Tampilkan postingan dengan label hacker twitter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hacker twitter. Tampilkan semua postingan
Jumat, 06 September 2013
Hacker Sabotase Domain untuk Gambar dan Foto di Twitter
baca keseluruhan - Hacker Sabotase Domain untuk Gambar dan Foto di Twitter
Senin, 26 November 2012
Wakil PM Israel Jadi Sasaran Tembak Hacker
Serangan cyber yang menggempur Israel terus berlanjut. Kali ini yang menjadi sasaran tembak adalah Wakil Perdana Menteri Israel, Silvan Shalom.
Akun-akun media sosial yang dimilikinya diretas dan dibombardir dengan postingan pro Palestina. Tak hanya Facebook dan Twitter, serangan itu juga menyasar akun LinkedIn, YouTube, email hingga kontak dan dokumen.
Siapa dalang di balik aksi ini? Dikutip dari RT, Rabu (21/11/2012), sebuah grup bernama ZCompanyHackingCrew mengeluarkan klaim bahwa mereka lah yang bertanggung jawab atas aksi tersebut.
Di Twitter, kelompok hacker itu melakukan ajakan protes menentang aksi yang mereka juluki 'unjust war and occupation' dan bertanya, "Siapa yang bisa diam saja melihat horor, kematian anak-anak dan orang-orang tak berdosa yang mencoba melindungi tanah mereka?".
Aksi ini sekaligus menyusul serangan yang dilakukan Anonymous di mana mereka membocorkan informasi lebih dari 3.000 identitas donatur pihak pro Israel.
Ratusan situs Israel juga menjadi korbannya, termasuk Bank of Jerusalem, Kementerian Pertahanan Israel bahkan hingga situs resmi presiden dan masih banyak lagi.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Israel Yuval Steinitz menyatakan bahwa Israel telah digempur sebanyak 44 juta serangan cyber pada beberapa hari terakhir ini.
Akun-akun media sosial yang dimilikinya diretas dan dibombardir dengan postingan pro Palestina. Tak hanya Facebook dan Twitter, serangan itu juga menyasar akun LinkedIn, YouTube, email hingga kontak dan dokumen.
Siapa dalang di balik aksi ini? Dikutip dari RT, Rabu (21/11/2012), sebuah grup bernama ZCompanyHackingCrew mengeluarkan klaim bahwa mereka lah yang bertanggung jawab atas aksi tersebut.
Di Twitter, kelompok hacker itu melakukan ajakan protes menentang aksi yang mereka juluki 'unjust war and occupation' dan bertanya, "Siapa yang bisa diam saja melihat horor, kematian anak-anak dan orang-orang tak berdosa yang mencoba melindungi tanah mereka?".
Aksi ini sekaligus menyusul serangan yang dilakukan Anonymous di mana mereka membocorkan informasi lebih dari 3.000 identitas donatur pihak pro Israel.
Ratusan situs Israel juga menjadi korbannya, termasuk Bank of Jerusalem, Kementerian Pertahanan Israel bahkan hingga situs resmi presiden dan masih banyak lagi.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Israel Yuval Steinitz menyatakan bahwa Israel telah digempur sebanyak 44 juta serangan cyber pada beberapa hari terakhir ini.
Sabtu, 30 Juni 2012
Sempat Tumbang, Twitter Diserang Hacker?
Layanan Twitter sempat ngadat beberapa saat. Tidak diketahui secara pasti apa penyebabnya, namun belakangan ada kelompok peretas yang mengaku bertanggung jawab atas gangguan tersebut.
Kelompok tersebut bernama UGNazi, salah satu gerakan yang tergabung dalam Anonymous. Kelompok ini mengklaim telah melakukan serangan yang membuat layanan Twitter down selama 40 menit.
Hannah Sweet, salah satu anggota kelompok tersebut mengaku menyerang Twitter karena situs ini dianggap mendukung Cyber Intelligence Sharing and Protection Act (CISPA), sebuah Rancangan Undang Undang (RUU) yang memungkinkan pemerintah federal dan perusahaan swasta untuk berbagi informasi tentang ancaman cyber.
UGNazi dan grup peretas lainnya, menganggap bahwa kategori ancaman cyber versi CISPA masih belum jelas, bahkan aturan tersebut bisa dimanfaatkan pemerintah untuk memata-matai aktivitas masyarakat di dunia maya untuk kepentingan tertentu.
Protes atas aturan itu pun akan terus dilakukan, dan grup peretas itu mengaku akan terus menggempur Twitter hingga keinginan mereka dikabulkan.
"Mereka terus memindahkan server, dan kami akan terus menyerang," tulis Sweet.
Pun begitu, pihak Twitter menyangkal jika gangguan tersebut diakibatkan oleh ulah peretas, melainkan karena sebuah bug di dalam aplikasi yang merambat hingga menggangu seluruh layanan.
"Bug tersebut berdampak pada pengguna di seluruh dunia, dan itu terjadi hari ini," kata Mazen Rawashdeh, Vice President of engineering untuk Twitter. Seperti dikutip dari reuters.
Kelompok tersebut bernama UGNazi, salah satu gerakan yang tergabung dalam Anonymous. Kelompok ini mengklaim telah melakukan serangan yang membuat layanan Twitter down selama 40 menit.
Hannah Sweet, salah satu anggota kelompok tersebut mengaku menyerang Twitter karena situs ini dianggap mendukung Cyber Intelligence Sharing and Protection Act (CISPA), sebuah Rancangan Undang Undang (RUU) yang memungkinkan pemerintah federal dan perusahaan swasta untuk berbagi informasi tentang ancaman cyber.
UGNazi dan grup peretas lainnya, menganggap bahwa kategori ancaman cyber versi CISPA masih belum jelas, bahkan aturan tersebut bisa dimanfaatkan pemerintah untuk memata-matai aktivitas masyarakat di dunia maya untuk kepentingan tertentu.
Protes atas aturan itu pun akan terus dilakukan, dan grup peretas itu mengaku akan terus menggempur Twitter hingga keinginan mereka dikabulkan.
"Mereka terus memindahkan server, dan kami akan terus menyerang," tulis Sweet.
Pun begitu, pihak Twitter menyangkal jika gangguan tersebut diakibatkan oleh ulah peretas, melainkan karena sebuah bug di dalam aplikasi yang merambat hingga menggangu seluruh layanan.
"Bug tersebut berdampak pada pengguna di seluruh dunia, dan itu terjadi hari ini," kata Mazen Rawashdeh, Vice President of engineering untuk Twitter. Seperti dikutip dari reuters.
Rabu, 20 Juni 2012
Ribuan Akun Twitter Dibobol
Seorang hacker membeberkan ribuan username dan password akun Twitter yang diklaim telah berhasil dibobolnya. Beruntung, sebagian besar akun yang dibobol tersebut adalah akun penyebar spam.
Hacker yang menamakan diri sebagai Airdemon tersebut mengaku berhasil meretas sekitar 55.000 akun. Adapun username dan password dari akun Twitter yang diretas, dia publikasikan di halaman website miliknya.
Juru bicara Twitter mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan investigasi. Twitter pun memberlakukan reset password bagi akun yang menjadi korban.
"Sejauh ini, kami menemukan bahwa daftar akun dan password yang dipajang di web si hacker berisi lebih dari 20 ribu duplikat. Banyak diantaranya akun penyebar spam yang kini ditangguhkan," kata juru bicara Twitter Robert Weeks.
CNN, melansir, Twitter dinilai para analis perlu lebih sensitif terhadap pembobolan keamanan. Ini bukan pertamakalinya sistem keamanan Twitter terancam.
Pada Maret 2011, Federal Trade Comission (FTC) meminta Twitter membuat kesepakatan perlindungan keamanan pengguna atas dua kali peretasan yang terjadi pada 2009.
Dalam kesepakatan tersebut, Twitter terancam denda dan penalti jika gagal mengelola program keamanan informasi situsnya secara menyeluruh.
Hacker yang menamakan diri sebagai Airdemon tersebut mengaku berhasil meretas sekitar 55.000 akun. Adapun username dan password dari akun Twitter yang diretas, dia publikasikan di halaman website miliknya.
Juru bicara Twitter mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan investigasi. Twitter pun memberlakukan reset password bagi akun yang menjadi korban.
"Sejauh ini, kami menemukan bahwa daftar akun dan password yang dipajang di web si hacker berisi lebih dari 20 ribu duplikat. Banyak diantaranya akun penyebar spam yang kini ditangguhkan," kata juru bicara Twitter Robert Weeks.
CNN, melansir, Twitter dinilai para analis perlu lebih sensitif terhadap pembobolan keamanan. Ini bukan pertamakalinya sistem keamanan Twitter terancam.
Pada Maret 2011, Federal Trade Comission (FTC) meminta Twitter membuat kesepakatan perlindungan keamanan pengguna atas dua kali peretasan yang terjadi pada 2009.
Dalam kesepakatan tersebut, Twitter terancam denda dan penalti jika gagal mengelola program keamanan informasi situsnya secara menyeluruh.
Langganan:
Postingan (Atom)







