# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label about apple music. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about apple music. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Juni 2021

Apple Music Lossless dan Spatial Audio Hadir di Android, tapi...

Minggu lalu Apple menghadirkan fitur baru untuk Apple Music, yaitu Lossless Audio dan Dolby Atmos/Spatial Audio. Kini fitur tersebut mulai tersedia untuk Apple Music di Android.

 

Pada awalnya, fitur baru tersebut hanya tersedia untuk Apple Music di perangkat Mac, iOS, dan iPadOS. 

 

Namun kini akhirnya fitur tersebut tersedia di Android, meski hanya tersedia untuk pengguna yang menjadi beta tester.

 

Tak cuma Lossless Audio dan Spatial Audio, Apple Music di Android juga mendapat fitur automatic crossfade dan beberapa fitur lainnya, demikian dikutip dari Phone Arena.

 

Selain -- untuk saat ini -- hanya tersedia untuk pengguna yang mendaftar menjadi beta tester, fitur Spatial Audio/Dolby Atmos juga hanya mendukung perangkat yang kompatibel dengan fitur tersebut.


Setelah aplikasinya diperbarui menjadi versi v.3.6, pengguna akan menemukan pengaturan tambahan, seperti pengaturan kualitas audio yang terbagi menjadi empat opsi, yaitu :

 

  • High Efficiency: AAC with low data usage [Cellular only]
  •  
  • High Quality: AAC 256 kbps
  •  
  • Lossless: ALAC up to 24-bit/48kHz
  •  
  • High-resolution Lossless: ALAC up to 24-bit/192kHz

 

Perlu diingat, format lossless ini membutuhkan koneksi internet yang kencang dan juga storage yang besar. 

 

Apple menyebut lagu berdurasi 3 menit di 24bit/192kHz ukurannya mencapai 145MB, sementara di 24bit/48kHz ukurannya 36MB.

 

Oh ya, untuk opsi Hi-resolution Lossless, dibutuhkan digital to analog converter (DAC) eksternal yang bisa mengolah file dengan kualitas seperti itu. 

 

Atau bisa juga dilakukan lewat perangkat Android yang sudah bisa mengolah file sebesar itu, seperti misalnya jajaran HP flagship LG di seri G dan V. 

 

Atau bisa juga digital audio player (DAP) yang menggunakan Android sebagai sistem operasinya.

 

Pada awalnya, ada 20 juta lagu yang tersedia dalam kualitas lossless. 

 

Apple menargetkan semua lagu di Apple Music yang jumlahnya lebih dari 75 juta lagu bakal mempunyai kualitas lossless pada akhir 2021.

baca keseluruhan - Apple Music Lossless dan Spatial Audio Hadir di Android, tapi...

Apple Music Lossless Sudah Tersedia, Begini Cara Jajalnya

Apple akhirnya mulai menyebar fitur lossless dan spatial audio di Apple Music. Dengan fitur ini, pengguna bisa memilih kualitas streaming lagu yang lebih tinggi dibanding sebelumnya.

 

Fitur lossless ini untuk sementara baru tersedia di Apple Music untuk perangkat iOS, iPadOS, dan macOS. 

 

Pembaruannya sendiri dilakukan secara server side (pengguna tak perlu memperbarui aplikasinya) dan secara bertahap.

 

Untuk bisa melihat apakah fitur ini sudah tersedia atau belum, bisa dilihat dari pengaturan Music. Yaitu munculnya opsi 'Audio Quality', ataupun bisa dilihat dari logo yang muncul di aplikasi Apple Music.
 

Anda bisa memilih kualitas audio yang diinginkan dari tiga opsi yang ada, yaitu 'High Quality' (kualitas audio standar yang sebelumnya sudah ada), Lossless yang menggunakan format ALAC 24bit/48kHz, sampai High-Resolution Lossless dengan format ALAC sampai dengan 24bit/192kHz.


Perlu diingat, meski anda memilih opsi tertinggi, belum tentu lagu yang ingin didengarkan mendukung format tersebut. 

 

Dari pencarian singkat kami, kebanyakan lagu yang ada hanya mendukung format lossless 16bit/44,1kHz.

 

Namun ada juga yang sudah mendukung Hi-Res Lossless, contohnya album 25 dari Adele yang mendukung 24bit/96kHz. 

 

Untuk lagu dengan kualitas 24bit/192kHz yang kami temukan adalah album X&Y dari Coldplay.


Perlu diingat, format lossless ini membutuhkan koneksi internet yang kencang dan juga storage yang besar. Apple menyebut lagu berdurasi 3 menit di 24bit/192kHz ukurannya mencapai 145MB, sementara di 24bit/48kHz ukurannya 36MB.

Pada awalnya, ada 20 juta lagu yang tersedia dalam kualitas lossless. 

 

 Apple menargetkan semua lagu di Apple Music yang jumlahnya lebih dari 75 juta lagu bakal mempunyai kualitas lossless pada akhir 2021.


Review singkat Apple Music Lossless, memang jadi lebih bagus?

 

Kami menjajal Apple Music Lossless ini untuk mengetahui, apakah suara yang dihasilkan memang menjadi lebih bagus ketimbang bitrate AAC 256kbps yang sebelumnya dipakai.

 

Perangkat yang dipakai untuk menguji adalah iPhone 12 yang terhubung dengan DAC/amp Fiio BTR5 menggunakan kabel ddHifi MFi06. 

 

In ear monitor yang dipakai adalah 64Audio U2 dan terhubung lewat port balanced 2.5mm di BTR5.


Suara yang dihasilkan secara keseluruhan lebih megah dan resolusi yang terasa jauh lebih tinggi ketimbang sebelumnya. Banyak suara-suara 'gaib' yang sebelumnya tak terdengar jika tak mengaktifkan fitur lossless, bahkan di opsi lossless yang paling rendah, yaitu 16bit/44.1kHz.

Kualitasnya suaranya terasa lebih megah lagi saat mendengarkan album The Greatest Hits-nya Dewa, dengan kualitas 24bit/44,1kHz dan album 25 dari Adele, yang keduanya juga punya sertifikasi Apple Digital Master.

 

Sebagai informasi, Apple Digital Master ini adalah rebranding dari 'Mastered for iTunes', yang merupakan cara Apple untuk mempromosikan lagu dan album yang di-encode langsung dari master studio 24 bit, dan hanya bisa dilakukan di tempat mastering yang tersertifikasi.

 

Untuk bisa menikmati fitur lossless ini, ada persyaratannya. Misalnya, tak bisa menggunakan earphone ataupun headphone Bluetooth. 

 

Termasuk setiap seri AirPods, juga AirPods Max. Pengguna perlu menggunakan earphone yang terhubung lewat kabel.

 

Pada level lossless biasa, adaptor Lightning to 3,5mm masih bisa dipakai, karena mendukung kualitas sampai dengan 24bi/48kHz. 

 

Juga port audio di perangkat Mac yang mendukung kualitas audio yang sama.

 

Nah, untuk opsi Hi-Res Lossless, pengguna perlu menggunakan digital to analog converter (DAC) eksternal, agar bisa memproses file dengan kualitas maksimalnya, yaitu 24bit/192kHz.

 

Namun tentu perlu diingat, kualitas suara yang dihasilkan ini bergantung pada banyak hal. 

 

Seperti perangkat yang dipakai, kualitas DAC/amp, earphone/headphone yang dipakai, bahkan sampai kualitas internet penggunanya. Jadi bisa saja hasilnya akan berbeda di setiap orang.


baca keseluruhan - Apple Music Lossless Sudah Tersedia, Begini Cara Jajalnya

Kamis, 27 Mei 2021

Apple Rilis Audio Lossless, Bisa Diputar di AirPods?

Apple menambahkan fitur audio lossless dan Dolby Atmos untuk layanan Apple Music. Bisa diputar di AirPods?

 

Audio lossless di Apple Music ini punya bitrate yang lebih tinggi dengan format Apple Lossless Audio Codec (ALAC). Kualitasnya dari 16bit/44,1kHz, 24bit/48kHz, sampai 24bit/192kHz.

 

Untuk fitur Dolby Atmos memang bisa dinikmati lewat perangkat AirPods dan Beats dengan chip H1 ataupun W1. Namun untuk Hi-Resolution Lossless ternyata tak bisa diputar di AirPods manapun, termasuk AirPods Max yang harganya paling mahal.

 

Memang memutar audio dengan bitrate tinggi lewat headphone Bluetooth memang hal yang tak masuk akal. 

 

Sebabnya bitrate audio yang bisa dikirimkan lewat Bluetooth terbatas, termasuk pada codec AAC yang dipakai Apple.


Namun sebenarnya AirPods Max bisa digunakan dengan mode kabel, yaitu dengan menggunakan kabel audio 3,5mm to Lightning. 

 

Namun pada mode ini, file audio akan diubah menjadi analog, dikirimkan lewat kabel, baru didigitalkan kembali di AirPods Max, dan itu membuat kualitas lossless di Apple Music ini tak maksimal.

 

Jadi apa yang dibutuhkan untuk bisa mendengarkan musik dengan kualitas tertinggi dari Apple Music? Kemungkinan yang dibutuhkan adalah perangkat DAC dan amplifier yang terhubung ke sumber, baik itu iPhone, iPad, Mac, atau perangkat apa pun yang bisa memutar Apple Music.

 

Atau ada juga yang lebih simpel, yaitu headphone ataupun earphone yang terhubung menggunakan koneksi data, USB-C, misalnya, demikian dikutip dari The Verge.

 

Sementara untuk penggunaan secara nirkabel alias lewat Bluetooth, kemungkinan Apple membutuhkan codec baru, semacam codec LDAC milik Sony. 

 

Setidaknya Apple masih punya waktu sampai Juni mendatang untuk memecahkan masalah ini, yaitu saat audio lossless ini mulai tersedia untuk pengguna.


baca keseluruhan - Apple Rilis Audio Lossless, Bisa Diputar di AirPods?

Apple Music Bakal Punya Versi Lossless

Dibanding kompetitornya seperti Spotify dan Tidal, Apple Music saat ini tak punya layanan streaming musik versi lossless. 

 

Namun tampaknya Apple tengah bersiap memberikan layanan tersebut.

 

Keberadaan Apple Music versi lossless (musik dengan bitrate lebih tinggi) ini terlihat dari iOS 14,6 beta, yang memunculkan referensi terhadap beberapa kata kunci, seperti Dolby Atmos, Dolby Audio, dan Lossless.

 

Dari sini diasumsikan kalau Apple bakal meluncurkan paket Apple Music baru yang menawarkan musik dengan bitrate lebih tinggi dibanding Apple Music biasa, demikian dikutip dari Phone Arena.

 

Kemungkinan tier Apple Music baru ini bakal diumumkan di ajang Worldwide Developer Conference (WWDC) 2021 yang digelar secara virtual pada 7 Juni mendatang, mungkin juga dirilis bersama jajaran AirPods anyar, seperti AirPods 3 dan AirPods 2 Pro.


Belum diketahui berapa tarif yang bakal dikenakan Apple untuk Apple Music Lossless ini. 

 

Namun sebagai perbandingan, saat ini tarif Apple Music biasa adalah USD 10, dan Spotify HiFi tarifnya adalah USD 15. 

 

Jadi kemungkinan tarif Apple Music Lossless akan berada di antara dua tarif tersebut.

 

Sebagai perbandingan, saat ini ada Amazon Music HD yang menawarkan streaming musik dengan bitrate 320 Kbps dengan tarif USD 15 per bulan. 

 

Sementara itu layanan lossless Tidal tarifnya adalah USD 20 untuk musik dengan bitrate mencapai 1.411 Kbps. 

 

Sementara Spotify HiFi sendiri belum diketahui menggunakan bitrate berapa besar.

 

Apple Music versi biasa mempunyai bitrate 256 Kbps, lebih rendah dibanding Spotify biasa yang bitratenya 320 Kbps. 

 

Namun banyak yang menganggap perbandingan bitrate ini tidak setara karena Apple menggunakan codec audio-nya sendiri, yaitu AAC.

baca keseluruhan - Apple Music Bakal Punya Versi Lossless

Selasa, 25 Mei 2021

Segini yang Dibayar Apple ke Artis di Apple Music

Apple mengirimkan surat untuk artis, pemusik, label rekaman, dan publisher lagu. 

 

Dalam surat tersebut mereka menyatakan uang yang mereka bayarkan untuk setiap lagu yang diputar di Apple Music.

 

Dokumen tersebut, seperti yang ditulis Wall Street Journal, menyatakan Apple membayar rata-rata 1 penny untuk setiap lagu yang diputar di Apple Music. 

 

Sekadar informasi, 1 penny adalah 0,01 dollar, artinya 1 penny setara dengan kira-kira Rp 150.

 

Angka tersebut terlihat sangat kecil memang, tapi kabarnya, bayaran itu hampir dua kali lipat yang dibayarkan Spotify untuk setiap lagu yang diputar di platformnya. 

 

Mengapa disebut 'kabarnya'? Karena Apple adalah perusahaan pertama yang mengungkap uang yang dibayarkan untuk layanan streaming musik tersebut ke pemegang hak lagu.

 

Spotify disebut hanya membayar 1/3 sampai 1/2 penny untuk setiap lagu yang diputar di platformnya itu. 

 

Namun memang mereka punya jumlah pengguna yang lebih banyak dibanding Apple Music, yang seharusnya memberikan pemasukan lebih besar juga.

 

Saat ini Spotify punya total pengguna menapai 345 juta, dan 155 juta di antaranya adalah pelanggan berbayar Spotify Premium. 

 

Namun memang Spotify tampaknya memang 'alergi' untuk mengungkap jumlah uang yang dibayarkan untuk setiap lagu yang diputar.

 

Mereka berkilah skema 'pay per stream' seperti itu bukan hal yang tepat untuk dianalisa.

 

"Di era streaming, pelanggan tidak membayar per lagu dan layanan tidak membayar per stream. Jadi kami tidak percaya tarit per stream adalah angka yang berarti untuk dianalisa," tulis Spotify.

 

Antara Apple Music dan Spotify sendiri memang punya perbedaan yang cukup besar dalam model bisnisnya. 

 

Apple tak menyediakan Apple Music versi gratis, sementara Spotify ada versi gratis namun berisi iklan.

baca keseluruhan - Segini yang Dibayar Apple ke Artis di Apple Music

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense