# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label liverpool legend. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liverpool legend. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 April 2020

Graeme Souness yang Diejek Paul Pogba dan 10 Pemain Terbaik Liverpool Sepanjang Masa

Paul Pogba sempat membuat panas para fans Liverpool. 

Sebab, gelandang Manchester United tersebut mengaku tidak tahu siapa itu Graeme Souness. 

Padahal, dia legenda di Liverpool.

Graeme Souness beberapa kali memberikan kritik pedas atas performa Paul Pogba di Manchester United. 

Pemain asal Prancis itu kemudian diminta tanggapan terkait kritik yang sering dilontarkan Graeme Souness.

"Saya bahkan tidak tahu siapa dia [Souness]. 

Saya dengar dia dulu adalah pemain hebat dan lain sebagainya. Namun saya sama sekali tidak tahu wajahnya namun saya hanya pernah dengar namanya saja," kata Paul Pogba.

Graeme Souness merupakan satu dari banyak nama besar yang melegenda di Liverpool. Sepanjang sejarah klub asal Merseyside tersebut, ada banyak pemain kelas wahid yang pernah bermain di sana. Graeme Souness hanya salah satunya.
 
Dikutip dari Sportsmole, berikut adalah 10 pemain terbaik dalam sejarah Liverpool. 

Steven Gerrard

 

Steven Gerrard

Tidak bisa dipungkiri bahwa sosok Steven Gerrard adalah legenda hidup bagi Liverpool. 

Steven Gerrard akan selalu dikenang fans Liverpool dengan tita emas, kecuali momen ketika dia terpeleset di laga melawan Chelsea.

Steven Gerrard bermain sangat konsisten di Chelsea. Salah satu momen emas Steven Gerrard terjadi di final Liga Champions 2005 di Istanbul. 

Saat itu, Liverpool ketinggalan 3-0 di babak pertama dan menyamakan kedudukan di babak kedua.

Liverpool menjadi juara Liga Champions musim tersebut lewat adu penalti.

Penampilan: 710

Gol: 186

Gelar juara
  • Liga Champions: 1
  • Piala FA: 2
  • Liga Europa: 1
  • Piala Liga: 3

Sir Kenny Dalglish

 

Sir Kenny Dalglish

Berita buruk bagi Liverpool datang beberapa hari lalu. 

Kenny Dalglish dinyatakan positif terjangkit virus corona. Kenny Dalglish merupakan nama besar dalam sejarah Liverpool, baik sebagai pemain dan manajer.

Kenny Dalglish menjadi bagian dari era emas Liverpool pada periode 1970-an hingga awal 1990-an. 

Duetnya dengan Ian Rush menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah Liverpool.

Kenny Dalglish akan abadi dengan julukan King Kenny bagi fans Liverpool.

Penampilan: 515

Gol: 172

Gelar juara
  • Liga Inggris: 6
  • Liga Champions: 3
  • Piala Liga: 1
 

Ian Rush

 

Ian Rush

Ian Rush, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, berada satu angkatan dengan Kenny Dalglish. 

Ian Rush merupakan bomber haus gol, salah satu yang terbaik dalam sejarah panjang Liverpool.

Pemain asal Wales tersebut tidak perlu diragukan lagi kapasitasnya sebagai bomber kelas wahid di Liverpool. 

Ian Rush mencatatkan 346 gol untuk The Reds dan kini tercatat sebagai top skor sepanjang masa.

Penampilan: 660

Gol: 346

Gelar juara
  • Liga Inggris: 5
  • Liga Champions: 2
  • Piala FA: 3
  • Piala Liga: 5

Graeme Souness

 

Graeme Souness

Graeme Souness merupakan gelandang andalan Liverpool jauh sebelum era Steven Gerrard. 

Pada eranya, Graeme Souness dikenal sebagai gelandang yang kejam dan tidak punya kompromi pada pemain lawan.

Graeme Souness juga punya sentuhan bola yang bagus. Tidak heran jika menjadi andalan timnas Skotlandia pada masanya. 

Graeme Souness mencatatkan 54 caps bersama timnas Skotlandia.

Penampilan: 359

Gol: 55

Gelar juara
  • Liga Inggris: 5
  • Liga Champions: 3
  • Piala Liga: 3

Ray Clemence

 

Jauh sebelum memiliki Alisson Bekcer, Liverpool pernah punya penjaga gawang tangguh pada diri Ray Clemence. 

Dibeli dengan harga 18 ribu pounds saja, Ray Clemence menjadi sosok yang melegenda di Anfield.
Ray Clemence bermain untuk Liverpool selama 11 tahun. Ray Clemence kemudian pernah membela Tottenham dan punya catatan yang bagus. 

Ray Clemence juga gemilang bersama timnas Inggris dengan catatan 61 caps.

Penampilan: 665

Gelar juara
  • Liga Inggris: 5
  • Liga Champions: 3
  • Piala UEFA: 2
  • Piala FA: 1
  • Piala Liga: 1


John Barnes

 

John Barnes memang tidak memberikan cukup banyak gelar juara untuk Liverpool. Namun, pria awal kelahiran Jamaika tersebut akan dikenang sebagai legenda di Anfield. 

John Barnes bermain di Liverpool ketika era krisis rasial merebak di Inggris.
John Barnes yang bermain pada era 1980-an dikenal sebagai penyerang sayap yang handal. Gaya bermainnya sering kali dianggap mirip dengan Sadio Mane. 

John Barnes punya kecepatan dan dribble yang bagus.

Penampilan: 407

Gol: 108

Gelar juara
  • Liga Inggris: 2
  • Piala FA: 2
  • Piala Liga: 1


Robbie Fowler

 

Robbie Fowler

Satu hal yang ikonik dari sosok Robbie Fowler adalah selebrasi golnya. 

Pada 3 April 1999, Robbie Fowler melakukan selebrasi gol memakai kokain usai membobol gawang Everton. Selebrasi itu akan selalu dikenang fans Liverpool.

Lebih dari selebrasi ikonik itu, nama Robbie Fowler juga dikenang sebagai legenda Liverpool.

Robbie Fowler diyakini sebagai penyerang terbaik Liverpool pada zamannya.

Penampilan: 369

Gol: 183

Gelar juara
  • Liga Europa: 1
  • Piala FA: 1
  • Piala Liga: 2

Billy Liddell

 

Billy Liddell hanya pernah bermain untuk Liverpool sepanjang karirnya di level senior. 

Berposisi sebagai winger, Billy Liddell membela The Reds pada periode 1930-an hingga awal 1960. Periode yang cukup panjang.
Kesetiaan Billy Liddell untuk Liverpool tidak perlu diragukan lagi. 

Dia tetap bertahan di klub pada momen sulit, termasuk ketika Liverpool harus turun ke Divisi 
Dua. 
Billy Liddell punya peran besar menjaga eksistensi The Reds.

Penampilan 534

Gol: 228

Gelar juara
  • Liga Inggris: 1


Kevin Keegan

 

Kevin Keegan

Liverpool mendatangkan Kevin Keegan pada 1971 dari klub Scunthorpe. 

The Reds harus membayar 35 ribu pounds untuk membawa Kevin Keegan ke Anfield. Kevin Keegan menjadi salah satu pemain andalan di era Bill Shankly.

'Perampok dengan kekerasan'. Itulah kata yang dipakai Bill Shankly untuk memberi deskripsi pada gaya bermain Kevin Keegan. 

Dia juga menjadi pilar timnas Inggris dengan catatan 63 caps dan 23 gol.

Penampilan: 323

Gol: 100

Gelar juara
  • Liga Inggris: 3
  • Liga Champions: 1
  • Liga Europa: 2


Alan Hansen

 

Sebelum ada nama Virgil van Dijk dan Jamie Carragher, Liverpool punya bek tangguh pada diri Alan Hansen. 

Pria asal Skotlandia tersebut dikenal sebagai berkelas dengan mengandalkan otak daripada otot.

Alan Hansen juga dikenal dengan jiwa kepemimpinan yang tinggi. Ban kapten Liverpool melingkar di lengan Alan Hansen selama enam tahun lamanya. 

Alan Hansen juga meraih banyak gelar bersama The Reds.

Penampilan: 620

Gol: 14

Gelar juara
  • Liga Inggris: 8
  • Liga Champions: 3
  • Piala FA: 3
baca keseluruhan - Graeme Souness yang Diejek Paul Pogba dan 10 Pemain Terbaik Liverpool Sepanjang Masa

Sabtu, 31 Mei 2014

Sejarah Hari Ini (30 Mei): Selamat Ulang Tahun, Steven Gerrard!

Dalam sebuah generasi selalu lahir pemain yang bisa melakukan keajaiban. Beruntung bagi Liverpool, pemain seperti ini lahir 34 tahun yang lalu: Steven Gerrard.

Di setiap dekade, selalu lahir pemain sepakbola yang bisa melakukan keajaiban. Pemain jenis ini mampu mengubah hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Dalam permainan, kemampuannya seorang mampu membalikkan keadaan. Ya, pemain ini sendiri, sejatinya adalah keajaiban.

Beruntung bagi Liverpool, pemain sekelas itu ada di tengah-tengah mereka. Ia lahir tepat 34 tahun yang lalu dan sekarang ia mengenakan ban kapten The Reds. Ia disebut sebagai gelandang paling komplit di dunia karena memiliki kekuatan, kecepatan, sentuhan, dan tekad pantang menyerah. 

Anda masih belum tahu siapa? Tengoklah seragam No. 8 di Liverpool: Steven Gerrard.

Hidup Mati Di Liverpool

Lahir di Whiston, Merseyside, Gerrard memulai karir sepakbolanya di Whiston Juniors, sebuah tim di kampung halamannya.  Pencari bakat Liverpool baru menemukannya saat berusia sembilan tahun dan akhirnya mengajak Gerrard muda bergabung dengan akademi Liverpool.



Walau sudah masuk akademi Liverpool, perjalanan karir sepakbola Stevie G tidaklah mulus. Ia tidak pernah berhasil menembus tim pelajar Inggris. Bahkan ketika berusia 14 tahun, ia sempat melakoni banyak trial di beberapa klub. Saking sulitnya, ia sempat mendaftar ke Manchester United yang notabene merupakan rival dari tim kesayangannya. Beruntung, Liverpool tidak melepaskan Gerrard yang masih kecil dan akhirnya menandatangani kontrak profesional pada 5 November 1997. 

Kisahnya sebagai pangeran Liverpool dimulai saat itu. Mencatatkan debut pada 29 November 1998, ia mulai jadi sosok yang dicintai di Anfield. Publik Merseyside pun semakin jatuh cinta saat sang kapten menyatakan kesetiannya pada Liverpool. “Saat saya mati, jangan bawa saya ke rumah sakit. Bawa saya ke Anfield. Saya lahir di sana dan akan mati di sana."

Dengan ini, semua menjadi jelas. Liverpool adalah satu-satunya klub bagi seorang Steven Gerrard. Walau karirnya masih berlanjut, setidaknya awal dan akhir kisahnya sudah ketahuan: ia lahir dan akan mati di Anfield. Satu hal yang patut dibanggakan dari pemain sekelas dirinya, yang kiranya sudah mulai jarang ditemui di sepakbola modern, ialah kesetiaan.

"Saat saya mati, jangan bawa saya ke rumah sakit. Bawa saya ke Anfield. Saya lahir di sana dan akan mati di sana."
Steven Gerrard

The Miracle & The Slip


Sejak masuk ke skuat utama Liverpool, Gerrard mulai menyedot perhatian. Permainan yang bertenaga sekaligus berkharisma membuatnya ditakuti oleh lawan dan disegani oleh rekan-rekannya. Pengakuan dari publik Merseyside terbukti pada tahun 2003, saat ia menggantikan Sami Hyypia menjadi kapten The Reds.

Kendati begitu, ban kapten yang ia tanggung tidak serta merta diikuti oleh kejayaan. Di musim pertamanya sebagai kapten, Liverpool tidak mendapat satu gelarpun. Sontak, manajer Gerard Houllier yang menunjuk Stevie pun mundur dan sang kapten dilanda kegalauan. Ia bahkan sempat berpikir untuk pindah karena tidak senang dengan perkembangan klubnya.

Namun Gerrard tetaplah Gerrard, ia akhirnya menolak tawaran dari Chelsea senilai £20 juta. Ia tetap memegang perkataannya dan terus melaju bersama Liverpool. Keputusan ini berbuah manis semusim setelahnya. Bersama Liverpool, Gerrad sukses mengamankan gelar Liga Champions di Istanbul, Turki.

Final Istanbul bukanlah final Liga Champions biasa. Ada keajaiban di sana dan karenanyalah nama Gerrard akan selalu dikenang. Betapa tidak, Liverpool sempat tertinggal 3-0 dari AC Milan, namun sukses menyamakan kedudukan menjadi 3-3 di babak kedua dan akhirnya keluar sebagai juara lewat adu penalti!



Kepiawaian Gerrard sebagai gelandang sekaligus kapten pun dielu-elukan di sana. Mencetak gol pembuka lewat tandukan, ia mengangkat moral segenap laskar Anfield. Gol penalti Xabi Alonso juga bermula dari pelanggaran Gennaro Gattuso pada sang kapten. 

Tak lupa, sumbangsihnya sebagai mesin lini tengah Liverpool membuatnya jadi pemain terbaik malam itu dan UEFA menetapkan dirinya sebagai pemain terbaik sepanjang turnamen. Seperti penilaian Zinedine Zidane padanya, yang spesial dari Gerrard bukan sekadar kemampuan bermainnya, melainkan kharisma yang membuat segenap pemain di sekitarnya merasa percaya diri dan yakin. Kemampuan itulah yang kiranya melahirkan keajaiban Istanbul. 

Sebagai catatan, di tahun yang sama Gerrard juga masuk nominasi tiga besar Ballon d'Or.



Malang bagi Gerrard, kepiawaiannya sebagai kapten tak selamanya menghadirkan kisah yang bahagia. Beberapa kali, semangat yang ia usung berbuah blunder. Satu momen yang masih hangat, tentu adalah momen kontra Chelsea bulan lalu. 

Disebut-sebut sebagai kandidat terkuat juara Liga Primer Inggris, sekaligus kesempatan emas bagi sang kapten untuk melepas dahaga gelar Liga, Gerrard justru melakukan kesalahan fatal. Ia terpeleset, dalam arti sebenarnya, dan membiatkan Demba Ba membawa Chelsea unggul 1-0 atas Liverpool. Di akhir pertandingan, Chelsea menang 2-0 dan sepanjang laga, Gerrard tampak frustrasi, mencoba membayar kesalahannya.

Berangkat dari momen ini, timbulah pendapat bahwa Gerrad terlalu emosional saat bermain. Ia disebut terlalu menggunakan hati, sehingga tubuhnya menelan akumulasi dari kelelahan dan beban psikologisnya. Hasrat juara Liga pun semakin membebani, alhasil gelar juara lepaslah dari genggaman.

Tidak pernah menjadi juara Liga Primer memanglah sebuah 'cacat' dalam perjalanan karir sepakbola pemain sekaliber dirinya. Namun kalau menilik rentetan gelar lainnya, termasuk Piala Super Eropa dan Piala UEFA, dan sebuah keajaiban di Istanbul, tentu 'cacat' tersebut hanya tampak sebagai noda pulpen kecil dalam perjalanan karirnya bersama Liverpool.

Menuju Senja Karir (?)

Sebagai pemain Liverpool, tak ada yang meragukan kesetiaan, dedikasi, dan prestasi seorang Gerrard. Namun lain halnya kalau bicara soal keberadaannya di timnas Inggris. Sang kapten tidak (atau setidaknya, belum) menorehkan prestasi gemilang bersama negaranya.

Walau sudah jadi langganan timnas sejak 2000, Gerrard tak mampu mendulang sukses di kancah internasional. Performanya bersama Inggris memang tak bisa disebut buruk, tapi di sini, hasil yang berbicara. Inggris tak mampu menorehkan prestasi apapun, baik di Euro maupun Piala Dunia.



Di Euro 2000 misalnya, Inggris gagal lolos dari babak grup. Dua tahun setelahnya, Inggris lolos ke Piala Dunia, tapi Gerrard ditarik dari skuat karena mengalami cedera kunci paha. 

Romantisisme kelam antara Inggris dan Gerrard berlanjut di Euro 2004. Sukses lolos dari babak grup, Inggris tersingkir di adu penalti. The Three Lions kalah 6-5 dari tuan rumah Portugal dan kemalangan ini berulang dua tahun setelanya, di Piala Dunia. Inggris kalah dari lawan yang sama, di babak yang sama, dengan drama penalti yang sama di Piala Dunia 2006.

Musim 2008, Inggris melakoni musim yang lebih buruk: tidak lolos ke Euro 2008. Sementara itu di Afrika Selatan 2010, mereka juga gagal menembus perempat-final karena kalah 4-1 dari Jerman, saat di mana kontroversi garis gawang menguar dengan kental. Di Euro 2012 pun, Gerrard dkk tak mampu menembus perempat-final walau mereka sukses keluar sebagai juara Grup. Inggris tersingkir di babak perempat-final dari Italia.

Piala Dunia 2014 sepertinya jadi kesempatan terakhir Gerrard untuk mencetak prestasi bersama timnas. Kini, usianya telah beranjak ke 34 tahun. Ia tidak lagi muda dan tenaga serta kecepatannya tak lagi seperti dulu. Memang, ia sedang melakoni penampilan ciamik di posisi terbarunya, namun usia tidak bisa berbohong, ia takkan bertahan lebih lama dari empat tahun di timnas. Mungkin, memang sudah waktunya bagi Gerrard untuk memberikan kesempatan lebih bagi para pemain muda.

Akhir kata, hari ini merupakan ulang tahun sang kapten. Jadi, marilah mengucapkan: Happy Birthday, Steven Gerrard! Dan, mari berdoa, semoga catatan emasnya semain lengkap dengan juara Liga Primer Inggris bersama Liverpool, dan gelar apapun, bersama timnas Inggris.

"Ia punya umpan hebat, tekel, dan bisa mencetak gol, tapi yang terpenting, ia memberikan kepercayaan diri dan keyakinan pada pemain di sekitarnya. Anda tak bisa mempelajari hal itu - pemain sepertinya memang terlahir dengan kemampuan itu."
Zinedine Zidane


"Kalau Anda mencari pemain yang dapat menggantikan Keane, itu adalah Gerrard. Ia telah menjadi pemain paling berpengaruh di Inggris, tiada taranya. Ia memiliki mesin yang luar biasa, hasrat, dan determinasi. Semua orang ingin memiliki Gerrard dalam timnya."
Sir Alex Ferguson


STEVEN GERRARD

Nama lengkap: Steven George Gerrard

Tempat, tanggal lahir: Merseyside, 30 Mei 1980

Posisi bermain: Gelandang

Karier pemain:
 - Liverpool (1998 - sekarang): 475 caps/111 gol

Timnas:
 - Inggris : 109 caps/21 gol



Koleksi Gelar:
Pemain
Liverpool
Piala FA:
 2001, 2006
Piala Liga: 2001, 2003, 2012
Community Shield: 2001,2006
Liga Champions: 2005
Piala UEFA: 2001
Piala Super UEFA: 2001, 2005
  
 

baca keseluruhan - Sejarah Hari Ini (30 Mei): Selamat Ulang Tahun, Steven Gerrard!

Sabtu, 06 Juli 2013

Sejarah Pemain Benua Afrika Bersama Liverpool


Liverpool baru saja meresmikan kedatangan bek anyar mereka, Kolo Toure. Bek Pantai Gading tersebut didatangkan dengan free transfer dari Manchester City untuk menambah kualitas di lini belakang The Reds yang meninggalkan posisi lowong usai pensiunnya Jamie Carragher.

Toure ingin membuktikan kualitas yang dimilikinya sebagai salah satu bek terbaik di Liga Inggris musim ini dan akan berusaha membantu Liverpool meraih gelar.

Sebelum Toure, Liverpool memiliki sejarah panjang dengan pemain asal Afrika. Sebagian besar memang gagal memenuhi ekspektasi awal, misalnya saja duo Senegal Salif Diao dan El-Hadji Diouf. Namun ada pula yang mampu menjadi legenda Liverpool seperti Bruce Grobbelaar dan Barry Nieuwenhuys.

Tercatat juga ada pemain yang mampu mempertahankan konsisensinya selama membela The Reds seperti Djimi Traore, atau Titi Camara yang menjadi kesayangan publik The Kop walau hanya semusim memperkuat Liverpool.

Berikut Bolanet sajikan rekam jejak pemain asal Afrika yang pernah memperkuat Liverpool. Apakah Toure akan bergabung dengan para pemain Benua Hitam yang pergi diiringi cacian? Atau justru berhasil menjadi legenda Afrika lainnya di Anfield?
Oussama Assaidi
Posisi: Winger Kiri
Negara: Maroko
Periode Membela Liverpool: 2012-...
Total Penampilan: 12
Total Gol: 0

Pemain spesialis sayap ini didatangkan dari Heerenven pada musim panas 2012 dengan harga 2,4 juta Pounds. Namun sejauh ini Assaidi masih gagal menembus tim inti Liverpool di musim pertamanya.
Barry Nieuwenhuys
Posisi: Winger kanan
Negara: Afrika Selatan
Periode Membela Liverpool:1933-1947
Total Penampilan: 257
Total Gol: 79

Lebih akrab dipanggil Niwy oleh para suporter dan terkenal dengan kecepatan dribble dan tendangan kerasnya. Nieuwenhuys termasuk legenda Liverpool yang berhasil mencatatkan 239 penampilan selama karirnya.
Bruce Grobbelaar
Posisi: Kiper
Negara: Zimbabwe
Periode Membela Liverpool:1980-1994
Total Penampilan: 628

Grobbelaar merupakan kiper legendaris Liverpool yang mencatatkan 628 penampilan dalam 14 musim karirnya di Anfield. Total Grobbelaar pernah meraih 6 gelar juara liga, 3 gelar Piala FA, 3 gelar Piala Liga, dan juga sekali juara Eropa.
Charles Itandje
Posisi: Kiper
Negara: Kamerun
Periode Membela Liverpool: 2007-2010
Total Penampilan: 7

Itandje diplot sebagai deputi Pepe Reina usai hengkangnya Scott Carson. Kiper asal Kamerun hanya bermain 7 kali sepanjang karirnya di Anfield.
Djimi Traore
Posisi:Bek Kiri/Bek Tengah
Negara: Mali
Periode Membela Liverpool:2000-2006
Total Penampilan: 151
Total Gol: 1

Meskipun didatangkan dari klub Divisi 2 Prancis, Laval, Traore mampu menembus skuad inti Liverpool. Sempat gagal bersinar di tiga musim pertama, Traore tampil solid usai dipinjamkan ke Lens. Total Traore mengemas 141 penampilan bersama Liverpool, jumlah yang cukup signifikan.
El Hadji Diouf
Posisi: Striker/Winger
Negara: Senegal
Periode Membela Liverpool: 2002-2004
Total Penampilan: 79
Total Gol: 6

Sama seperti Diao, Diouf juga dibeli menyusul performa apiknya bersama Senegal. Namun karirnya di Liverpool hanya seumur jagung menyusul buruknya perilaku dan minimnya gol yang dia sumbangkan.
Nabil El Zhar
Posisi: Winger Kanan
Negara: Maroko
Periode Membela Liverpool: 2006-2011
Total Penampilan: 32
Total Gol: 1

Datang sebagai youngster yang dinilai berbakat, El Zhar gagal memenuhi ekspektasi publik Anfield dan sangat jarang bermain. El Zhar dilepas ke Levante pada tahun 2011 lalu.
Kolo Toure
Posisi: Bek Tengah
Negara: Pantai Gading
Periode Membela Liverpool: 2013-...
Toure baru saja direkrut dari Manchester City dengan free transfer. Kedatangan kakak kandung Yaya Toure tersebut diharapkan mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Jamie Carragher yang telah pensiun.

Selama 11 tahun berkarir di Inggris, Toure telah mengoleksi 2 gelar liga dan 3 kali juara FA Cup
Hugh Gerhardi
Posisi: Defender
Negara: Afrika Selatan
Periode Membela Liverpool:1952-1953
Total Penampilan: 6
Total Gol: 0

Gerhardi merupakan raksasa di lini pertahanan Liverpool dengan tinggi 194 cm. Namun faktor homesick mempengaruhi performanya dan dia hanya bermain sebanyak 6 kali sebelum pulang ke Afrika Selatan
Lance Carr
Posisi: Winger kiri
Negara: Afrika Selatan
Periode Membela Liverpool: 1933-1936
Total Penampilan: 33
Total Gol: 8

Pemain kelahiran Afrika Selatan ini bergabung bersama Liverpool di tahun tahun 30-an. Carr sempat berkelana bersama tim-tim Inggris dan Wales di sisa karirnya.
Mohamed Sissoko
Posisi: Gelandang Bertahan
Negara: Mali
Periode Membela Liverpool: 2005-2008
Total Penampilan: 87
Total Gol: 1

Sissoko mengikuti Rafael Benitez yang pindah dari Valencia ke Liverpool. Sempat menjadi bagian penting bagi tim di musim pertamanya, peran Sissoko tergeser di dua musim selanjutnya sebelum memutuskan hijrah ke Juventus.
Rigobert Song
Posisi: Bek Tengah
Negara: Kamerun
Periode Membela Liverpool:1998-2001
Total Penampilan: 33
Total Gol: 0

Direkrut dari Salernitana, Song diharapkan mampu memberikan lebih banyak energi di lini pertahanan The Reds. Namun dalam tiga musim Song gagal menampilkan permainan terbaik dan kalah bersaing dengan bek muda, Jamie Carragher.
Salif Diao
Posisi: Gelandang Bertahan
Negara: Senegal
Periode Membela Liverpool:2002-2007
Total Penampilan: 61
Total Gol: 3

Direkrut usai penampilan gemilangnya di Piala Dunia 2002, Diao gagal memenuhi ekspektasi dan gagal menembus skuad inti. Tiga musim terakhirnya dihabiskan dengan dipinjamkan ke klub lain.
Titi Camara
Posisi: Striker
Negara: Guinea
Periode Membela Liverpool:1999-2000
Total Penampilan: 37
Total Gol: 10

Meskipun hanya semusim bermain bagi Liverpool, namun Camara menjadi idola publik Anfield. Salah satu momen yang paling dikenal adalah ketika Camara berlutut sambil menitikkan air mata usai mencetak gol melawan West Ham. Ternyata, hari itu Camara tetap bermain meskipun pada paginya sang ayah baru saja meninggal.


    baca keseluruhan - Sejarah Pemain Benua Afrika Bersama Liverpool

    SPESIAL: Sepuluh Legenda Liverpool

    Inilah sepuluh pahlawan The Reds yang pernah mengharumkan kejayaan klub di mata sepakbola dunia.

    Liverpool adalah salah satu klub raksasa yang dimiliki Liga Primer Inggris. Bahkan The Reds sempat merajai kompetisi sepakbola Negeri Ratu Elisabeth dengan koleksi trofi terbanyak, yakni 18, sebelum akhirnya catatan mereka itu dilampaui Manchester United sejak tiga musim terakhir yang perlahan sukses menambah jumlah piala mereka menjadi 20.

    Namun bagaimanapun itu, Liverpool telah diakui sebagai salah satu klub yang disegani di dunia, setidaknya bila publik sadar akan sejarah masif klub yang berbasis di Anfield ini di masa lalu.

    Selama tiga dekade beruntun sejak dimulai di era 70-an hingga awal 90-an, hegemoni Liverpool sungguh tak bisa dibantah. Beragam gelar domestik serta Eropa silih berganti masuk ke lemari sejarah The Kop

    Tentu, di balik kesuksesan besar The Reds, ada sosok-sosok pemain yang pernah mengharumkan kejayaan tim asal Merseyside, yang sekarang namanya telah melegenda. 

    Menjelang kedatangan Liverpool ke Indonesia pada Juli mendatang, Indonesia secara spesial menyuguhkan Anda napak tilas perjalanan hebat 10 pemain yang telah dipandang sebagai legenda besar klub yang berdiri sejak 121 tahun silam itu.


    Nama Lengkap:

    Tempat Lahir:
    Tanggal Lahir:
    Laga/Gol:
    Ray Clemence

    Skegness
    5 Agustus 1948
    665/0

    Membawa Liverpool juara Liga Champions [dulu European Cup] tiga kali dalam kurun waktu empat tahun [1977, 1978 dan 1980], Ray Clemence lantas dipandang sebagai salah satu kiper terbaik yang pernah dimiliki 
    The Reds.

    Pria 64 tahun ini juga merupakan bagian dari era kesuksesan Liverpool di bawah polesan tangan dingin Bill Shankly. 

    Di bawah naungan The Kop, Clemence telah berbakti membela klub selama 665 laga sejak era 70-an. Kini sang legenda bekerja sebagai kepala pengembangan FA yag mengawasi bibit-bibit muda Inggris dari level U-16 hingga U-21. 

    Selain itu, pria yang di masa kanak-kanaknya mendalami ilmu sepakbola di akademi Notts Country itu juga adalah bagian dari salah satu staf senior timnas Inggris. Di sana dia bekerja sebagai pelatih kiper. 
    Nama Lengkap:

    Tempat Lahir:
    Tanggal Lahir:
    Laga/Gol:
    Phil Neal

    Irchester
    20 Februari 1951
    650/210

    Phil Neal menjadi satu-satunya pemain Inggris yang mampu tampil lima kali di final European Cup. 


    Dari lima final yang pernah dilaluinya itu, empat trofi bergengsi Benua Biru itu berhasil dia suguhkan untuk publik Merseyside. Neal semakin menancapkan reputasi tingginya di final Eropa kelimanya saat The Reds bertemu Juventus 1985 silam, di mana dia menjadi kapten pada laga itu.

    Selain itu, Neal dikenal sebagai salah satu pemain tersukses Inggris dalam sejarah, dengan mampu memenangkan delapan trofi Liga Primer Inggris, empat Piala Liga, lima FA Charity Shields, empat piala Liga Champions, dan sepasang Piala UEFA-Piala Super Eropa selama delapan musimnya bermukim di Liverpool.

    Setelah bertahun-tahun mengabdi di Anfield, Neal pun melanjutkan kiprahnya sebagai pelatih. Dia sempat memoles klub sekelas Bolton Wanderers dan Manchester City. Untuk tim yang disebut pertama, pengoleksi 650 laga untuk Liverpool itu pernah memberikan titel Football League Trophy pada 1989.
    Nama Lengkap:

    Tempat Lahir:
    Tanggal Lahir:
    laga/Gol:
    Ian Callaghan

    Liverpool
    10 April 1942
    640/50

    Di bawah komando pelatih manapun, Ian Callaghan sepertinya bukan pemain yang sulit beradaptasi. Malahan, kontribusinya di atas ekspektasi. 


    Di rentang era manajemen Bill Shankly dan Bob Paisley, Callaghan mempersembahkan raihan juara seperti trofi pertama Piala FA pada 1965, dan kegemilangan di pentas Benua Biru saat menghadirkan The Reds titel European Cup [sekarang Liga Champions] di tahun 1977 untuk pertama kalinya.

    Total penampilan sang mantan gelandang dengan balutan seragam merah mencapai angka 640, dan secara keseluruhan, bila ditotal dengan performanya untuk klub lain, Callaghan sudah mengoleksi 857 appearances. Catatan terakhir ini membuat namanya masuk dalam sejarah sepakbola Inggris sebagai satu-satunya pemain yang paling banyak mengumpulkan jumlah penampilan.

    Prestasi tertinggi Callaghan yaitu ketika dia berhasil membawa timnas Inggris juara Piala Dunia 1966. Trofi di pentas empat tahunan itu menjadi yang perdana bagi The Three Lion sekaligus juga yang terakhir.
    Nama Lengkap:

    Tempat Lahir:
    Tanggal Lahir:
    Laga/Gol:
    Alan Hansen

    Sauchie
    13 Juni 1955
    620/14

    Alan Hansen adalah bagian integral Liverpool ketika mereka mendominasi liga Inggris sepanjang era 80-an. 


    Hansen dianggap sebagai salah satu bek tersohor di negeri Ratu Elisabeth ketika itu dengan keberhasilannya mengangkat Liverpool delapan kali berdiri di podium juara kompetisi teratas Inggris dalam kurun 1979 hingga 1990 secara berturut-turut. Sejarah sepakbola Inggris juga mencatat, Hansen adalah pemain pertama yang sukses memenangkan titel liga di tiga dekade berbeda. 

    Tak hanya di domestik, di ajang Eropa, tiga kali dia membentengi lini pertahanan The Reds untuk membawa klub membungkus tiga gelar European Cup pada 1978, 1981, dan 1984.

    Pemilik 620 caps bersama Liverpool itu setelah pensiun sempat bekerja di televisi BBC sebagai analis sepakbola. Hansen juga pernah menjadi saksi hidup salah satu tragedi paling masyhur di sepakbola Inggris, bencana Hillsborough pada 1989.
    Nama Lengkap:

    Tempat Lahir:
    Tanggal Lahir:
    Laga/Gol:
    Kenny Dalglish

    Glasgow
    4 Maret 1951
    501/169

    Tak berlebihan rasanya predikat King Kenny melekat pada dirinya. Selama bernaung di Liverpool, serentet prestasi agung direngkuhnya.


    Gelar pribadi masif semacam Ballon d'Or, PFA Player of the Year, dan FWA Footballer of the Year di tahun 1983 serta penghargaan-penghargaan individu lainnya seakan menjelaskan di era tersebut ada pesepakbola sohor lahir dari Liverpool.

    Tak hanya gelar pribadi, ketika aktif bermain, secara total, The Reds diantarnya mendulang 23 trofi, baik di domestik dan Eropa sepanjang catatan 501 laga berikut 169 gol dengan balutan seragam Merah. 

    Sosoknya yang begitu kental dengan publik Anfield membuatnya dipercaya penuh untuk mengambil mandat duduk di kursi utama pelatih Liverpool pertengahan 80-an dan kembali lagi ditunjuk melatih Steven Gerrard cs pada 2011 silam sebelum musim lalu diberhentikerjakan untuk digantikan Brendan Rodgers. Namun, kepergian Dalglish tetap harum karena sebagia pelatih pun dia tetap gemilang dengan menghadirkan tiga gelar EPL, dua Piala FA, satu Piala Liga dan empat FA Charity Shield.
    Nama Lengkap:

    Tempat Lahir:
    Tanggal Lahir:
    Laga/Gol:
    Bruce Grobbelaar

    Durban
    6 Oktober 1957
    628/0


    Jika bicara kiper legendaris terbaik Liverpool, selain Ray Clemence, Bruce Grobbelaar orangnya. 

    Loyalis The Reds mungkin tak akan pernah lupa dengan satu momen atraksi liuk gemulai kakinya yang membuat dia kemudian dijuluki si kaki spaghetti di final European Cup 1984 kala berhadapan dengan AS Roma. Dalam laga yang berakhir dengan adu penalti itu, Grobbelaar benar-benar menjadi protagonis.

    Banyak klub sudah pernah dia bela, tapi Liverpool lah yang meroketkan namanya. 628 penampilan bersamaThe Reds tampaknya sudah cukup menjadi bukti betapa vitalnya peran sang kiper di bawah mistar. 

    Pada 1994, Grobbelaar pernah dirundung isu tidak sedap mengenai dugaan keterlibatan dalam skandal pengaturan pertandingan menyusul ditemukannya sebuah rekaman yang menggambarkan dirinya sedang membahas perjudian. Tapi pada perkembangannya, pria 55 tahun itu dinyatakan tidak bersalah.
    Nama Lengkap:

    Tempat Lahir:
    Tanggal Lahir:
    Laga/Gol:
    Ian Rush

    St Asaph
    20 Oktober 1961
    660/346

    The Kop
     mana yang tak mengidolakan pemain yang identik dengan kumisnya itu. Yah, Ian Rush! Top skor Liverpool sepanjang masa.

    Selama 15 tahun berbakti di Anfield, Ian berhasil mengumpulkan pundi-pundi sebanyak 346 gol di semua kompetisi. Sampai sekarang, belum ada lagi regenerasi yang bisa melampaui catatan gemilangnya itu. Total gol Ian juga jika dirata-ratakan hampir selalu ada gol di setiap pertandingan yang dilakoninya.

    Ian telah menjadi pemain kunci di generasinya. Satu hal penting yang selalu tertanam di benak para pemuja The Reds terhadap pria 51 tahun itu: kolektor gol. Hanya itu!

    Selama berkarier di Liverpool dia telah menempatkan tim meraih trofi juara prestisius seperti lima gelar Liga Primer Inggris dan dua titel European Cup. 

    Setelah tak lagi aktif sebagai pemain, Ian beralih profesi menjadi komentator sepakbola di salah satu stasiun televisi Inggris.
    Nama Lengkap:

    Tempat Lahir:
    Tanggal Lahir:
    Laga/Gol:
    Steven Gerrard

    Merseyside
    30 Mei 1980
    629/159

    Salah satu kapten terhebat, gelandang haus gol, dan gambaran apa lagi yang ingin Anda sebutkan melihat sosok satu ini? 


    Jika Anda berpikir Liverpool, satu nama ini tak bisa dipisahkan. Gerrard selalu diibaratkan sebagai pemain yang tak pernah berhenti berlari hingga melihat timnya menjadi juara. Kenny Dalglish pernah bilang: "Apalagi yang mau diperdebatkan dari Gerrard? Dia adalah pemain terbaik dengan balutan seragam merah yang pernah ada."

    Total 629 laga yang sudah dimainkannya bersamaKop seakan menegaskan betapa kelirunya publik Anfield bila mereka tidak menempatkan figur gelandang 33 tahun itu ke jajaran legenda Liverpool.

    Lebih dari itu, Gerrard juga sudah mendapat pengakuan sebagai salah satu gelandang dengan jiwa kepemimpinan terbaik dalam sejarah sepakbola Inggris.

    Peraih perunggu di Ballon d'Or edisi 2005 itu memang belum pernah membawa Liverpool juara Liga Primer Inggris. Tapi loyalitas sang kapten rasanya terlalu agung untuk dibandingkan "hanya" dengan koleksi juara yang pernah dia hadirkan.
    Nama Lengkap:

    Tempat Lahir:
    Tanggal Lahir:
    Laga/Gol:
    Jamie Carragher

    Bootle
    28 Januari 1978
    737/5

    Salah satu dari sedikit pemain yang loyal dengan satu klub sepanjang kariernya. Dialah Jamie Carragher.


    Nama Carragher sudah amat melekat di hati loyalisThe Kop. Setiap penampilannya di lapangan, selalu teriring nyanyian parodi The Beatles "Yellow Subrime" untuk sang defender: "We all dream of a team of Carragher".

    Sebagaimana diketahui, Jamie telah memutuskan untuk lepas sepatu di akhir musim kemarin setelah bermain sebanyak 709 laga bareng The Reds. Namun, berkat kesetiaannya di Anfield, rasanya pantas bila publik Merseyside bersedih karena tak lagi bisa melihat figur pemain paling setia musim depan. 

    Walau di masa kanak-kanaknya dia adalah Evertonian, tapi catatan satu dekadenya dengan torehan banjir piala bersama The Reds sepertinya sudah cukup untuk menyebut sang denyut jantung klub sebagai A true Liverpool legend!
    Nama Lengkap:

    Tempat Lahir:
    Tanggal Lahir:
    Laga/Gol:
    Emlyn Hughes

    Lanchasire
    28 Agustus 1947
    665/35

    Anda yang tahu sepak terjang sosok legenda satu ini, rasanya bakal sepakat menyebutnya "pemain liar". Saking liarnya, dia kemudian diberi julukan "Crazy Horse", si Kuda Liar Merah.


    Pemain bertahan milik The Reds di era 1967-1979 itu menjadi salah satu bagian dari sejarah hegeoni Liverpool di masa lalu. Dia mengapteni Liverpool untuk merebut dua trofi pertama European Cup [1977 dan 1978]. 

    Sosoknya yang tangguh serta berjiwa pemimpin, membuat dirinya juga dipercaya mengenakan ban kapten timnas Inggris di era 70-an. Keberhasilan Hughes memimpin timnas memang sudah diprediksi oleh manajer Bhill Shankly ketika membeli Hughes dari Blackpool Februari 1967. Ketika sang manajer hendak membawa Hughes ke Anfield untuk kali pertama, mobil Shankly sempat dihentikan oleh seorang polisi, namun sang juru taktik berkata: "Tidakkah Anda tahu siapa yang saya bawa di mobil ini? Dia kapten Inggris!". Si polisi memang tidak mengenali Hughes saat itu karena si pemain memang bukan siapa-siapa. Shankly melanjutkan: "Anda harus mengenalnya!". Dan benar saja, di masa mendatang pascamomen itu, Hughes benar-benar menjadi kapten Inggris.

    Pria kelahiran Lancashire 57 tahun silam ini telah mencatat rekor 665 penampilan di bawah seragam Liverpool.
    baca keseluruhan - SPESIAL: Sepuluh Legenda Liverpool

      Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

      iklan from adsense