- Hindari kalori tinggi. Ganti asupan makanan Anda yang berkalori tinggi dengan sayuran, buah, dan kacang-kacangan yang sehat.
- Oatmeal. Oatmeal merupakan bahan makanan yang disarankan untuk penderita kolesterol tinggi, sebab ia mempunyai kandungan serat larut yang bisa menyerap lemak jahat dan membuangnya bersama proses metabolisme.
- Tidur cukup. Seseorang mempunyai kebutuhan tidur sekitar 8 jam per hari. Jika kurang, maka ada kecenderungan kadar kolesterol jahat meningkat. ini karena kurang tidur membuat seseorang lebih banyak ngemil dan merasa lapar.
- Vitamin D. Ya, memang ada hubungan antara kurangnya vitamin D dengan kadar kolesterol. jadi jangan lupa untuk berjemur di sinar matahari pagi, konsumsi susu rendah lemak, dan suplemen vitamin D bila perlu.
- Kurangi tepung. Makanan yang terbuat dari tepung gandum bisa jadi pemicu kenaikan kadar kolesterol. Kurangi produk makanan tersebut agar kadar kolesterol Anda tetap stabil.
- Olahraga. Apapun jenis olahraga yang Anda tekuni, dapat membantu membuat tubuh sehat sekaligus menjaga kadar kolesterol. Atau bila tidak, berjalan kaki hingga berkeringat juga termasuk hal yang disarankan bagi Anda.
Tampilkan postingan dengan label kesehatan untuk penyakit kolesterol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan untuk penyakit kolesterol. Tampilkan semua postingan
Jumat, 22 November 2013
Tips Turunkan Kolesterol Tanpa Obat
Biasanya para penderita kolesterol tinggi menurunkan kadar kolesterol mereka memakai obat medis bernama statin. Namun, ada juga cara alami menurunkan kadar kolesterol tanpa konsumsi obat tersebut, lho. Kuncinya adalah kedisiplinan untuk mengubah pola hidup tak sehat menjadi lebih sehat.
Nah, bagaimana cara turunkan kolesterol tanpa obat? simak berikut ini:
Sabtu, 27 Juli 2013
Leher Kesemutan, Tanda Kolesterol Tinggi?
Tanya:
Beberapa hari yg lalu, saya makan bebek goreng. Setelah itu, satu jam kemudian kepala saya sakit sekali dan leher terasa kesemutan. Apakah ini gejala kolesterol? Apakah kolesterol bisa menyerang remaja? Apa saja gejala-gejala awal kolesterol tinggi dan makanan apa yang harus dihindari supaya tidak kena kolesterol?
Jawab:
Kolesterol adalah suatu substansi normal yang harus berada dalam tubuh. Kolesterol dibutuhkan untuk cadangan energi dan menjaga keutuhan sel-sel tubuh. Namun ketika kolesterol dikonsumsi berlebihan (kolestrol LDL atau kolestrol Jahat), banyak sekali permasalahan yang akan timbul. Salah satunya adalah penumpukan plak di saluran pembuluh darah, yang berpotensi merusak organ-organ yang dialiri oleh pembuluh darah tersebut, karena asupan darah dan energi yang mengalir melalui pembuluh darah tersebut menjadi berkurang.
Tidak ada gejala fisik yang ditimbulkan oleh kelebihan kolesterol jahat, namun gejala biasanya muncul untuk penyakit-penyakit berbahaya yang disebabkan kelebihan kolesterol, misalnya penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit kardiovaskuler lainnya.
Yang harus diingat adalah, kelebihan kolestrol bukanlah penyakit. Namun apabila kadar kolestrol jahat dalam darah tinggi sekali, ini akan meningkatkan risiko pembentukan plak di pembuluh darah dan menyebabkan kerusakan organ-organ yang dialiri oleh pembuluh darah tersebut. Kolestrol tinggi juga dapat menyebabkan hipertensi, karena meningkatnya tekanan resistensi pembuluh darah.
Makanan gorengan yang menggunakan minyak yang dipakai terus menerus harus dikurangi. Banyaklah berolahraga untuk meningkatkan kolestrol baik (HDL) yang dapat membantu mencegah pembentukan plak yang bertanggung jawab dalam penyempitan di pembuluh darah. Perbanyak makanan tinggi serat dan yang mengandung antioksidan untuk mencegah kerusakan pembuluh darah dan organ. Daging sirloin dan kuning telur juga harus dikurangi.
Karena Anda masih berumur 18 tahun, jangan sampai malah jadi menghindari makanan tersebut sama sekali. Tidak apa-apa tetap dikonsumsi, namun tetap dijaga porsinya sehingga cukup nutrisi, kolestrol, karbohidrat, vitamin, serat, dan kalori, dan perkembangan tubuh Anda dapat optimal dan tidak berlebihan. Lakukan olah raga teratur minimal tiga kali seminggu dan 30 menit sehari.
Anda dapat mencoba mencari informasinya di Meetdoctor tentang bagaimana mengatur pola makan yang kaya nutrisi, seimbang, dan bebas kolesterol.
Terima kasih dan selamat hidup sehat.
Beberapa hari yg lalu, saya makan bebek goreng. Setelah itu, satu jam kemudian kepala saya sakit sekali dan leher terasa kesemutan. Apakah ini gejala kolesterol? Apakah kolesterol bisa menyerang remaja? Apa saja gejala-gejala awal kolesterol tinggi dan makanan apa yang harus dihindari supaya tidak kena kolesterol?
Jawab:
Kolesterol adalah suatu substansi normal yang harus berada dalam tubuh. Kolesterol dibutuhkan untuk cadangan energi dan menjaga keutuhan sel-sel tubuh. Namun ketika kolesterol dikonsumsi berlebihan (kolestrol LDL atau kolestrol Jahat), banyak sekali permasalahan yang akan timbul. Salah satunya adalah penumpukan plak di saluran pembuluh darah, yang berpotensi merusak organ-organ yang dialiri oleh pembuluh darah tersebut, karena asupan darah dan energi yang mengalir melalui pembuluh darah tersebut menjadi berkurang.
Tidak ada gejala fisik yang ditimbulkan oleh kelebihan kolesterol jahat, namun gejala biasanya muncul untuk penyakit-penyakit berbahaya yang disebabkan kelebihan kolesterol, misalnya penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit kardiovaskuler lainnya.
Yang harus diingat adalah, kelebihan kolestrol bukanlah penyakit. Namun apabila kadar kolestrol jahat dalam darah tinggi sekali, ini akan meningkatkan risiko pembentukan plak di pembuluh darah dan menyebabkan kerusakan organ-organ yang dialiri oleh pembuluh darah tersebut. Kolestrol tinggi juga dapat menyebabkan hipertensi, karena meningkatnya tekanan resistensi pembuluh darah.
Makanan gorengan yang menggunakan minyak yang dipakai terus menerus harus dikurangi. Banyaklah berolahraga untuk meningkatkan kolestrol baik (HDL) yang dapat membantu mencegah pembentukan plak yang bertanggung jawab dalam penyempitan di pembuluh darah. Perbanyak makanan tinggi serat dan yang mengandung antioksidan untuk mencegah kerusakan pembuluh darah dan organ. Daging sirloin dan kuning telur juga harus dikurangi.
Karena Anda masih berumur 18 tahun, jangan sampai malah jadi menghindari makanan tersebut sama sekali. Tidak apa-apa tetap dikonsumsi, namun tetap dijaga porsinya sehingga cukup nutrisi, kolestrol, karbohidrat, vitamin, serat, dan kalori, dan perkembangan tubuh Anda dapat optimal dan tidak berlebihan. Lakukan olah raga teratur minimal tiga kali seminggu dan 30 menit sehari.
Anda dapat mencoba mencari informasinya di Meetdoctor tentang bagaimana mengatur pola makan yang kaya nutrisi, seimbang, dan bebas kolesterol.
Terima kasih dan selamat hidup sehat.
Kamis, 25 Juli 2013
Cara Mudah Menurunkan Kolesterol dengan Makanan Ini
Jika Anda memiliki kadar kolesterol yang tinggi, maka itu adalah akumulasi dari gaya hidup dan makanan yang telah Anda konsumsi. Biasanya, masalah kolesterol akan muncul di usia awal 40-an, walau kini banyak pula yang telah menderita kolesterol tinggi di usia 30-an.
Menurunkan kadar kolesterol sebenarnya gampang-gampang sulit. Kedisiplinan Anda yang menjadi kunci keberhasilannya. Ingin menurunkan kolesterol tanpa obat? Konsumsi saja makanan berikut ini secara teratur:
- Barley. Ini adalah sejenis gandum yang sangat kaya serat dan terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol dengan cepat.
- Minyak ikan. Konsumsi minyak ikan yang hidup di air dingin, misalnya salmon dan tuna sebab ia dapat melawan kolesterol jahat.
- Apel. Kandungan vitamin C dan pektin dalam apel sangat bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol Anda.
- Kacang almond dan wallnut. Jenis kacang ini kaya asam lemak omega 3 yang dapat menurunkan LDL Anda.
- Teh hitam dan teh hijau. Kedua jenis teh ini memiliki antioksidan tinggi yang baik melawan kanker, serta menurunkan kolesterol.
- Bawang merah. Kandungan quercetin yang merupakan flavonoid khusus bisa mengurangi timbunan kolesterol dalam arteri. Sifat anti-inflamasinya juga baik bagi kesehatan jantung.
- Oat. Sarapan dengan oat setiap hari dapat membantu menurunkan kolesterol.
- Jeruk. Jeruk mengandung serat larut yang disebut pektin yang mampu membersihkan tubuh Anda dari kolesterol.
- Bayam. Serat dan kandungan zat luetinnya membantu dinding arteri Anda melunturkan lemak.
Nah, sebagian jenis makanan yang mempercepat turunnya kolesterol itu bermanfaat menjauhkan Anda dari obat kimia. Seperti dilansir oleh Boldsky,konsumsi secara teratur dan lihat hasilnya.
Rabu, 16 Januari 2013
Red Wine Mampu Mencegah Kehadiran Kolesterol “Jahat”?
Seperti dikutip The Telegraph, senyawa-senyawa berbahaya dari daging merah dalam aliran darah bisa menciptakan kolesterol “buruk” yang merusak pembuluh darah dan mempertinggi risiko jantung.
Para peneliti menunjukkan bahwa anti-oksidan dalam red wine yang dikenal sebagai polifenol mampu mencegah kehadiran senyawa-senyawa tersebut yang diserap ke dalam aliran darah, di mana dapat menyebabkan kerusakan, demikian laporan Journal of Functional Foods.
Ron Kohen, profesor dari Institute of Drug Research di Hebrew University of Jerusalem, mengatakan hal ini dapat membantu menjelaskan mengapa red wine sering ditemukan mampu mengurangi risiko penyakit jantung.
“Daging diketahui kaya akan lemak tak jenuh ganda dan kolesterol. Hasil kami bisa memberikan penjelasan untuk hubungan antara sering konsumsi daging dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Mengonsumsi produk makanan yang kaya polifenol sebagai bagian dari pola makan secara signifikan mampu mengurangi efek berbahaya,” ujar Kohen.
Selama 4 hari, para peneliti memberi makan sekelompok sukarelawan sehat dengan serangkaian makanan dari potongan daging kalkun gelap dan diminta untuk menghindari daging dan ikan lainnya. Lalu, sebagian dari mereka mengulang program diet 4 hari tersebut, masing-masing dengan memakan kalkun yang setara dengan segelas red wine.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika relawan makan daging saja, mereka mengalami peningkatan kadar senyawa yang dikenal sebagai malondialdehid dalam aliran darah mereka. Mereka juga menunjukkan tingkat lebih besar kolesterol yang sudah dimodifikasi oleh malondialdehid dalam darah mereka.
Setelah empat hari makan daging, tingkat kolesterol dimodifikasi tersebut meningkat sebesar 97 persen. Diperkirakan bahwa kolesterol dimodifikasi tersebut bertanggung jawab atas pengerasan arteri dan pembuatan plak yang menyebabkan penyakit jantung.
Ketika mereka memakan kalkun disertai red wine, meski tingkat kolesterol dimodifikasi tidak berubah, tetapi bisa turun dalam beberapa kasus.
Jumat, 05 Oktober 2012
Cara Sehat Mengonsumsi Makanan Tinggi Kolesterol
Karena rasanya nikmat, sulit sekali mengindari makanan berlemak dalam jadwal makan sehari-hari. Tapi bagaimana cara agar kita tetap bisa menikmati makanan tersebut tanpa takut bahaya kolesterol?
Menurut ahli gizi yang juga Dosen Klinis di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Alma Ata Yogyakarta, Esti Nurwanti, S.Gz Dietisien, kebutuhan lemak harian orang dewasa sekitar 25 persen dari total energi atau sekitar 55 gram dari 2.000 kalori.
“Lemak jenuh sebaiknya kurang dari 10 persen dari total kalori atau maksimal 20 gram. Sisanya adalah lemak tak jenuh,” kata Esti.
Sekadar info, lemak jenuh banyak terdapat pada lemak hewani. Sementara tak jenuh, ada pada kacang, biji-bijian, jagung, zaitun atau ikan.
Esti menuturkan, dalam konsumsi harian nasi goreng saja kandungan lemaknya mencapai 6,2 gram lemak. Belum lagi telur goreng yang kandungan kolesterolnya mencapai 200 mg. “Padahal anjuran asupan kolesterol harian maksimal 300 mg. Artinya sudah mendekati maksimal. Sementara asupan kita tidak hanya dari telur,” katanya.
Oleh karena itu, lanjut Esti, orang dewasa sebaiknya mengonsumsi telur goreng hanya tiga kali dalam seminggu. “Kalau mau sering mengonsumsi, kuning telur jangan dimakan, cukup putihnya saja. Sebab, kuning telur mengandung kolesterol tinggi,” ujar Nutrisionist dari UGM ini.
Sumber kolesterol tinggi juga terdapat pada otak sapi, udang, jeroan seperti ginjal, hati sapi dan hati ayam, serta makanan laut (sea food).
Apa bahayanya makanan berkolesterol tinggi?
“Jelas itu membahayakan tubuh kita,” tandas Esti. Kata dia, “Bisa menyebabkan penumpukan di pembuluh darah hingga menghambat peredaran darah ke jantung atau otak yang berakibat stroke.”
Kendati demikian, dia berharap agar tidak terlalu khawatir dengan asupan makanan yang malah bisa membuat stres itu. Sebab, setiap konsumsi makanan ada penetralisirnya.
“Misalnya kalau kita terpaksa mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi, ikuti dengan makanan tinggi serat karena sifatnya mengikat kolesterol,” tambahnya. Bisa pula mengonsumsi minuman yang mengandung Plant Stanol Ester (PSE) yang bisa mengikat kolesterol.
Lebih penting lagi, jelasnya, konsumsi harian harus seimbang. Walaupun konsumsi kolesterol sedikit, tapi asupan makanan berseratnya minim, malah tidak sehat. Sebab kolesterol tetap beredar dalam tubuh.
Lalu bagaimana jika senang menyantap sate atau daging bakar yang disebut dapat memicu kanker?
Menurut Esti, protein jika dibakar sifatnya sudah berbeda apalagi ada karbonnya. “Karbonnya menempel pada daging hingga sifatnya menjadi radikal bebas dan bisa memicu kanker,” kata Esti.
Untuk itu, jika doyan makan sate atau daging dibakar, harus banyak mengonsumsi makanan tinggi antioksidan biar seimbang. “Jadi biarpun ada radikal bebasnya, tapi antioksidannya ada. Semua yang kita konsumsi ada penetralnya,” tambah Esti.
Antioksidan bisa diperoleh dari jus jeruk, jus anggur, atau buah naga. Hanya saja, katanya, pembuatan jus sebaiknya tanpa gula atau jika terpaksa pakai sedikit saja, mengingat gula bisa memicu radikal bebas.
Porsi antioksidan ini harus banyak guna menyeimbangkan radikal bebas yang muncul dari makanan dibakar tadi. Jika malas membuat jus, bisa makan buah secara langsung. Konsumsi buah segar secara langsung justru lebih bagus karena kandungan nutrisinya masih utuh.
Lebih mudahnya, Esti memberikan tip, sebaiknya dalam sehari kita mengonsumsi maksimal lima makanan mengandung minyak atau lemak. Tentu harus diperhatikan porsinya. Lemak hewani tiga kali seminggu. Sedangkan ikan, aman dikonsumsi setiap hari.
“Atau setiap konsumsi makanan berlemak, carikan makanan tinggi serat. Bisa juga pagi-pagi konsumsi havermut karena seratnya bagus,” tandasnya.
Menurut ahli gizi yang juga Dosen Klinis di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Alma Ata Yogyakarta, Esti Nurwanti, S.Gz Dietisien, kebutuhan lemak harian orang dewasa sekitar 25 persen dari total energi atau sekitar 55 gram dari 2.000 kalori.
“Lemak jenuh sebaiknya kurang dari 10 persen dari total kalori atau maksimal 20 gram. Sisanya adalah lemak tak jenuh,” kata Esti.
Sekadar info, lemak jenuh banyak terdapat pada lemak hewani. Sementara tak jenuh, ada pada kacang, biji-bijian, jagung, zaitun atau ikan.
Esti menuturkan, dalam konsumsi harian nasi goreng saja kandungan lemaknya mencapai 6,2 gram lemak. Belum lagi telur goreng yang kandungan kolesterolnya mencapai 200 mg. “Padahal anjuran asupan kolesterol harian maksimal 300 mg. Artinya sudah mendekati maksimal. Sementara asupan kita tidak hanya dari telur,” katanya.
Oleh karena itu, lanjut Esti, orang dewasa sebaiknya mengonsumsi telur goreng hanya tiga kali dalam seminggu. “Kalau mau sering mengonsumsi, kuning telur jangan dimakan, cukup putihnya saja. Sebab, kuning telur mengandung kolesterol tinggi,” ujar Nutrisionist dari UGM ini.
Sumber kolesterol tinggi juga terdapat pada otak sapi, udang, jeroan seperti ginjal, hati sapi dan hati ayam, serta makanan laut (sea food).
Apa bahayanya makanan berkolesterol tinggi?
“Jelas itu membahayakan tubuh kita,” tandas Esti. Kata dia, “Bisa menyebabkan penumpukan di pembuluh darah hingga menghambat peredaran darah ke jantung atau otak yang berakibat stroke.”
Kendati demikian, dia berharap agar tidak terlalu khawatir dengan asupan makanan yang malah bisa membuat stres itu. Sebab, setiap konsumsi makanan ada penetralisirnya.
“Misalnya kalau kita terpaksa mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi, ikuti dengan makanan tinggi serat karena sifatnya mengikat kolesterol,” tambahnya. Bisa pula mengonsumsi minuman yang mengandung Plant Stanol Ester (PSE) yang bisa mengikat kolesterol.
Lebih penting lagi, jelasnya, konsumsi harian harus seimbang. Walaupun konsumsi kolesterol sedikit, tapi asupan makanan berseratnya minim, malah tidak sehat. Sebab kolesterol tetap beredar dalam tubuh.
Lalu bagaimana jika senang menyantap sate atau daging bakar yang disebut dapat memicu kanker?
Menurut Esti, protein jika dibakar sifatnya sudah berbeda apalagi ada karbonnya. “Karbonnya menempel pada daging hingga sifatnya menjadi radikal bebas dan bisa memicu kanker,” kata Esti.
Untuk itu, jika doyan makan sate atau daging dibakar, harus banyak mengonsumsi makanan tinggi antioksidan biar seimbang. “Jadi biarpun ada radikal bebasnya, tapi antioksidannya ada. Semua yang kita konsumsi ada penetralnya,” tambah Esti.
Antioksidan bisa diperoleh dari jus jeruk, jus anggur, atau buah naga. Hanya saja, katanya, pembuatan jus sebaiknya tanpa gula atau jika terpaksa pakai sedikit saja, mengingat gula bisa memicu radikal bebas.
Porsi antioksidan ini harus banyak guna menyeimbangkan radikal bebas yang muncul dari makanan dibakar tadi. Jika malas membuat jus, bisa makan buah secara langsung. Konsumsi buah segar secara langsung justru lebih bagus karena kandungan nutrisinya masih utuh.
Lebih mudahnya, Esti memberikan tip, sebaiknya dalam sehari kita mengonsumsi maksimal lima makanan mengandung minyak atau lemak. Tentu harus diperhatikan porsinya. Lemak hewani tiga kali seminggu. Sedangkan ikan, aman dikonsumsi setiap hari.
“Atau setiap konsumsi makanan berlemak, carikan makanan tinggi serat. Bisa juga pagi-pagi konsumsi havermut karena seratnya bagus,” tandasnya.
Senin, 27 Agustus 2012
Mitos VS Fakta Seputar Kolesterol
Anda perlu tahu fakta dan mitos yang muncul selama ini tentang kolesterol akibat salah informasi.
Mitos: Hindari daging, jeroan, santan, keju, kolesterol pasti normal.
Fakta: Belum tentu, 80 persen kolesterol darah dihasilkan tubuh. Bila metabolisme tubuh sudah buruk, dibutuhkan obat pengendali kolesterol.
Mitos: Kadar kolesterol tinggi tidak berbahaya, karena tidak bergejala.
Fakta: kolesterol tinggi berbahaya karena bisa mengubah dinding pembuluh darah, memicu PJK (penyakit jantung koroner) dan penyebab kematian (serangan jantung).
Mitos: Kolesterol tinggi hanya terjadi pada orang tua saja karena metabolismenya menurun.
Fakta: Tidak benar. Pembentukan plak pada dinding pembuluh darah juga dijumpai pada usia anak-anak, dan meningkat seiring bertambahnya usia.
Mitos: Dengan berolahraga, diet, dan kondisi bugar, berarti kadar kolesterol pasti membaik.
Fakta: Tidak benar, karena berat badan, kebiasaan merokok, riwayat kesehatan keluarga, usia dan jenis kelamin juga berpengaruh.
Mitos: Daging kambing mengandung lemak yang banyak dibanding daging sapi.
Fakta: Daging sapi lebih banyak lemak jenuhnya ketimbang daging kambing. Data dari Proceedings Nutrition Society of Australia, kandungan kolesterol daging kambing berkisar 5-39 mg/100 g, daging sapi: 42-78 mg/100 g dan babi 66- 98 mg/100 g.
Mitos: Saat dokter belum vonis apapun, Anda tidak perlu risau.
Fakta: Salah. Periksa kolesterol sesering mungkin untuk memastikan kadar kolesterol LDL (jahat), kolesterol HDL (baik), dan trigliserida.
Mitos: Orang gemuk punya kadar kolesterol lebih tinggi dari orang kurus.
Fakta: Belum tentu. Kadar kolesterol dipengaruhi berbagai faktor: jenis makanan, kecepatan tubuh memproduksi dan membuang LDL, tingkat kesehatan serta kebiasaan makan.
Selasa, 20 Maret 2012
Makanan Berserat Tinggi Cegah Kolesterol
Kolesterol dan darah tinggi dipicu terganggunya trigliserida yakni sejenis lemak di pembuluh darah. Sering mengonsumsi makanan dan buah berserat tinggi adalah cara ampuh mencegahnya.
Makanan dan buah berserat tinggi mampu mengikat lebih banyak lemak yang tak bisa dicerna usus lalu dibuang melalui kotoran, sehingga menyehatkan.
"Sayur misalnya, semuanya berserat tinggi. Untuk buah juga sama, namun terbaik adalah pepaya dan mangga. Untuk makanan, bisa dengan puding," kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kalsel, dr Rudiansyah.
Trigliserida sebenarnya bungsinya untuk memperlancar proses pembentukan antibodi, sel-sel tubuh, hormonal, dan sebagainya. Namun fungsi trigliserida ini terganggu akibat sering mengonsumsi makanan dan minuman berlemak. Akibatnya, akan memicu kolesterol dan darah tinggi.
"Ini tergolong jenis lemak LDL (low density lipoprotein) kolesterol. Dia gampang mengendap di pembuluh darah, makanya disebut juga lemak jahat," jelasnya.
Menurut Rudiansyah, kadar normal trigliserida dalam tubuh maksimal 150 mg/dl, bisa ditoleransi hingga 200 mg /dl. Lebih atau kurang dari itu, akan berbahaya.
Jika sudah terlanjur kena, maka pengobatannya bisa dengan rutin terapi obat dan perbanyak aktifitas tubuh seperti olahraga serta mengurangi memakan makanan berlemak.
Langganan:
Postingan (Atom)



