Tampilkan postingan dengan label about jonathan ive. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about jonathan ive. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Juni 2013
Master Desainer Apple Dapat Julukan Baru
Sabtu, 23 Maret 2013
Jonathan Ive, Ksatria Inggris yang Membidani iPhone & iPad
Jonathan Ive adalah sosok sangat penting di raksasa teknologi, Apple. Dari tangan dinginnya, keluar desain memikat iPod, iPhone sampai iPad.
Saat ini, Ive menjabat sebagai Senior Vice President of Industrial Design di Apple. Boleh dibilang, dia adalah orang kedua paling penting di Apple setelah sang CEO Tim Cook.
Sosok Ive sangat disegani di Inggris sampai-sampai dia mendapatkan gelar Ksatria kerajaan. Seperti apa sih sosok seorang Ive dan sekelumit riwayat hidupnya? Simak berikut ini yang disarikan dari berbagai sumber.
Saat ini, Ive menjabat sebagai Senior Vice President of Industrial Design di Apple. Boleh dibilang, dia adalah orang kedua paling penting di Apple setelah sang CEO Tim Cook.
Sosok Ive sangat disegani di Inggris sampai-sampai dia mendapatkan gelar Ksatria kerajaan. Seperti apa sih sosok seorang Ive dan sekelumit riwayat hidupnya? Simak berikut ini yang disarikan dari berbagai sumber.
1. Terinspirasi dari Ayah
Jonathan Ive dilahirkan di Chingford, Essex, yang berlokasi di London, Inggris, pada 27 Februari 1967. Ayahnya seorang perajin handal sekaligus guru yang menjadi sosok inspirasinya.
"Ayahku adalah seorang perajin yang sangat bagus. Dia membuat perabotan, perak dan dia punya bakat luar biasa dalam hal membuat sesuatu sendiri," kata dia.
Dengan sendirinya, pengaruh sang ayah sangat besar dalam karir Ive sebagai seorang desainer. Dia sering belajar berdua bersama sang ayah.
"Kado Natalnya untukku adalah satu hari penuh di bengkel kerjanya, ketika tidak ada satupun orang yang berada di sana, membantuku untuk membuat apapun keinginanku," lanjut Ive mengenai sosok ayahnya.
Jonathan Ive kemudian masuk kuliah pada jurusan desain di Northumbria University di Newcastle. Di sinilah bakat desain Ive semakin terasah.
"Ayahku adalah seorang perajin yang sangat bagus. Dia membuat perabotan, perak dan dia punya bakat luar biasa dalam hal membuat sesuatu sendiri," kata dia.
Dengan sendirinya, pengaruh sang ayah sangat besar dalam karir Ive sebagai seorang desainer. Dia sering belajar berdua bersama sang ayah.
"Kado Natalnya untukku adalah satu hari penuh di bengkel kerjanya, ketika tidak ada satupun orang yang berada di sana, membantuku untuk membuat apapun keinginanku," lanjut Ive mengenai sosok ayahnya.
Jonathan Ive kemudian masuk kuliah pada jurusan desain di Northumbria University di Newcastle. Di sinilah bakat desain Ive semakin terasah.
2. Gabung ke Apple Gara-gara Komputer Mac
Saat kuliah, untuk pertama kalinya Ive memakai komputer Apple Mac. Dia merasa senang menggunakan komputer tersebut yang menurutnya mudah digunakan.
Sejak perjumpaan dengan Mac itulah, Ive mulai tertarik kepada Apple dan sejarah perusahaan tersebut. Lulus kuliah, dia bekerja pada perusahaan desain Tangerine yang berbasis di London yang ikut didirikannya.
Dia mulai menjadi konsultan untuk Apple pada tahun 1992 dan akhirnya menjadi karyawan full time di sana. Dia mendesain generasi kedua komputer portabel Newton.
Pada tahun 1997 ketika mendiang Steve Jobs kembali memimpin Apple, Ive mendapat promosi jabatan. Dia diangkat sebagai Senior Vice President of Design.
Ive pun membawahi tim desain Apple dan mendesain beragam produk ikonik. Desain penuh pertamanya adalah iMac. Kemudian desain iPod lalu iPhone, adalah buah karyanya yang banyak dipuji.
Sejak perjumpaan dengan Mac itulah, Ive mulai tertarik kepada Apple dan sejarah perusahaan tersebut. Lulus kuliah, dia bekerja pada perusahaan desain Tangerine yang berbasis di London yang ikut didirikannya.
Dia mulai menjadi konsultan untuk Apple pada tahun 1992 dan akhirnya menjadi karyawan full time di sana. Dia mendesain generasi kedua komputer portabel Newton.
Pada tahun 1997 ketika mendiang Steve Jobs kembali memimpin Apple, Ive mendapat promosi jabatan. Dia diangkat sebagai Senior Vice President of Design.
Ive pun membawahi tim desain Apple dan mendesain beragam produk ikonik. Desain penuh pertamanya adalah iMac. Kemudian desain iPod lalu iPhone, adalah buah karyanya yang banyak dipuji.
3. Tangan Kanan Steve Jobs
Jonathan Ive adalah orang yang sangat dipercaya Steve Jobs. Di Apple, tidak ada yang bisa memerintah Ive selain Jobs sendiri.
Saat berbincang dengan penulis biografinya, Walter Isaacson, Jobs menganggap Ive adalah partner spiritualnya di Apple. Dia membebaskan Ive melakukan apa saja.
"Dia mengatakan pada Isaacson bahwa Ive punya kekuasaan lebih dibanding orang lain di Apple, di samping Jobs sendiri dan tidak ada satupun orang di perusahaan yang bisa memerintah Ive," sebut laporan di Associated Press.
Mereka berdua bekerja sama sangat erat mendesain produk kunci Apple yang biasanya simpel dan minimalis, namun indah. Berdua, mereka memegang lebih dari 200 paten terdaftar.
Namun Ive pernah menyatakan kekecewaanya pada Jobs yang kadang mengakui karya Ive sebagai karyanya sendiri. Kadang kelakuan Jobs ini membuat Ive sakit hati.
"Jobs kadang melihat ideku dan berkata aku suka yang itu. Kemudian aku duduk dan dia bicara ke audiens seperti itu adalah idenya. Aku sangat memperhatikan dari mana ideku dan aku punya catatan penuh dengan ide. Jadi menyakitkan saat dia mengambil kredit atas hasil desainku," kata Ive.
Namun Ive juga memuji Jobs setinggi langit dengan mengatakan hanya dia sosok terbaik dalam membuat sebuah ide menjadi sangat powerful. Ive pernah disebut-sebut sebagai kandidat kuat CEO Apple sesudah Jobs wafat, namun kemudian Tim Cook yang terpilih.
Saat berbincang dengan penulis biografinya, Walter Isaacson, Jobs menganggap Ive adalah partner spiritualnya di Apple. Dia membebaskan Ive melakukan apa saja.
"Dia mengatakan pada Isaacson bahwa Ive punya kekuasaan lebih dibanding orang lain di Apple, di samping Jobs sendiri dan tidak ada satupun orang di perusahaan yang bisa memerintah Ive," sebut laporan di Associated Press.
Mereka berdua bekerja sama sangat erat mendesain produk kunci Apple yang biasanya simpel dan minimalis, namun indah. Berdua, mereka memegang lebih dari 200 paten terdaftar.
Namun Ive pernah menyatakan kekecewaanya pada Jobs yang kadang mengakui karya Ive sebagai karyanya sendiri. Kadang kelakuan Jobs ini membuat Ive sakit hati.
"Jobs kadang melihat ideku dan berkata aku suka yang itu. Kemudian aku duduk dan dia bicara ke audiens seperti itu adalah idenya. Aku sangat memperhatikan dari mana ideku dan aku punya catatan penuh dengan ide. Jadi menyakitkan saat dia mengambil kredit atas hasil desainku," kata Ive.
Namun Ive juga memuji Jobs setinggi langit dengan mengatakan hanya dia sosok terbaik dalam membuat sebuah ide menjadi sangat powerful. Ive pernah disebut-sebut sebagai kandidat kuat CEO Apple sesudah Jobs wafat, namun kemudian Tim Cook yang terpilih.
4. Laboratorium Desain Rahasia Apple
Ive bekerja di sebuah laboratorium desain yang sangat rahasia di markas besar Apple di Cupertino, California. Sangat sedikit orang yang diizinkan masuk ke sana.
Menurut wartawan Fortune, Adam Lashinsky, salah satu ruangan paling rahasia di Apple adalah tempat kerja Jonathan Ive. "Hanya sedikit orang yang diizinkan memasuki bunker desain Ive," tulis Lashinsky.
Di sinilah Ive mengerjakan desain produk produk baru Apple. Wajar jika kerahasiaan tempat kerjanya sangat terjaga.
Ive banyak meraih penghargaan di bidang desain. Dia juga banyak dinilai sebagai salah satu orang Inggris paling berpengaruh. Ia masuk salah satu orang Inggris paling hebat yang bekerja di luar negeri oleh media terkenal Inggris, Telegraph.
Pertengahan tahun 2012, dia menerima gelar ksatria Knight Commander, Order of the British Empire (KBE). Dia pun berhak memakai sebutan Sir di depan namanya.
"Satu-satunya yang kuinginkan memang adalah mendesain. Sangat bagus jika Anda bisa menemukan apa yang Anda cintai," kata dia.
Menurut wartawan Fortune, Adam Lashinsky, salah satu ruangan paling rahasia di Apple adalah tempat kerja Jonathan Ive. "Hanya sedikit orang yang diizinkan memasuki bunker desain Ive," tulis Lashinsky.
Di sinilah Ive mengerjakan desain produk produk baru Apple. Wajar jika kerahasiaan tempat kerjanya sangat terjaga.
Ive banyak meraih penghargaan di bidang desain. Dia juga banyak dinilai sebagai salah satu orang Inggris paling berpengaruh. Ia masuk salah satu orang Inggris paling hebat yang bekerja di luar negeri oleh media terkenal Inggris, Telegraph.
Pertengahan tahun 2012, dia menerima gelar ksatria Knight Commander, Order of the British Empire (KBE). Dia pun berhak memakai sebutan Sir di depan namanya.
"Satu-satunya yang kuinginkan memang adalah mendesain. Sangat bagus jika Anda bisa menemukan apa yang Anda cintai," kata dia.
5. Hidup Berlimpah Harta
Ive tinggal di California, Amerika Serikat, bersama istrinya Heather Pegg yang dinikahinya tahun 1987. Mereka mempunyai dua anak.
Sudah tentu ia kaya raya karena menjadi petinggi salah satu perusahaan terkaya di dunia. Belum lama ini, Ive membeli sebuah rumah seharga 10 juta poundsterling atau sekitar Rp 154 miliar.
Rumah tersebut berlokasi di Gold Coast, San Fransisco. Didesain oleh Willis Polk & Co, rumah tingkat nan klasik ini dibangun pada tahun 1927.
Rumah mewah tersebut memiliki ukuran 7.274 kaki dengan 6 kamar tidur dan 8 kamar mandi. Turut melengkapi rumah ini adalah perpustakaan dengan kayu ek dan 6 perapian.
Sudah tentu ia kaya raya karena menjadi petinggi salah satu perusahaan terkaya di dunia. Belum lama ini, Ive membeli sebuah rumah seharga 10 juta poundsterling atau sekitar Rp 154 miliar.
Rumah tersebut berlokasi di Gold Coast, San Fransisco. Didesain oleh Willis Polk & Co, rumah tingkat nan klasik ini dibangun pada tahun 1927.
Rumah mewah tersebut memiliki ukuran 7.274 kaki dengan 6 kamar tidur dan 8 kamar mandi. Turut melengkapi rumah ini adalah perpustakaan dengan kayu ek dan 6 perapian.
Ive pernah dirumorkan akan segera kembali ke Tanah Airnya di Inggris. Namun pembelian rumah mewah ini sepertinya cukup untuk mematahkan spekulasi tersebut.
Sabtu, 16 Februari 2013
Master Desain Apple Dapat Penghargaan
![]() |
| Kanan: Jhon Ive raih penghargaan |
Dengan penganugerahan ini, seperti dilansir Telegraph, John Ive bergabung dengan penulis seri novel terkenal Harry Potter JK Rowling dan dua tokoh inspiratif lainnya.
Senior Vice President of Industrial Design Apple tersebut sangat terkesan. Dia mengaku masih mengingat dengan jelas ketika menonton acara Blue Peter saat dirinya masih kanak-kanak.
"Saya sangat suka cara Blue Peter menunjukkan bagaimana membuat sesuatu, atau menggunakan kembali produk lama," ujarnya dalam wawancara dengan stasiun televisi BBC Inggris.
Sementara itu, Ewan Vinnicomber selaku Acting Editor Blue Peter, menyebutkan John Ive adalah inspirasi bagi anak-anak di seluruh dunia. "Kami akan sangat senang mendengarkan berbagai sarannya mengenai desain," ujarnya.
John Ive memang diakui kemahirannya dan karya-karyanya untuk urusan desain produk. Dia bahkan menjadi kesayangan sekaligus kepercayaan mendiang Steve Jobs.
Karena kiprahnya di dunia desain pula, tahun lalu dia resmi diangkat menjadi ksatria Kerajaan Inggris. Dia menyandang gelar Knight Commander, Order of the British Empire (KBE).
Jumat, 05 Oktober 2012
Mengintip Istana Rp 154 Miliar Milik 'Ksatria' Apple
Jonathan Ive adalah salah satu sosok kunci di Apple. Jabatannya sebagai Senior Vice President Industrial Design membuatnya bertanggungjawab terhadap desain gadget Apple.
Ive telah mendesain produk fenomenal Apple, mulai dari iPod, iPhone dan iPad. Pria berkebangsaan Inggris ini pun mendapat berbagai penghargaan, termasuk gelar ksatria Commander of the Order of the British Empire (CBE).
Sudah tentu ia kaya raya karena menjadi petinggi salah satu perusahaan terkaya di dunia. Belum lama ini, Ive membeli sebuah rumah seharga 10 juta poundsterling atau sekitar Rp 154 miliar.
Mau tahu seperti apa daleman istana sang ksatria Apple ini? Sudah tentu sangat mewah. Simak betikut ini, yang dihimpun dari Daily Mail.
Ive telah mendesain produk fenomenal Apple, mulai dari iPod, iPhone dan iPad. Pria berkebangsaan Inggris ini pun mendapat berbagai penghargaan, termasuk gelar ksatria Commander of the Order of the British Empire (CBE).
Sudah tentu ia kaya raya karena menjadi petinggi salah satu perusahaan terkaya di dunia. Belum lama ini, Ive membeli sebuah rumah seharga 10 juta poundsterling atau sekitar Rp 154 miliar.
Mau tahu seperti apa daleman istana sang ksatria Apple ini? Sudah tentu sangat mewah. Simak betikut ini, yang dihimpun dari Daily Mail.
1. Pemandangan spektakuler
Rumah terbaru Ive itu terletak di dataran tinggi wilayah San Francisco, Amerika Serikat. Pemandangan di luarnya pun spektakuler, yaitu ke jembatan bersejarah yang menjadi landmark kota itu, Golden Gate Bridge.
Tampak dari luar, sudah terlihat aura mewah rumah berukuran besar ini. Lokasinya di Gold Coast yang merupakan salah satu kawasan paling elit di San Francisco.
Tampak dari luar, sudah terlihat aura mewah rumah berukuran besar ini. Lokasinya di Gold Coast yang merupakan salah satu kawasan paling elit di San Francisco.
San Francisco sengaja dipilih karena kota ini juga menjadi lokasi di mana Apple bermarkas. Sehingga Ive tidak akan kesulitan pulang pergi ke kantor.
Ive pernah dirumorkan akan segera kembali ke Tanah Airnya di Inggris. Namun pembelian rumah mewah ini sepertinya cukup untuk mematahkan spekulasi tersebut.
Ive pernah dirumorkan akan segera kembali ke Tanah Airnya di Inggris. Namun pembelian rumah mewah ini sepertinya cukup untuk mematahkan spekulasi tersebut.
2. Dibangun tahun 1927
Ternyata, istana Jonathan Ive ini sudah berdiri sangat lama. Seluruh bagian rumah selesai dibangun pada tahun 1927. Perancangnya adalah firma arsitektur Will Pok & Co.
Desainnya memang bergaya antik dan elegan. Ukuran rumah berikut halamannya sangat luas sebagai tempat tinggal Ive bersama istrinya Heather Pegg yang ia nikahi pada tahun 1987. Mereka mempunyai anak kembar.
Desainnya memang bergaya antik dan elegan. Ukuran rumah berikut halamannya sangat luas sebagai tempat tinggal Ive bersama istrinya Heather Pegg yang ia nikahi pada tahun 1987. Mereka mempunyai anak kembar.
3. Fasilitas lengkap
Di dalam rumah sebesar dan semahal itu, tentu saja terdapat fasilitas lengkap. Rumah ini punya lima lantai dan enam kamar tidur.
Penghuni rumah bisa menggunakan delapan kamar mandi. Terdapat juga ruang untuk fitness, dapur mewah, dan kamar untuk asisten rumah tangga. Ada enam perapian kayu bergaya klasik untuk menghangatkan ruangan.
Penghuni rumah bisa menggunakan delapan kamar mandi. Terdapat juga ruang untuk fitness, dapur mewah, dan kamar untuk asisten rumah tangga. Ada enam perapian kayu bergaya klasik untuk menghangatkan ruangan.
4. Perabotan mewah
Perabotan di dalam istana Ive pun terlihat luar biasa mewah. Sesuai dengan harga rumah yang menjulang.
Rumah ini menggambarkan kesuksesan Ive, yang telah bergabung ke Apple sejak tahun 1992. Dia kerap disebut sebagai suhu desain Apple, tangan kanan mendiang Steve Jobs dan berperan besar dalam membangkitkan kejayaan perusahaan berlogo buah apel kroak tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)





















