# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label tata martino. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tata martino. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Agustus 2013

8 Fakta Menarik Gerardo 'Tata' Martino, Pelatih Baru Barcelona

Banyak pihak mengernyitkan dahi ketikan manajemen Barcelona FC memprioritaskan Gerardo 'Tata' Martino sebagai pelatih anyar mereka menggantikan Tito Vilanova yang mundur karena harus menjalani terapi kanker. Tata mengungguli nama-nama lain yang lebih familiar bagi publik sepakbola, seperti Luis Enrique atau Marcelo Bielsa.

Tidak heran memang, karena selama ini Martino belum pernah melatih di Eropa, sehingga karirnya tidak terlalu terekspos oleh media. Namun manajemen Barca tentu memiliki pertimbangan sendiri untuk merekrutnya, salah satunya adalah fakta bahwa Tata merupakan pelatih yang berguru langsung kepada Bielsa, sama seperti Josep Guardiola.

Berikut Bolanet sajikan sejumlah fakta menarik mengenai Tata Martino. Beberapa fakta ini menjelaskan mengapa Barca begitu ngebet dan sampai rela mengirim Andoni Zubizarreta ke Argentina untuk bernegosiasi dengan pelatih berusia 50 tahun ini.


Seperti Pep, Tata Juga Murid BielsaTata adalah murid dari Marcelo Bielsa, pelatih yang baru saja mengantarkan Athletic Bilbao menembus final Copa del Rey dan juga Europa League di tahun 2012. Bielsa juga disebut-sebut sebagai salah satu kandidat pengganti Vilanova selain Tata.

Tata merupakan pemain kunci di skuad Newell's asuhan Bielsa di awal dekade 90-an. Gaya melatih Tata sendiri konon banyak terpengaruh oleh Bielsa. Sama seperti Josep Guardiola yang dulu menyempatkan diri terbang ke Argentina untuk menimba ilmu pada Bielsa, sesaat sebelum ditunjuk sebagai pelatih Barcelona.

Kemiripan gaya taktikal antara Tata dan Guardiola yang sama-sama murid Bielsa ini disebut sebagai salah satu pertimbangan Barcelona untuk menunjuk pelatih baru.
Fans Berat Possession FootballTata adalah penggemar sistem permainan possessing football yang diterapkan Barcelona. DIa memuji gaya bermain Barca sebagai gaya yang khas dan "memiliki kemampuan untuk menahan bola di ruang yang sempit, hanya sedikit tim yang bisa melakukannya."

Secara terbuka, Tata juga sering melakukan pembelaan kepada Barca atas kritikan yang menyebut permainan mereka membosankan. Tata adalah penggemar sejati filosofi permainan Barca, fakta tersebut tentu menjadi alasan tersendiri bagi para suporter untuk menyambut baik kedatangannya.
Pernah Bermain Bagi 'Barcelona'Semasa aktif, Tata pernah bermain bagi Barcelona. Namun bukan 'Barcelona' yang berbasis di Catalan, melainkan Barcelona Sporting Club de Guayaquil yang berbasis di Ekuador.

Tata hanya bermain sebanyak 5 pertandingan di sana sebelum akhirnya pindah ke O'Higgins dan akhirnya gantung sepatu.
Sempat Menjadi Lawan Xavi dan Kawan-KawanBeberapa penggawa Barcelona saat ini mengingat Tata sebagai lawan mereka di Piala Dunia 2010. Tata adalah pelatih Paraguay di Piala Dunia 2010, tim yang dikalahkan Spanyol di babak perempat final dalam pertandingan yang digelar di Johannesburg. Skuat Spanyol saat itu banyak dihuni oleh pemain yang sekarang masih berada di Barca.

Pertandingan berjalan cukup ketat, Paraguay membuang kesempatan penalti lewat Oscar Cardozo sebelum akhirnya David Villa memastikan kemenangan Spanyol di menit ke 83. Seperti yang kita ketahui bersama,La Furia Roja akhirnya keluar sebagai juara di ajang tersebut.
Bukan Pertama Kalinya Berkarir di EropaKepindahan ke Barcelona bukanlah bukanlah kiprah perdana Tata di Eropa. Saat masih aktif bermain, Tata pernah membela Tenerife dan secara kebetulan menjalani debutnya saat melawan Barcelona di Camp Nou pada tanggal 2 Maret 1991.

Uniknya, yang menjadi penjaga gawang Barca saat itu adalah Andoni Zubizarreta, sosok yang diutus terbang ke Argentina untuk menyelesaikan negosiasi perekrutan Tata saat ini.

Pertandingan tersebut sendiri dimenangkan oleh Barca dengan skor 1-0 lewat gol Hristo Stoichkov.
Satu Kampung dan Pernah Satu Klub Dengan

Tata masih berstatus sebagai pemain Newell's Old Boy saat klub tersebut menyelamatkan karir Lionel Messi. Pada usia 8 tahun, banyak klub yang menolak untuk menerima Messi dalam akademinya karena faktor tinggi badannya yang kurang memenuhi syarat.

Newell's lah yang akhirnya memberikan Messi kesempatan untuk berkembang selama lima tahun sebelum Sang Alien akhirnya hengkang ke Barcelona untuk mendapatkan terapi hormon.

Selain pernah bermain di satu klub dalam periode yang sama, ternyata Tata dan Messi juga memiliki tempat kelahiran yang sama, Rosario.

Menguasai Taktik Pep dan Juga Tito

Jurnalis Euan Marshall pernah menulis tentang cara bermain Newell's asuhan Tata di tahun 2012. Ada persamaan mendasar antara permainan Newell's dengan pola yang digunakan Barcelona saat mendominasi Eropa di bawah asuhan Guardiola.

Salah satunya adalah konsep 'attacking as one, defending as one' yang menjadi ciri khas Barca, ternyata juga diterapkan oleh Tata di Newell's. Bermain cepat, pressing ketat, defense line yang tinggi, serta memiliki batas yang kabur antara bertahan dan menyerang.

Seperti Pep, Tata menekankan bahwa setiap pemain harus terus bergerak untuk membentuk pola triangle passing, sehingga setiap pemain yang memegang bola akan memiliki tiga alternatif pemain yang bisa diumpan.

Selain itu, Tata juga memainkan pola permainan Verticalidad, sebuah sistem umpan cepat dari lini belakang ke lini depan yang merupakan ciri khas dari tim Barca asuhan Tito Vilanova.

Penguasaan Tata terhadap taktik Pep dan juga Tito tentu menjadi keunggulan tersendiri baginya untuk menangani Barcelona.

Sepaham Dengan Filosofi Permainan Barcelona

Ketika diminta mendefinisikan kata sepakbola menurut pendapat pribadinya, Tata menjawab bahwa dia selalu mengharapkan permainan yang "Protagonis, tidak hanya bertahan, tapi dengan agresif menguasai bola sampai ke lini pertahanan lawan. Tak ada ruang bagi tindakan spekulatif."

Definisi yang disebutkan Tata tersebut tentu sangat cocok dengan gaya permainan Barcelona.
baca keseluruhan - 8 Fakta Menarik Gerardo 'Tata' Martino, Pelatih Baru Barcelona

Minggu, 28 Juli 2013

Tata Martino dan Sejarah Pelatih Amerika Latin di Barcelona

Barcelona FC akhirnya menunjukGerardo 'Tata' Martino sebagai pelatih anyar mereka menggantikan Tito Vilanova.

Nama pelatih berkebangsaan Argentina tersebut memang masih kurang dikenal di Eropa, namun sepak terjang Tata telah cukup diakui di kawasan Amerika Selatan.

Barca memiliki alasan kuat untuk menunjuk Tata sebagai Entrenadorbaru mereka. Yang paling signifikan adalah kesamaan filosofi permainan yang dianut oleh Tata dengan gaya main Barca.

Sebelum Tata, Barca tercatat telah beberapa kali ditangani oleh pelatih asal Amerika Selatan. Meskipun hampir semuanya hanya bertahan dalam waktu singkat, namun mereka selalu berhasil mempersembahkan gelar bagi publik Camp Nou.

Apakah Tata akan mengulang kiprah para Latino pendahulunya, yang hanya melatih dalam waktu singkat walau berhasil memenangkan gelar? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Simak deretan pelatih Amerika Selatan yang pernah dimiliki Barcelona sebagai berikut.


Cesar Luis Menotti

Kebangsaan: Argentina
Periode Melatih: Maret 1983 - Juni 1984
Raihan Gelar: 1 Supercopa de España, 1 Copa del Rey


Memiliki reputasi mentereng sebagai pelatih yang memenangkan gelar Piala Dunia di tahun 1978, Menotti direkrut oleh Barca di akhir musim 1983-84.

Menotti ingin menerapkan ciri khas permainan 'closing down'-nya di Barca, sebuah sistem permainan yang membatasi ruang gerak lawan dengan memajukan garis pertahanan setinggi mungkin.

Di musim pertamanya, meneruskan tongkat kepelatihan dari Udo Lattek, Menotti berhasil mengantarkan Barcelona mengalahkan Real Madrid di final Copa del Rey.

Musim selanjutnya, Menotti berhasil mendatangkan pemain kesayangannya, Diego Maradona ke Camp Nou. Kombinasi Maradona dan Bernd Schuster diharapkan mampu membawa Barca meraih kejayaan di kompetisi liga.

Namun segalanya berjalan buruk usai Maradona mengalami cedera parah akibat tekel brutal Andoni Goikoetxea. Ironisnya, Goikoetxea dua tahun sebelumnya juga pernah dengan sengaja mencederai Schuster.

Meskipun berhasil mempersembahkan Piala Super Spanyol, kebersamaan Menotti dan Barcelona berakhir di akhir musim setelah Blaugrana hanya berhasil menduduki peringkat ketiga.
Enrique Fernandez

Kebangsaan: Uruguay
Periode Melatih: Juli 1947 - Mei 1950
Raihan Gelar: 2 La Liga, 1 Copa Eva Duarte, 1 Latin Cup


Enrique Fernandez merupakan pria asal Uruguay yang semasa aktif pernah bermain bagi Barcelona di pertengahan dekade 30-an. Usai pensiun karena mengalami cedera lutut parah, Fernandez memulai karir kepelatihannya bersama Nacional sebelum akhirnya direkrut kembali sebagai Entrenador Barca.

Mengandalkan sejumlah pilar seperti Juan Velasco, Antoni Ramallets, dan Estanislao Basora, Fernandez berhasil mempersembahkan dua gelar La Liga beruntun di tahun 1948 dan 1949. Fernandez dicopot di tahun 1950 setelah hanya mengantar Barca finish di peringkat lima klasemen akhir. Posisinya digantikan oleh Fernando Daucik.
Helenio Herrera

Kebangsaan: Argentina
Periode Melatih: April 1958 - May 1960, Maret 1980 - Mei 1980, November 1980 - June 1981
Raihan Gelar: 2 La Liga, 2 Copa del Rey, 1 Fairs Cup


Herrera merupakan salah seorang pelatih yang paling disegani di Eropa pada dekade 50-an sampai 60-an. Herrera dikenal sebagai pelopor taktik Catenaccio saat menangani tim legendaris Grande Inter di periode 1960-1968. Namun sebelum berhaya di Italia, kejeniusan Herrera telah mendapat pengakuan di Spanyol bersama Barcelona.

Dua musim menangani Barcelona di tahun 1958 - 1960, Herrera mempersembahkan 5 gelar bagi Tim Catalan. Namun sayang kebersamaannya bersama Blaugrana harus berakhir akibat perseteruan dengan superstar Barca saat itu, Ladislao Kubala. Herrera pergi ke Inter Milan dan meraih kejayaan di ibukota Italia.

Herrera sempat kembali melatih di Camp Nou selama semusim di awal dekade 80-an. Gelar Copa Del Rey menjadi capaian terakhir sang pelatih legendaris sebelum akhirnya pensiun dari dunia kepelatihan.
Roque Olsen

Kebangsaan: Argentina
Periode Melatih: Juni 1965 - Juni 1967
Raihan Gelar: 1 Fairs Cup


Semasa aktif bermain, Roque Olsen adalah striker andalan Real Madrid dengan masa pengabdian 7 musim di Santiago Bernabeu. Usai pensiun akibat cedera lutut serius, Olsen memulai karir kepelatihan di berbagai klub Spanyol sebelum akhirnya ditunjuk menangani Barca di tahun 1965.

Olsen mengambil alih Barcelona di saat yang kurang tepat. Lalu lintas transfer Barca begitu padat pada periode tersebut, sehingga memerlukan usaha keras dari Olsen untuk memadukan pasukannya. Sikapnya yang tegas membuat dirinya tidak terlalu disukai pemain.

Meskipun mampu memenangkan Fairs Cup di musim perdana, Olsen hanya berhasil mengantarkan Barca menduduki peringkat ketiga di liga. Musim selanjutnya Olsen membawa Barca duduk di posisi runner up di belakang Madrid, namun kondisi tim yang tak lagi kondusif membuat Olsen dipecat dan digantikan Salvador Artigas.
baca keseluruhan - Tata Martino dan Sejarah Pelatih Amerika Latin di Barcelona

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense