahsyat bagi bek The Bluesini.

Sayang, kegemilangannya di lapangan tak diimbangi dengan kegemilangan di luar lapangan. Bek tajam Inggris ini mengalami keretakan rumah tangga dengan Cheryl dan resmi bercerai pada September 2010.

Cole dikenal sebagai bek yang hobi menyerang. Ia bertahan hanya karena itu adalah bagian dari tugasnya. Arsene Wenger pun sempat mengatakan, "Semua orang suka bermain dengannya sebab, ketika tim mendapatkan bola, Ashley Cole sudah ada di depan dan siap menyerang." Sylvinho, yang posisinya digeser oleh Cole, juga turut memuji dan menyebutnya sebaga pemain yang tak butuh arahan, karena ia tahu kapan harus bergerak. 

Happy birthday, Ashley Cole!

ASHLEY COLE

Nama lengkap: Ashley Cole

Tempat, tanggal lahir: Stepney, London, 20 Desember 1980

Karier pemain:
 - Arsenal (1999-2006)
 - Crystal Palace (pinjaman, 1999-2000)
 - Chelsea (2006-sekarang)

Timnas:
 - Inggris (2006-sekarang)
Koleksi Gelar (Pemain):

Arsenal

Liga Primer: 2001/2002, 2003/2004
Piala FA: 2002, 2003, 2005

Chelsea
Liga Primer: 2009/10
Piala FA: 2007, 2009, 2010, 2012
Liga Europa: 2012/13
Liga Champions: 2011/12
baca keseluruhan - Sejarah Hari Ini (20 Desember) : Dirgahayu Ashley Cole!

Sabtu, 27 Juli 2013

Legenda-Legenda Chelsea

Dalam rangka menyambut BNI Cup 2013: Indonesia All Star versus Chelsea, Goal Indonesia menyuguhkan para legenda yang akan selalu dikenang fans The Blues.

Chelsea memasuki era keemasan mulai 2003, ketika sang miliuner asal Rusia Roman Abramovich membeli 90 persen saham The Blues

Abramovich merekrut Jose Mourinho setahun kemudian, setelah pelatih asal Portugal membawa Porto menyabet gelar Liga Champions. Kombinasi pelatih ambisius dan kucuran fulus yang tak ada habisnya, Chelsea memboyong sejumlah pemain bintang untuk kemudian menjelma menjadi kekuatan baru di Liga Primer Inggris dan Eropa. 

Tapi, jauh sebelum era-nya John Terry dan Frank Lampard, ada sejumlah pemain yang menjadi idola fans klub London Biru. Sebut saja Gianfranco Zola atau Bobby Tambling yang memegang rekor topskor dengan 202 golnya, sebelum akhirnya dipecahkan oleh Lampard beberapa waktu lalu. 

Dalam rangka menyambut BNI Cup 2013: Indonesia All Star versus Chelsea yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai salah satu rangkaian tur Asia, Goal Indonesia menyuguhkan delapan legenda yang tentu akan selalu dikenang para pecinta The Blues


Marcel Desailly (1998-2004)

Profil Desailly
Nama:
Tanggal lahir:
Kewarganegaraan:
Main (gol):
Marcel Desailly
7 Sept 1968
Prancis
158 (6)
Marcel Desailly datang ke Chelsea dengan status pemain bintang. Sebelum berseragam The Blues, pemain internasional Prancis ini menyabet gelar Liga Champions bersama Olympique Marseille dan AC Milan serta Piala Dunia 1998 dengan Les Bleus. 

Di awal kedatangan di Stamford Bridge, Desailly membantu tim yang ketika itu dibesut Denis Wise menyabet Piala Super UEFA. 

Enam tahun berseragam biru, Desaille menjalin rekanan yang luar biasa bersama Frank Leboeuf dan menjadi salah satu pasangan terbaik dalam sejarahThe Blues.

Dalam perjanalanannya, Desailly memberikan titel Piala FA setelah menumbangkan Aston Villa di partai puncak pada 2000. Dari 186 pertandingan di semua kompetisi, Desailly membukukan tujuh gol untuk The Blues. 

Desailly kemudian meninggalkan Stamford Bridge pada 2004 untuk bergabung dengan klub Qatar, Al-Gharafa. Dia mungkin tidak merasakan era keemasan di bawah asuhan Jose Mourinho, tapi usahanya menjadi mentor untuk John Terry bisa dirasakan sampai sekarang.

Dennis Wise (1990-2001)

Profil Dennis Wise
Nama:
Tanggal lahir:
Kewarganegaraan:
Main (gol):
Denis Wise 
16 Des 1966
Inggris
332 (53)
Chelsea menebus Dennis Wise dari Wimbledon FC (sekarang Milton Keynes Dons) pada 3 Juli 1990 seharga £1.6 juta, yang ketika itu menjadi rekor transfer klub. Selama 11 tahun membela Chelsea, mulai 1999-2001, sang gelandang serba bisa menjadi pemain keenam dengan penampilan terbanyak sepanjang sejarah klub, tampil 445 kali dan mencetak 76 gol. 

Salah satu gol paling dikenang dari Wise adalah ketika golnya menyamakan kedudukan melawan AC Milan di babak penyisihan grup awal Liga Champions, 26 Oktober 1999, sekaligus menggagalkan ambisi I Rossoneri melaju ke babak berikut. 

Kesuburan Wise di depan gawang dibuktikan dengan mengukuhkan diri sebagai topskor klub di musim 1991/92 dengan 14 gol dari lini tengah. Wise juga mengapteni The Blues yang memenangkan serangkaian gelar: Piala FA pada 1997 dan 2000, Piala Liga pada 1998, Piala Winners pada 1998. Wise dua kali menyabet penghargaan pemain klub terbaik pada 1998 dan 2000 bekat konsistensinya di lapangan hijau. 

Wise kemudian dilepas ke Leicester City pada 25 Juni 2001 seharga £1,6 juta karena manajer anyar Cladio Ranieri ingin mengurangi rata-rata usia pemain. 

Selain kontribusi di lapangan, Wise juga dikenal sebagai figur kontroversial di luar lapangan, bahkan Sir Alex Ferguson menyebutnya bisa "memulai perkelahian di dalam rumah kosong". Kariernya di Chelsea bahkan beberapa kali dihantam masalah disipliner dan indisen tidak menyenangkan di luar lapangan. Pada 1995, dia dihukum karena menyerang seorang supir taksi di London dan diberi hukuman penjara selama tiga bulan, namun dibatalkan setelah menang di tingkat banding. 

Akibat insiden tersebut, ban kapten Wise ditanggalkan oleh manajer Glenn Hoddle. Lalu pada 1999, dia dituduh menggigit pemain RCD Mallorca Marcelino Elena di Piala Winners dan selama 1998/99 dia absen di 15 pertandingan akibat suspensi. 


Kerry Dixon (1983-1992)

Profil Kerry Dixon 
Nama:
Tanggal Lahir:
Kewarganegaraan:
Main (Gol):
Kerry Dixon
24 Juli 1961
Inggris
335 (147)
Fans Chelsea sejati pasti tahu Kerry Dixon, sang legenda yang namanya mengilap di era 1980-an. Manajer John Neal memboyong Dixon dari Reading pada 1983 dengan nilai transfer £150 ribu dengan tambahan £25 ribu jika Dixon tampil untuk timnas Inggris.

Kehadiran Dixon memberikan dampak positif kepada The Blues, dia mencetak dua gol dalam debutnya melawan Derby County dan 32 gol lain di musim tersebut yang membawa klub meraih tiket promosi sebagai kampiun Divisi Dua. 

Chelsea tampil garang dengan trio Dixon, Savid Speedie dan Nevin di mana ketiganya mengoleksi total hampi 200 gol dalam tiga tahun. Tampil di Divisi Satu pada musim berikutnya, Dixon juga tampil positif, mencetak gol indah lewat tendangan voli melawan Arsenal di Highbury yang berakhir imbang 1-1. Dixon kemudian finis sebagai topskor bersama (dengan Gary Lineker) setelah membukukan 24 gol dan Chelsea finis peringkat enam. Di musim yang sama, dia mencetak delapan gol tambahan di Piala Liga dan klub lolos hingga ke semi-final, namun secara mengejutkan kalah dari Sunderland. Di dua musim pertama, Dixon mengoleksi total 70 gol hanya dari 101 pertandingan. 

Penampilan Dixon sempat menurutn dan nyaris menyeberang ke klub rival Arsenal, namun kesepakatan kolaps setelah adanya intervensi chairman Ken Bates. The Blues kemudian terdegradasi pada 1988, tapi sebaliknya penampilan Dixon kembali ke puncak dengan mencetak 25 gol dan Chelsea kembali ke Divisi Utama. Setahun kemudian, dia mencetak 26 gol, termasuk hat-trick di laga penutup versus Millwall, membantu Chelsea finis peringkat lima, posisi tertinggi sejak 1970. 

Dengan total 193 gol, Dixon menjadi pencetak gol terbanyak ketiga dalam sejarah Chelsea, di belakang Bobby Tambling dan Frank Lampard. Dia juga masuk urutan kedelapan dalam daftar penampilan terbanyak. 


Bobby Tambling (1959-1970)

Profil Bobby Tambling 
Nama:
Tanggal Lahir:

Kewarganegaraan:
Main (Gol):
Bobby Tambling
18 September 1941
Inggris
370 (202)
Bobby Tambling memegang rekor topskor Chelsea sepanjang masa dengan 202 gol yang dicetaknya di era 1960-an. Rekor tersebut bertahan sampai akhirnya Frank Lampard mencetak gol ke-203 sekaligus memecahkan rekor Tambling di pertandingan versus Aston Villa, 11 Mei 2013. 

Tambling bergabung dengan Chelsea saat usianya baru 15 tahun pada 1957. Dia melakoni debut di usia 17 pada 1959, mencetak gol di laga kontra West Ham United yang berakhir 3-2 untuk kemenangan Chelsea. Dua tahun kemudian, menyusul kepergian Jimmy Greaves ke AC Milan, dia menjadi strike rutama Chelsea dan menjadi topskor di lima musim. 

Tambling ditunjuk sebagai kapten klub pada 1962 oleh manajer Tommy Docherty setelah Chelsea terdegradasi ke Divisi Dua. Sayang, meski ketajamannya di depan gawang tak perlu diragukan, Tambling hanya sekali merasakan manisnya gelar bersama Chelsea, yakni Piala Liga 1965. 

Pada 1969/70 Tambling hanya tampil di tujuh pertandingan bersama Chelsea. Setelah berdebat terkait pilihan utama striker dan tak masuk dalam pemain yang tampil di final Piala FA 1970 kontra Leeds United, dia ditransfer ke Crystal Palace dengan banderol £40,000 ribu. 


Gianfranco Zola (1996-2003)

Profil Gianfranco Zola  
Nama:
Tanggal Lahir:
Kewarganegaraan:
Main (Gol):
Gianfranco Zola
5 Juli 1966
Italia
309 (80)
Salah satu pemain yang turut andil membangun Chelsea adalah Gianfranco Zola. Direkrut Ruud Gullit dari Parma pada 1996, Zola menjadi bagian penting perkembangan The Blues hingga memasuki era 2000-an. Mencetak 80 gol dari 309 pertandingan di semua turnamen, pemain berdarah Italia ini berhasil memenangkan hati fans Chelsea. 

Dia menjadi pemain kunci di musim 1996/97, membantu Chelsea memenangkan Piala FA setelah mengalahkan Middlesbrough 2-0 di Wmbley Stadium. Salah satu gol fenomenal Zola adalah ketika melakukan backheel dan berputar 180 derajat sebelum menceploskan bola ke gawang. 

Di akhir musim, dia menyabet gelar terbaik versi asosiasi penulis, satu-satunya pemain yang memenangkan penghargaan tersebut tanpa bermain penuh di Liga Inggris dan menjadi pemain pertama Chelsea yang menyabetnya. 

Musim berikutnya, Zola membantu The Blues memenangkan tiga trofi tambahan, yaknik Piala Liga, Piala Winners dan Piala Super. Sayang, cedera memaksanya tak masuk starting line-up final Piala Winners kontra Stuttgart di Stockholm tapi dia menjadi pemain pengganti di babak kedua dan mencetak gol penentu kemenangan setelah masuk 30 detik. Di musim yang sama, Zola mencetak hat-trick pertama dalam kemenangan 4-0 atas Derby County di Stamford Bridge pada November 1997. 

Tidak ada pemain lain yang mengenakan jersey nomor 25 milik Zola sejak kepergiannya pada 2003. Banyak yang beranggapan nomor tersebut akan dipensiunkan, namun meski kabar itu terus menyeruak pihak Chelsea tidak secara resmi menarik angka tersebut. Sampai pada tahun ini, diumumkan bahwa nomor 25 digunakan Marco van Ginkel.  


Peter Bonetti (1960-1975 dan 1976-1979)

Profil Peter Bonetti  
Nama:
Tanggal Lahir:

Kewarganegaraan:
Main (Gol):
Peter Bonetti
17 September 1941
Inggris
729 (-)
Selama 15 tahun membela Chelsea, Peter Bonetti-lah yang mengawal gawang The Blues di lebih 600 pertandingan di semua kompetisi. 

Mendapat julukan The Cat, Bonetti disebut-sebut sebagai salah satu kiper terbaik dalam sejarah sepakbola. Dia membawa Chelsea menyabet trofi Piala FA junior dan Piala Winners. 

Chelsea memboyongnya dari Reading setelah ibunya menulis surat kepada manajer Ted Drake, meminta agar putranya mendapat kesempatan trial. Dia melakoni debut di tim utama pada 1960 dan beberapa pekan kemudian membantu The Blues memenangi Piala FA junior. Di musim berikutnya, dia menjadi pilihan utama pelatih di bawah mistar dan tampil konsisten selama 19 tahun berikutnya, meski tim sempat terdegradasi ke Divisi Dua. 

Pada 1971, tim menambah gelar melalui Piala Winners setelah membekuk raksasa Spanyol Real Madrid di Athena. Itu menjadi trofi terakhirnya bersama klub, karena pada 1972 mereka kalah di final Piala Liga dan Stoke City dan di semi-final kompetisi yang sama setahun kemudian Chelsea takluk dari Norwich City. Masalah finansial dan disiplin dalam klub menggagalkan usaha mereka membangun kesuksesan. 

Bonetti hengkang sebelum akhirnya balik ke Chelse pada 1976. Tiga tahun kemudian, dia memainkan laga terakhir, imbang 1-1 dengan Arsenal, melakoni total 729 pertandingan selama 19 tahun berseragam Chelsea, Hanya Ron Harris yang melampaui catatan penampilannya, dan mempertahankan lebih dari 200 pertandingan clean-sheet. Bonetti mungkin tidak datang di saat yang tepat, tapi dia tetaplah legenda klub. 


John Terry (1998-sekarang)

Profil John Terry  
Nama:
Tanggal Lahir:

Kewarganegaraan:
Main (Gol):
John Terry
7 Desember  1980
Inggris
574 (55)
Kapten terbaik yang pernah dimiliki Chelsea. John Terry mengapteni The Blues pada periode tersukses sepanjang sejarah klub, mengepak 11 trofi dalam 13 tahun dan bahkan menyabet gelar Pemain Terbaik dengan posisinya sebagai bek tengah di akhir musim 2004/05. 

Terry melakoni debut bersama Chelsea pada 28 Oktober 1998 sebagai pemain pengganti di Piala Liga kontra Aston Villa, sementara starter pertama diraihnya di putaran ketiga Piala FA saat menang 2-0 atas Oldham Athletic. Demi mendapat kesempatan reguler, Terry dipinjamkan ke Nottingham Forest pada 2000. Terry baru memulai menancapkan kariernya di Stamford Bridge di musim 2000/01, melakoni 23 pertandingan dan dipilih sebagai pemain terbaik klub saat itu. 

Perkembangannya terus berlanjut selama 2001/02 dan menjadi pemain reguler di barisan belakang bersama kapten asal Prancis, Marcel Desailly. Pada 5 Desember 1001, untuk kali pertama Terry mendapat ban kapten, pada laga Liga melawan Charlton Athletic. 

Menyusul pensiunnya Desailly, pelatih anyar Jose Mourinho menunjuk Terry sebagai kapten utama klub dan dia berhasil membawa Chelsea menyabet gelar Liga Primer dengan rekor pertahanan terbaik sebagai tim paling banyak clean-sheet dan poin tertinggi dalam sejarah Football League. Singkat cerita, pada 31 Desember 2011 pada laga kandang kontra Aston Villa, Terry mengapteni Chelsea untuk ke-400 kalinya, sebuah rekor tersendiri bagi The Blues. 

Sejak membela tim pada 1998, pemain 32 tahun melakoni 474 pertandingan, 55 gol dan total 14 gelar di semua kompetisi. Terry kemudian mengumumkan pensiun dari tim nasional Inggris pada 23 Septem 2012. 

Frank Lampard (2001-sekarang)

Profil Frank Lampard   
Nama:
Tanggal Lahir:
Kewarganegaraan:
Main (Gol):
Frank Lampard
20 Juni 1978
Inggris
608 (-)
Status legenda sudah didapat Frank Lampard, meski sampai sekarang dia masih aktif membela Chelsea. Tak perlu memperdebatkan mengapa Lampard pantas berada dalam daftar legenda The Blues. Selain loyalitas, sederet prestasi individu dan tim diraih pemain internasional Inggris ini. 

Bergabung sejak 2001 dari West Ham United, total sudah 11 trofi yang diberikan Lampard untuk Chelsea; tiga di Liga Primer, empat Piala FA, satu Liga Champions, satu Liga Europa, dua Piala Liga dan dua Community Shield. Gelar individu? Jangan ditanya, mulai dari pemain terbaik Liga Primer sampai Man of the Match Liga Europa kala Chelsea keluar sebagai juara musim lalu berhasil disabet Lampard. 

Lampard berperan besar membawa Chelsea meraih gelar Liga Champions pertama di musim 2011/12. Di leg pertama semi-final kontra Barcelona, Lampard mencuri bola dari Lionel Messi kemudian memberikan umpan kepada Ramires yang menyuplai bola untuk Didier Drogba, Chelsea menang 1-0. Pada leg berikutnya di Camp Nou, dalam kondisi ketinggalan 2-0 dan tampil dengan 10 pemain sebelum jeda, Lampard memberi assist kepada Ramires yang mengubah kedudukan menjadi 2-2 lalu Fernando Torres mencetak gol tambahan di masa injury time untuk membawa The Blues ke final menghadapi Bayern Munich di Allianz Arena. Lampard pun mengakhiri musim sebagai topskor klub dengan 16 gol di semua kompetisi dan sepuluh assist. 

Pada 12 Januari 2013, Lampard mencetak gol penalti dalam kemenangan 4-0 versus Stoke City di Britannia Stadium. Gol ini membuat pemain kelahiran 20 Juni 1978 sebagai toskor kedua sepanjang sejarah dengan total 194 gol, sekaligus menggeser Kerry Dixon di tempat kedua. Pada 17 Maret 2013 kontra West Ham United, Lampard mencetak gol ke-200 setelah menyambar umpan silang  Eden Hazard. 

Pemain bernomor punggung delapan ini kemudian menyamai rekoe Bobby Tambling (202) gol lewat sebuah tendangan jarak jauh pada menit 61 yang bersarang di pojok gawang ketika menghadapi Aston Villa pada 11 Mei. Masih di pertandingan yang sama, Lampard mencetak gol kedua dan memecahkan rekor sebagai topskor klub sepanjang sejarah dan laga berakhir 2-1 untuk kemenangan The Blues. 

Pada 18 Mei 2013, Lampard menyepakati ekstensi kontrak satu tahun dan mengatakan: "Saya selalu mempertahankan mimpi itu, yakni bertahan di Chelsea"
baca keseluruhan - Legenda-Legenda Chelsea

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense