# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label about steve jobs fact. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about steve jobs fact. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Oktober 2012

Sisi Lain Steve Jobs yang Belum Terungkap

Buku biografi resmi Steve Jobs karya Walter Isaacson sudah cukup tebal halamannya dalam mengungkapkan kisah dari sang pendiri Apple tersebut. Semakin terkenal, karena seperti menjadi 'warisan terakhir' sebelum kematiannya.

Kendati demikian sebenarnya masih banyak cerita-cerita lain mengenai sisi lain yang belum diketahui dari sang inovator ini. Padahal kisah tersebut sangat menarik bila diceritakan kembali.

Bertepatan dengan satu tahun kematiannya, Forbes mempublikasikan kembali potongan cerita lain tentang Steve Jobs dari sudut pandang sahabat dan orang terdekatnya yang pernah mengenalnya lebih dalam.

Berikut the untold story tentang Steve Jobs
.


Menyembunyikan Porsche

Ini kisah dari Randy Adams. Saat itu dia bersama Jobs tengah mencari investor baru untuk merintis perusahaan komputer NeXT yang baru dibangunnya usai didepak oleh Apple.

Saat itu, Adams baru saja membeli mobil mewah seri Porsce 911, yang tak dinyana Jobs juga membeli mobil yang sama. Nah, suatu hari ketika Ross Perot, salah seorang investor akan bertandang ke kantor NeXT, Jobs buru-buru meminta Adams agar menyembunyikan Porsche 911 yang diparkir bersebelahan dengan mobilnya.

"Kenapa?" Adams bertanya. Jobs pun berkata "Randy, kita harus menyembunyikan Porsche. Ross Perot akan datang untuk berinvestasi dan aku tak ingin dia berpikir kita memiliki banyak uang."

Akhirnya, mereka pun memindahkan mobil dengan cara memutar ke belakang kantor NeXT di Palo Alto, California. Perot akhirnya menginvestasikan USD 20 juta ke perusahaan itu pada tahun 1987.

Menjadi Santa Claus

Masih cerita dari Randy Adams. Dia mengenang bahwa dibalik perfeksionisnya terhadap suatu pekerjaan, tersisip sisi lucunya.
Pernah suatu hari di saat Natal, Jobs memakai baju Santa Klaus, dan membagi-bagikan uang USD100 ke setiap karyawannya.

Ada lagi kebiasaaan 'unik' Steve Jobs lainnya. Selama ini ia dikenal sebagai seorang vegetarian, akan tetapi tidak jarang ketika melewati karyawannya yang sedang makan sandwich daging, Jobs berkata "Oh, bau daging dibakar. Betapa menyenangkannya."

Jobs dan keyboard virtual

Marc Andreessen, pionir di bidang Internet Browser, memiliki cerita tentang Jobs, tepatnya pada musim gugur tahun 2006. Saat itu Andreessen dan istrinya diajak makan malam bersama dengan Steve Jobs, dan istri tercintanya Laurene.

Sambil menunggu menu makanan datang di sebuah restoran di Palo Alto, Jobs mengeluarkan prototype iPhone dari saku celana jinsnya untuk dipamerkan ke Andreessen. Dan ia pun memperlihatkan fitur-fitur yang ada di iPhone tersebut.

Setelah hanya manggut-manggut mendengarkan penjelasan Jobs, Anderseen yang pengguna BlackBerry saat itu akhirnya memberanikan diri berkomentar. "Boy, Steve, apakah kami tidak berpikir itu akan menjadi masalah dengan tidak adanya keyboard fisik? Apakah orang akan baik-baik saja mengetik langsung pada layar?"

Mendengar pertanyaan itu, Jobs pun menatap Andereessen dengan tatapan tajam, tepat di matanya, dan berkata," Mereka akan terbiasa untuk itu."

Dan akhirnya terbukti. Apple telah menjual lebih dari 250 juta iPhone sejak tahun 2007, sejak pertama kali iPhone diluncurkan.

Kata bos pertamanya

Nolan Bushnell, pendiri Atari, yang mempekerjakan Jobs pada tahun 1974, mengatakan apa yang paling ia ingat tentang Jobs: sosok pekerja keras.

"Steve adalah orang pertama yang saya temukan meringkuk tidur bawah meja di pagi hari setelah bekerja semalaman. Banyak orang berpikir bahwa sukses adalah keberuntungan dan berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat. Tapi saya pikir jika Anda bersedia untuk bekerja lebih keras daripada orang lain, Anda dapat membuat banyak sekali keberuntungan Anda sendiri."

"Kami cenderung memiliki hubungan filosofis. Dia suka berbicara tentang ide-ide besar dan dimana ide-ide besar datang darinya. Dia selalu tertarik dalam berbicara tentang menciptakan produk dan tahu kapan produk siap untuk pasar."

Pada awal 1980-an, Bushnell membeli rumah 15.000 kaki persegi di Paris dan mengundang semua teman serta koleganya. Ada sebuah band, banyak makanan dan minuman. Di antara para tamu tersebut adalah Jobs, yang telah meninggalkan Atari untuk memulai merintis Apple di tahun 1976.
Sementara orang lain berpakaian mewah untuk pesta, Jobs muncul dengan celana jinsnya.

"Terakhir kali aku melihatnya setahun sebelum kematiannya. Dia sangat, sangat kurus, tapi dia tidak terlihat ringkih. Dia memiliki kekuatan tentang dirinya," kenangnya.

A Christmas Story

Regis McKenna, guru pemasaran Apple, bertemu dengan Jobs saat usianya baru berusia 22 tahun. Ketika itu, Jobs datang ke rumahnya dengan mengendarai sepeda motor dan berbicara tentang bagaimana ia ingin membangun Apple menjadi merek global.

Namun bukan itu ceritanya. Ada suatu cerita yang cukup menyentuh saat Jobs membantunya.

"Pada tahun 1998, saya dan istri saya membeli lima iMac sebagai hadiah Natal untuk cucu kami. Kami mengawasi mereka membuka hadiahnya, dan ketika Molly yang berusia 5 tahun membuka iMac, ternyata mengalami masalah. Setelah menggunakannya beberapa jam, disc drive tidak terbuka.Dealer mengatakan kepada saya, ia tidak berwenang untuk menukar komputer karena kebijakan Apple saat dalam perbaikan."

"Padahal perbaikan akan memakan waktu beberapa minggu. Saya mengirimemail ke Steve dan bertanya kepadanya tentang kebijakannya tersebut. Dalam waktu lima menit telepon saya berdering. Itu Steve. Dia bertanya padaku apa masalahnya dan nama dealer-nya. 'Saya akan menelepon Anda kembali,' katanya. Beberapa menit kemudian telepon berdering lagi dan itu adalah dealer yang kemudian memohon maaf dan menyesal atas sikapnya tadi."

Tak lama kemudian, Steve Jobs pun mengirimkan pesan 'Saya memiliki iMac baru di sini untuk cucu Anda'. Lalu saya mengucapkan terima kasih kepadanya dan meyakinkan kepada Jobs bahwa dia telah membuat Natal cucu saya berakhir bahagia. Steve segera menjawab dengan sederhana 'ho..ho..ho..'."

Empati Steve Jobs

Heidi Roizen adalah kepala perusahaan software T/Maker, mitra rekanan software untuk Mac pada tahun 1980-an. Ia memiliki banyak pengalaman dengan Jobs.

Ketika itu, Jobs ingin mengajaknya bertemu dalam sebuah meeting penting. Dan ia pun menyanggupinya walau sebetulnya Roizen baru saja kehilangan ayahnya akibat kecelakaan. Jobs yang mengetahui itu sangat kaget.

Saat itu Jobs datang ke rumahnya dan duduk di lantai di sampingnya sambil menangis terisak-isak selama dua jam.
"Ya, aku punya sofa, tapi Steve tidak ingin duduk di sofa. Dia meminta saya untuk berbicara tentang ayah saya, apa yang penting tentang dirinya, apa yang saya sukai tentang dirinya. Ibu Steve telah meninggal beberapa bulan sebelumnya, jadi saya pikir ia juga merasakan apa yang saya rasakan."

"Aku akan selalu ingat dan menghargai hal luar biasa yang ia lakukan untuk saya dalam membantu saya saat berduka."
baca keseluruhan - Sisi Lain Steve Jobs yang Belum Terungkap

Senin, 06 Agustus 2012

8 Fakta Mengejutkan di Biografi Steve Jobs

Biografi Steve Jobs yang mulai dipasarkan di beberapa negara mengungkap berbagai fakta mengejutkan. Buku ini disusun berdasarkan wawancara Walter Isaacson, penulisnya, dengan Jobs dan orang-orang dekatnya.

Review awal biografi Steve Jobs mengindikasikan buku ini sangat menarik. Biografi Jobs dikatakan sebagai potret yang kaya dari salah satu sosok dengan pemikiran terbaik pada zamannya. Berikut beberapa fakta mengejutkan tentang Steve Jobs di biografi tersebut, seperti dikutip dari Huffington Post :

1. Dari mana nama Apple berasal?

Executek, Matrix, sampai Personal Computers Inc adalah nama-nama yang sempat dipertimbangkan Steve Jobs dan Steve Wozniak untuk perusahaan teknologi yang akan mereka dirikan. Jobs mengutarakan nama Apple setelah kembali dari sebuah pertanian buah apel dan akhirnya nama itu yang dipakai. "Nama ini terdengar asyik, bersemangat dan tidak mengintimidasi," sebut Jobs.

2. Bill Clinton minta nasehat Jobs terkait skandal Monica Lewinski

Skandal perselingkuhan Bill Clinton dengan Monica Lewinski sempat menghebohkan Amerika Serikat di dekade 1990-an. Clinton yang kebingungan ternyata sempat minta nasehat Jobs. "Aku tidak tahu Anda telah melakukan perselingkuhan itu, namun jika memang benar, Anda harus memberitahukan hal itu ke (warga) negara ini," demikian nasehat Jobs pada Clinton yang menjabat presiden AS kala itu.

3. Mengapa Jobs hampir selalu memakai sweater hitam?

Penampilan Jobs identik dengan sweater hitam. Ini berawal kala Jobs berkunjung ke pabrik Sony di Jepang dan menjumpai karyawan di sana berseragam. Ia menyukainya dan sempat berpikir agar karyawan Apple pun berseragam. Meski hal itu tak jadi terlaksana, Jobs memutuskan membuat pakaian khas untuk diri sendiri. Jadilah ia selalu memakai sweater hitam yang didesain oleh desainer asal Jepang bernama Issey Miyake.

4. Jobs kecewa dengan Barack Obama

Jobs adalah pendukung presiden Barack Obama. Namun ia kecewa dengan beberapa kebijakan Obama dan pada saat keduanya bertemu, Jobs memperkirakann Obama hanya akan menjabat selama 1 periode saja. Jobs berargumentasi pemerintah seharusnya lebih bersahabat dengan kalangan pebisnis dan mereformasi pendidikan.

5. Jobs awalnya menolak operasi kanker

Jobs pada awalnya menolak sebuah operasi kanker yang berpotensi menyelamatkan nyawanya. Rupanya Jobs tidak suka tubuhnya diutak atik. "Dia sungguh tidak siap untuk 'membuka' tubuhnya," kata istri Jobs, Laurene Powell.

6. Jobs sempat menolak ide aplikasi untuk perangkat Apple

Layanan aplikasi termasuk faktor kunci kesuksesan Apple. Namun siapa sangka pada awalnya Jobs tidak suka dengan ide pihak ketiga bisa membuat aplikasi untuk perangkat Apple karena berbagai alasan seperti kemungkinan serangan virus. Namun akhirnya, Jobs berhasil diyakinkan untuk mengizinkan aplikasi di perangkat Apple.

7. Jobs merasa depresi saat peluncuran iPad generasi pertama

Berbagai kritik sempat menerjang Apple pada saat peluncuran iPad meski akhirnya gadget ini sukses keras. Perangkat ini dipandang kekurangan fitur. "'Aku sepertinya mendapat depresi hari ini," kata Jobs pada Isaacson, malam hari sesudah Jobs memperkenalkan iPad.

8. Jobs murka pada Google

"Aku akan menghabiskan nafas terakhirku jika memang perlu dan aku akan menghabiskan seluruh uang Apple sebesar USD 40 miliar di bank, untuk memperbaiki kesalahan ini. Aku akan menghancurkan Android karena ini adalah produk curian," kata Jobs mengenai Android. Ia tidak terima Google mencuri ide-ide iPhone di Android.
baca keseluruhan - 8 Fakta Mengejutkan di Biografi Steve Jobs

Jumat, 15 Juni 2012

7 Fakta Lain Mengenai Steve Jobs

Apple dikenal sebagai perusahaan yang tertutup. Sifat ini juga identik dengan pendirinya, Steve Jobs. Ya, selama ini Jobs memang dikenal sebagai seorang yang jenius, sekaligus misterius.

Kegigihannya dalam membangun Apple sudah bukan rahasia lagi, sehingga menjadi inspirasi banyak orang. Namun tidak banyak orang tahu, pasang surut kehidupannya saat masih kecil hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Memang, sebelum berpulang, Jobs sempat mengumbar soal kehidupannya dalam bentuk biografi yang ditulis Walter Isaacson. Hanya saja ada beberapa fakta lain tentang sosok di balik kesuksesan iPhone dan iPad itu, yang mungkin tidak banyak orang ketahui.

Seperti dirangkum dari LolzParade, berikut 7 fakta lain dari Steven Paul Jobs.




Pindah Agama

Saat berumur 13 tahun, Steve Jobs pernah menanyakan ke gurunya di sekolah mengenai apakah Tuhan tahu apa yang akan terjadi dengan anak-anak yang kelaparan di sampul majalah LIFE? Hanya saja, saat itu dia merasa tidak mendapat jawaban yang memuaskan.
Hal ini ternyata berdampak sangat besar dalam kehidupan spiritual Jobs. Hingga akhirnya dia enggan kembali ke gereja dan pindah agama.
Pengguna Ganja
Steve Jobs mengakui sejak remaja atau sekitar umur 15 tahun, dirinya sudah menjadi pemadat dengan menghisap ganja. Bahkan ia pernah mencoba menghisap LSD -- semacam narkotika halusinogen -- sebelum wisuda kelulusan di Sekolah Menengah Atas (SMA).

Namun LSD pula yang dianggap sebagai titik balik dimana dia mendapatkan pengalaman dan bisa sesukses sekarang.
Apa Isi iTunes Steve Jobs?
Apple dikenal sebagai pihak yang membangkitkan industri musik digital dengan iTunes-nya. Penasaran tentunya melihat apa isi dari iTunes yang dimiliki Jobs?

Ternyata di dalam iTunes pria yang gemar memakai sepatu kets ini terdapat 15 album Bob Dylan. Ya, dia memang dikenal sebagai penggemar musisi beraliranfolk-bleus tersebut.

Sementara di iPad 2-nya, ternyata hanya ada satu buku digital yang diunduhnya, yakni "Authobiography of a Yogi".
Ive, Rekan Spritualnya
Produk-produk Apple selama ini dikenal tidak hanya canggih, namun juga mempunyai desain dengan cita rasa tinggi. Di balik kesuksesan desain produk Apple, tersebut lah desainer produk andalannya, Jonathan Ive.

Bahkan saking percayanya dengan Ive, Steve Jobs menyebutnya sebagai 'spritual partner'.

Khawatir dengan iPad

Setelah meluncurkan iPad, Steve Jobs ternyata pernah sempat panik. Bagaimana tidak? Dia pernah menerima ratusan keluhan dari konsumen mengenai performa iPad. Dia takut iPad mendapatkan respons yang negatif.

Tetapi akhirnya ketakutannya tak terbukti, karena sampai sekarang iPad telah menguasai pasar tablet PC dunia dan mengubah cara orang dalam menggunakan komputer konvesional.

Menyesal Soal Penyakit

Pada tahun 2004, Steve Jobs didiagnosa menderita kanker pankreas. Hanya saja dia memilih untuk tidak menjalani operasi.
Dia tidak suka sama sekali ide tersebut, dan lebih memilih mengobati dengan cara yang lain. Kemudian, ia menjelaskan penyesalannya kepada Walter Isaacson, si penulis biografinya.

Berbicara Tentang kematian

Suatu hari Steve Jobs pernah mengatakan, "Kita semua memiliki waktu singkat di bumi ini. Mungkin kita hanya memiliki kesempatan untuk melakukan beberapa hal benar-benar hebat dan melaksanakan dengan baik. Tidak ada dari kita yang tahu berapa lama kita akan berada di sini dan aku juga tidak, tapi perasaanku adalah aku harus menyelesaikan banyak hal-hal ini, sementara aku masih muda".
baca keseluruhan - 7 Fakta Lain Mengenai Steve Jobs

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense