Tampilkan postingan dengan label consumer camera. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label consumer camera. Tampilkan semua postingan
Kamis, 25 September 2014
Kamera Socialmatic Berwujud Instagram Dibanderol Rp 4,6 Juta
Di tengah gempuran smartphone berkamera canggih, Polaroid justru hadirkan kamera socialmatic yang diperkenalkan dalam ajang fotografi Photokina di Jerman. Uniknya kamera ini berbentuk persegi mirip dengan logo aplikasi foto yang tengah populer yaitu Instagram. Socialmatic merupakan kamera hybrid yang menggabungkan kamera digital dan kamera instan dalam satu perangkat.
Fitur yang dibenamkan polaroid diantaranya sensor 14 MP di bagian depan dan kamera Selfie dengan sensor 2 MP. Seperti dikutip dari Engadget Jumat, (19/9/2014) keunggulan kamera socialmatic dapat mencetak secara langsung foto yang diambil dengan menggunakan kertas foto instan ZINK berukuran 2x3 inci. Tak hanya itu anda juga bisa menyimpan hasil foto kedalam file digital dengan memori internal 4GB.
Desain bagian depan dapat ditemui LCD pemandu mood. Fitur tersebut dapat menunjukkan muka yang gembira ketika anda menggunakan kamera secara rutin. Dan Jika terlalu lama meninggalkannya, maka muka tampak sedih. Pada bagian belakang tersedia layar sentuh seluas 4,5 inci yang berperan seperti smartphone pada kamera instan tersebut. Socialmatic menjalankan sistem operasi Android dan mendukung konektivitas Bluetooth, Wi-Fi dan GPS. anda berminat membelinya? Sabar dulu, pasalnya perangkat ini baru akan masuk pasaran awal 2015 dengan harga 300 Euro atau sekitar Rp 4,6 juta.
Kamis, 03 Oktober 2013
Brino BFC100: Memudahkan Menciptakan Time Lapse Potret Diri
Produsen kamera khusus video time lapse, Brinno, mengumumkan paketan terbaru untuk kamera timelapse miliknya Brinno TLC200 yang hadir ditujukan untuk mempermudah Anda membuat foto potret diri dalam bentuk video time lapse.
Paketan tersebut diberi nama Brino BFC100. Di dalam paket ini, Anda akan mendapatkan sebuah kamera video time lapse Brino TLC200, sebuah remote shutter berkabel, dan sebuah kaca untuk mempermudah Anda membuat foto potret diri. Untuk membuat foto diri time lapse dengan kamera ini juga sangat mudah. Anda cukup memotret diri Anda dimana saja lalu secara otomatis kamera ini akan mengkonversi hasil bidikan Anda tersebut menjadi sebuah video time lapse dalam bentuk animasi stop motion. Atau Anda juga bisa langsung menggunakannya untuk merekam video time lapse secara langsung. Tidak hanya itu saja, Brinno juga menyediakan fitur 4 file terpisah yang bisa digunakan untuk 4 pengguna berbeda. Jadi satu kamera ini dapat digunakan untuk 4 pengguna yang masing-masing dapat membuat sebuah potret diri.
Brinno BFC100 dibanderol dengan harga US$260 dan dapat Anda pesan melalui laman berikut ini.
| Brino BFC100 | |
| Diafragma Lensa | F1.2 |
| Tipe Lensa | Aspherical Lens (glass lens) |
| Field of View | 140° |
| Focal Length | 18 mm (35mm equivalent) |
| Jarak Fokus | 30 cm (Minimum) |
| Format Video | AVI, 1280x 720, 640x 480 pixel |
| Still Image Format | JPEG (only for using Shutter Line) 1280x 720, 640x 480 pixel |
| Ruang penyimpanan | SD Card (mencapai 32 GB) |
| Time Interval | ASAP:Menangkap 1-4 foto per detik, Custom: dari 1 detik hingga 24 jam |
| Battery: 4 AA | |
| Dimensi | 64x 46x 106 mm |
| Bobot | 120 g tanpa baterai |
Senin, 11 Februari 2013
Ricoh Pamerkan Kamera yang Bisa Terhubung ke Smartphone dan Tablet
Sebagai perusahaan asal Jepang yang mengkhususkan diri dalam bidang optik dan gambar, termasuk kamera dan printer, Ricoh tentunya tidak ingin berdiam diri melihat perkembangan dunia fotografi yang semakin menggeliat.
Maka, dihadirkanlah sebuah konsep kamera inovatif yang dapat terhubung dengan smartphone atau tablet.
Maka, dihadirkanlah sebuah konsep kamera inovatif yang dapat terhubung dengan smartphone atau tablet.
Melalui video yang dilansir ke YouTube, Ricoh memamerkan kamera tersebut dan kemampuandalam menangkap gambar panorama yang kemudian dikirimkan secara nirkabel ke smartphone atau tablet.Kamera tersebut dicoba untuk diproduksi terutama untuk mengukur reaksi pasar.
"Idenya adalah, foto yang kamu ambil akan tiba secara otomatis ke smartphone atau tablet," ujar salah satu perwakilan Ricoh, seperti dilansir dari dPreview.
Dalam rilisnya, Ricoh tidak memberikan informasi teknis terhadap kamera tersebut, terlepas dari kenyataan bahwa mereka menggunakan dua buah lensa yang mampu mengambil foto dengan jangkauan 180 derajat yang akan menggabungkan beberapa foto menjadi sebuah rangkaian panorama.
Ricoh sendiri sedang mengupayakan agar hasil dari gambar panorama kamera tersebut dapat dicetak sebagai konsep produk potensial, dan sedang mempertimbangkan untuk menambahkan fitur video capture , serta stills, yang membuatnya semakin inovatif.
Selasa, 05 Februari 2013
Swann Bolt HD Camera, Kecanggihan di Balik Desain Unik
Hanya butuh beberapa tahun sebelum kamera action membangun segmen pasar baru untuk diri mereka sendiri, saat ini sudah hadir banyak pilihan. Tidak hanya canggih, tangguh, dan tahan air, kamera jenis ini juga menjadi pilihan bagi mereka yang ingin memiliki kamera yang tidak biasa.
Salah satu dari banyak pilihan itu adalah Swann Bolt HD Camera yang dilengkapi dengan lensa dan sensor 12MP yang dapat merekam video dalam kualitas HD beresolusi 1080p pada 30fps serta mengambil gambar diam. Rekaman itu dapat direkam ke kartu MicroSD untuk transfer mudah dan melihat.
Seperti menjadi ciri kamera action kebanyakan, kamera ini juga tahan air hingga 10 meter atau 32 kaki dari air, sehingga ideal untuk menangkap video bawah air juga. Bentuknya yang ringkas dan unik menyerupai teropong juga membuatnya jadi pilihan bagi mereka yang berkepribadian unik pula.
Swann Bolt HD Camera memiiki kemudahan dalam mengatur kamera dengan untuk mode panorama dan nyaman untuk membidik area objek dengan mengaktifkan laser yang tersedia sekalipun pada kamera. Di pasaran, kamera action ini tersedia mulai dari US$ 200 atau sekitar Rp 1,9 juta.
Kamis, 03 Januari 2013
Ini Dia Kamera Digital Khusus Anak-anak
Bagi Anda yang ingin mengenalkan dunia fotografi kepada buah hati sejak dini, ada beberapa faktor penting yang harus diperhatikan saat memilih kamera, antara lain keawetan piranti serta kemudahan penggunaan.
Atas alasan itulah, kamera-kamera berikut ini diciptakan. Balutan warna-warna cerah dengan tombol minimalis diciptakan untuk pengalaman fotografi yang menyenangkan sang anak saat di usia 3 hingga 7 tahun.
Seperti apa kamera yang dimaksud? Berikut beberapa di antaranya seperti yang dirangkum dari Photodoto :
1. Fisher-Price Kid-Tough Digital Camera
Kamera ini memenangkan penghargaan untuk Kid Tough Camera. Bodinya menyerupai mainan dengan tombol-tombol sederhana dan format yang memang dibuat easy-to-use.
Terdapat layar LCD berwarna dengan ukuran 1,5 inch. Kamera ini mampu menampung hingga 500 foto di kartu memori berkapasitas 128 MBnya.
2. Vtech Kidizoom Camera
Pihak pembesut membekali piranti ini dengan kemampuan zoom 4x dan penyimpanan memori internal 128 MB.
Resolusi image-nya memang tidak terlalu tinggi, yakni hanya 1,3MP. Yang membedakannya dengan kamera-kamera 'serius', selain tentu saja bodinya adalah keberadaan tiga game di dalamnya. Plus, anak-anak bisa mengambil foto dengan frame yang lucu, stamp serta efek foto yang dibuat menarik.
3. LEGO
Meski mirip mainan Lego, namun sejatinya piranti ini bisa menghasilkan foto beresolusi 3 MP dan mampu menyimpan hingga 80 foto. Untuk pemotretan di kondisi low-light, dihadirkanlah built-in flash dan foto yang dihasilkan bisa dipindah ke komputer melalui USB.'
4. Toy Story 3 Alien Digital Camera
Yang ini juga didesain untuk anak-anak berusia 3 tahun ke atas. Jangan salah, kamera berikut sudah dilengkapi dengan viewfinder dan LED flash.
5. Barbie Camera
Desainnya sangat girly dengan warna pink khas barbie. Piranti yang dilengkapi dengan mirror untuk melakukan self portrait ini juga memungkinkan penggunanya mentransfer foto ke komputer melalui USB.
Atas alasan itulah, kamera-kamera berikut ini diciptakan. Balutan warna-warna cerah dengan tombol minimalis diciptakan untuk pengalaman fotografi yang menyenangkan sang anak saat di usia 3 hingga 7 tahun.
Seperti apa kamera yang dimaksud? Berikut beberapa di antaranya seperti yang dirangkum dari Photodoto :
1. Fisher-Price Kid-Tough Digital Camera
Kamera ini memenangkan penghargaan untuk Kid Tough Camera. Bodinya menyerupai mainan dengan tombol-tombol sederhana dan format yang memang dibuat easy-to-use.
Terdapat layar LCD berwarna dengan ukuran 1,5 inch. Kamera ini mampu menampung hingga 500 foto di kartu memori berkapasitas 128 MBnya.
2. Vtech Kidizoom Camera
Pihak pembesut membekali piranti ini dengan kemampuan zoom 4x dan penyimpanan memori internal 128 MB.
Resolusi image-nya memang tidak terlalu tinggi, yakni hanya 1,3MP. Yang membedakannya dengan kamera-kamera 'serius', selain tentu saja bodinya adalah keberadaan tiga game di dalamnya. Plus, anak-anak bisa mengambil foto dengan frame yang lucu, stamp serta efek foto yang dibuat menarik.
3. LEGO
Meski mirip mainan Lego, namun sejatinya piranti ini bisa menghasilkan foto beresolusi 3 MP dan mampu menyimpan hingga 80 foto. Untuk pemotretan di kondisi low-light, dihadirkanlah built-in flash dan foto yang dihasilkan bisa dipindah ke komputer melalui USB.'
4. Toy Story 3 Alien Digital Camera
Yang ini juga didesain untuk anak-anak berusia 3 tahun ke atas. Jangan salah, kamera berikut sudah dilengkapi dengan viewfinder dan LED flash.
5. Barbie Camera
Desainnya sangat girly dengan warna pink khas barbie. Piranti yang dilengkapi dengan mirror untuk melakukan self portrait ini juga memungkinkan penggunanya mentransfer foto ke komputer melalui USB.
Sabtu, 22 Desember 2012
CCTV Segala Cuaca dari D-Link, Bisa Dikendalikan Via Android & iOS
Kamera CCTV sebagai salah satu perangkat pengamanan semakin menjamur dan canggih saja. Produsen peralatan networking D-Link juga memiliki produk kamera keamanan pintar — yang terbaru adalah kamera mini mirip webcam berikut yang tahan cuaca dan dapat dikontrol via perangkat Android dan iOS.
CCTV ini memiliki lensa fokus tetap 3,45 mm dengan f/2.0. Sertifikasi IP-65 yang dimilikinya menjamin kinerja kamera ini dari semburan air bertekanan rendah, hujan dan debu. Selain itu, sensor gerak PIR dapat memungkinkan Anda mengatur kamera untuk mulai merekam saat mereka mendeteksi adanya gerakan.
Hasil rekaman video resolusi HD 720p atau foto 1280×800 pixel bisa Anda simpan di kartu memori microSDHC, atau dikirimkan ke cloud D-Link yang disediakan, atau kombinasi keduanya. Tentu saja Anda membutuhkan koneksi internet seperti WiFi di rumah atau tempat usaha Anda.
Kamera ini memiliki speaker dan mikrofon, serta sensor inframerah untuk perekaman kala malam hari. Jika tertarik, Anda harus menyediakan dana sekitar $394 (Rp3,7 juta). Saat ini, kamera pengintai segala cuaca dari D-Link ini sudah mulai dijual di Inggris. Belum ada kabar kapan akan masuk ke Indonesia.
CCTV ini memiliki lensa fokus tetap 3,45 mm dengan f/2.0. Sertifikasi IP-65 yang dimilikinya menjamin kinerja kamera ini dari semburan air bertekanan rendah, hujan dan debu. Selain itu, sensor gerak PIR dapat memungkinkan Anda mengatur kamera untuk mulai merekam saat mereka mendeteksi adanya gerakan.
Hasil rekaman video resolusi HD 720p atau foto 1280×800 pixel bisa Anda simpan di kartu memori microSDHC, atau dikirimkan ke cloud D-Link yang disediakan, atau kombinasi keduanya. Tentu saja Anda membutuhkan koneksi internet seperti WiFi di rumah atau tempat usaha Anda.
Kamera ini memiliki speaker dan mikrofon, serta sensor inframerah untuk perekaman kala malam hari. Jika tertarik, Anda harus menyediakan dana sekitar $394 (Rp3,7 juta). Saat ini, kamera pengintai segala cuaca dari D-Link ini sudah mulai dijual di Inggris. Belum ada kabar kapan akan masuk ke Indonesia.
Kamis, 18 Oktober 2012
GoPro HD Hero3, Lebih Ngebut & Ringkas
GoPro menambahkan seri baru di lini action camera-nya, HD Hero3. Pihak pembesut mengklaim, piranti ini lebih kecil, ringan dan mumpuni dibanding pendahulunya, HD Hero2.
Dibesut awalnya untuk para surfer, kamera ini telah meluaskan sasaran penggunanya. Tak hanya dipakai untuk merekam aktivitas surfing, namun juga olahraga ekstrim lainnya.
Kamera ini memang bukanlah kamera untuk pengguna 'biasa', namun ia dibesut bagi pemain ski, penyelam, peselancar dan lain-lain.
Wired melaporkan, sejak tahun 2009 brand yang dimiliki oleh perusahaan Half Moon Bay ini telah menjual lebih dari 3 juta unit kamera. "Tak ada yang menciptakan kamera paling serba guna di dunia, dan kami adalah satu-satunya yang melakukannya," klaim CEO Nick Woodman.
Saat perilisannya di San Fransisco, GoPro mengatakan bahwa seri top of the linenya, yakni Black Edition memiliki ukuran 30% lebih kecil dan 25% lebih ringan dibanding predecessor-nya. Tak hanya itu, spesifikasi lainnya juga digenjot.
Seri ini sudah dibekali dengan built in WiFi dan mampu menangkap still di resolusi 12MP pada 30 fps. HD Hero3 Black Edition ini juga diklaim mampu menangkap video hingga 4K saat frame ratenya diturunkan pada 15fps.
Prosesornya dikatakan dua kali lebih ngebut, pun dengan frame ratenya yang ditingkatkan. Di seri ini pengguna diberikan pilihan perekaman pada 1080p60, 1440p48, 960p100 dan 720p120.
Dikutip dari TechRadar, model lainnya juga turut dirilis namun dengan spesifikasi yang lebih rendah yakni Silver Edition dan White Edition.
Untuk yang Black Edition, lengkap dengan WiFi remote dan kemampuan waterproofnya yang bisa dibawa hingga kedalaman air 10 kaki, dibanderol USD 399 atau Rp 3,8 juta (USD 1 = Rp 9.580). Lantas USD 200 untuk yang Silver dan USD 199 untuk yang menginginkan White Edition.
Dibesut awalnya untuk para surfer, kamera ini telah meluaskan sasaran penggunanya. Tak hanya dipakai untuk merekam aktivitas surfing, namun juga olahraga ekstrim lainnya.
Kamera ini memang bukanlah kamera untuk pengguna 'biasa', namun ia dibesut bagi pemain ski, penyelam, peselancar dan lain-lain.
Wired melaporkan, sejak tahun 2009 brand yang dimiliki oleh perusahaan Half Moon Bay ini telah menjual lebih dari 3 juta unit kamera. "Tak ada yang menciptakan kamera paling serba guna di dunia, dan kami adalah satu-satunya yang melakukannya," klaim CEO Nick Woodman.
Saat perilisannya di San Fransisco, GoPro mengatakan bahwa seri top of the linenya, yakni Black Edition memiliki ukuran 30% lebih kecil dan 25% lebih ringan dibanding predecessor-nya. Tak hanya itu, spesifikasi lainnya juga digenjot.
Seri ini sudah dibekali dengan built in WiFi dan mampu menangkap still di resolusi 12MP pada 30 fps. HD Hero3 Black Edition ini juga diklaim mampu menangkap video hingga 4K saat frame ratenya diturunkan pada 15fps.
Prosesornya dikatakan dua kali lebih ngebut, pun dengan frame ratenya yang ditingkatkan. Di seri ini pengguna diberikan pilihan perekaman pada 1080p60, 1440p48, 960p100 dan 720p120.
Dikutip dari TechRadar, model lainnya juga turut dirilis namun dengan spesifikasi yang lebih rendah yakni Silver Edition dan White Edition.
Untuk yang Black Edition, lengkap dengan WiFi remote dan kemampuan waterproofnya yang bisa dibawa hingga kedalaman air 10 kaki, dibanderol USD 399 atau Rp 3,8 juta (USD 1 = Rp 9.580). Lantas USD 200 untuk yang Silver dan USD 199 untuk yang menginginkan White Edition.
Rabu, 26 September 2012
Autographer, Kamera Canggih 'Bebas Klik'
Biasanya, sebuah kamera akan melakukan bidikan pada obyek yang diinginkan saat tombol shutter ditekan. Namun tidak dengan kamera yang satu ini.
Didesain oleh perusahaan asal Inggris bernama OMG Plc, piranti yang dimaksud bisa bekerja melakukan bidikan tanpa mengharuskan pengguna menekan tombol.
Sedianya, piranti bernama Autographer ini diciptakan untuk mereka yang menderita dementia, namun belakangan pihak pembesut memutuskan merilisnya ke pasar yang lebih luas. Demikian seperti yang dikutip dari Reuters.
Kemampuan yang bisa dilakukan oleh piranti di atas terwujud berkat algoritma dan pembekalan lima sensor serta software yang dikembangkan oleh Microsoft Corp. Kelima sensor itu yakni magnometer, color sensor, infrared detector, accelerometer dantemperaturesensor.
Terdapat juga module GPS built-in untuk melakukan geotagging pada foto-foto yang diambil. Adapun spesifikasi lainnya adalah kapasitas penyimpanan 8 GB, konektivitas bluetooth dan sensor berkekuatan 5 MP.
PetaPixel melaporkan, kamera tersebut bisa dipakai di leher atau disematkan di baju. Piranti yang bisa berfungsi sebagai kamera stop-motion/time-lapse ini memiliki dua tombol di bagian samping untuk mengontrol layar OLED dan melakukan pembidikan secara manual.
Layarnya sendiri memiliki indikator dan settingan untuk menilik kapasitas memori, mode airplane, sensitivitas sensor dan lain-lain. Lantas di bagian depannya terdapat lensa wide-angle 136 derajat.
Autographer akan dijual ke publik dengan banderol harga USD 650 atau sekitar Rp 6,2 juta (USD 1=Rp 9.580). Setelah dipasarkan di Inggris, Autographer bakal menyambangi Amerika Serikat dan Jepang. Belum diketahui apakah piranti ini juga akan tersedia di negara lain.
Didesain oleh perusahaan asal Inggris bernama OMG Plc, piranti yang dimaksud bisa bekerja melakukan bidikan tanpa mengharuskan pengguna menekan tombol.
Sedianya, piranti bernama Autographer ini diciptakan untuk mereka yang menderita dementia, namun belakangan pihak pembesut memutuskan merilisnya ke pasar yang lebih luas. Demikian seperti yang dikutip dari Reuters.
Kemampuan yang bisa dilakukan oleh piranti di atas terwujud berkat algoritma dan pembekalan lima sensor serta software yang dikembangkan oleh Microsoft Corp. Kelima sensor itu yakni magnometer, color sensor, infrared detector, accelerometer dantemperaturesensor.
Terdapat juga module GPS built-in untuk melakukan geotagging pada foto-foto yang diambil. Adapun spesifikasi lainnya adalah kapasitas penyimpanan 8 GB, konektivitas bluetooth dan sensor berkekuatan 5 MP.
PetaPixel melaporkan, kamera tersebut bisa dipakai di leher atau disematkan di baju. Piranti yang bisa berfungsi sebagai kamera stop-motion/time-lapse ini memiliki dua tombol di bagian samping untuk mengontrol layar OLED dan melakukan pembidikan secara manual.
Layarnya sendiri memiliki indikator dan settingan untuk menilik kapasitas memori, mode airplane, sensitivitas sensor dan lain-lain. Lantas di bagian depannya terdapat lensa wide-angle 136 derajat.
Autographer akan dijual ke publik dengan banderol harga USD 650 atau sekitar Rp 6,2 juta (USD 1=Rp 9.580). Setelah dipasarkan di Inggris, Autographer bakal menyambangi Amerika Serikat dan Jepang. Belum diketahui apakah piranti ini juga akan tersedia di negara lain.
Selasa, 03 Juli 2012
Kamera 4K Point Grey Diklaim Terkecil di Dunia
Point Grey, salah satu manufaktur kamera digital telah merilis model baru di lini kamera Flea3 USB.3.0-nya. Kamera yang dimaksud mampu mendukung resolusi 4K. Diklaimnya, piranti ini adalah kamera 4K USB 3.0 terkecil di dunia.
Kamera Point Grey Flea3 mampu melakukan perekaman video 4K (8.8 MP). Dengan USB 3.0, ia bisa melakukan pengiriman image berwarna dengan resolusi 4096 x 2160 pada 21 fps.
Pengguna pun dijanjikan mendapatkan sensitivitas tinggi serta rentang dinamis untuk warna yang lebih tajam. Hal ini diwujudkan lewat pemakaian sensor Sony Exmor R IMX121 baru dengan arsitektur back-iluminated CMOS, demikian seperti dilansir dari SlashGear.
Mendapat klaim sebagai yang terkecil untuk ukuran kamera 4K, kamera yang dibanderol di harga USD 945 tersebut hanya memiliki dimensi 29 mm x 29 mm x 30 mm. Flea3 FL3-U3-88S2C-C dikatakan cocok untuk kepentingan khusus seperti oftamologi dan multimedia interaktif.
Kamera Point Grey Flea3 mampu melakukan perekaman video 4K (8.8 MP). Dengan USB 3.0, ia bisa melakukan pengiriman image berwarna dengan resolusi 4096 x 2160 pada 21 fps.
Pengguna pun dijanjikan mendapatkan sensitivitas tinggi serta rentang dinamis untuk warna yang lebih tajam. Hal ini diwujudkan lewat pemakaian sensor Sony Exmor R IMX121 baru dengan arsitektur back-iluminated CMOS, demikian seperti dilansir dari SlashGear.
Mendapat klaim sebagai yang terkecil untuk ukuran kamera 4K, kamera yang dibanderol di harga USD 945 tersebut hanya memiliki dimensi 29 mm x 29 mm x 30 mm. Flea3 FL3-U3-88S2C-C dikatakan cocok untuk kepentingan khusus seperti oftamologi dan multimedia interaktif.
Selasa, 22 Maret 2011
Lights, Camera, Action! Lewat USB Saja
Mau berkhayal jadi sutradara Hollywood? Satu set gadget yang dijalankan melalui port USB ini bisa jadi pilihan.
Set ini terdiri dari kamera (webcam) dan lampu, dua-duanya bisa dioperasikan melalui port USB pada komputer. Set yang disebut Hollywood Film Kit ini bisa digunakan pada Macintosh dan Windows.
Kameranya memiliki bentuk ala kamera Hollywood, lengkap dengan dua lingkaran ala gulungan film. Sedangkan lampunya juga dibuat mirip bentuk lampu yang digunakan pada produksi film.
Kedua gadget itu memiliki bentuk fleksibel yang bisa diatur agar berdiri dan menyorot sesuai sudut yang diinginkan. Hollywood Film Kit dijual online di situs IWantOneOfThose.com seharga USD 18 untuk kamera dan USD 9 untuk lampu.
Tentunya, kualitas gambar yang dihasilkan dan mutu pencahayaannya tak bisa dibandingkan dengan Hollywood. Tapi, kalau sekadar untuk berkhayal sih tak apa-apa.
Set ini terdiri dari kamera (webcam) dan lampu, dua-duanya bisa dioperasikan melalui port USB pada komputer. Set yang disebut Hollywood Film Kit ini bisa digunakan pada Macintosh dan Windows.
Kameranya memiliki bentuk ala kamera Hollywood, lengkap dengan dua lingkaran ala gulungan film. Sedangkan lampunya juga dibuat mirip bentuk lampu yang digunakan pada produksi film.
Kedua gadget itu memiliki bentuk fleksibel yang bisa diatur agar berdiri dan menyorot sesuai sudut yang diinginkan. Hollywood Film Kit dijual online di situs IWantOneOfThose.com seharga USD 18 untuk kamera dan USD 9 untuk lampu.
Tentunya, kualitas gambar yang dihasilkan dan mutu pencahayaannya tak bisa dibandingkan dengan Hollywood. Tapi, kalau sekadar untuk berkhayal sih tak apa-apa.
Langganan:
Postingan (Atom)















