# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label windows 11 fitur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label windows 11 fitur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Mei 2022

Windows 11 Bakal Punya Fitur Anti Phishing

Microsoft bakal memberikan sejumlah fitur keamanan baru untuk Windows 11, termasuk untuk melindungi pengguna dari serangan phishing.

 

Pembaruan keamanan ini dijadwalkan akan hadir pada tahun 2022 ini, namun tak diungkap tanggal pastinya. 

 

Saat diaktifkan, fitur perlindungan phishing ini akan memberikan notifikasi ke pengguna pada kondisi yang diduga adalah aksi phishing.

 

Kondisi yang dimaksud adalah saat pengguna memasukkan informasi akun Microsoft mereka ke situs atau program yang sebelumnya sudah dikenali sebagai aksi phishing. 

 

Fitur yang sama juga bakal melindungi pengguna dari aksi penipuan lewat iklan.


Cara mengaktifkannya bisa dilakukan dengan masuk ke dalam menu Windows Security > App & Browser Control > Reputation-based Protection > Phishing Protection.

 

Fitur perlindungan phishing ini juga bisa memperingatkan pengguna soal penggunaan password yang sama ataupun penyimpanan password yang tak aman, demikian dikutip dari Techspot.



Seperti diketahui, phishing adalah metode yang relatif sederhana untuk mencuri data-data pribadi yang masih sangat banyak dipakai saat ini. 

 

Alasannya adalah metode ini relatif mudah dilakukan namun punya tingkat keberhasilan yang tinggi.


Ada juga satu fitur keamanan menarik lain yang baru diperkenalkan Microsoft. 

 

Yaitu pemakaian AI berbasis cloud untuk memblokir aplikasi tak terpercaya, berbahaya, dan unsigned. Hanya saja untuk mengaktifkan fitur ini pengguna perlu menginstal ulang Windows-nya.

 

Microsoft pun berencana untuk memperkenalkan enkripsi data pribadi, yang membuat Windows Hello for Business bisa melindungi data penggunanya saat perangkatnya hilang atau dicuri.

 

Ada pun fitur bernama Hypervisor-Protected Code Integrity, yang bakal diaktifkan secara default pada pembaruan Windows 11 versi selanjutnya, yang bakal memastikan hanya driver terpercaya dan signed yang bisa terpasang di perangkat komputer.

baca keseluruhan - Windows 11 Bakal Punya Fitur Anti Phishing

Selasa, 23 November 2021

Deretan Fitur Penting Ini Tak Bisa Berfungsi di Windows 11

Microsoft memperingatkan para pengguna Windows 11 kalau sejumlah fitur tak bisa dipakai karena sertifikatnya sudah tak berlaku.

 

Sertifikat tersebut habis mati berlakunya pada 31 Oktober, dan akan menyebabkan fitur dan aplikasi seperti Snipping Tool, touch keyboard, dan panel emoji tak bisa dipakai untuk sementara waktu.

 

Untuk memperbaiki masalah ini Microsoft menyiapkan sebuah patch. Namun jangan senang dulu, patch tersebut saat ini masih dalam masa preview. 

 

Artinya pengguna harus menginstalnya secara manual lewat Windows Update di pengaturan Windows 11.

 

Patch yang dimaksud adalah KB4006746, yang akan memperbaiki masalah touch keyboard, voice typing, emoji panel, dan masalah di menu 'getting started' serta 'tips'.

 

Namun sayangnya patch tersebut tidak bisa mengatasi masalah di Snipping Tool. 

 

Sebagai solusinya, Microsoft menyarankan pengguna melakukan screenshot dengan cara yang lebih jadul, yaitu memakai tombol Print Screen di keyboard.


Belum jelas berapa banyak pengguna Windows 11 yang akan terdampak dari masalah ini, dan sejauh ini belum ada solusi yang bisa dipakai untuk mengaktifkan kembali Snipping Tool.

 

Namun ada juga yang menyebut kalau sertifikat yang bermasalah itu bisa ditipu dengan mengubah tanggal di sistem Windows 11 menjadi 30 Oktober dan membuka Snipping Tool. 

 

Tanggalnya ini bisa diubah kembali jika aplikasinya sudah bisa terbuka dengan normal.

 

Sertifikat yang habis masa berlakunya ini pun menyebabkan masalah di bagian pengaturan akun untuk Windows 11 dengan mode S dinyalakan. 

 

Sayangnya Microsoft sendiri belum bisa memastikan kapan masalah ini bisa diperbaiki.

 

"Kami masih berusaha memperbaiki Snipping tool dan S mode only dan akan memberikan pembaruan saat ada informasi lebih lanjut," ujar Microsoft.

 

Sejauh ini sudah ada beberapa masalah yang terjadi di Windows 11. 

 

Contohnya performa yang menurun sampai dengan 15% untuk pengguna yang memakai prosesor Ryzen, yang kemudian sudah ditemukan penyebabnya dan sudah diperbaiki oleh Microsoft.

baca keseluruhan - Deretan Fitur Penting Ini Tak Bisa Berfungsi di Windows 11

Selasa, 26 Oktober 2021

Aplikasi Android Sudah Bisa Dipakai di Windows 11

Microsoft akhirnya membuka akses untuk bisa menjalankan aplikasi Android di Windows 11, yang sudah bisa dijajal oleh beta tester yang tergabung ke Windows Insider Program.

 

Nama resmi fiturnya adalah Windows Subsystem for Android, di mana para beta tester yang memakai perangkat dengan prosesor Intel, AMD, dan Qualcomm sudah bisa menjalankan aplikasi Android di Windows 11.

 

Akses ke aplikasi Androidnya sebenarnya bisa diakses di Microsoft Store, namun saat akan diinstal pengguna akan diarahkan ke Amazon App Store. 

 

Meski berjalan lewat virtualisasi, aplikasi Android ini bisa dijalankan berbarengan dengan aplikasi Windows lain, pun pengguna bisa memakai Alt+Tab untuk berpindah antar aplikasi.

 

"Notifikasi dari aplikasi Android ini bisa dilihat di Action Center dan juga bisa berbagi clipboard antara aplikasi Windows dan Android. 

 

 

Kami membangun pengalaman pengguna dengan mendahulukan aksesibilitas, banyak pengaturan aksesibilitas Windows bisa dipakai di aplikasi Android dan kami bekerja bersama Amazon untuk terus melakukan peningkatan," tulis tim Android on Windows 11 dalam keterangannya.

 

Sejauh ini baru ada 50 aplikasi yang tersedia dari kerja sama Microsoft dan Amazon ini. 

 

Jumlah yang sangat kecil memang, mengingat Amazon Appstore saat ini punya 600 ribu aplikasi, dan Google Play Store punya 3 juta aplikasi.

 

Aplikasi yang sejauh ini sudah tersedia itu antara lain adalah Lords Mobile, June's Journey, dan Coin Master. 

 

Lalu ada juga aplikasi seperti Kindle, dan aplikasi anak seperti Lego Duplo World dan Khan Academy Kids.

 

Saat ini baru Windows 11 dengan region AS yang bisa memakai fitur ini. Pengguna juga harus mempunyai akun Amazon berbasis AS untuk mengakses Amazon App Store.

 

Belum diketahui berapa banyak aplikasi Android yang nanti akan tersedia saat fiturnya dibuka luas oleh Microsoft, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (21/10/2021).

 

Cara kerja fitur ini adalah dengan menggunakan subsistem yang dibuat Microsoft di Windows 11, yang mendukung aplikasi Android. 

 

Subsistem ini termasuk kernel linux dan Android OS berbasis Android Open Source Project (AOSP) versi 11.

 

"Subsistemnya berjalan di Hyper-V Virtual Machine, seperti Windows Subsystem untuk LInux. 

 

Sistem ini mengerti cara memetakan runtime dan API dari aplikasi dalam lingkungan AOSP ke lapisan grafis Windows, memori buffer, mode input, perangkat fisik dan virtual, serta sensor," tambah tim tersebut dalam keterangannya.

baca keseluruhan - Aplikasi Android Sudah Bisa Dipakai di Windows 11

Senin, 05 Juli 2021

Fitur-fitur yang Hilang di Windows 11

Windows 11 yang baru diluncurkan membawa banyak fitur baru. 

 

Seiring dengan hal tersebut, ada juga kabar buruk sejumlah fitur dan aplikasi ikonik yang dihilangkan dari sistem operasi buatan Microsoft ini.

 

Salah satu aplikasi yang dihilangkan adalah Internet Explorer. 

 

Browser legendaris yang sudah menjadi bagian dari Windows sejak tahun 1997 ini tidak bisa ditemukan lagi di Windows 11. 

 

Dan, Windows 10 adalah browser terakhir yang terdapat Internet Explorer.

 

"Aplikasi desktop Internet Explorer 11 tidak akan tersedia di Windows 11. 

 

Microsoft Edge adalah browser default untuk Windows 11," kata juru bicara Microsoft, seperti dikutip dari The Verge.


Hal ini sebenarnya tidak mengejutkan, pasalnya Microsoft memang akan mematikan Internet Explorer pada 15 Juni 2022. 

 

Saat Windows 11 versi tidak resmi bocor di internet juga tidak terlihat penampakan Internet Explorer di dalamnya.

 

Begitu Windows 11 diluncurkan untuk publik pada musim liburan mendatang browser default yang tersedia hanya Microsoft Edge. 

 

Jika menggunakan jalan pintas seperti iexplore, pengguna juga akan diarahkan ke Microsoft Edge.

 

Pengguna Windows yang masih membutuhkan Internet Explorer untuk aplikasi web lawas bisa menggunakan fitur IE Mode di Microsoft Edge yang akan membuka situs web di mesin rendering yang sesuai agar berfungsi dengan benar.

 

Ini pertama kalinya Microsoft tidak menyertakan Internet Explorer ke dalam Windows selama lebih dari 20 tahun. 

 

Browser ini pertama kali dirilis tahun 1995, tapi baru dibundel bersama Windows pada tahun 1997 bersamaan dengan diluncurkannya Windows 95 OEM Service Release 2.5.


Selain Internet Explorer, Microsoft juga akan menghilangkan dan meminggirkan beberapa fitur dan aplikasi. 

 

Seperti asisten pintar Cortana yang akan dihilangkan dari taskbar dan tidak akan lagi memandu pengguna saat pertama kali mengaktifkan perangkatnya.

 

Aplikasi konferensi video Skype juga kini dihilangkan dan harus diunduh terlebih dari dari Microsoft Store. 

 

Aplikasi OneNote, Paint 3D dan 3D Viewer juga tidak menjadi bagian dari Windows 11 saat pertama kali diinstal.

baca keseluruhan - Fitur-fitur yang Hilang di Windows 11

Fitur Gaming di Windows 11 Bikin PC Jadi Mirip Xbox

Windows 11 menghadirkan banyak fitur baru yang bisa mendongkrak performa gaming di PC. 

 

Karena fitur-fitur ini merupakan turunan dari Xbox, performa PC pun dijanjikan akan setara dengan konsol game tersebut.

 

Dalam event peluncuran Windows 11, CVP Game Creator Experience and Ecosystem Xbox Sarah Bond bahkan menyebut sistem operasi anyar ini sebagai Windows terbaik untuk gaming. 

 

Ia menjanjikan fitur-fitur ini akan membawa grafis yang superior, performa yang kencang, dan pilihan game yang beragam.

 

Pengguna Windows 11 kini bisa memainkan lebih banyak game berkat aplikasi Xbox baru yang terintegrasi dengan sistem operasi. 

 

Dengan aplikasi ini, pengguna bisa mengakses Xbox Game Pass dan bisa memainkan ratusan game PC.

 

Tidak hanya itu, gamer yang sudah berlangganan Xbox Games Pass Ultimate juga bisa mengakses layanan streaming game Xbox Cloud Gaming. 

 

Jadi perangkat yang menjalankan Windows 11 bisa memainkan game konsol terbaru lewat web.

 

Windows 11 akan menawarkan dua fitur gaming lainnya yaitu DirectStorage API dan Auto HDR. Kedua fitur ini pertama kali diluncurkan di Xbox Series X dan S.

 

Auto HDR sudah dikenalkan di Windows 10 lewat Windows Insider Program beberapa bulan yang lalu. 

 

Fitur ini secara otomatis menambahkan peningkatan high dynamic range (HDR) ke game standar dynamic range(SDR), asalkan game tersebut dibuat menggunakan DirectX 11 atau lebih tinggi.

 

Bond mengatakan lebih dari 1.000 game - termasuk Age of Empires: Definitive Edition, Rocket League, DayZ, dan Doom 64 - akan langsung tampil dalam grafis yang ditingkatkan di perangkat Windows 11 yang mendukung HDR. 

 

Tentunya fitur ini hanya bisa dipakai di PC yang sudah terhubung dengan layar yang mendukung HDR.

 

Terakhir ada DirectStorage yang juga merupakan turunan dari Xbox Series X/S. 

 

Fitur ini memanfaatkan performa SSD NVMe untuk memuat aset game langsung ke kartu grafis sehingga waktu loading bisa dipangkas secara signifikan.

 

"PC Windows 11 dengan DirectStorage yang dioptimalkan dikonfigurasi dengan hardware dan driver yang dibutuhkan untuk mengaktifkan pengalaman luar biasa ini," kata Bond, seperti dikutip dari Polygon.


Windows 11 akan diluncurkan secara publik pada musim liburan akhir tahun mendatang. 

 

Pengguna Windows 10 bisa menginstal Windows 11 secara gratis asalkan spesifikasi perangkatnya memenuhi syarat.

 

Selain fitur gaming di atas, Windows 11 membawa banyak peningkatan seperti antarmuka yang lebih sederhana, Windows Store dengan tampilan baru, peningkatan kinerja dan pengalaman multitasking. Sistem operasi ini juga dijanjikan lebih efisien dan lebih hemat baterai.

baca keseluruhan - Fitur Gaming di Windows 11 Bikin PC Jadi Mirip Xbox

Asyik, Windows 11 Bisa Jalankan Aplikasi Android

Salah satu fitur baru dari Windows 11 adalah kemampuannya menjalankan aplikasi Android secara native, alias tanpa tambahan emulator. Menarik!

 

Aplikasi Android ini bisa diunduh lewat Amazon Appstore yang bisa didownload lewat Windows Store baru yang terintegrasi di Windows 11. 

 

Lalu Amazon Appstore ini juga bisa di-pin di taskbar layaknya aplikasi Windows lainnya.

 

Untuk mendukung penggunaan aplikasi Android ini Microsoft bekerja sama dengan Intel untuk menggunakan teknologi Intel Bridge, meski sebenarnya aplikasi Android ini juga bakal berjalan di sistem dengan prosesor AMD ataupun prosesor berbasis ARM.

 

Fitur baru ini tentulah jawaban Microsoft atas fitur macOS di Mac M1 yang bisa menjalankan aplikasi iOS. 

 

Dalam demo produknya, Microsoft memamerkan kemampuan Windows 11 dalam menjalankan aplikasi TikTok.

 

Mereka pun memamerkan sejumlah aplikasi lain yang muncul di Windows Store, seperti Ring, Yahoo, Uber, dan lainnya. 

 

Sayangnya belum diketahui berapa banyak perangkat yang ada di pasaran yang mendukung fitur ini, karena Microsoft pun masih menggarap teknologi Intel Bridge yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi Android di Windows 11.

 

"Intel menganggap pentingnya memberikan kemampuan ini ke semua platform x86 dan mendesain teknologi Intel Bridge untuk mendukung semua platform x86 (termasuk platform AMD)," ujar juru bicara Intel, seperti dikutip dari The Verge.

 

Microsoft pun kemudian mendukung pernyataan Intel ini dengan menyebut semua platform Windows 11 akan mendukung penggunaan aplikasi Android, apa pun prosesornya, termasuk ARM.

 

Menurut Intel, teknologi Bridge adalah sebuah run-time post compiler yang bisa menerjemahkan aplikasi yang dibuat untuk platform selain x86, dalam kasus ini Android, menjadi instruksi x86 yang dikenal oleh prosesor Intel ataupun AMD.

 

Untuk perangkat berbasis ARM, langkah terjemahan itu tentu tak dibutuhkan, sehingga tak dibutuhkan kehadiran teknologi Intel Bridge. Namun Microsoft belum menjelaskan fitur ini lebih lanjut.

 

Sebagai informasi, saat ini aplikasi Android sebenarnya bisa dijalankan di Windows, yaitu lewat bermacam program emulator yang ada. 

 

Seperti Bluestacks, Nox, dan sejenisnya. Namun aplikasi tersebut berjalan dalam sebuah mesin virtual di atas Windows, bukan langsung dijalankan di dalam Windows.

baca keseluruhan - Asyik, Windows 11 Bisa Jalankan Aplikasi Android

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense