# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label about steve jobs history. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about steve jobs history. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Desember 2021

Nostalgia Steve Jobs Sombongkan iPhone Generasi Pertama

iPhone yang sekarang sudah masuk model iPhone 13, pertama kali diperkenalkan oleh mendiang Steve Jobs pada 9 Januari 2007 di ajang MacWorld di San Francisco, California, Amerika Serikat.



Banyak yang dikatakannya pada saat rilis perdana itu, tentu saja berisi pujian untuk iPhone yang dikatakannya sangat revolusioner di zamannya.

 

Dan memang kedatangan iPhone merevolusi industri smartphone dengan layar sentuh intuitif dan ekosistem aplikasi menarik, yang di kemudian hari jadi tren. 

 

Nah, berikut beberapa pernyataan menarik yang dilontarkan Jobs di panggung peluncuran iPhone tersebut:


1. Smartphone tentu saja tambah pintar tapi makin sulit digunakan. Mereka sungguh kompleks. Butuh waktu untuk melakukan hal mendasar. 

 

Kami tak ingin melakukan hal seperti itu. 

 

Yang kami lakukan adalah membuat produk terobosan yang jauh lebih pintar dari perangkat lain yang pernah ada dan super mudah dipakai. Inilah iPhone.

 

2. Apa yang akan kami lakukan adalah menghilangkan semua tombol dan membuat layar besar. Sebuah layar raksasa.

 

3. Kita akan menggunakan stylus. Eh tidak, siapa sih yang menginginkan sebuah stylus? Tak seorang pun ingin stylus. 

 

Jadi mari jangan gunakan stylus. Kita akan menggunakan perangkat penunjuk terbaik di dunia. Yang kita semua lahir dengannya dalam jumlah sepuluh. Kita akan memakai jari kita.

 

4. Kita akan menyentuhnya dengan jari kita. Dan kami telah menemukan teknologi baru bernama multi touch yang fenomenal. 

 

Cara bekerjanya seperti sihir. Kamu tak butuh stylus. Ini jauh lebih akurat dari layar sentuh apapun yang sudah ada. Ia mengabaikan sentuhan yang tak disengaja, sangat pintar.

 

5. Kami mendesain sesuatu yang mengagumkan. Jadi begini bentuknya. Ada layar 3,5 inch. Sangat besar. 

 

Dan ini adalah layar beresolusi tertinggi yang pernah kami luncurkan. 160 pixel per inch. Dan di depan hanya ada satu tombol di bawah. 

 

Kami menyebutnya home button. Membawa kamu ke home dari mana pun kamu berada. Ponsel ini sungguh tipis. Lebih tipis dari smartphone manapun di luar sana, 11,6 milimeter.


6. Ada keyboard kecil ini yang fenomenal. Bisa mencegah error dan mengkoreksi. Mengetik di keyboard ini sangat cepat. 

 

Lebih cepat dibandingkan semua keyboard plastik kecil yang ada di semua smartphone itu.

 

7. Banyak dari ponsel itu, banyak smartphone baterainya cukup lemah. Kami berhasil membuat baterai dengan ketahanan lima jam, itu untuk bicara, video atau browsing. 

 

Lima jam baterai dan 16 jam untuk mendengarkan audio. Lebih baik secara dramatis dari smartphone lain.

 

8. Setelah hari ini, kupikir tidak ada lagi orang yang melihat ponsel dengan cara yang sama lagi.

 

9. iPhone itu seperti memiliki hidup di saku kamu. Ini adalah perangkat digital yang ultimate.

 

Itulah momen kenangan 9 ucapan Steve Jobs saat peluncuran iPhone. 14 Tahun kemudian, setiap ucapannya telah berkembang jadi aneka inovasi smartphone.

baca keseluruhan - Nostalgia Steve Jobs Sombongkan iPhone Generasi Pertama

Sabtu, 16 Oktober 2021

Steve Jobs Pernah Tawarkan Dell Pakai Mac OS Tapi Ditolak

Memperingati 10 tahun meninggalnya Steve Jobs, bos-bos teknologi ramai membagikan cerita pengalaman mereka bersama mantan CEO Apple tersebut. 

 

Salah satunya pendiri dan CEO Dell Michael Dell yang merupakan salah satu teman dekat Jobs.

 

Dalam wawancara dengan Cnet, Dell menceritakan bagaimana Jobs membujuk perusahaannya untuk melisensikan Mac OS agar dijalankan di perangkat PC berbasis Intel, langkah yang menurutnya bisa mengubah industri PC.

 

Ceritanya bermula saat Jobs pertama kali mendekati Dell untuk bermitra setelah ditendang dari Apple dan mendirikan NeXT. 

 

Jobs ingin Dell menggunakan sistem operasi buatan NeXT di perangkat Dell, dan Jobs mengklaim sistem operasi ini lebih baik daripada Windows.

 

Kepada Jobs, Dell mengatakan kemitraan itu tidak akan terwujud karena tidak ada aplikasi yang tersedia untuk sistem operasi NeXT dan tidak ada pelanggan yang tertarik.

 

Setelah Jobs kembali ke Apple, ia kembali menawarkan Dell untuk melisensi Mac OS dan memasangnya di perangkat Dell. 

 

Saat itu Jobs mengatakakan kepada Dell bahwa konsumen bisa memilih antara Mac OS atau Windows.

 

"Ia mengatakan, lihat ini - kami memiliki desktop Dell yang menjalankan Mac OS. Kenapa kamu tidak melisensi Mac OS?" kata Dell, seperti dikutip dari MacRumors, Jumat (8/10/2021).

 

Dell berpikir itu adalah ide yang bagus dan ia ingin membayar biaya lisensi kepada Apple untuk tiap perangkat Dell yang menjalankan Mac OS. 

 

Tapi karena Jobs khawatir penjualan PC bisa mengalahkan Mac karena harganya lebih murah, ia kemudian meminta Dell untuk memasukkan Mac OS bersama Windows di semua PC.

 

Jobs beralasan dengan cara ini konsumen bisa memilih ingin menggunakan sistem operasi yang mana saat membeli PC Dell. 

 

Tapi cara ini juga akan membuat kantong Dell kering karena harus membayar lisensi ke Apple untuk tiap perangkat yang mereka jual.

 

"Royalti yang ia bicarakan akan berjumlah ratusan juta dolar, dan perhitungannya tidak cocok karena sebagian besar konsumen kami, terutama konsumen bisnis besar, tidak begitu menginginkan sistem operasi Mac," kata Dell.

 

"Proposal Steve akan menarik kalau kami hanya bilang, 'OK, kami akan membayarmu setiap kali kami menggunakan Mac OS'. 

 

Tapi untuk membayarnya bahkan saat kami tidak menggunakannya ... yah, usaha yang bagus Steve," sambungnya.

 

Masalah royalti itu akhirnya membuat Dell menolak tawaran Jobs. Meski begitu, Dell mengatakan jika kesepakatan itu terwujud kemungkinan bisa mengubah industri PC.

 

Batalnya kesepakatan antara kedua perusahaan juga tidak membuat hubungan Dell dan Jobs retak. Meski sempat beberapa kali berargumen, Dell mengatakan ia tetap berteman dengan Jobs.

baca keseluruhan - Steve Jobs Pernah Tawarkan Dell Pakai Mac OS Tapi Ditolak

Steve Jobs dan Bill Gates, Awalnya Musuhan Akhirnya Sobatan

Pada 10 tahun yang lampau tepatnya pada 5 Oktober 2011, Steve Jobs meninggal dunia. Nama sang legenda masih banyak diperbincangkan. 

 

Misalnya soal hubungannya dengan teman seangkatan yang juga sama terkenalnya, sama legendarisnya, siapa lagi kalau bukan Bill Gates.

 

Bill Gates sudah berulangkali membahas pertemanannya dengan Jobs yang diwarnai pasang surut. 

 

"Aku cukup beruntung berjumpa Steve Jobs beberapa kali. Orang selalu mengatakan betapa keren Steve Jobs," kata Gates beberapa waktu silam.

 

Dulu, Gates dan Jobs pernah terlibat dalam perseteruan serius. 

 

Puncaknya terjadi saat Microsoft merilis Windows pertama pada 1985, yang menggunakan tampilan antarmuka grafis. 

 

Jobs yang marah menuduh Microsoft meniru mentah-mentah Macintosh.

 

Gates tak ambil pusing. Ia sudah yakin ide tampilan antarmuka ini akan jadi besar, dan tak merasa Apple punya hak eksklusif atasnya. 

 

Lagipula, Gates tahu ide tampilan antarmuka grafis Apple itu terinspirasi dari Xerox, yang dikembangkan Palo Alto Research Center, sebuah institusi yang sama-sama mereka puja.

 

"Menurutku ini seperti kami sama-sama mempunyai tetangga kaya bernama Xerox dan aku membobol rumahnya untuk mencuri televisi namun ternyata kamu sudah mencurinya terlebih dahulu," ujar Gates menjawab tuduhan Steve Jobs tersebut.

 

Namun kemudian, keduanya mulai akur. Gates pun selalu mengenang Jobs sebagai sosok sahabat. 

 

Gates menuturkan lagu kenangan mereka yang berjudul Two of Us dari The Beatles. Salah satu liriknya berbunyi "You and I have memories longer than the road that stretches out ahead."

 

"Steve sangat menyukai musik. Dia suka Beatles dan aku juga. Dan dia memang menyebutkan lagu ini ketika dulu kami diwawancarai bersama. 

 

Hanya dia dan aku mengerti seberapa intens dan kenangan apa saja yang datang bersama dengan lagu itu," ujar Gates.

 

"Dalam tahun tahun awal kami, intensitas di antara kami selalu tentang proyek dan kemudian, karena Steve sakit, menjadi jauh lebih mellow, dalam hal membicarakan tentang kehidupan dan anak anak kami," papar Gates.

 

Gates memuji bahwa Jobs adalah sosok jenius, terutama dalam hal desain produk. Meski banyak bersaing, Gates kembali menegaskan kalau mereka adalah sekutu dekat.

 

"Dalam beberapa periode kami benar benar adalah sekutu, mengerjakan software original untuk Apple. 

 

Kadang dia memang sangat keras padamu dan kadang dia akan sangat memberi semangat," tutur Gates.

 

Gates menambahkan mereka berdua boleh dibilang memang tumbuh bersama. Dan meskipun terjadi persaingan ketat di antara mereka, tetap ada rasa saling menghormati.

 

"Usia kami hampir sama dan kami dulu semacam orang yang naif optimistik dan membangun perusahaan besar. 

 

Dan semua fantasi kami dalam menciptakan produk dan belajar hal baru, kami sudah mencapai itu semua," tukas Gates.

 

"Kebanyakan kami mencapainya sebagai rival. 

 

Namun kami selalu menjaga rasa respek dan komunikasi bahkan ketika dia sedang sakit," tambah pendiri Microsoft tersebut tentang Steve Jobs.

baca keseluruhan - Steve Jobs dan Bill Gates, Awalnya Musuhan Akhirnya Sobatan

Apple Kenang 10 Tahun Wafatnya Steve Jobs

Tak terasa sudah 10 tahun Steve Jobs meninggal dunia.


Apple kembali mengenang kembali sang pendirinya itu di halaman resminya.


Perusahaan yang bermarkas di Cupertino itu menampilkan film pendek berdurasi 2 menit 49 detik.


Isi film tersebut menampilkan perjalanan pria kelahiran California tahun 1955 itu saat mendirikan Apple hingga tumbuh menjadi raksasa teknologi.


Saat scroll ke bawah, akan ada pesan khusus dari keluarga Steven Jobs. Isinya sebagai berikut :

Statement from the Jobs family


For a decade now, mourning and healing have gone together.


Our gratitude has become as great as our loss.


Each of us has found his or her own path to consolation,
but we have come together in a beautiful place of love
for Steve, and for what he taught us.


For all of Steve's gifts, it was his power as a teacher that has endured.


He taught us to be open to the beauty of the world, to be curious around
new ideas, to see around the next corner, and most of all to stay
humble in our own beginner's mind.


There are many things we still see through his eyes, but he also
taught to look for ourselves.


He gave us equipment for living,
and it has served us well.


One of our greatest sources of consolation has been our association
of Steve with beauty.


The sight of something beautiful - a wooded hillside,
a well‑made object - recalls his spirit to us.


Even in his years of suffering,
he never lost his faith in the beauty of existence.


Memory is inadequate for what is in our hearts: we miss him profoundly.


We were blessed to have him as husband and father.

Pernyataan dari keluarga Jobs


Selama satu dekade hingga sekarang, masa berkabung dan proses penyembuhan berjalan beriringan.


Rasa syukur kami sama besarnya dengan rasa kehilangan.


Masing-masing dari kami telah menemukan jalannya sendiri menuju penghiburan, tapi kami bertemu di tempat yang indah untuk Steve, dan untuk apa yang dia ajarkan kepada kami.


Untuk semua anugerah yang dimiliki Steve, itu adalah kekuatannya sebagai guru yang masih bertahan hingga sekarang.


Dia mengajari kami terbuka terhadap keindahan dunia, untuk selalu ingin tahu ide-ide baru, untuk melihat di persimpangan berikutnya, dan yang terpenting, untuk tetap rendah hati dalam pikiran kita sendiri.


Ada banyak hal yang masih kami lihat melalui matanya, tetapi dia juga diajarkan untuk mencari jati diri sendiri.


Dia memberi kami bekal yang amat baik untuk hidup.


Salah satu sumber penghiburan terbesar kami adalah asosiasi Steve dengan keindahan.


Pemandangan sesuatu yang indah - lereng bukit berhutan, objek yang dibuat dengan baik - mengingatkan semangatnya kepada kita.


Bahkan di tahun-tahun terakhir penderitaannya, dia tidak pernah kehilangan keyakinannya pada keindahan.


Ingatan tidak cukup mewakili apa yang ada di hati kami: bahwa kami sangat merindukannya.


Kami diberkati karena memilikinya sebagai suami dan ayah.


Kisah Hidup Steve Jobs


Steven Paul Jobs, demikian nama lengkapnya, lahir di San Francisco, Amerika Serikat, 25 Februari 1955.


Dia diadopsi oleh Paul dan Clara Jobs. Ayah biologis Jobs, Abdulfattah John Jandali, merupakan profesor sains politik dan ibu kandungnya Joanne Simpson ahli terapi bicara.


Hampir sebagian besar masa kecil hingga remaja dihabiskannya di Cupertino, California.


Setelah lulus dari sekolah menengah atas pada 1972, Jobs melanjutkan studinya di Reed College di Portland selama satu semester.


Setelah itu, pada musim gugur 1974 Jobs mulai bekerja sebagai teknisi di Atari, sebuah perusahaan yang mendesain circuit board.


Jobs mulai berpikir untuk mendirikan perusahaan.


Maka dua tahun kemudian, pada 1976 berdirilah Apple yang dibangunnya bersama Steve Wozniak.


Dengan modal beberapa ribu dolar, keduanya memulai bisnis yang memiliki visi mengubah dunia.


Tak perlu menunggu waktu lama, Apple segera merilis produk pertamanya yang kemudian dijuluki sebagai 'revolusi komputer personal'.


Pada pertemuan pemegang saham tahunan Apple tanggal 24 Januari 1984, Jobs memperkenalkan Macintosh.


Selanjutnya Macintosh menjadi komputer kecil pertama yang sukses secara komersial dengan antarmuka pengguna grafis.

Meski Jobs dikenal kharismatik, sejumlah rekan dan karyawannya kala itu menilainya sebagai manajer yang mudah berubah pikiran, keras kepala dan temperamental.


Penurunan penjualan pun terjadi pada akhir 1984 dan mengakibatkan keretakan hubungan kerja Jobs dengan John Sculley yang kala itu menjabat sebagai CEO Apple.


Pada akhir Mei 1985, setelah ketegangan internal dan pengumuman PHK besar-besaran, Sculley mengakhiri jabatan Jobs sebagai kepala divisi Macintosh karena perbedaan visi.


Namun semangat Jobs tidak berhenti sampai di situ.


Setelah meninggalkan Apple, Jobs lantas mendirikan NeXT Computer.


Sayang, produk yang dihasilkannya masih dianggap sebagai barang mahal dan gagal memberi dampak bagi industri teknologi.


Kesuksesan Jobs yang sesungguhnya dimulai pada pertengahan pertama tahun 1990.


Menariknya, sukses ini justru bukan berawal di industri komputer, melainkan industri film.



Pixar, studio animasi kecil yang diakuisisi Jobs pada 1986, memulai debutnya setelah merilis film Toy Story pada 1995.


Akhir 1996, Jobs mendekati Apple agar perusahaan itu mengakuisisi NeXT.



disebutkannya, Apple membutuhkan sistem operasi dan NeXT memiliki itu.



Upaya Jobs membujuk Apple pun berhasil.



Di tahun itu Apple mengumumkan pembelian NeXT senilai USD 429 juta.



Apple kembali merangkulnya dan beberapa bulan setelah kembali bergabung di Apple, Jobs mendapatkan posisinya kembali sebagai CEO.



Inilah titik baru kepemimpinan Jobs.

Perjuangan melawan kanker


Di tengah masa kepemipinannya yang tengah memuncak, pada Agustus 2004 Jobs mengungkapkan dirinya menderita kanker pankreas dan harus menjalani operasi.


Jobs sempat absen dari kesibukannya di Apple untuk cuti medis dan kembali bekerja pada September 2004.


Januari 2009, Jobs kembali mengambil cuti selama enam bulan untuk berobat.


Dokter mengatakan Jobs harus menjalani tranplantasi hati pada April 2009.


Kemudian dia kembali menjalankan jabatannya pada Juni 2009.



Kabar sakitnya Steve Jobs kerap kali terdengar dan sedikit banyak mempengaruhi saham perusahaannya.



Namun demikian, Apple terus melesat, bahkan dinobatkan sebagai perusahaan paling mahal dan Jobs sebagai CEO terbaik Amerika.



Sang legenda dunia teknologi abad ini pun berpulang akhirnya berpulang.



Perjuangannya terhenti setelah menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu, 5 Oktober 2011 waktu Palo Alto, Calif, Amerika Serikat di usia 56 tahun.



Kabar mengejutkan ini datang sehari setelah Apple merilis iPhone 4S.



Ia meninggalkan seorang istri bernama Laurene Powell dan tiga orang anak dari hasil perkawinannya.



Jobs juga diketahui memiliki seorang anak perempuan dari pasangannya terdahulu.


Dalam kehidupan sosialnya, Steve dikenal sebagai seorang visioner.



Sementara dalam kehidupan pribadinya, ia merupakan orang yang hangat dengan keluarga.



Sejak kematiannya, Tim Cook, sahabat sekaligus CEO Apple sekarang, terbiasa mengenang Steve dengan mengirim email yang menyentuh untuk seluruh karyawan Apple setiap tahunnya.

 

baca keseluruhan - Apple Kenang 10 Tahun Wafatnya Steve Jobs

Kamis, 12 September 2013

Steve Jobs Tampil Berbeda di Sebuah Video 'Behind the Scene'

Steve Jobs mungkin dikenal sebagai salah satu sosok entrepreneur terbaik yang dimiliki oleh dunia hingga detik ini. Namun, siapa sangka bahwa tokoh terkemuka di belakang kemajuan teknologi gadget nyatanya pernah merasa grogi saat berada di depan kamera untuk pertama kalinya?
Sebuah video yang diklaim sebagai salah satu adegan di belakang layar, tepat saat Steve Jobs akan melakukan sebuah syuting di sebuah stasiun televisi, menunjukkan bahwa sang inovator memiliki sisi yang berbeda. Di dalam video yang diunggah ke YouTube dengan judul Exclusive: The Fist Steve Jobs TV (1978. KGO-TV), membuktikan semuanya.
Di dalam video tersebut, anda akan melihat sebuah sisi lain dari seorang Jobs. Ia terlihat sedikit bingung saat diberikan berbagai arahan dari seorang pengarah. Ia bahkan sempat menunjukkan kegembiraan bercampur grogi saat Jobs melihat dirinya ada di dalam layar kaca. “Tuhan, lihat itu. Lihat, saya ada di televisi!,” ucapnya penuh kagum.
Bahkan di satu kesempatan, Jobs sempat bertanya soal jalan terdekat untuk menuju kamar kecil. “Dimana kamar kecil terdekat, karena sewaktu-waktu saya bisa muntah,” kata Jobs yang disambut tawa kecil dari kru televisi. Karena dianggap bercanda, Jobs kembali menegaskan keseriusannya. “Saya serius, di mana kamar kecil itu?”.
Video ini sendiri sebenarnya telah beredar sejak setahun yang lalu, tetapi belum ada yang menyadari kehadiran rekaman penting ini. Bahkan sebagian pihak sempat mengatakan bahwa ini adalah sebuah sejarah hidup Jobs yang hilang, salah satu bagian yang membentuk sosok sang pendiri Apple.
Sebagian analis bahkan sempat mengatakan bahwa video ini bakal mengubah film Jobs secara besar-besaran, andaikata Ashton Kutcher melihat dan menonton rekaman di belakang layar tersebut. Penasaran?
baca keseluruhan - Steve Jobs Tampil Berbeda di Sebuah Video 'Behind the Scene'

Senin, 06 Agustus 2012

Steve Jobs dari Masa ke Masa

Tak bisa dipungkiri, Steve Jobs adalah inovator ulung pada zamannya. Kepergiannya akan dikenang sampai generasi mendatang. Dialah yang menemukan berbagai perangkat teknologi revolusioner seperti iPod, iPhone dan iPad.

Jobs membangun Apple bersama Steve Wozniak di sebuah garasi. Mereka menjual komputer pertama Apple I pada tahun 1976 yang kala itu dijual seharga USD 666,66. Inilah cikal bakal perusahaan yang kini produknya sangat digemari dunia.

Karena berbagai masalah, Steve Jobs pernah meninggalkan Apple. Namun dia kembali lagi pada tahun 1997 ketika kondisi Apple tengah suram. Kembalinya sang legenda menjadi awal kejayaan Apple yang kemudian melahirkan berbagai perangkat revolusioner dan menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia.

Kini, Jobs telah tiada. Dunia mengenangnya dengan berbagai macam cara, tokoh-tokoh angkat suara memuji kejeniusannya. Berikut napak tilas kegemilangan Jobs dalam rekaman foto :


Salah satu foto legendaris yang menampilkan Steve Jobs bersama Steve Wozniak mengutak atik komputer pertama Apple.
Komputer Macintosh yang dirilis pada tahun 1984, menandai salah satu jejak kegemilangan Jobs kala menahkodai Apple.
Steve Jobs kala muda dengan komputer Macintosh kebanggannya
Setelah sempat pergi, Jobs kembali ke Apple pada tahun 1997 dan memperkenalkan komputer iMac pada tahun 1998
Steve Jobs memperkenalkan iPod tahun 2001
iPhone, salah satu penemuan terbesar Jobs
Steve Jobs dengan iPad, komputer tablet yang sampai kini masih sangat laris.
Foto terakhir Jobs di publik pada akhir Agustus 2011, menampakkan kondisinya sangat lemah.
baca keseluruhan - Steve Jobs dari Masa ke Masa

Perjalanan Steve Jobs 1955-2011

Duka menyelimuti dunia teknologi. Salah satu inovator, Steve Jobs menutup mata selamanya. Si jenius di balik perusahaan Apple ini mengakhiri kisahnya di usia 56 tahun setelah berjuang melawan kanker.

Masa kecil

Steven Paul Jobs, demikian nama lengkapnya, lahir di San Francisco, Amerika Serikat, 25 Februari 1955. Dia diadopsi oleh Paul dan Clara Jobs. Ayah biologis Jobs, Abdulfattah John Jandali, merupakan profesor sains politik dan ibu kandungnya Joanne Simpson ahli terapi bicara. Hampir sebagian besar masa kecil hingga remaja dihabiskannya di Cupertino, California.

Setelah lulus dari sekolah menengah atas pada 1972, Jobs melanjutkan studinya di Reed College di Portland selama satu semester. Setelah itu, pada musim gugur 1974 Jobs mulai bekerja sebagai teknisi di Atari, sebuah perusahaan yang mendesain circuit board.

Berdirinya Apple 

Jobs mulai berpikir untuk mendirikan perusahaan. Maka dua tahun kemudian, pada 1976 berdirilah Apple yang dibangunnya bersama Steve Wozniak. Dengan modal beberapa ribu dolar, keduanya memulai bisnis yang memiliki visi mengubah dunia.

Tak perlu menunggu waktu lama, Apple segera merilis produk pertamanya yang kemudian dijuluki sebagai 'revolusi komputer personal'. Pada pertemuan pemegang saham tahunan Apple tanggal 24 Januari 1984, Jobs memperkenalkan Macintosh. Selanjutnya Macintosh menjadi komputer kecil pertama yang sukses secara komersial dengan antarmuka pengguna grafis.

'Diusir' dari Apple 

Meski Jobs dikenal kharismatik, sejumlah rekan dan karyawannya kala itu menilainya sebagai manajer yang mudah berubah pikiran, keras kepala dan temperamental. Penurunan penjualan pun terjadi pada akhir 1984 dan mengakibatkan keretakan hubungan kerja Jobs dengan John Sculley yang kala itu menjabat sebagai CEO Apple. Pada akhir Mei 1985, setelah ketegangan internal dan pengumuman PHK besar-besaran, Sculley mengakhiri jabatan Jobs sebagai kepala divisi Macintosh karena perbedaan visi.

Namun semangat Jobs tidak berhenti sampai di situ. Setelah meninggalkan Apple, Jobs lantas mendirikan NeXT Computer. Sayang, produk yang dihasilkannya masih dianggap sebagai barang mahal dan gagal memberi dampak bagi industri teknologi.

Kesuksesan Jobs 

Kesuksesan Jobs yang sesungguhnya dimulai pada pertengahan pertama tahun 1990. Menariknya, sukses ini justru bukan berawal di industri komputer, melainkan industri film. Pixar, studio animasi kecil yang diakuisisi Jobs pada 1986, memulai debutnya setelah merilis film Toy Story pada 1995.

Akhir 1996, Jobs mendekati Apple agar perusahaan itu mengakuisisi NeXT. disebutkannya, Apple membutuhkan sistem operasi dan NeXT memiliki itu. Upaya Jobs membujuk Apple pun berhasil. Di tahun itu Apple mengumumkan pembelian NeXT senilai USD 429 juta.

Kembali ke Apple 

Apple kembali merangkulnya dan beberapa bulan setelah kembali bergabung di Apple, Jobs mendapatkan posisinya kembali sebagai CEO. Inilah titik baru kepemimpinan Jobs.

Sejak 1997 hingga Agustus 2011 menjabat sebagai CEO, Apple tak hanya bangkit dari kebangkrutannya. Beragam produk besutannya yang lahir dari kejeniusan ide Jobs, seperti iMac, iPod, iPhone dan tentu saja iPad telah mengubah ranah elektronik consumer dan komputasi personal.

Perjuangan melawan kanker 

Di tengah masa kepemipinannya yang tengah memuncak, pada Agustus 2004 Jobs mengungkapkan dirinya menderita kanker pankreas dan harus menjalani operasi. Jobs sempat absen dari kesibukannya di Apple untuk cuti medis dan kembali bekerja pada September 2004.

Januari 2009, Jobs kembali mengambil cuti selama enam bulan untuk berobat. Dokter mengatakan Jobs harus menjalani tranplantasi hati pada April 2009. Kemudian dia kembali menjalankan jabatannya pada Juni 2009.

Kabar sakitnya Jobs kerap kali terdengar dan sedikit banyak mempengaruhi saham perusahaannya. Namun demikian, Apple terus melesat, bahkan dinobatkan sebagai perusahaan paling mahal dan Jobs sebagai CEO terbaik Amerika.

Mengundurkan diri 

Sosok di balik kesuksesan iPhone dan iPad itu benar-benar menarik diri dari jabatan CEO Apple. Jobs secara resmi mengundurkan diri pada Agustus 2011. Sakit tampaknya menjadi alasan utama Jobs untuk melepas jabatan nakhoda di salah satu perusahan TI terbesar itu.

Dia pun berpulang.. 

Akhirnya, sang legenda dunia teknologi abad ini pun berpulang. Perjuangannya terhenti setelah menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu waktu Palo Alto, Calif, Amerika Serikat di usia 56 tahun. Kabar mengejutkan ini datang sehari setelah Apple merilis iPhone 4S.

Ia meninggalkan seorang istri bernama Laurene Powell dan tiga orang anak dari hasil perkawinannya. Jobs juga diketahui memiliki seorang anak perempuan dari pasangannya terdahulu.

Dalam kehidupan sosialnya, Steve dikenal sebagai seorang visioner. Sementara dalam kehidupan pribadinya, ia merupakan orang yang hangat dengan keluarga.

Selamat jalan Jobs...
baca keseluruhan - Perjalanan Steve Jobs 1955-2011

Jobs, Mahasiswa Drop Out yang Merevolusi Jagat Teknologi

Steve Jobs adalah mahasiswa gagal. Dia tidak pernah menyelesaikan kuliahnya. Namun meski mengalami masa-masa susah kala memutuskan drop out, Jobs menyatakan keluar dari kuliah adalah salah satu keputusan terbaiknya.

Tahun 1972, Jobs masuk kuliah di Reed College di Portland, Oregon. Dia memutuskan drop out setelah baru 6 bulan kuliah. Jobs merasa tidak cocok dan tidak mau menghamburkan uang orang tua untuk ongkos kuliah.

"Aku secara naif memilih universitas yang ongkosnya hampir semahal Stanford dan semua tabungan orang tua dihabiskan untuk biayanya. Setelah 6 bulan, aku tak bisa melihat manfaatnya. Aku tak punya ide apa yang ingin kulakukan dengan hidupku dan bagaimana universitas akan membantu menemukannya. Aku menghabiskan semua uang yang ditabung orang tua selama hidup mereka," kata Jobs dalam pidato upacara wisuda di Stanford University tahun 2005.

"Jadi aku putuskan drop out dan percaya semuanya akan baik-baik saja. Cukup menakutkan waktu itu, namun ketika melihat ke belakang itu adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah kubuat," ucapnya seperti dikutip dari Washington Post.

Masa-masa Susah

Jobs mengenang bahwa sesudah drop out adalah masa-masa susah. Jobs terpaksa menggelandang karena tak punya kamar. Ia tidur di lantai kos temannya. Dia menjual botol minuman untuk mendapat uang agar bisa makan. Namun Jobs mengaku menikmatinya.

Dia juga mengambil kelas seni kaligrafi untuk mengasah intuisinya dalam masa-masa awal drop out. Jobs mengaku pelajaran itu membantunya mendesain susunan tipografi di komputer Mac.

Sesudah DO, perjalanan hidup Jobs berliku-liku. Dia pernah ditendang dari Apple pada tahun 1984. Padahal, Apple adalah perusahaan yang didirikannya bersama Steve Wozniak. Namun ia kembali sukses dengan menjadikan studio film Pixar bertaji di industri film animasi. Dia kembali pada Apple tahun 1997, lalu menjadikannya begitu jaya.

Ya, meski berstatus mahasiswa DO dan berulangkali ditimpa kesulitan, Jobs akhirnya sukses besar. Ia merevolusi dunia teknologi dengan kehadiran iPod, iPhone dan tentunya iPad. Produk-produk tersebut laku keras dan memaksa kompetitor bekerja keras melawan sepak terjang Apple.

Inilah nasehatnya untuk para lulusan Stanford pada akhir pidatonya tersebut:

"Waktu Anda terbatas, jangan sia-siakan untuk menjalani kehidupan seperti orang lain. Jangan terjebak pada dogma, yang adalah hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan opini orang lain menenggelamkan suara di dalam Anda. Yang paling penting, beranilah mengikuti hati dan intuisimu yang entah bagaimana sudah tahu sesungguhnya Anda ingin menjadi apa,"
baca keseluruhan - Jobs, Mahasiswa Drop Out yang Merevolusi Jagat Teknologi

Garis waktu Steve Jobs


Menengok perjalanan karir Steve Jobs, yang juga merupakan perkembangan teknologi Apple dari masa ke masa.


Steve Jobs saat berusia 22 tahun, memamerkan komputer Apple II terbaru tahun 1977. Apple berdiri setahun sebelumnya, saat itu Jobs baru berusia 21 tahun.
24 April 1984, dari kiri, Steve Jobs chairman Apple Computer, John Sculley sebagai President dan CEO, Steve Wozniak, co-founder Apple.
24 Januari 1984. Steve Jobs yang saat itu berusia 28 tahun memamerkan komputer Macintosh baru di Cupertino, California. Dari sekadar komputer, Apple memperluas jangkauannya menjadi iPod, iPad dan iPhone.
30 Maret 1989. Steve Jobs (kiri) saat menjadi direktur NeXT Computer Inc bersama Presiden Bussinesslan David Norman.
18 September 1990. Presiden dan CEO NeXT Computer Inc Steve Jobs memamerkan komputer buatannya. NeXT adalah perusahaan yang didirikan Jobs setelah keluar dari Apple pada tahun 1985. NeXT kemudian dibeli oleh Apple pada tahun 1996.
6 Mei 1998. Steve Jobs sudah kembali ke Apple. Dia menunjukkan komputer iMac baru di Cupertino, California.
1998. Kembalinya Steve Jobs ke Apple menandai masa Apple mengeksplorasi lebih dari sekedar komputer meja.
1997, Jobs saat menjadi Kepala Eksekutif Pixar.
2003. Steve Jobs didiagnosa menderita kanker pankreas dan mulai menunjukkan penurunan berat. Foto ini diambil pada (dari atas, kiri ke kanan) Juli 2000, November 2003, September 2005, September 2006, Januari 2007 dan September 2008. Dia mengundurkan diri dari Apple pada Agustus 2011.
2007. Steve Jobs memamerkan iPhone di Mac World Conference di San Fransisco.
5 September 2007. Perkenalan iPod Nano.
15 Januari 2008. MacBook Air dipamerkan sebagai produk paling tipis dan ringan.
Lilin, karangan bunga dan foto Jobs sebagai bentuk duka cita untuk Jobs yang meninggal pada usia 56 tahun.

baca keseluruhan - Garis waktu Steve Jobs

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense