# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label tokoh - tokoh pria dalam dunia teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tokoh - tokoh pria dalam dunia teknologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Agustus 2014

Keren! Miliuner IT Ini Memilih Hidup Sederhana

Industri teknologi adalah industri yang tengah naik daun, dan bisa menghasilkan keuntungan yang sangat besar. Maka tak aneh ketika para eksekutifnya mempunyai kekayaan yang sangat luar biasa.

Saat sebagian eksekutifnya itu hidup mewah dengan kapal pesiar ataupun rumah peristirahatannya yang megah, sebagian lainnya memilih untuk tetap hidup sederhana.

Contohnya Mark Zuckerberg, yang hanya menggunakan sebuah Volkswagen seharga USD 30 ribu untuk kegiatan sehari-harinya. Ataupun Sergey Brin, yang masih suka membeli barang secara grosir karena harganya lebih murah.

Seperti dilansir Business Insider, berikut adalah tujuh orang eksekutif perusahaan IT yang mempunyai kekayaan jutaan bahkan miliaran dollar, namun lebih memilih untuk hidup sederhana.

David Cheriton, Pendiri Arista Network

Cheriton adalah seorang profesor di Standford dan salah satu pendiri Arista Network. Ia adalah salah satu penyandang dana pertama untuk Google. 

Ketika itu, Larry Page dan Sergey Brin mendemokan proyek Google-nya di rumah Cheriton. Ia pun memberikan sebuah cek senilai USD 100.000 untuk proyek tersebut.

Investasinya itu tentu terbayar lunas, saat ini Cheriton mempunyai kekayaan sebesar USD 3 miliar. Namun ia tidak suka menjadi seorang miliuner.

"Aku sebenarnya agak tersinggung mengenai hal itu. Orang-orang ini membangun rumah yang mempunyai 13 kamar mandi dan lain-lain, pasti ada yang salah dengan mereka," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan Edmonton Journal.

Saat ini Cheriton menggunakan Volkswagen Vanagon keluaran tahun 1986 untuk kendaraan sehari-harinya. Ia pun masih tinggal di rumah yang sama sejak 30 tahun lalu di Palo Alto. Selain itu ia lebih suka memotong rambutnya sendiri ketimbang ke salon.

Pierre Omidyar, Pendiri eBay

Pria blasteran Perancis, Iran, dan Amerika ini menjadi miliuner ketika eBay go public di tahun 1998. Namun berfoya-foya menggunakan kekayaannya itu tidak memberikan Omidyar kepuasan. 

"Kami seperti melewati tahap 'agak kaya' dan langsung menjadi 'sangat kaya'. Dengan kekayaan ini, kami bisa aja membeli semua mobil mewah. Namun itulah penyebab mengapa hal itu menjadi tak menarik lagi," ujar pria dengan kekayaan sebesar USD 8,1 miliar ini ke Forbes.

David Karp, Pendiri & CEO Tumblr

Tumblr adalah sebuah platform blog yang Karp temukan saat ia masih remaja. Mungkin harga layanan itu mencapai USD 1,1 miliar, dan mempunyai kekayaan pribadi setidaknya sebanyak USD 200 juta. Namun Karp memilih untuk tetap hidup sederhana.

Salah satu kekayaannya adalah apartemen seluas 1.700 sqf di Williamsburg, Brooklyn. Meski apartemen itu bernilai sekitar USD 1,6 juta, namun baru setengahnya yang terisi.

"Aku tak mempunyai buku, bajuku pun tak banyak. Aku selalu bingung pada orang-orang yang bisa memenuhi rumahnya dengan berbagai barang," ujarnya ke Forbes.

Mark Zuckerberg, Pendiri & CEO Facebook

Pria yang baru berusia 30 tahun ini mempunyai kekayaan bersih sekitar USD 31,5 miliar. Namun Zuckerberg seperti tak pernah memamerkan kekayaannya itu.
 
Untuk kesehariannya, Zuckerberg hanya mengendari mobil Volkswagen seharga USD 30 ribu. Sebelumnya ia mengendarai Honda Acura TSX.

Di tahun 2011, ia memang membeli rumah di Palo Alto seharga USD 7 juta. Namun jumlah itu tentu tak ada apa-apanya jika dibanding kekayaan bersihnya.

Dalam profil Facebook-nya, Zuckerberg menuliskan 'minimalism' dan 'eliminating desire' dalam minatnya. Dalam berpakaian pun, ia sangat jarang terlihat menggunakan pakaian mewah. Zuckerberg lebih sering terlihat menggunakan kaus, ataupun hoodie. 

Jan Koum, Pendiri WhatsApp

Koum saat ini memang sudah menjadi miliuner --kekayaannya sekitar USD 6,8 miliar--  sekarang, namun ia datang dari keluarga sederhana. Ia lahir di Kiev, Ukraina, dan bersama keluarganya pindah ke Amerika Serikat saat ia berusia 16 tahun.

Semasa di Amerika, Koum dan keluarganya mengandalkan kupon yang bisa ditukarkan dengan makanan untuk bisa tetap hidup.

Gaya hidup sederhana itupun tetap dilanjutkannya sampai ia dewasa. Saat WhatsApp akan dibeli oleh Facebook senilai USD 19 miliar, Koum memburu-buru Facebook untuk menyelesaikan pembeliannya, karena ia hampir tertinggal penerbangan ke Barcelona. Tiket penerbangan itu dibeli menggunakan poin frequent flier yang sudah ia kumpulkan.

Tim Cook, CEO Apple

Tim Cook adalah salah satu orang dengan bayaran tertinggi dalam sejarah Silicon Valley. Namun hal itu tidak akan terlihat dari gaya hidupnya.

Ia tinggal di sebuah kondominium seharga USD 1,9 juta, itu adalah harga yang murah jika dibandingkan rumah lain yang terletak di lingkungannya. Padahal rumornya, ia mempunyai kekayaan bersih setidaknya USD 400 juta.

"Aku melakukannya agar selalu teringat darimana asalku. Uang bukanlah sebuah motivasi untukku," ujarnya Cook.

Sergey Brin, Pendiri Google

Memang agak sulit menyebut bahwa seseorang hidup sederhana ketika dia mempunyai sejumlah pesawat jet pribadi. Namun Brin mengaku ia bukanlah orang yang suka berfoya-foya.

"Aku belajar hidup sederhana dari orang tuaku, dan hidup bahagia meski tak mempunyai banyak hal," ujarnya dalam sebuah wawancara di tahun 2007.

Ia adalah salah satu pelanggan Costco, sebuah toko grosir di Amerika Serikat. Meski hidup sederhana, Brin adalah orang yang sangat dermawan. Di tahun 2013 ia dan mantan istrinya tercatat mendonasikan uang sebanyak USD 219 juta untuk bermacam hal.
baca keseluruhan - Keren! Miliuner IT Ini Memilih Hidup Sederhana

Perkenalkan, "Mark Zuckerberg" dari Italia

Muda, tampan dan berbakat. Inilah sosok yang melekat kuat pada diri Matteo Achilli. Sampai-sampai, pemuda asal Italia ini kerap disamakan dengan Mark Zuckerberg si pembesut Facebook.

Matteo Achilli adalah pemuda usia 22 tahun asal Italia. Lewat layanan internet yang dibuatnya -- Egomnia -- ia dijuluki Zuckerbergnya Italia.
Egomnia didirikan oleh Matteo Achilli pada Februari 2012. Saat itu usianya masih 19 tahun. Egomnia adalah website sumber daya manusia, yang menjembatani para perusahaan dengan lulusan universitas.
Matteo Achilli saat berpose untuk sampul pada majalah Italia Panorama Economy di kantornya, Formello, Roma. Oleh majalah inilah Matteo dijuluki Zuckerberg Italia 
Berkat publikasi itu, Egomnia pun mulai menuai popularitas. Kini, website ini sudah memiliki 250 ribu anggota dan 700 perusahaan menggunakan layanannya. 
Matteo kini mengincar pasar global setelah cukup sukses di Italia. Beberapa bulan ke depan, dia akan membuka kantor perdananya di mancanegara, yang berlokasi di Sao Paulo, Brasil.
Matteo juga berencana membuat versi Egomnia berbahasa Inggris dan Portugis. Dan sebagai monetisasi, akan diluncurkan layanan premium yang berbayar. 
Matteo Achilli saat menghadiri sesi pemotretan untuk acara 'Notte dei Talenti' pada 16 Mei 2012 di Milan, Italia.
baca keseluruhan - Perkenalkan, "Mark Zuckerberg" dari Italia

Sabtu, 29 Juni 2013

Hasil Jual Aplikasi, Bocah Ini Beli 3 Mobil Ferarri

 Kabar cukup menghebohkan dari datang dari Inggris. Bocah yang baru berusia 12 tahun sudah mampu memboyong 3 mobil super Ferrari. Itu bukan diberi orangtuanya lho tapi murni berkat kerja kerasnya. Kok bisa?

Cerita itu berawal ketika Callum, bocah asal Inggris berhasil menciptakan sebuah aplikasi yang kemudian dijual kepada Google dengan harga USD 13 juta atau sekitar Rp 128 miliar. Sekarang dia menjadi salah satu orang kaya baru.

Dilansir GT Spirit, saat Callum berusia 9 tahun, dia sudah berhasil menciptakan aplikasi tersebut beruntung aplikasi tersebut dibeli oleh Google dengan harga tinggi.

Ketiga mobil super itu yakni Ferrari 458 Italia, 599 GTO dan 335 yang pernah bermain dalam salah satu film James Bond. Alasan Callum membeli Ferrari 335 karena keunikan mobil tersebut.

"Mobil yang pernah di film James Bond itu sangat unik, saya sangat suka mobil itu," kata Callum.

Ketika mobil itu kini menjadi mainan baru Callum. Callum pun sangat mencintai ketiga mobil tersebut. Meski yang mengendarai tetap ayahnya.
baca keseluruhan - Hasil Jual Aplikasi, Bocah Ini Beli 3 Mobil Ferarri

Minggu, 23 Juni 2013

Dua Mantan Eksekutif HTC Bangun Perusahaan Smartphone Baru

Beberapa waktu yang lalu, HTC sempat dilanda badai eksodus besar-besaran. Beberapa petingginya, seperti yang anda sudah sering dengar dan baca, memutuskan untuk cabut dari perusahaan asal Taiwan ini. Namun seusai mengundurkan diri, dua dari mantan eksekutif HTC memutuskan untuk membangun sebuah perusahaan baru.
Michael Coombes dan James Atkins, mantan Head of Sales dan U.K. Marketing HTC, dikabarkan akan segera meluncurkan sebuah perusahaan manufaktur smartphone baru bernama Kazam. Keduanya kompak mengatakan bahwa produk terbaru yang mereka bangun akan memiliki desain yang mengejutkan, hardware yang mengejutkan, serta teknologi yang inovatif. Kazam sendiri kabarnya akan melayani pasar Eropa.
Menurut kabar yang dirilis Cnet, Coombes akan menduduki jabatan sebagai CEO Kazam, sedangkan Atkins masih akan melakukan pekerjaan lamanya, sebagai Chief Marketing Officer. “Ini adalah kesempatan emas untuk membawa brand baru untuk mengganggu status quo,” ucap Atkins, seperti yang dikutip dari Cnet.
Kazam akan fokus untuk mengembangkan pasarnya di Eropa. Bedanya, perusahaan baru ini akan meningkatkan kualitas di divisi costumer service. Hingga saat ini, belum ada kabar resmi soal spesifikasi dari smartphone yang gosipnya akan siap diluncurkan pada tahun 2013 ini. Selain itu, Kazam juga akan tetap menggunakan sistem Android.
Namun, banyak pihak yang masih meragukan kesempatan Kazam untuk benar-benar bisa bersaing dengan nama-nama besar yang telah beredar saat ini, khususnya Samsung. LG, HTC, dan Sony hingga saat ini masih kurang menunjukkan hasil yang cukup memuaskan untuk melampaui pencapaian Samsung.
Apakah Kazam bisa berhasil mendapatkan perhatian pasar smartphone?
baca keseluruhan - Dua Mantan Eksekutif HTC Bangun Perusahaan Smartphone Baru

Kamis, 06 Juni 2013

Gaya Jadul Para Miliuner Teknologi

Bagi penikmat teknologi, nama-nama seperti Bill Gates, Larry Page, dan Jack Dorsey mungkin sudah tidak asing lagi. Namun bagaimana dengan penampilan jadul mereka. Seperti apa ya gayanya?

Eric Schimdt chairman dan mantan CEO Google, waktu muda memang terlihat culun. Namun siapa sangka jika sekarang dia menjadi orang penting di dunia teknologi saat ini.
Foto Bill Gates muda diambil saat kelulusan sekolah, sekarang dia menjadi orang terkaya di dunia.
Wajah Steve Jobs muda saat kelulusan sekolah. Terlihat bandel kah?
Foto muda dulu dan sekarang CEO Oracle Larry Ellison.
Jack Dorsey, saat muda (kiri) terlihat gaul dengan gaya rambutnya yang acak-acakan. Sekarang (kanan) terlihat gagah dan tampan dengan stelan jasnya.
Pendiri Apple Steve Wozniak, masih terlihat sama, hanya beda dengan warna jenggotnya yang sekarang sudah memutih.
Sergey Brin (atas) saat masih remaja, (bawah) sekarang.
CEO dan pendiri Google Larry Page. Foto (kiri) diambil dalam buku tahunan sekolah.
baca keseluruhan - Gaya Jadul Para Miliuner Teknologi

Selasa, 21 Mei 2013

Bos Raksasa TI yang 'Gugur' Sebelum Akhir Tahun

Akhir tahun 2012 memang tinggal menghitung bulan, namun hari-hari panjang bakal dilalui beberapa perusahaan teknologi. Pasalnya mereka baru saja ditinggalkan oleh para pejabat pentingnya, yang terjadi hampir bersamaan dalam sebulan terakhir.

Gawatnya lagi, para pejabat tersebut bukan sembarang orang. Beberapa diantaranya merupakan pemangku jabatan penting yang tak jarang sudah di perusahaan tersebut sejak lama. Tak heran mereka menjadi tokoh kunci dan otak dari produk yang diluncurkan.

Beberapa pihak terkejut dengan aksi move on mereka tersebut. Ssebagian lain mahfum dan memang sudah akan menduga akan terjadi dalam waktu dekat.

Nah, siapa sajakah bos TI yang mengundurkan diri sebelum akhir tahun ini? Berikut dirangkum dari berbagai sumber.

Scott Frostall

Namanya kerap disandingkan dengan Jhonatan Ive yang bertanggung jawab sebagai master desain produk-produk Apple.
Wajar memang, karena jabatan terakhir Scott Frostall sebagai Senior Vice President iOS. Artinya dialah yang menjadi salah satu otak di balik kesuksesan iOS selama ini.

Kabar akan hengkangnya Forstall cukup mengejutkan. Banyak yang menduga, keluarnya Forstall berkaitan dengan masalah Apple Maps di iOS 6. Pasalnya, saat isu ini ramai dibicarakan, Forstall dianggap sebagai yang paling bertanggung jawab atas 'kesalahan' ini.

Forstall telah menjadi kekuatan utama di Apple sejak 1997. Namanya kerap disandingkan dengan berbagai kesuksesan iOS. Sebelum menjabat sebagai bos iOS, dia dipercaya mengepalai divisi Mac OS.

Dari kabar yang beredar , tak sedikit yang mendesak agar Apple memecat eksekutif itu. Namun informasi lain menyebutkan, keluarnya salah satu jagoan Apple ini adalah atas keinginannya sendiri. 

Steven Sinofsky

Banyak yang tak menduga bila Steven Sinofsky memilih pergi tak lama setelah Windows 8 diumumkan. Apalagi, dia merupakan termasuk tokoh kunci dalam perjalanan Windows dalam dua dekade terakhir.

Ya, Sinofsky sendiri telah mengabdi di Microsoft selama 21 tahun. Ia pertama kali bergabung dengan produsen software raksasa tersebut sejak Juli 1989 sebagai software design engineer.

Tak butuh waktu lama, selang tiga tahun, ia dipromosikan untuk menjadi asisten teknis Bill Gates. Itu adalah posisi yang prestisius bagi para pegawai muda Microsoft.

Sampai pada tahun 1999, karir Sinofsky melesat dengan dipercaya mengisi kursi Senior Vice President untuk produk Office. Sampai akhirnya, tantangan baru muncul di hadapan pria pelontos ini untuk jabatan Senior Vice President Windows dan Windows Live Grup di tahun 2006.

Tugas pertamanya di posisi strategis tersebut adalah meredam 'kegelisahan' pengguna Windows atas performa Vista. Nah, kemudian muncullah Windows 7 sebagai 'proyek' pertama sang eksekutif dengan jabatan Presiden Windows.

Windows 7 terbilang cukup sukses di pasaran, yang mampu menghapus keraguan pengguna yang kecewa dengan Windows Vista.

Lewat Windows 8 inilah Sinofsky dianggap sukses memberi penyegaran terhadap seri keluarga Windows yang sudah sangat populer. Harapan baru pun muncul bagi Microsoft untuk turut bersaing di ranah OS mobile lewat Windows Phone 8.

Kepergian Sinofsky mematahkan prediksi orang, yang menyebut sebagai CEO-in-waiting alias calon CEO Microsoft berikutnya, saat Steve Ballmer tak lagi menjabat.

Paul Otellini

Mendadak pensiun. Demikian sebagian kalangan menyebut mundurnya Paul Otellini sebagai CEO Intel. Mundurnya Otellini konon dikarenakan lesunya penjualan komputer PC dan kegagalan Intel menguasai pasar prosesor perangkat mobile.

"Keputusan (pensiun) ini sepenuhnya dari Paul. Dengan menyesal, dewan pimpinan menerima keputusannya," ucap Paul Berhevin, juru bicara Intel.

Intel memang masih dominan sebagai pembuat prosesor komputer PC. Namun mereka lambat beraksi di pasar mobile yang kini dikuasai perusahaan asal Inggris, ARM. Padahal, tren penjualan PC menurun karena konsumen lebih memilih smartphone atau tablet PC.

Damian Dinning

Ini yang paling baru. Damian Dinning, yang selama ini diberi tanggung jawab untuk membuat kamera di ponsel Nokia akhirnya mengundurkan diri.
Memangku jabatan terakhir sebagai Head Imaging and Photography, dia telah bertahan di vendor asal Finlandia itu sejak tahun 2004.

Sebagai bos kamera, dialah 'otak' di balik fitur kamera sensasional 808 Pureview yang mencapai 41 megapixel, pertama dan masih yang tertinggi di kelasnya hingga saat ini.

Tidak hanya itu saja, alumni Eastman Kodak dan Minolta tersebut juga yang mengembangkan kamera N8 dan yang paling gres, yakni Lumia 920. Tidak ada alasan detil mengenai kepergian Dinning tersebut, selain Nokia menyebutnya karena alasan pribadi.

"Selama sembilan tahun terakhir, Damian telah memberikan kontribusi inovatif dan berharga untuk Nokia, terakhir sebagai manajer program memimpin dalam bisnis DevicesSmart kami. Kami mengucapkan terima kasih atas jasanya kepada perusahaan dan tentu ingin dia yang terbaik," kata pihak Nokia.

Saat ini menurut kabar yang beredar, Dinning akan bergabung dengan salah satu perusahaan otomotif terkemuka, Jaguar Land Rover.
baca keseluruhan - Bos Raksasa TI yang 'Gugur' Sebelum Akhir Tahun

Minggu, 12 Mei 2013

Prediksi Salah Total dari Para Jenius Teknologi

Steve Jobs atau Bill Gates jelas adalah sosok yang pintar. Jika tidak, bagaimana mereka bisa menciptakan Apple dan Microsoft yang saat ini berstatus raksasa di dunia teknologi.

Ada kalanya para jenius teknologi seperti mereka coba memprediksi seperti apa perkembangan teknologi di masa depan. Nyatanya, prediksi itu tidak selalu tepat dan malah kemudian terdengar bodoh.

Prediksi apa saja yang dikemukakan para jenius teknologi ini yang terbukti tidak tepat sama sekali? Berikut di antaranya yang dihimpun dari berbagai sumber.


Ken Olsen

Kenneth Harry Olsen adalah pendiri Digital Equipment Corporation (DEC) pada tahun 1957. Perusahaan ini dulu pernah meraksasa sebagai vendor sistem komputer.

Ken pernah memprediksi bahwa komputer tidak akan pernah menjadi produk massal. Dan digunakan oleh banyak orang.

"Tidak ada alasan bagi para individu untuk memiliki sebuah komputer di rumah mereka," kata Olson pada tahun 1977.

Nyatanya prediksinya itu salah total. Saat ini, komputer personal sudah lumrah dibeli dan dipergunakan di rumah tangga.

Steve Ballmer

Tahun 2009, Apple meluncurkan generasi pertama iPhone. Banyak pihak skeptis dengan iPhone, termasuk CEO Microsoft, Steve Ballmer.

"USD 500? Aku menyatakan ini adalah ponsel termahal di dunia. Dan tidak akan menarik konsumen bisnis karena tidak memiliki keyboard. Sehingga tidak bagus untuk email," kata dia ketika itu.

Dengan spesifikasi yang biasa saja dan harga mahal, Ballmer menilai iPhone tidak akan mencapai kesuksesan. Terlebih, Apple tidak berpengalaman di industri ponsel.

Nyatanya, iPhone merevolusi industri smartphone dan tetap laku keras sampai saat ini, termasuk di kalangan bisnis. Ditunjang ekosistem aplikasi yang bagus, iPhone tetap menjadi favorit meski pesaing berat bermunculan.

Thomas Watson

Thomas Watson adalah chairman dan CEO raksasa teknologi International Business Machines (IBM). Ia mengendalikan pertumbuhan raksasa IBM dari tahun 1914 sampai 1956.

Watson dikenal sebagai penjual yang hebat dan termasuk orang terkaya di dunia pada masanya. Namun Watson punya prediksi salah soal perkembangan industri komputer.

"Saya pikir ada pasar di dunia untuk mungkin lima buah komputer saja," kata Watson.

Kenyataannya, perkiraan Watson itu salah total. Seperti diketahui, komputer personal laku keras dan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Alan Sugar

Alan Sugar adalah pebisnis terkenal asal Inggris. Dia mendirikan Amstrad, sebuah perusahaan elektronik, dan termasuk orang terkaya di Inggris Raya.

Pada tahun 2005, Sugar memprediksi pemutar musik digital Apple iPod tidak akan diminati lagi. Malah diperkirakannya akan mati setahun kemudian.

"Natal depan, iPod akan mati, selesai, hilang," kata Sugar ketika itu.

Namun iPod kenyataannya tetap mencetak penjualan spektakuler. Sampai sekarang pun, berbagai versi iPod tetap menarik minat para konsumen.

Bill Gates n Steve Jobs

Pada tahun 2004, Bill Gates meyakini peredaran email sampah alias spam akan bisa segera diatasi. Gates optimistis dalam dua tahun, masalah spam akan selesai.

"Dua tahun dari sekarang, (masalah) spam ini akan terselesaikan," kata Gates dengan nada yakin.

Gates menyatakan Microsoft sedang mengerjakan solusi untuk menanggulangi spam dengan berbagai teknologi. Misalnya dengan mengidentifikasi pengirim email.

Nyatanya sampai saat ini pun, masalah spam tidak juga mampu terselesaikan. Masih sangat banyak email spam bertebaran setiap harinya.

Kedatangan komputer tablet Apple iPad di tahun 2010 tampaknya tidak membuat Bill Gates terkesan. Ia tidak merasa perangkat itu bagus.

"Aku memang sangat meyakini perangkat baca digital dan touch, namun aku aku masih berpikir campuran antara voice, pen dan keyboard yang nyata adalah bentuk mainstream-nya," kata Gates kala itu.

"iPad adalah perangkat yang bagus, namun ketika aku melihatnya, aku tidak punya pikiran seperti Microsoft seharusnya membuat perangkat seperti itu," tukasnya.

Gates terbukti salah prediksi karena berkat iPad, tablet PC menjadi perangkat mainstream. Malah kemudian perlahan-lahan menggerus pasar laptop.

Steve Jobs

Pada Oktober 2010, beberapa perusahaan mulai memproduksi tablet PC berukuran 7 inch. Namun Steve Jobs menganggap remeh produk itu dan menyatakan Apple tidak akan membuatnya.

"Alasan kami tidak membuat tablet 7 inch adalah karena kami tidak ingin mematok harga yang rendah," katanya ketika itu.

"Ini karena kami pikir layarnya terlalu kecil untuk menunjukkan kemampuan software. Sebagai sebuah perusahaan yang mengutamakan software, kami berpikir tentang strategi software lebih dulu," tambahnya.

Nyatanya, Apple kemudian memutuskan memproduksi iPad Mini. Tablet berukuran 7,9 inch ini dijual lebih terjangkau dari iPad yang lebih besar.
baca keseluruhan - Prediksi Salah Total dari Para Jenius Teknologi

Rabu, 10 April 2013

Apa Rahasia Sukses Bill Gates, Steve Jobs, & Zuckerberg cs?

Bill Gates, Steve Jobs atau Mark Zuckerberg kini sudah menjadi miliuner teknologi dan masuk dalam daftar orang-orang termakmur di dunia. Sukses mereka diperjuangkan dengan sangat keras.

Ya, Microsoft, Apple atau Facebook tidak langsung berhasil begitu saja. Namun pada akhirnya, ketiga perusahaan itu menjadi nama yang sangat disegani di jagat TI.

Jadi, apa rahasia sukses Bill Gates, Steve Jobs, Mark Zuckerberg, ataupun miluner lain di dunia teknologi? Simak berikut ini yang dihimpun dari berbagai sumber.



1. Bekerja Keras & Melihat Peluang

"Tidak ada jalan pintas. Anda harus bekerja keras dan mencoba memposisikan diri di tempat di mana jika keberuntungan datang, Anda bisa melihat kesempatan dan memanfaatkannya," kata Mark Cuban, chairman AXS TV dan investor terkemuka.

Bekerja keras dan melihat peluang sama pentingnya. Bill Gates melihat bahwa suatu saat, komputer akan menjadi barang massal. Sehingga dia akhirnya menciptakan Windows dan bekerja keras menyukseskannya.

Mark Zuckerberg keranjingan melakukan coding sejak usia muda dan terus bekerja keras. Hingga akhirnya dia punya visi tentang jejaring sosial Facebook dan menciptakannya dengan skillnya itu.

"Sejatinya, cerita nyata kelahiran Facebook cukup membosankan, bukan? Maksudku, kami hanya duduk di depan komputer selama enam tahun dan melakukan coding," kata Zuckerberg.

Para pendiri situs kenamaan seperti Google dan Yahoo juga sudah melihat kesempatan besar di dunia internet sebelum orang lain dan meyakini suatu saat internet akan populer. Dan akhirnya layanan online mereka benar-benar jaya

"Selalulah bekerja keras dalam sesuatu yang menarik Anda meskipun terasa tidak nyaman," kata Larry Page, pendiri dan CEO Google.

2. Memulai dengan Langkah Kecil

Para miliuner di bidang teknologi tidak serta merta sukses. Mereka mulai dari beberapa langkah kecil. Jeff Bezos, bos toko online Amazon, memulai bisnis yang kini menggurita itu dari garasinya.

Jeff Bezos merintis toko online Amazon pada tahun 1994. Saat itu, Amazon hanya fokus berjualan buku di internet. Bezos mengoperasikan Amazon dari garasi rumahnya yang berlokasi di Bellevue, Washington.

Jerih payah dan optimisme Bezos membuahkan hasil gemilang. Saat ini, Amazon.com adalah retail online terbesar di dunia dengan pendapatan puluhan miliar dolar.

Mark Zuckerberg, membangun Facebook dari kamar asramanya yang kecil. Demikian juga dengan Steve Jobs dan Steve Wozniak yang mengawali Apple dari sebuah garasi.

"Kebanyakan orang berpikir bisnis ini adalah tentang ide, padahal bukan. Setiap orang mempunyai ide. Bagian yang berat adalah mengamati apakah ide tersebut bisa bekerja, kemudian melakukan persiapan untuk mengeksekusi ide tersebut," sebut Mark Cuban.

3. Bekerja Tak Semata untuk Uang, Tapi Passion

"Jika kami termotivasi oleh uang, kami akan menjual perusahaan ini jauh-jauh hari dan akhirnya berlibur di pantai," kata Larry Page, pendiri Google.

"Ini bukan tentang jumlah uang. Bagi saya dan rekan, hal yang paling penting adalah kami menciptakan aliran informasi yang terbuka bagi semua orang," sebut Mark Zuckerberg, sang bos Facebook.

Pada masa-masa awal perusahaan, banyak pendirinya yang rela tidak dibayar. Mungkin perusahaan belum mampu atau mereka memang memiliki passion sangat besar di bidangnya sehingga uang bukan tujuan utama.

Menunda kepuasan dinilai sangat penting untuk sukses. Pada akhirnya, uang akan datang dengan sendirinya seiring keberhasilan yang diraih.

"Jika Anda merasa sedang mengubah dunia, Anda bekerja pada sesuatu yang penting. Anda menjadi bergairah saat bangun di pagi hari," tukas Page.

4. Tak Henti Berinovasi

"Inovasi adalah yang apa membedakan antara pemimpin dan pengikut," kata mendiang pendiri Apple, Steve Jobs.

Kebanyakan miliuner teknologi bukanlah pionir di bidangnya. Namun mereka berhasil melakukan inovasi sehingga bahkan lebih sukses dibanding pionir.

Seperti Google sebenarnya bukanlah mesin cari internet pertama, Ask.com yang berhak atas gelar tersebut. Namun kini, Google jauh lebih populer.

"Kami menargetkan inovasi," kata CEO Google, Larry Page, suatu ketika. Inovasi yang dilakukan Google memastikan mereka lebih unggul dari kompetitor.

Sudah banyak kasus inovasi yang berkelanjutan membuat perusahaan yang bukan pioner jauh lebih sukses. Seperti Facebook yang menjungkalkan MySpace dalam waktu cukup singkat.

"Saya percaya pada inovasi dan cara Anda mendapatkan inovasi adalah dengan mendanai riset dan belajar dari fakta-fakta dasar," ujar Bill Gates.
baca keseluruhan - Apa Rahasia Sukses Bill Gates, Steve Jobs, & Zuckerberg cs?

Minggu, 24 Maret 2013

10 Bos Teknologi yang Paling Dicintai

Dalam industri teknologi yang sangat kompetitif saat ini, peran CEO alias Chief Executive Officer sebagai pemimpin perusahaan sangat penting. Keputusan dan kebijakan yang dihasilkan seorang CEO, menentukan sukses tidaknya perusahaan yang dinahkodainya.

Beberapa CEO teknologi seperti Mark Zuckerberg atau Tim Cook pun sukses menjadi sosok yang dicintai para karyawannya. Mungkin karena ketegasan sikapnya, kebijakannya yang tepat, kesejahteraan yang didapat dari perusahaan, dan faktor-faktor lainnya.

Riset dari Glasdoor yang mengumpulkan pendapat dari karyawan menghasilkan peringkat CEO perusahaan teknologi yang paling disukai. Berikut adalah daftarnya.


10. Paul S. Otellini - Intel

Sebanyak 91% karyawan Intel menyetujui gaya kepemimpinan Paul sebagai CEO. Paul memang orang lama di raksasa prosesor tersebut dan telah menjadi CEO sejak tahun 2005.

Sebelum menjabat CEO, dia juga pernah memegang jabatan Chief Operating Officer dan Executive Vice President Intel. Saat ini, Otellini sedang mempersiapkan pengunduran dirinya dari jabatan CEO karena ingin pensiun.

"Kompensasi yang pantas, lingkungan kerja yang rileks dan manajemen yang berusaha mendengarkan karyawan," salah satu alasan karyawan menyukai Otellini.

9. Tim Cook - Apple

Sejumlah 93% karyawan Apple menyetujui Tim Cook sebagai pemimpin utama Apple. Cook bergabung di Apple pada bulan Maret 1998 sebagai SVP of Worldwide Sales and Operations.

Kemudian dia beralih posisi menjadi Chief Operating Officer. Sebelum ditunjuk untuk menggantikan Steve Jobs sebagai CEO Apple di 24 Agustus 2011.

"Manajemen yang hebat. Anda bekerja untuk produk konsumer yang paling menarik dan canggih, sekali Anda di sini, itu akan membuat Anda sangat bersemangat," salah satu alasan karyawan menyukai Cook.

8. Jeff Bezos - Amazon

Terdapat 93% karyawan Amazon menyukai gaya kepemimpinan Bezos. Bezos memang yang merintis Amazon dari awal hingga sekarang meraksasa sebagai retail online.

Berawal dari markas sederhana di sebuah garasi, kini Amazon menjual hampir segala macam barang. Juga gadet Android berupa tablet PC Kindle Fire.

"Amazon secara konstan beradaptasi dan mengembangkan strategi. Bezos adalah CEO yang hebat. Dia sangat mengerti soal kualitas," salah satu alasan karyawan menyukai Bezos.

7. Jen Hsun Huang - Nvidia

Sebanyak 94% pegawai Nvidia menyukai komando Jen Hsun Huang. Dia memang termasuk salah satu pendiri raksasa teknologi ini di tahun 1993.

Di masa kepemimpinannya, Jen turut andil menemukan Graphic Processing Unit (GPU) pada tahun 1999. Sejak saat itu, nama Nvidia pun makin berkibar.

"Jen memajukan perusahaan dengan langkah yang tepat dan membuat strategi agar perusahaan tidak gagal," salah satu alasan karyawan menyukai Jen.

6. Larry Page - Google

Sejumlah 95% karyawan Google menyukai Larry Page sebagai pemimpin utamanya. Pendiri Google bersama Sergey Brin ini menggantikan Eric Schmidt pada pertengahan tahun 2011.

Saat ini, posisi Google sebagai raksasa mesin cari online memang tidak juga tergoyahkan. Mereka juga sangat kuat di perangkat mobile dengan OS Android.

"Apa yang paling kusukai adalah mendengarkan pendiri Larry Page dan Sergey Brin berbicara dalam meeting besar. Mereka berdua lucu dan pintar," salah satu alasan karyawan menyukai Larry.

5. Pierre Nanterme - Accenture

Sebanyak 95% pegawai Accenture menyukai gaya kepemimpinan Pierre. Accenture sendiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang layanan dan konsultasi IT.

Pierre mulai menjadi CEO Accenture pada Januari 2011. Dia sangat senior dan sudah bergabung di perusahaan ini sejak tahun 1983.

"Perusahaan sangat memperhatikan karyawan dan perkembangan karirnya," salah satu alasan karyawan menyukai Pierre.

4. Paul E. Jacobs - Qualcomm

Sejumlah 95% pegawai Qualcomm senang dengan Paul sebagai nahkoda utama perusahaan. Dengan tangan dinginnya, Qualcomm semakin meraksasa sebagai raksasa semikonduktor global.

Paul sudah menjadi CEO Qualcomm sejak Juli 2005. Dia mulai berkarir di perusahaan asal Amerika Serikat ini pada tahun 1990.

"Perusahaan ini digerakkan oleh CEO dengan mentalitas start up yang sangat kuat. Setiap orang bebas bereksperimen dan berkontribusi," salah satu alasan karyawan menyukai Paul.

3. Frank D'Souza - Cognizant

Cognizant adalah perusahaan asal Amerika Serikat yang bergerak di sektor konsultasi IT dan layanan business process outsourcing. Sang pemimpin Frank D'Souza disukai oleh 96% karyawannya.

Di tahun 2007, pada usia 38 tahun, dia ditunjuk menjadi CEO Cognizant. Frank juga termasuk salah satu pendiri perusahaan yang berkembang pesat ini.

"Menatap ke depan dan dengan kepemimpinan yang kuat di jajaran atas. Frank sangat menginspirasi dalam kepemimpinannya," salah satu alasan karyawan menyukai Frank.

2. Bill McDermott & Jim Hagemann Snabe - SAP

Jim Hagemann Snabe ditunjuk menjadi co CEO SAP menemani Bill pada Februari 2010. Sebanyak 99% pegawai menyukai duet kepemimpinan ini.

SAP sendiri adalah perusahaan yang bergerak di sektor software untuk kalangan enterprise. Terutama untuk mengendalikan operasional bisnis perusahaan.

"Kompensasi yang bagus dan kedua CEO ini memang fenomenal," salah satu alasan karyawan menyukai kedua CEO mereka.

1. Mark Zuckerberg - Facebook

Boleh jadi Zuckerberg adalah yang paling muda usianya dalam daftar ini. Namun dia masuk posisi teratas dengan tingkat persetujuan karyawan mencapai 99%.

Selaku pendirinya, Zuckerberg memang sangat fokus mengembangkan Facebook hingga masuk bursa saham tahun lalu. Dia juga sukses mempertahankan posisi Facebook sebagai jejaring sosial terpopuler dunia hingga saat ini.

"Zuck membangun komunitas terbuka antara para karyawan Facebook. Itu semua ditanamkan oleh CEO yang sangat kami hormati," salah satu alasan karyawan menyukai Zuckerberg.
baca keseluruhan - 10 Bos Teknologi yang Paling Dicintai

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense