Tampilkan postingan dengan label about apple patent iphone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about apple patent iphone. Tampilkan semua postingan
Jumat, 03 April 2020
Paten Perangkat Lipat dengan Model Gulungan Apple Bocor
Perangkat yang dapat dilipat mungkin menjadi tren masa depan dan
perusahaan seperti Samsung dan Motorola siap menjelajahi dunia lipatan
itu.
Namun, berbeda dengan Apple yang belum menawarkan iPhone yang dapat dilipat.
Beberapa paten, yang diajukan
oleh Apple ke Kantor Hak Paten dan Merek Dagang AS (USPTO),
memperlihatkan bahwa iPhone yang dapat dilipat mungkin masih menjadi
opsi yang dipertimbangkan oleh Apple.
Hari ini, Apple mengajukan paten lain
yang menarik dengan mempertimbangkan perangkat elektronik dengan
struktur tampilan yang fleksibel. Dilansir laman Phonearena, menurut pengajuan paten, tampilan dapat melipat sekitar satu atau lebih sumbu.
Terlebih lagi, aplikasi paten menyebutkan
"rol" (gulungan) yang menyimpan tampilan perangkat dan menyebarkannya
dari dalam Home.
Selain itu, layar dikatakan memiliki layar sentuh, dan
magnet memastikan bahwa layar fleksibel yang digulung tidak kusut.
Rupanya, tampilan akan memiliki "keadaan tidak terbuka" dan "keadaan
digulung". Dikatakan juga bahwa housing untuk tampilan mungkin memiliki
layar sentuh yang kaku dan menjalankan fungsi keyboard virtual.
Paten ini dapat berlaku tidak hanya untuk
iPhone, tetapi juga untuk MacBook, iPad, dan bahkan Apple Watch.
Ada
kemungkinan juga bahwa perangkat memiliki lebih dari dua rol, dan paten
tidak menentukan berapa banyak dari ini mungkin diperlukan.
Rabu, 05 Maret 2014
Paten Baru Apple Mungkinkan Pengguna iPhone Mengintip Isi Pesan Suara Secara Real Time
Apple kembali mempoleh hak paten, kali ini terkait teknologi pesan suara dengan No. 8,666,034 dan judul "Audio call screening for hosted voicemail systems”. Paten ini diklaim sangat cocok ditanamkan di iPhone, meskipun belum ada kejelasan apakah akan dibenamkan di generasi iPhone 6 yang diisukan hadir di 2014.
Seperti yang dikutip dari AppleInsider, dalam dokumen paten dijelaskan cara kerja teknologi ini, di mana panggilan masuk yang ditujukan untuk terminal telepon pengguna dapat dialihkan ke sistem pesan suara host jika pengguna tidak menjawab.
Setelah penelepon meninggalkan pesan, sambungan panggilan konferensi dilangsungkan antara panggilan masuk, sistem pesan suara dan pengguna, sehingga memungkinkan pengguna untuk mendengarkan pesan secara real time.
Atau, panggilan masuk dapat segera dikirim ke pesan suara melalui koneksi yang sama antara pemanggil, pesan suara dan user distabilkan. Dalam semua perwujudan, sistem berputar di sekitar sebuah saklar yang mengontrol panggilan masuk, dan memindahkan mereka ke layanan pesan suara dan mengelola skrining pasif.
Ketika panggilan diterima saat pertukaran, pesan suara mungkin akan dikirim ke ponsel pengguna atau langsung ke voicemail tergantung pada preferensi yang telah ditetapkan. Jika skrining pasif diaktifkan, switch akan menyerahkan panggilan ke layanan voicemail, kemudian membuat koneksi dengan telepon pengguna.
Pada akhir penerimaan, telepon pengguna hanya dapat membuka saluran speaker untuk keperluan monitoring, meninggalkan mikrofon dinonaktifkan atau diredam. Meskipun tidak disebutkan dalam paten, bila diterapkan pada iPhone, segi penemuan ini sangat cocok dibenamkan di perangkat tersebut.
Atau, panggilan masuk dapat segera dikirim ke pesan suara melalui koneksi yang sama antara pemanggil, pesan suara dan user distabilkan. Dalam semua perwujudan, sistem berputar di sekitar sebuah saklar yang mengontrol panggilan masuk, dan memindahkan mereka ke layanan pesan suara dan mengelola skrining pasif.
Ketika panggilan diterima saat pertukaran, pesan suara mungkin akan dikirim ke ponsel pengguna atau langsung ke voicemail tergantung pada preferensi yang telah ditetapkan. Jika skrining pasif diaktifkan, switch akan menyerahkan panggilan ke layanan voicemail, kemudian membuat koneksi dengan telepon pengguna.
Pada akhir penerimaan, telepon pengguna hanya dapat membuka saluran speaker untuk keperluan monitoring, meninggalkan mikrofon dinonaktifkan atau diredam. Meskipun tidak disebutkan dalam paten, bila diterapkan pada iPhone, segi penemuan ini sangat cocok dibenamkan di perangkat tersebut.
Senin, 13 Januari 2014
Apple Patenkan Teknologi OIS untuk Kamera iPhone 6
Dalam rumor sebelumnya, Apple dikabarkan tidak ingin meningkatkan resolusi pada fitur kamera iPhone 6. Meskipun begitu, sebagai gantinya perusahaan yang berbasis di Cupertino ini fokus pada peningkatan kualitas gambar dengan menerapkan sistem optical image stabilization (OIS).
Seperti dilansir Pocket Now, Apple telah menerbitkan paten pada teknologi IOS yang bakal diterapkan pada kamera smartphone selanjutnya, dalam hal ini adalah iPhone 6. Seperti diketahui, Apple tidak pernah menggunakan teknologi kamera sendiri untuk iPhone, melainkan menggunakan komponen buatan Sony.

Memang sulit dimengerti, kenapa tiba-tiba saja Apple mematenkan teknologi tersebut, setelah beberapa vendor rivalnya sudah menggunakannya lebih dulu untuk smartphone rilisannya. Bahkan banyak pula yang meningkatkan resolusi kameranya hingga 13 MP bahkan 41 MP.
Yang jelas, dengan adanya paten tersebut Apple ingin meningkatkan kualitas kamera pada smartphone selanjutnya dan termasuk citra perusahaan itu sendiri. Apalagi untuk produk iPhone sudah terkenal memiliki fitur kamera yang baik, tentu saja peningkatan kualitas sudah menjadi alasan yang paling masuk akal untuk paten tersebut.
Rabu, 18 Desember 2013
Apple Sukses Patenkan Teknologi Layar Lengkung Pertamanya
Meski telah didahului oleh LG G Flex dan Samsung Galaxy Round, Apple sepertinya enggan ketinggalan dalam persaingan smartphone lengkung. Sebagai bukti, perusahaan yang berbasis di Cupertino ini telah mendaftarkan proposal hak paten ke US Patent and Trademark Office.
Namun tak butuh waktu yang terlalu lama, proposal yang diberi judul “Curved Touch Sensor” tersebut, telah disetujui oleh badan hak cipta Amerika Serikat. Di dalam proposal tersebut, seperti dikutip dari Cnet, dijelaskan sebuah teknik untuk membangun sebuah layar lengkung dengan kualitas yang lebih tinggi.

Secara umum, anda bisa melihat sebuah teknik khusus dengan menempatkan lapisan tipis di atas lapisan yang fleksibel. Setelah itu, kedua lapisan ini akan dipanaskan dengan standar tertentu, sehingga keduanya menyatu. Dengan cara ini, sebuah display bisa lebih tipis dibandingkan layar tradisional yang beredar saat ini.
Apakah ini adalah salah satu tanda bahwa iPhone 6 akan menjadi smartphone Apple pertama yang memiliki layar lengkung?
Rabu, 16 Januari 2013
Apple Patenkan Sensor Sidik Jari untuk iPhone
![]() |
| Sensor biometrik |
Itu artinya, di masa depan iPhone kemungkinan besar akan menggunakan metode fingerprint alias sidik jari atau pengenalan wajah dan mata sebagai pengunci dan pembuka aksesnya.
Dalam deskripsi paten yang diajukan ke Patent and Trademark Office Amerika Serikat (AS), tampak gambar iPhone yang mengilustrasikan bagaimana layar di-unlock dengan dua langkah.
Pertama, melakukan swipe pada tulisan 'slide to unlock'. Selanjutnya, menempatkan jari pada pembaca sidik jari di bagian bawah layar. Barulah kemudian ponsel mendeteksi sidik jari si pengguna dan membuka aksesnya.
Sensor sidik jari untuk membuka akses perangkat, seperti dilansir TechRadar, sebelumnya sudah pernah didaftarkan Apple. Pada 2010, Apple berhak atas paten metode identifikasi fingerprint pada perangkat tablet.
Minggu, 22 Juli 2012
Bendung Android, Apple Segera Patenkan Scroll Bar
Apple dikabarkan akan segera mendaftarkan paten untuk fitur scroll bar yang banyak ditemukan pada smartphone. Hal ini diduga menjadi salah satu langkah Apple untuk membendung laju Android.
Paten yang didaftarkan di Amerika Serikat itu bernomor 8.223.134. Di dalamnya berisikan aturan scroll bar vertikal yang biasa dijumpai saat pengguna membuka teks, list, atau ketika sedang mengolah dokumen.
Apple mengklaim bahwa paten tersebut sudah temasuk ke dalam 134 paten yang mereka ajukan 2007 silam, yakni penampilan scroll bar para perangkat layar sentuh yang bergerak.
Scroll bar sendiri sudah dipakai oleh banyak vendor teknologi jauh sebelum Apple mendaftarkannya sebagai bagian hak intelektual perusahaan asal Cupertino tersebut.
Namun jika fitur tersebut terdapat pada perangkat genggam berlayar sentuh, menampilkan sebagian dokumen yang lebih besar dari layar, dan beberapa ketentuan lainnya, maka itu bisa dianggap melanggar teknologi Apple.
Seperti dikutip dari the verge, scroll bar yang diklaim mirip dengan temuan Apple mulai dipakai Google sejak Android 2.3. Dan bukan tidak mungkin, Apple akan memperjuangkan paten ini untuk membendung serangan pasukan 'robot hijau'.
Paten yang didaftarkan di Amerika Serikat itu bernomor 8.223.134. Di dalamnya berisikan aturan scroll bar vertikal yang biasa dijumpai saat pengguna membuka teks, list, atau ketika sedang mengolah dokumen.
Apple mengklaim bahwa paten tersebut sudah temasuk ke dalam 134 paten yang mereka ajukan 2007 silam, yakni penampilan scroll bar para perangkat layar sentuh yang bergerak.
Scroll bar sendiri sudah dipakai oleh banyak vendor teknologi jauh sebelum Apple mendaftarkannya sebagai bagian hak intelektual perusahaan asal Cupertino tersebut.
Namun jika fitur tersebut terdapat pada perangkat genggam berlayar sentuh, menampilkan sebagian dokumen yang lebih besar dari layar, dan beberapa ketentuan lainnya, maka itu bisa dianggap melanggar teknologi Apple.
Seperti dikutip dari the verge, scroll bar yang diklaim mirip dengan temuan Apple mulai dipakai Google sejak Android 2.3. Dan bukan tidak mungkin, Apple akan memperjuangkan paten ini untuk membendung serangan pasukan 'robot hijau'.
Langganan:
Postingan (Atom)





