![]() | |
| Teknologi Konektivitas dalam Kendaraan
Di sisi lain, OPPO menunjukkan pencapaian terbarunya dalam kemampuan konektivitas smartphone di dalam mobil.
Hal itu termasuk kunci mobil digital, kontrol kendaraan jarak jauh pada OPPO Find X3, kontrol kendaraan jarak jauh pada OPPO Watch 2, serta pengisian daya flash dalam mobil.
Diketahui, kunci mobil digital memungkinkan pengguna untuk menggunakan smartphone OPPO membuka kunci mobil melalui koneksi Bluetooth.
Pengguna tidak lagi memerlukan jaringan seluler dalam hal ini, sehingga menawarkan kenyamanan untuk penggunaan sehari-hari.
Kontrol kendaraan jarak jauh pada OPPO Find X3 atau OPPO Watch 2 memungkinkan pengguna menyalakan AC dari jarak jauh melalui aplikasi.
Hal ini juga dapat membantu pemilik mobil untuk mencari mobil mereka dengan membunyikan klakson dari kejauhan.
Selain itu, pengguna juga dapat menikmati pengisian daya cepat dalam mobil canggih OPPO, yang mendukung pengisian daya flash 65W VOOC USB flash charge dan 40W VOOC wireless flash charge saat mengemudi.
OPPO terbuka dalam kolaborasi lintas industri untuk mengeksplorasi kemungkinan baru dan menjalin kemitraan dengan banyak merek kendaraan terkemuka, seperti NIO, BYD Auto, dan Geely.
Nantinya, smartphone akan menjadi pusat kendali kendaraan. Semakin banyak teknologi canggih akan dimasukkan ke dalam ekosistem konektivitas smartphone dengan kendaraan. Pengembangan OPPO AR Glass
Sejak OPPO mengangkat konsep Internet of Experience, pencapaian OPPO kini mencakup pengembangan AR Glass 2021 dan beberapa perangkat rumah pintar lainnya yang semuanya terhubung dengan teknologi UWB.
Dengan demikian, pemakaian untuk waktu yang cukup lama akan terasa lebih nyaman.
Dilengkapi dengan solusi optik Birdbath mainstream, OPPO AR Glass 2021 menawarkan pengalaman seperti melihat layar cinema dalam jarak dekat kepada penggunanya. |
Selasa, 14 September 2021
Canggih! OPPO Pamer Charger Magnetik MagVOOC hingga Kunci Mobil Digital
Rabu, 14 Juli 2021
OxygenOS Kini Dilebur ke ColorOS
Melanjutkan integrasi OnePlus ke Oppo, kini sistem operasi ponsel kedua perusahaan itu pun dilebur, yaitu OxygenOS milik OnePlus digabung dengan ColorOS milik Oppo.
Uniknya nama sistem operasi itu masih dipertahankan. OxygenOS untuk ponsel OnePlus yang beredar secara global, dan ColorOS untuk ponsel OnePlus dan Oppo di China.
Meski namanya berbeda, kedua sistem operasi tersebut mempunyai basis kode yang sama, yang menurut OnePlus bakal menstandardisasi pengalaman software dan memudahkan proses pengembangan pembaruan OxygenOS ke depannya.
OnePlus pun menyebut perubahan ini membuat mereka bisa menjamin pembaruan Android yang lebih bagus ke depannya.
Langkah ini sepertinya sama seperti yang dijanjikan Samsung ke pengguna perangkatnya.
OnePlus menjanjikan ponsel flagshipnya, termasuk model T dan R, akan mendapat tiga pembaruan besar Android dan empat tahun pembaruan keamanan.
Lalu seri Nord dan Nord CE dijanjikan akan mendapat dua pembaruan besar Android serta tiga tahun pembaruan keamanan.
Lalu terakhir seri Nord N akan mendapat satu pembaruan besar Android dan tiga tahun pembaruan keamanan.
Namun komitmen ini terbatas pada seri OnePlus 8 ke atas, demikian dikutip dari The Verge.
Sebelumnya diberitakan, OnePlus mengumumkan bahwa mereka akan segera mengintegrasikan sumber daya organisasi dengan induknya, Oppo.
Hal tersebut dilakukan untuk merampingkan operasional dan menghasilkan produk yang lebih baik ke depannya.
"Seperti yang Anda ketahui, tahun lalu saya mengambil beberapa tanggung jawab tambahan untuk mengawasi strategi produk untuk OnePlus dan Oppo.
Sejak itu, kami telah mengintegrasikan sejumlah tim kami bersama dengan Oppo.
Setelah melihat dampak positif dari perubahan tersebut, kami memutuskan untuk lebih mengintegrasikan organisasi kami dengan Oppo," kata Pete Lau, CEO OnePlus dalam blog resmi OnePlus.
Pete memastikan penggabungan ini bakal berdampak positif bagi komunitas maupun pengguna.
Ia juga menyebut merger ini menjadikan OnePlus sebagai sub-brand Oppo. Pun begitu tidak akan berdampak pada OnePlus sebagai brand.







