# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label application zoom ceo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label application zoom ceo. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Mei 2021

Pendiri Zoom Alihkan 40 Persen Saham Senilai Rp 86 Triliun, Mengapa?

Pendiri layanan konferensi video Zoom, Eric Yuan, mengalihkan 18 juta sahamnya senilai Rp 86 triliun. Yuan yang juga merupakan CEO di Zoom telah memindahkan 40 persen sahamnya di perusahaan pada pekan lalu.

 

Menurut informasi, saham itu ditampilkan sebagai hadiah kepada penerima manfaat yang tidak ditentukan.

 

Dikutip dari BBC, Yuan telah melihat kekayaan pribadinya meroket saat Zoom menjadi pilihan untuk WFH selama pandemi. 

 

Tentunya, semakin banyak siswa dan profesional yang terhubung secara online meningkatkan kekayaan Zoom dan pendirinya.

 

Sebagai informasi, Yuan memulai Zoom pada tahun 2011 dan mendaftarkannya di pasar saham AS pada tahun 2019, menjadikannya seorang miliarder. 

 

Dia, menurut Forbes, saat ini memiliki kekayaan Rp 196 triliun.

 

Seorang juru bicara Zoom mengatakan pengalihan saham itu terkait dengan praktik perencanaan perkebunan Yuan.

 

"Distribusi dibuat sesuai dengan ketentuan Eric Yuan dan kepercayaan istrinya," kata juru bicara perusahaan.

 

Peningkatan saham Zoom

 

Saham Zoom hampir tiga kali lipat dalam 12 bulan terakhir dan perusahaan memiliki penilaian pasar sekitar USD 100 miliar atau setara Rp 1.437 triliun.

 

"Keputusan pendiri Zoom Eric Yuan untuk mengalihkan lebih dari sepertiga sahamnya akan menimbulkan pertanyaan," kata Edward Moya, dari perusahaan perdagangan Oanda.

 

Moya menambahkan, sementara juru bicara Zoom mencatat peralihan tersebut, investor akan penasaran hingga mengetahui siapa yang menjadi penerima manfaat itu.

 

Tren Work From Home

 

Selama rapat tahunan pekan lalu, para eksekutif di Zoom mengatakan mereka mengharapkan pertumbuhan yang kuat akan berlanjut tahun ini.

 

"Masa depan ada di sini dengan munculnya remote dan pekerjaan dari mana saja berubah. Kami menyadari kenyataan baru ini," kata Yuan.

 

Perusahaan konferensi video itu memproyeksikan penjualan meningkat lebih dari 40 persen pada tahun ini, yang kurang lebih mencapai lebih dari USD 3,7 miliar. 

 

Namun, perusahaan mengaku tidak mengharapkan pertumbuhan secepat tahun lalu.

baca keseluruhan - Pendiri Zoom Alihkan 40 Persen Saham Senilai Rp 86 Triliun, Mengapa?

Jumat, 22 Mei 2020

Ada Orang Terkaya Hong Kong di Balik Zoom


Seiring popularitas Zoom yang makin melesat, berbagai hal di balik aplikasi ini semakin menarik diperbincangkan.


Salah satunya, ada konglomerat asal Hong Kong Li Ka-Shing di balik Zoom.


Orang terkaya Hong Kong ini merupakan investor awal di Zoom Video Communications Inc., dan tercatat memiliki sekitar 8,6% saham perusahaan yang berkantor pusat di San Jose, California, Amerika Serikat tersebut.


Dikutip dari Deal Street Asia, nilai saham Li Ka-Shing melonjak 80% tahun ini menjadi USD 3 miliar.


Ini adalah satu-satunya kepemilikan publik yang dilacak Bloomberg Billionaires Index dalam mencatat adanya kenaikan.


Namun secara kekayaannya secara keseluruhan turun sekitar USD 4,6 miliar menjadi USD 25,7 miliar di tahun ini, setelah Hong Kong dilanda gelombang protes dan pandemi virus corona.


Pria berusia 91 tahun ini memiliki Zoom melalui tiga kendaraan investasi. Pertama, melalui Horizons Ventures yang mengelola investasi ventura.


Kedua, memimpin putaran pendanaan Seri B senilai USD 6,5 juta di perusahaan konferensi video pada 2013, dan yang terakhir adalah berpartisipasi dalam putaran Seri C senilai USD 30 juta dalam dua tahun berikutnya.


Taruhannya bernilai sekitar USD 850 juta ketika Zoom mulai diperdagangkan secara publik di AS pada April 2019.


Tercatat nilai pasar Zoom naik lebih dari tiga kali lipat sejak penawaran umum perdana.


Sejumlah perusahaan milik Li Ka-Shing juga membantu meningkatkan basis pengguna Zoom.


Misalnya 3 Hong Kong yang merupakan kepanjangan tangan dari layanan telekomunikasi Hutchison Telecommunications miliknya, mendonasikan backpack yang di dalamnya termasuk paket Zoom Classrooms gratis untuk ratusan sekolah di Hong Kong.


Seperti diketahui, aplikasi video conference ini menjadi perangkat penting bagi jutaan orang yang terpaksa harus berkegiatan dari rumah selama masa pandemi COVID-19.


Hal ini berdampak pada harga saham Zoom yang melonjak seiring semakin banyak orang menggunakannya untuk berkomunikasi, bekerja, belajar, bahkan beribadah dari rumah.


Li Ka-Shing bukan satu-satunya orang yang diuntungkan dari meroketnya popularitas Zoom di masa pandemi.


Sang pendiri sekaligus CEO Zoom Eric Yuan kini mencatat total kekayaan USD 6,5 miliar, menurut peringkat Bloomberg.


Mantan co-founder Yahoo Jerry Yang juga tercatat sebagai investor awal. Selain itu ada pebisnis David Bonderman melalui Wildcat Capital Management yang juga menaruh investasi di sini pada akhir tahun lalu, sebelum Zoom sepopuler sekarang.

baca keseluruhan - Ada Orang Terkaya Hong Kong di Balik Zoom

Rabu, 15 April 2020

Punya Rp 92 Triliun, Pendiri Zoom Masuk Daftar Orang Super Kaya

Forbes baru saja merilis daftar orang terkaya di dunia, dengan harta mencapai miliaran dolar. Ada 2.095 orang masuk di dalamnya, 278 di antaranya merupakan sosok baru.

Salah satu sosok baru itu adalah pendiri dan CEO Zoom, Eric Yuan. Ya, seiring melesatnya penggunaan Zoom di tengah pandemi corona dibarengi kenaikan harga saham, Yuan makin berlimpah harta.

Menurut Forbes, harta terkini dari pria kelahiran China itu adalah USD 5,7 miliar atau di kisaran Rp 92 triliun. 

Zoom sendiri telah berjualan saham sejak tahun 2019 dan telah membuatnya kaya raya, tapi kini lebih tajir lagi.

Saat ini, nilai perusahaan Zoom menurut Business Insider sekitar USD 31 miliar. Penggunaannya melesat tajam di mana Yuan menyatakan pada bulan Maret, ada 200 juta meeting berlangsung tiap hari di Zoom.

Aplikasi konferensi video itu di tengah popularitasnya juga tengah mendapat banyak sorotan terkait privasi dan keamanannya. 

Terutama kasus zoom bombing di mana pesan tak dikenal bisa nimbrung ke dalam percakapan.

Semua bermula di tahun 1990-an, Eric yang lahir di China sebenarnya sudah sempat bekerja di Jepang. 

Akan tetapi ia melihat ada peluang besar di Amerika karena bisnis internet sedang melonjak.

"Pertama kali saya mendaftarkan visa AS, saya ditolak. Saya terus mengajukan lagi dan lagi dalam kurun waktu dua tahun dan akhirnya menerima visa pada percobaan kesembilan," cetusnya.

Artinya, visa AS Eric sempat ditolak sampai 8 kali. Ia datang ke Silicon Valley pada tahun 1997 dan diterima bekerja di WebEx, saat itu masih perusahaan kecil. 

WebEx tumbuh pesat dan diakuisisi Cisco pada 2007.

Eric pun menanjak karirnya dan menjadi Vice President Cisco. Pada tahun 2011, ia punya ide perusahaan sendiri yang bergerak di bidang komunikasi video dan memutuskan keluar dari Cisco. Tahun 2012, resmilah Eric mendirikan Zoom.
baca keseluruhan - Punya Rp 92 Triliun, Pendiri Zoom Masuk Daftar Orang Super Kaya

Selasa, 14 April 2020

Kisah Miris Visa Amerika Pendiri Zoom Ditolak 8 Kali

Mendapatkan visa Amerika Serikat adalah perkara susah-susah gampang. 

Tak sedikit yang mendapat banyak penolakan, termasuk pendiri dan CEO Zoom, Eric Yuan, ketika dia mencoba mencari peruntungan ke Negeri Paman Sam.

Kala itu di tahun 1990-an, Eric yang lahir di China sebenarnya sudah sempat bekerja di Jepang. 

Akan tetapi ia melihat ada peluang besar di Amerika karena bisnis internet sedang melonjak.

"Saya memutuskan datang ke AS di pertengahan 1990-an karena internet, yang saya tahu adalah gelombang masa depan," kata Eric yang dikutip dari Authority Magazine.

"Pertama kali saya mendaftarkan visa AS, saya ditolak. 

Saya terus mengajukan lagi dan lagi dalam kurun waktu dua tahun dan akhirnya menerima visa pada percobaan kesembilan," cetusnya.

Artinya, visa AS Eric sempat ditolak sampai 8 kali. Ia datang ke Silicon Valley pada tahun 1997 dan diterima bekerja di WebEx, saat itu masih perusahaan kecil. WebEx tumbuh pesat dan diakuisisi Cisco pada 2007.

Eric pun menanjak karirnya dan menjadi Vice President Cisco. Pada tahun 2012, ia punya ide perusahaan sendiri yang bergerak di bidang komunikasi video dan memutuskan keluar dari Cisco. Tahun 2012, resmilah Eric mendirikan Zoom.

"Saya pertama kali punya ide saat baru masuk kuliah di China dan kadang pergi 10 jam naik kereta untuk mengunjungi pacar. 

Saya mengimajinasikan cara lain untuk bisa mendatanginya tanpa harus bepergian. 

Impian itulah yang menjadi dasar dari Zoom," kisahnya.

Zoom sudah menjadi perusahaan besar dan telah berjualan saham perdana atau IPO tahun silam. 

Di masa pandemik virus corona saat ini, banyak yang memanfaatkan Zoom untuk bekerja dari rumah sehingga popularitasnya meroket.
baca keseluruhan - Kisah Miris Visa Amerika Pendiri Zoom Ditolak 8 Kali

Sabtu, 04 April 2020

CEO Zoom Layangkan Permintaan Maaf Pada Pengguna, Kenapa?

Seiring makin banyak digunakan orang, aplikasi konferensi video Zoom makin disorot. Belakangan, mereka diterpa isu soal privasi ataupun keamanan lantaran ada kasus orang tak dikenal nimbrung saat meeting. CEO Zoom, Eric Yuan pun meminta maaf.

"Kami menyadari tidak mencapai harapan soal privasi dan keamanan baik dari masyarakat maupun kami sendiri. Untuk itu, saya benar-benar minta maaf," kata Eric yang dikutip dari CNN.

Untuk 90 hari ke depan, Zoom menurut Eric tidak akan menambahkan fitur baru untuk fokus memperbaiki masalah yang ada. Mereka telah menghentikan fungsi pengiriman data ke Facebook yang dipersoalkan banyak pihak.

Pandemi virus corona membuat Zoom banyak diandalkan pegawai maupun pejabat lantaran mudah digunakan saat ingin meeting jarak jauh. 

Eric mengklaim pada bulan Maret, setiap harinya ada 200 juta meeting digelar melalui Zoom.

Minggu ini saja, Zoom diselidik oleh FBI karena dikhawatirkan kurang aman dengan isu penyusupan hacker. Lalu ada gugatan dilayangkan terkait pembagian data ke Facebook.

Eric membela diri bahwa Zoom dibuat terutama untuk institusi besar dengan dukungan TI penuh seperti universitas, badan pemerintahan atau lembaga keuangan. 

Meledaknya pemakaian individu tampaknya kurang mereka antisipasi.

"Kami tidak mendesain produk dengan perkiraan bahwa, dalam hitungan minggu, setiap orang di dunia mendadak bekerja, belajar dan bersosialisasi di rumah. 

Kami sekarang punya pengguna yang jauh lebih luas, menghadirkan tantangan yang tidak kami antisipasi," cetus Eric.

baca keseluruhan - CEO Zoom Layangkan Permintaan Maaf Pada Pengguna, Kenapa?

Kenalan dengan Pencipta Zoom yang Duitnya Bertambah Rp 66 Triliun

Eric Yuan pendiri Zoom
Pandemi virus corona membuat banyak pegawai kerja dari rumah dan salah satu aplikasi yang mereka andalkan untuk meeting online adalah Zoom. 

Popularitas Zoom memang sangat melesat, begitu juga dengan harta pendiri dan CEO Zoom, Eric Yuan.

Dalam 3 bulan terakhir menurut Financial Times, kekayaan Eric bertambah USD 4 miliar atau di kisaran Rp 66 triliun. 

Adapun harta totalnya diestimasi sudah USD 7,5 miliar, berdasarkan kepemilikan saham di Zoom.

Eric yang berusia 49 tahun ini lahir di provinsi Shandong, China. Orang tuanya kerja di pertambangan. 

Ia menyelesaikan kuliah di bidang matematika dan teknik, lalu sempat bekerja 4 tahun di Jepang.

Waktu berlalu, Eric memutuskan pindah ke Silicon Valley untuk bekerja di startup internet. Visa Amerika Eric sempat ditolak 8 kali sebelum akhirnya lolos pada tahun 1997, saat itu usianya 27 tahun. Bahasa Inggrisnya pun belum lancar.

"Pada beberapa tahun pertama, saya cuma menulis kode dan sangat sibuk," tuturnya pada CNBC. Di waktu senggang, dia main sepakbola sebagai hobi.

Karirnya ternyata, berkat kerja keras dan kepandaian, makin moncer dan pernah menjadi Vice President di Cisco Systems. Ia juga pernah bekerja di perusahaan konferensi video WebEx.

Saat di China, Eric sudah punya pacar yang akhirnya jadi istrinya. Waktu itu, mereka harus menjalani hubungan jarak jauh. 

"Aku hanya bisa menemuinya dua kali setahun dan butuh waktu lebih dari 10 jam untuk ke sana dengan kereta," begitu kisahnya.

"Saat itu aku masih muda dan berpikir fantastis jika di masa depan ada perangkat di mana cukup menyentuh tombol dan bisa melihat serta bicara padanya," sambung Eric.

Eric mengusulkan teknologi konferensi video yang ramah smartphone pada Cisco di 2011, tapi ia ditolak bosnya. 

Maka ia memutuskan keluar dan mendirikan Zoom karena yakin dengan idenya. Di masa awal itu, dia sulit mendapatkan dana dan harus meminjam pada teman dan keluarga.

Istrinya juga mempertanyakan kenapa dia keluar dari pekerjaan mapan di Cisco. "Saya beritahu dia bahwa ini akan jadi perjalanan panjang dan sangat sulit. 

Tapi jika saya tak mencoba, saya bakal menyesal," cetusnya.

Keyakinannya membuahkan hasil, popularitas Zoom makin meningkat. Pada 2014, jumlah penggunanya 10 juta kemudian naik jadi 40 juta pada 2015. 

Pendanaan mengalir, antara lain sejumlah USD 30 juta pada 2015 dari beberapa investor termasuk Horizons Ventures dan Qualcomm Ventures.

Tahun 2017, Zoom menyandang status startup unicorn. Akhirnya pada Maret 2019, mereka berjualan saham perdana atau IPO dengan valuasi sekitar USD 16 miliar.

Tahun 2020 ini dipastikan ketenaran Zoom makin bertambah. Dari pegawai sampai pejabat banyak mengandalkannya untuk membahas berbagai hal secara online. 

Bahkan valuasinya kini sudah USD 35 miliar.

Mereka mendapat uang dari klien korporat, dengan jumlah sekitar 30 ribu. Raksasa seperti Samsung, Uber sampai Walmart kabarnya menggunakan Zoom.

Belakangan seiring naiknya popularitas, Zoom mulai disorot karena tudingan mengirim data tanpa izin ke Facebook ataupun rentan disusupi hacker. 

Namun demikian sejauh ini, Zoom masih jadi favorit.

Eric sendiri mengaku tetap bekerja keras dan rendah hati. Ia termasuk CEO paling disukai karyawan. Hasil review Glasdoor, 99% karyawan senang dengan kepemimpinannya di Zoom.
baca keseluruhan - Kenalan dengan Pencipta Zoom yang Duitnya Bertambah Rp 66 Triliun

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense