# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label sejarah tokoh - tokoh dalam dunia teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah tokoh - tokoh dalam dunia teknologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Desember 2020

Bapak Jaringan Nirkabel Meninggal Dunia

 

Norman Abrahamson, salah satu sosok di balik cikal bakal jaringan nirkabel, meninggal dunia di usia 88. 

Ia, bersama timnya, adalah pencipta ALOHAnet, yang kemudian menjadi dasar dari jaringan nirkabel seperti WiFi.

Abrahamson adalah seorang ilmuwan dan engineer dengan disiplin ilmu matematika, teori informasi, dan semiotika. 

Ia kuliah di Harvard, mendapat gelar master di UCLA, dan PhD dari Stanford.

Kemudian ia pindah ke Hawaii karena kecintaannya terhadap surfing, alias berselancar. 

Bahkan, nama ALOHAnet pun terinspirasi dari dari bahasa lokal di Hawai, aloha, yang punya banyak arti. 

Dari sekadar sapaan sehari-hari, cinta, damai, dan bermacam arti lain.

Saat menciptakan ALOHAnet, Abrahamson adalah pengajar di University of Hawai'i (UH) Manoa's College of Engineering. 

Jabatan terakhirnya di sana adalah ketua jurusan ilmu komputer dan informasi, sebelum akhirnya ia pensiun.

ALOHAnet yang ia ciptakan bersama tim berisi sejumlah mahasiswanya dan juga Franklin Kuo -- rekan sesama pengajar -- menjadi basis dari teknologi yang dipakai di satelit, ponsel, dan jaringan komputer sampai saat ini.

Sama seperti ARPAnet yang menjadi cikal bakal internet, ALOHAnet dikembangkan sebagai sistem untuk menghubungkan UH ke kampus dan universitas lain. 

Tujuan awalnya adalah untuk berbagi hasil penelitian.

ALOHAnet mengirimkan paket data lewat frekuensi radio secara efisien, tanpa perlu menjadwalkan waktu transmisi. 

Jika paket datanya tidak diterima, maka akan terus dikirimkan. Beberapa ide dari proyek ini kemudian dipakai dalam pengembangan WiFi dan juga Ethernet.

"Hanya ada beberapa orang yang punya dampak signifikan seperti Norm yang menemukan cara untuk berkomunikasi dan berbagi informasi dengan orang di seluruh planet (bumi). 

Norm menghubungkan pulau-pulau di Hawai'i dan ke seluruh dunia, memberi warisan ke UH lewat ide dan mahasiswanya," ujar presiden University of Hawai'i dalam obituari yang dipublikasikan di situs kampusnya.

baca keseluruhan - Bapak Jaringan Nirkabel Meninggal Dunia

Kamis, 04 April 2013

Membuang Peluang, Orang-orang Ini Gagal Jadi Miliuner Teknologi

Salah mengambil keputusan, akhirnya orang-orang ini gagal menjadi super kaya di jagat teknologi. Ya, ini mungkin akan menjadi penyesalan terbesar mereka sepanjang hidup.

Siapa yang bisa meramal masa depan dengan tepat? Seperti bagaimana 10 tahun lalu banyak yang memandang sebelah mata cikal bakal Facebook yang digagas mark Zuckerberg.

Jangankan mengucurkan dana untuk investasi, sekadar membantu proyek Facebook yang saat itu masih 'prematur' pun enggan.

Andai mereka tahu dalam beberapa tahun setelahnya, Facebook akan menjadi situs jejaring sosial terbesar di dunia yang bernilai sangat mahal.

Ya, penyesalan memang selalu datang terlambat. Tapi apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur. Keputusan keliru yang diambil orang-orang ini malah berujung kegagalan bagi mereka untuk menjadi kaya raya.

Mau tahu siapa saja dan seperti apa kisahnya? Berikut seperti dilansirBusiness Insider :



1. Bosnya Steve Jobs

Nolan Bushnell merupakan pendiri Atari, mesin game legendaris yang kini sudah terkubur popularitasnya.

Selain sebagai founder Atari, Bushnell ternyata juga tercatat menjadi salah satu bos pertama dari Steve Jobs, sang pendiri Apple.

Andai Bushnell dulu mengambil peluang untuk mengucurkan investasi sebesar USD 50 ribu kepada Apple yang saat itu baru dirintis, mungkin ia kini sudah memiliki sepertiga saham produsen iPad dan iPhone itu.

Hanya saja pada kenyataannya, Bushnell menampik peluang emas tersebut dengan mengatakan 'tidak'. Padahal Apple, yang dulu ditolaknya, kini sudah bernilai lebih USD 400 miliar.

2. Kehilangan USD 40 Miliar

Nasib Ronald Wayne kurang lebih sama seperti Nolan Bushnell. Hanya saja, Wayne pernah tercatat sebagai salah satu pemilik Apple dengan jumlah saham 10%.

Namun pada saat Apple berumur dua minggu. Wayne malah buru-buru menjual seluruh saham Apple yang dimilikinya tersebut.

Dengan transaksi itu, Wayne lantas mendapatkan dana segar USD 1.500. Tentu saja jumlah itu sangat jomplang dengan harga saham Apple saat ini.

Padahal jika Wayne lebih bersabar dan tetap menggenggam sahamnya, maka ia bisa memiliki kekayaan sebesar USD 40 miliar dari 10% saham Apple yang dulu pernah dimilikinya.

3. Menolak Steve Wozniak Lima Kali

Sebelum mendirikan Apple atau tepatnya pada tahun 1970-an, Steve Wozniak sempat bekerja di Hewlett-Packard (HP) dengan bertugas sebagai desainer engineering kalkulator.

Pun demikian, untuk melepaskan ide kreatifnya, di waktu senggang Woz coba mencurahkan kepintarannya dengan menciptakan PC yang belakangan menjadi cikal bakal komputer Apple 1.

Namun sebelumnya, Woz tercatat telah meminta kepada mantan CEO HP John Young untuk memproduksi PC besutannya.

Tetapi apa kata Young? Tidak! Dan proses permintaan-penolakan itu dilaporkan berlangsung lima kali.

Sampai akhirnya Woz hengkang dari Hewlett-Packard untuk merintis Apple dengan Steve Jobs. Dan komputer Apple 1 yang ditolak lima kali oleh bos HP malah menjadi batu loncatan Apple untuk mendobrak industri komputer dunia.

4. Enggan Menolong Mark Zuckerberg

Sebagai anak yang baik, kita sering kali dikatakan harus menuruti saran orangtua. Nah, itulah yang dilakukan oleh Joe Green, mantan teman sekamar Mark Zuckerberg saat kuliah.

Green dilaporkan menolak tawaran Zuck untuk membantunya saat awal-awal merintis Facebook. Keduanya kebetulan sama-sama kuliah di Harvard.

Saat itu, cikal bakal Facebook masih bernama Facemash, dan pastinya masih dipandang sebelah mata.

Saat Zuck meminta Green untuk membantunya menggarap Facebook, ayah Green kebetulan mengetahui tawaran ini. Dan sang ayah tidak setuju jika anaknya mengerjakan proyek tersebut bersama Zuck.

Padahal andai saja Green menerima tawaran Zuck, maka kira-kira ia akan memiliki sekitar 5% saham Facebook. Dimana hari ini, jumlah saham tersebut sudah bernilai USD 3 miliar.

5. Yahoo Mentahkan USD 44 Miliar

Pada tahun 2009, CEO Yahoo Jerry Yang dengan percaya diri menampik tawaran akuisisi dari Microsoft yang menyodorkan angka USD 44,6 miliar.

Saat itu, popularitas Yahoo memang tengah menjulang, dengan harga saham USD 31 per lembar.

Keputusan Jerry pada akhirnya membuat investor lain kecewa. Banyak dari mereka yang sejatinya menginginkan Yahoo dilego.

Drama raksasa mesin pencari internet ini lantas membuat Jerry melepas jabatan CEO. Popularitas Yahoo pun semakin tertinggal dari Google.

Yahoo sendiri kini berada di bawah kendali CEO Marissa Mayer. Adapun harga saham mereka berada di kisaran USD 23 per lembar.

6. Viddy yang Pergi dari Twitter

Di dunia startup, nama Viddy sejatinya pernah mencuat dan menjadi fenomena. Terlebih saat ramai-ramai kabar pembelian Facebook atas Instagram sebesar USD 1 miliar, popularitas Viddy ikut terkatrol.

Sebab, Viddy sering dikait-kaitkan dengan Instagram. Bahkan ada yang menyebut Viddy sebagai 'Instagram for video', dengan memiliki 30 juta pengguna.

Twitter pun diketahui kepincut dengan Viddy dan sudah menawar startup tersebut dengan angka sekitar USD 100 juta.

Namun tawaran itu ternyata tak digubris CEO Viddy Breet O'Brien. Ironisnya, setelah penolakan tersebut, popularitas Viddy justru menukik dan O'Brien kehilangan posisinya sebagai CEO.
baca keseluruhan - Membuang Peluang, Orang-orang Ini Gagal Jadi Miliuner Teknologi

Kamis, 17 Januari 2013

5 Kampus Elit Tempat Kuliah Para Bos Teknologi

Para pendiri atau bos vendor teknologi besar seperti Microsoft, Google atau Apple biasanya menempuh pendidikan di unversitas. Tidak sembarang universitas, umumnya masuk kategori elit.

Ya, pada umumnya, mereka menjalani kuliah di universitas bergengsi. Didukung oleh otak pintar, tidak sulit bagi para tokoh penting di dunia teknologi ini masuk ke sana.

Lalu, universitas mana saja yang banyak melahirkan para bos di jagat teknologi? Berikut di antaranya seperti dihimpun dari berbagai sumber.


1. Stanford University

Pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin menempuh kuliah di Stanford University. Demikian juga dengan William Hewlett dan David Packard, pendiri vendor komputer Hewlett Packard.

Memang Stanford melahirkan begitu banyak pendiri perusahaan teknologi besar. Malah kelahiran Silicon Valley, pusat teknologi di Amerika Serikat, dimotori oleh universitas ini.

"Hampir tidak mungkin ada perusahaan di Silicon Valley yang tidak berkaitan dengan Stanford," tulis majalah bergengsi Forbes.

Para pendiri Nvidia, Yahoo, Logitech, Instagram, Sun Microsystems, VMWare, Cisco Systems, tercatat pernah menempuh pendidikan tinggi di salah satu kampus terbaik di dunia ini.

2. Harvard University

Harvard University dikenal sebagai salah satu universitas terbaik dunia. Kampus ini secara konsisten menempati posisi papan atas dalam berbagai ranking.

Harvard pun melahirkan cukup banyak tokoh penting di dunia teknologi. Seperti Bill Gates yang mendirikan Microsoft, pernah kuliah di sini meski memang tidak tamat.

Demikian juga CEO Microsoft saat ini, Steve Ballmer. Dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg, meski lagi-lagi tidak tamat. Sheryl Sandberrg, COO Facebook, juga alumni Harvard.

Alumnus Harvard banyak diburu oleh perusahaan raksasa di bidang teknologi. Zuckerberg pun pernah berkunjung ke mantan kampusnya untuk mencari karyawan baru yang berkualitas.

3. University of California Barkeley

University of California Barkeley memang termasuk kampus berkualitas. Selain melahirkan 71 pemenang Nobel, alumni kampus ini juga berperan penting dalam mengendalikan berbagai vendor teknologi.

Steve Wozniak, pendiri Apple, Eric Schmidt yang pernah menjadi CEO Google, serta Paul Ottelini, CEO Intel tercatat pernah menjalani pendidikan di University of California Barkeley.

Demikian juga salah satu pendiri Intel, Gordon Moore. Alumni universitas tersebut banyak yang memimpin perusahaan teknologi terkemuka.

Dari produsen game terbesar Electronics Arts, Google, Qualcomm, Sun Microsystems, VMWare dan SanDisk.

4. Massachusetts Institute of Technology

Massachusetts Institute of Technology punya reputasi tinggi sebagai kampus yang sangat berkualitas. Jurusan Ilmu Komputer di universitas ini disebut-sebut sebagai yang terbaik di dunia.

Tidak mengherankan jika MIT cukup banyak melahirkan alumni yang berperan penting di jagat teknologi. Di antaranya adalah Drew houston, pendiri dan CEO Dropbox.

Ada juga Cecil H. Green, salah satu pendiri perusahaan chip Texas Instruments. Dan Brester Kahle, pencipta website pengukur trafik Alexa.

Selain itu ada juga Robert Meltcafe selaku penemu Ethernet. Dan Daniel Lewin, pendiri Akamai.

5. Cambridge University

Cambridge University cukup menjulang namanya sebagai salah satu universitas paling bergengsi. Beberapa kali kampus yang berada di Inggris ini dinobatkan sebagai yang terbaik di dunia.

Cambdrige memegang peranan sangat penting di jagat teknologi di mana alumninya banyak dicari perusahaan teknologi besar. Bahkan kampus ini dinilai sebagai tempat kelahiran komputer awal.

Sistem komputer pertama di dunia didesain oleh akademisi Cambdrige, Charles Babbage. Kemudian Alan Turing menciptakan basis komputer modern pertama.

Adapun Maurice Wilkes membuat komputer pertama yang bisa diprogram. Teknologi webcam yang saat ini luas digunakan juga berasal dari universitas ini.
baca keseluruhan - 5 Kampus Elit Tempat Kuliah Para Bos Teknologi

Kamis, 22 November 2012

Kisah Menarik di Balik Drop Out Bill Gates & Steve Jobs

Beberapa miliuner paling kaya di jagat teknologi adalah drop outalias tidak pernah menyelesaikan kuliahnya. Meski berisiko tinggi, mereka bersedia menempuhnya dan akhirnya sukses besar.

Nama-nama seperti Bill Gates, Steve Jobs, Mark Ellison dan Mark Zuckerberg tidak menyelesaikan pendidikannya di kampus. Namun mereka berhasil mengembangkan perusahaan masing-masing menuju kejayaan.

Bagaimana kisah drop out mereka dari kampus masing-masing dan apakah mereka menyesal? Berikut sekelumit ceritanya seperti dikutip dari berbagai sumber.


Bill Gates

Gates  pernah diberi gelar manusia drop out paling kaya sedunia. Ya, Gates tidak pernah menyelesaikan kuliahnya di Universitas Harvard, salah satu universitas paling bergengsi di dunia.

"Sungguh sebuah keputusan yang berat dan saya tahu orang tua juga mengkhawatirkannya. Dan meskipun saya tidak akan pernah mendorong orang lain untuk drop out sekolah, bagi saya pilihan tersebut memang tepat," ucap Bill Gates suatu ketika.

Namun Gates pernah menyatakan penyesalan tidak sempat menyelesaikan kuliahnya. Dia pun meminta agar para mahasiswa tidak mengikuti jejaknya.

"Saya kira drop out kuliah bukan ide yang bagus. Saya senang bisa menempuh kuliah meski hanya dua setengah tahun. Saya melengkapi beberapa kuliah dengan kursus online," kata Gates dalam sebuah pidato di Universitas Chicago.

Dengan bercanda, Bill Gates menilai bahwa ia menghemat uang ayahnya dengan drop out kuliah. "Ayah membayar semuanya, jadi saya membuatnya menghemat uang," katanya.

"Ketika saya akhirnya drop out, saya berkata pada ayah bahwa saya akan kembali ke kampus. Jadi beberapa kali saya pun melakukannya," kata Gates yang sering berkunjung ke berbagai kampus untuk memberi motivasi.

Steve Jobs

Steve Jobs adalah mahasiswa gagal. Dia tidak pernah menyelesaikan kuliahnya. Namun meski mengalami masa-masa susah kala memutuskandrop out, Jobs menyatakan keluar dari kuliah adalah salah satu keputusan terbaiknya.

Tahun 1972, Jobs masuk kuliah di Reed College di Portland, Oregon. Dia memutuskan drop out setelah baru 6 bulan kuliah. Jobs merasa tidak cocok dan tidak mau menghamburkan uang orang tua untuk ongkos kuliah.

"Aku secara naif memilih universitas yang ongkosnya hampir semahal Stanford dan semua tabungan orang tua dihabiskan untuk biayanya. Setelah 6 bulan, aku tak bisa melihat manfaatnya. Aku tak punya ide apa yang ingin kulakukan dengan hidupku dan bagaimana universitas akan membantu menemukannya. Aku menghabiskan semua uang yang ditabung orang tua selama hidup mereka," kata Jobs dalam pidato upacara wisuda di Stanford University tahun 2005.

"Jadi aku putuskan drop out dan percaya semuanya akan baik-baik saja. Cukup menakutkan waktu itu, namun ketika melihat ke belakang itu adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah kubuat," ucapnya.

Jobs mengenang bahwa sesudah drop out adalah masa-masa susah. Jobs terpaksa menggelandang karena tak punya kamar. Ia tidur di lantai kos temannya. Dia menjual botol minuman untuk mendapat uang agar bisa makan. Namun Jobs mengaku menikmatinya.

Sesudah DO, perjalanan hidup Jobs berliku-liku. Dia pernah ditendang dari Apple tahun 1984. Padahal, Apple adalah perusahaan yang didirikannya bersama Steve Wozniak. Namun ia kembali sukses dengan menjadikan studio film Pixar bertaji di industri film animasi. Dia kembali pada Apple tahun 1997, lalu menjadikannya begitu jaya.

Mark Zuckerberg

Sama seperti Bill Gates, Zuckerberg kuliah di Universitas Harvard, salah satu perguruan tinggi paling bergengsi. Dan demi mengembangkan Facebook, dia pun nekat hengkang pada tahun 2004.

Saat itu, Facebook sama sekali belum dikenal. Namun dalam waktu singkat, situs ini menuai popularitas hingga kini menjadi yang terpopuler di dunia.

November 2011, Zuckerberg kembali ke Universitas Harvard. Bukan dalam rangka kuliah tetapi mencari talenta-talenta berbakat di sana untuk dipekerjakan di Facebook. Ia pun disambut meriah.

"Hanya sedikit bintang rock di dunia TI yang diketahui namanya di seluruh dunia. Dia sungguh masuk dalam kategori itu," sebut David Malan, profesor sains di Harvard.

Zuckerberg mengaku sudah lama diprediksi akan drop out. "Orang-orang berpikir aku akan dorp out sekolah lama sebelum aku akhirnya melakukannya," kata Zuck belum lama ini. 

Zuck mengaku sebenarnya ingin menyelesaikan kuliahnya. Namun akhirnya dia memilih fokus mengembangkan Facebook setelah berkeliling di San Francisco, wilayah di mana banyak perusahaan teknologi berdiri. Dia ingin Facebook menjadi perusahaan besar.

Larry Ellison

Larry Ellison adalah pendiri Oracle, perusahaan software enterprise terkemuka di duia. Dia pun menjadi salah satu orang terkaya di dunia teknologi.

Larry Ellison drop out dari University of Illinois. Ia kemudian mencoba kuliah lagi di University of Chicago. Namun lagi-lagi, dia keluar setelah menempuh hanya satu semester.

Dia kemudian bekerja sebagai programmer freelance. Dan kemudian memutuskan tidak menyesaikan kuliah sebelum akhirnya mendirikan Oracle.

"Aku bisa menulis program komputer dengan sangat cepat. Aku menghasilnya cukup banyak uang dan aku hanya perlu bekerja sebentar dalam seminggu," katanya.

"Itu adalah pekerjaan mudah dan menyenangkan. Dan tidak ada yang peduli apakah Anda sarjana ataukah tidak," tambahnya.

baca keseluruhan - Kisah Menarik di Balik Drop Out Bill Gates & Steve Jobs

Kamis, 18 Oktober 2012

Ketika Bill Gates & Steve Jobs Mempersunting Gadis Pujaan

Tokoh besar di dunia teknologi seperti Steve Jobs, Bill Gates, Larry Page dan Mark Zuckerberg tentu juga punya kisah cinta. Mereka pun menikah dengan wanita pilihannya masing-masing.

Meski punya uang berlimpah ruah, upacara pernikahan mereka tidak selalu glamor. Malah ada yang menggelar pesta pernikahan yang sederhana.

Mau tahu seperti apa upacara pernihakan para sosok teknologi yang mengubah dunia itu? Simak kisahnya berikut ini, yang dikutip dari berbagai sumber.



Mark Zuckerberg

Pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, menikahi kekasih lamanya, Priscilla Chan pada Mei 2012. Foto pernikahan mereka pun diposting di Facebook dan Zuckerberg ganti status menjadi married.

Zuckerberg dan Chan menikah dalam sebuah upacara kecil di rumahnya yang berlokasi di Palo Alto, California. Sebelum pernikahan ini, mereka telah bersama selama 9 tahun. Pasangan ini bertemu pertama kali kala Zuckerberg kuliah di Harvard University.

Kala itu, Zuckerberg sedang menjalani hari-hari yang sibuk, terutama terkait resminya Facebook menjual saham perdananya. Zuckerberg juga baru saja merayakan ulang tahun yang ke 28.

Upacara pernikahan Zuckerberg berlangsung sederhana saja. Pesta dilakukan di belakang rumahnya dengan sekitar 100 orang tamu.

Kebetulan, Chan juga baru saja lulus dari jurusan medis di University of California. Maka semakin lengkaplah kebahagiaan mereka berdua.

Menurut sumber, Zuckerberg memberi cincin pernikahan dari batu ruby kepada Priscilla. Mereka pun resmi menjadi suami istri.


Steve Jobs

Steve Jobs diketahui menjalin hubungan cinta dengan cukup banyak wanita. Namun hatinya akhirnya berlabuh ke wanita bernama Laurenne Powell.

Awalnya, sang pendiri Apple ini terkesan malu-malu kucing untuk mendekati Laurenne. Namun akhirnya dia berani mengajaknya kencan. Mereka bertemu pertama kali di kampus Stanford University, tempat Laurenne kuliah.

"Aku berada di tempat parkir dengan kunci sudah di mobil, dan aku berpikir jika ini adalah malam terakhirku di bumi, apakah aku akan menghabiskannya dalam pertemuan bisnis atau dengan wanita ini?,"ucap Jobs mengenai kencan pertamanya dengan Laurenne.

Jobs memutuskan memilih yang kedua. "Aku pun berlari menuju padanya dan bertanya apakah dia mau pergi makan malam denganku. Dia berkata ya, kami pun berjalan-jalan ke kota dan terus bersama sejak saat itu," kata Jobs.

Jobs akhirnya menikahi Laurenne pada 18 Maret 1991 di hotel Ahwahne dalam upacara sederhana. Seorang pendeta Budha memberkati pernikahan mereka. Dari pernikahan yang langgeng sampai akhir hayatnya itu, Jobs punya 3 anak.


Bill Gates

Bill jatuh cinta pada Melinda Ann French. Mereka pertama kali bertemu pada tahun 1987 dalam sebuah konferensi pers Microsoft di Manhattan. Melinda adalah karyawan Microsoft.

Bill mengajak Melinda menikah pada tahun 1993. Pada 1 Januari 1994, pasangan ini menikah di pulau Lanai di Hawaii.

Untuk memastikan privasi, Bill Gates menyewa semua kamar hotel yang ada di pulau tersebut. Dia juga menyewa semua helikopter agar tidak digunakan oleh tamu tak diundang.

Pernikahan tersebut cukup mewah, menghabiskan biaya sekitar USD 1 juta. Melinda sendiri tampak anggun dengan mengenakan gaun karya desainer seharga USD 10 ribu.

Dari pernikahan tersebut, Bill dan Melinda memiliki tiga orang anak. Yang termuda, Phoebe Adele Gates lahir pada tahun 2002.


Larry Page

Larry Page, sang pendiri Google, menikahi kekasih lamanya Lucinda Southworth pada Desember 2007. Saat ini, mereka sudah dikaruniai seorang anak.

Mereka melangsungkan upacara pernikahan di Necker Island, pulau pribadi kepunyaan miliarder asal Inggris, Sir Richard Branson. Beberapa tamu penting pun datang, seperti Bono, vokalis band U2.

Kabarnya, Page dan Southworth berpacaran lama. Southworth sendiri berpendidikan tinggi. Dia kuliah di Stanford University yang juga almamater Page.

Page sendiri dikabarkan pernah menjalin hubungan cinta dengan Marissa Mayer, CEO Yahoo yang sebelumnya adalah petinggi Google. Namun entah mengapa relasi cinta mereka kandas.


Sergey Brin

Sergey Brin yang bersama Larry Page mendirikan Google juga menikah pada tahun 2007. Ia menikahi Anne Wojcicki di kepulauan Bahama.

Pernikahan tersebut berlangsung secara rahasia alias tidak banyak orang yang tahu. Namun akhirnya media berhasil melacak di mana lokasinya.

Wojcicki adalah seorang analis di bidang bioteknologi. Dia lulus kuliah dari Yale University pada tahun 1996.

Sang istri juga memiliki perusahaan sendiri bernama 23andMe. Sesuai minatnya, ini adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang bioteknologi.
baca keseluruhan - Ketika Bill Gates & Steve Jobs Mempersunting Gadis Pujaan

Rabu, 15 Agustus 2012

Duet Maut dari 4 Raksasa TI Dunia

Sejumlah perusahaan TI yang kini telah menggapai kesuksesan ternyata terlahir dari duet para pendirinya. Kolaborasi apik dari keduanya memang memberi arti penting dalam perjalanan perusahaan, namun ada pula yang pada akhirnya memilih hengkang.

Keempat pasangan inovator industri TI yang dipilih adalah Hewlett & Packard (HP), Bill Gates dan Paul Allen (Microsoft), Steve Jobs dan Steve Wozniack (Apple) serta Larry Page dan Sergey Brin (Google). Berikut kisah mereka yang diramu dari berbagai sumber:

1. Hewlett & Packard (HP)

HP kini menjadi salah satu perusahaan TI raksasa dunia. Sederet lini produk dikuasai oleh perusahaan asal Amerika Serikat ini, mulai dari consumer hingga enterprise market.

Menilik dari sejarahnya, nama Hewlett Packard lahir dari nama dua pendirinya. Mereka adalah William R. Hewlett dan David Packard. Konon, pemilihan nama perusahaan ditentukan dari 'pertarungan' lempar koin untuk menentukan nama siapa di paling depan. Dan pemenangnya ya seperti yang kita kenal sekarang ini.



Hewlett lahir pada 20 Mei 1913 di Ann Arbor, Mich dan dikenal sebagai sosok yang jenius lantaran menerima gelar dari berbagai universitas. Seperti gelar B.A (Bachelor of Arts) dari Stanford University, gelar master dalam bidang Electrical Engineering dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) serta gelar insinyur juga dari Stanford.

Sebagai pendiri, ia juga pernah memegang berbagai jabatan penting. Namun sejak tahun 1978, Hewlett berhenti dari jabatannya sebagai Chief Executive Officer untuk kemudian menghembuskan nafas terakhirnya pada 12 Januari 2001, saat berusia 87 tahun.

Sementara David Packard -- yang meninggal pada tahun 1996 -- bertemu dengan Hawlett ketika menuntut ilmu di Stanford University. Packard lahir 7 September 1912 di Pueblo, Coloradi, dan menerima gelar sarjana muda dari Unversitas Stanford di tahun 1934.

Di tahun 1939, ia dan Hewlett mendirikan Hewlett Packard di garasinya dengan modal awal sebesar USD 538. Packard dikenal sebagai seseorang yang piawai dalam pengelolaan perusahaan, sedangkan Hewlett berada dalam posisi yang memunculkan berbagai inovasi teknologi. Kolaborasi kedua sudah terbukti sukses memunculkan HP di salah satu posisi puncak jagad TI.


2. Bill Gates dan Paul Allen (Microsoft)

Nama Paul Allen selama ini memang tak setenar Bill Gates. Namun posisi Allen tak bisa dilepaskan begitu saja dalam sejarah kelahiran produsen software dunia, Microsoft.



Allen lahir di Seattle, Washington, 21 Januari 1953 dan saat ini dikenal sebagai miliuner yang gemar menghamburkan uang. Allen memiliki rumah super mewah di Prancis, termasuk sebuah vila di Cap Ferrat, London serta sebuah vila eksklusif di New York.

Koleksinya antara lain berbagai lukisan bergenre impresionis mobil sport mahal, jet pribadi hingga pesawat 'bekas' Perang Dunia II. Di sisi lain Allen terkenal sebagai sosok yang tidak terlalu suka publikasi.

Selain itu, sejak meninggalkan Microsoft pada 1983, Allen disebut-sebut tak akur dengan Bill Gates.

Bill Gates sendiri saat ini menempati posisi sebagai orang terkaya kedua sejagat, di bawah pengusaha telekomunikasi asal Meksiko Carlos Slim. Gates saat ini boleh saja masih menjabat sebagai Chairman Microsoft, namun aktivitasnya justru lebih banyak di 'luar kantor'.

Yakni untuk mengelola organisasi amal yang didirikannya bersama sang istri yang bernama Bill & Melinda Gates Foundation. Sementara terkait hubungannya dengan Paul Allen, Gates terkesan lebih santai.


3. Steve Jobs dan Steve Wozniak (Apple)

Seperti Microsoft, Apple juga memiliki ketimpangan untuk urusan popularitas pendirinya. Ya, Anda pasti lebih mengenal Steve Jobs ketimbang Steve Wozniak. Padahal keduanya memiliki peran yang sangat penting dalam kelahiran produsen iPod, iPad, dan iPhone itu.



Jobs dan Woz bertemu pertama kali pada tahun 1971 ketika seorang teman memperkenalkan Woz yang saat itu berumur 21 tahun kepada Jobs yang saat itu baru berumur 16 tahun.

Baru di tahun 1976, keduanya mendirikan Apple Computer Co. di garasi milik keluarga Jobs. Komputer pribadi yang diperkenalkan Jobs dan Woz diberi name Apple I. Komputer itu dijual dengan harga USD 666.66, sebagai referensi terhadap nomor telpon dari Wozniak's Dial-A-Joke machine, yang berakhir dengan -6666.

Di tahun 1977, Jobs dan Wozniak memperkenalkan Apple II, yang menjadi sukses besar di pasaran rumah tangga dan memberi Apple pengaruh besar di industri komputer pribadi yang masih muda.

Sebelum bersama Jobs mendirikan Apple, Woz adalah seorang hacker. Kepandaian Woz memang terlihat sejak dia masih kecil yang sangat gemar mengutak atik aljabar dan algoritma matematika.

Sementara Jobs dikagumi karena keahliannya meyakinkan orang dan menjadi salesman jempolan, yang sering dijuluki reality distortion field dan hal ini tampak nyata saat ia memberikan keynote speech. 

Jobs juga sempat tercatat di buku Guinness World Records sebagai pemimpin perusahaan dengan gaji terendah (Lowest Paid Chief Executive Officer) setelah selama beberapa tahun cuma digaji USD 1 per tahun.


4. Larry Page dan Sergey Brin (Google)

Google didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin ketika mereka masih berstatus mahasiswa di Universitas Stanford. Perusahaan ini menganut filosofi 'Don't be evil', dan 'kerja harusnya menantang dan tantangan itu harusnya menyenangkan', untuk menggambarkan budaya perusahaan yang santai.



Sergey Brin lahir di Moskow, 21 Agustus 1973. Lahir di Rusia, Brin mempelajari ilmu komputer dan matematika sebelum mendirikan Google.

Brin menunjukkan ketertarikannya pada internet dan mesin pencari tak lama setelah ia diterima di Stanford. Ia menulis banyak paper yang membahas tentang data-mining dan pattern extraction. Ia juga menulis software yang dapat mengubah teks menjadi HTML untuk memudahkan tugas-tugasnya.

Momen terpenting Brin di Stanford adalah ketika ia bertemu dengan Larry Page. Konon, Page dan Brin tidak saling menyukai ketika mereka pertama kali bertemu di pascasarjana ilmu komputer Standford University pada 1995.

Sampai akhirnya kedua inovator tersebut menemukan ketertarikan yang sama, yakni untuk mencari dan menemukan informasi yang relevan dari sekumpulan data yang besar. Bersama-sama, pasangan ini kemudian menulis sebuah karya berjudul 'The Anatomy of a Large-Scale Hypertextual Web Search Engine' yang dianggap sebagai bibit bagi karier mereka.

Sementara Larry Page lahir di Lansing, Michigan, 26 Maret 1973. Page adalah seorang lulusan dari East Lansing High School dan memperoleh gelar Bachelor of Science dalam teknik komputer dari Universitas Michigan dan gelar Master dari Standford.
baca keseluruhan - Duet Maut dari 4 Raksasa TI Dunia

Kamis, 19 Juli 2012

9 Drop Out yang Kaya Raya di Jagat Teknologi

Cukup banyak orang yang memutuskan tidak menyelesaikan kuliahnya. Entah karena alasan sibuk bekerja atau lantaran ingin fokus mendirikan perusahaan.

Tidak sedikit yang akhirnya sukses besar. Bahkan pencapaian mereka jauh melebihi rekan-rekannya yang tamat kuliah.

Mau buktinya? Berikut beberapa drop out yang sukses besar dan kaya raya di jagat teknologi, seperti dikutip dari PCWorld.




Michael Dell - Dell

Pada tahun 1984, Michael Dell remaja yang baru berusia 19 tahun memutuskan keluar dari University of Texas. Dia nekat mendirikan perusahaan komputer bernama PCs Limited dengan modal awal hanya USD 1.000.

Bisnis PCs Limited makin berkembang. Perusahaan tersebut adalah cikal bakal Dell yang kini adalah salah satu vendor komputer paling terkemuka di dunia. Michael Dell sendiri punya kekayaan sebesar USD 15,9 miliar.


Mark Zuckerberg - Facebook

Kisah drop out Mark Zuckerberg barangkali adalah salah satu yang paling sering diceritakan di dunia teknologi. Masuk universitas bergengsi Harvard, ia keluar pada tahun 2004 untuk mengembangkan Facebook.

Perjudiannya tersebut tidaklah sia-sia. Facebook kini menjelma menjadi situs jejaring sosial terbesar di dunia dan baru saja masuk ke bursa saham di Amerika Serikat.


Paul Allen - Microsoft

Paul Allen drop out dari Washington State University. Bersama Bill Gates, pria berkacamata ini kemudian mendirikan Microsoft pada tahun 1975.

Microsoft, seperti diketahui, kemudian sukses besar sehingga membuat Paul kaya raya dengan harta pribadi sekitar USD 14,2 miliar. Paul Allen memang sudah tidak aktif lagi di Microsoft, namun tetap memperhatikan perkembangannya.


Bill Gates - Microsoft

Bill Gates berulangkali jadi orang terkaya di dunia berkat keberhasilan Microsoft. Barangkali, ia memang termasuk drop out paling sukses dalam sejarah. Gates masuk kuliah di Harvard University pada tahun 1973. Namun kemudian, dia keluar dari sana dan mendirikan Microsoft.

"Sungguh sebuah keputusan yang berat dan saya tahu orang tua juga mengkhawatirkannya. Dan meskipun saya tidak akan pernah mendorong orang lain untuk drop outsekolah, bagi saya pilihan tersebut memang tepat," ucap Bill Gates suatu ketika.


Steve Jobs - Apple

Jobs yang diadopsi orang lain sejak kecil ini masuk kuliah di Reed College di Portland, Oregon. Namun dia memutuskan keluar setelah baru 6 bulan kuliah. Jobs merasa tidak cocok dan tidak mau menghamburkan uang orang tua untuk ongkos kuliah. Ia mendirikan Apple bersama Steve Wozniak, perusahaan yang kini sangat fenomenal.

"Aku secara naif memilih universitas yang ongkosnya hampir semahal Stanford dan semua tabungan orang tua dihabiskan untuk biayanya. Setelah 6 bulan, aku tak bisa melihat manfaatnya," kata Jobs dalam pidato upacara wisuda di Stanford University tahun 2005.


Larry Ellison - Oracle

Larry Ellison drop out dari University of Illinois. Ia kemudian mencoba kuliah lagi di University of Chicago. Namun lagi-lagi, dia keluar setelah menempuh hanya satu semester.

Pada tahun 1977, dia mendirikan perusahaan bernama Sofwater Development Laboratories yang kemudian berubah nama menjadi Oracle. Oracle saat ini adalah salah satu perusahaan software paling terkenal dan Ellison pun menjadi kaya raya. Dia bahkan baru saja membeli sebuah pulau di Hawaii.


Mike Lazaridis - Research In Motion

Mike Lazaridis adalah salah satu pendiri Research in Motion (RIM), perusahaan asal Kanada yang terkenal sebagai produsen BlackBerry. Kini, Lazaridis telah pensiun dari jabatan co-CEO yang sudah diduduki oleh Thorsten Heins.

Dua bulan sebelum kelulusannya dari University of Waterloo, Lazaridis muda didekati General Motors dengan kontrak senilai USD 600 ribu untuk mengembangkan sistem komputer. Ia pun memilih meninggalkan universitas dan menerima tawaran itu sebelum kemudian mendirikan RIM.


David Karp - Tumblr

David Karp adalah pendiri Tumblr, website mikroblogging dan jejaring sosial yang cukup terkenal. Di usianya yang saat ini masih 25 tahun,dia sudah mengumpulkan kekayaan sekitar USD 400 juta.

Pada usia 15 tahun, Karpdrop out dari sekolah menengah dan pindah ke Tokyo untuk bekerja sebagai konsultan software. pada tahun 2007, baru ia mendirikan Tumblr yang ternyata sukses.


Jack Dorsey - Twitter

Kejayaan Twitter saat ini tidak bisa dilepaskan dari tangan dingin salah satu pendirinya, Jack Dorsey. Ia mendirikan Twitter di tahun 2008 bersama beberapa rekan dan kini menempati posisi sebagai chairman.

Jack Dorsey memang sempat kuliah di Missouri University of Science and Technology, kemudian pindah ke New York University. Namun tidak sampai selesai.
baca keseluruhan - 9 Drop Out yang Kaya Raya di Jagat Teknologi

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense