# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label about steve jobs apple. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about steve jobs apple. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Mei 2022

Terlalu Visioner, Steve Jobs Tak Mau iPhone Pertama Punya Slot Kartu SIM

Saat ini beberapa ponsel sudah mendukung teknologi eSIM sehingga tidak perlu dipasangi kartu SIM fisik. 

 

Jauh sebelum teknologi eSIM ada, Steve Jobs ternyata ingin iPhone pertama tidak dilengkapi slot kartu SIM fisik.

 

Kisah ini diceritakan oleh Tony Fadell, mantan VP iPod di Apple, dalam wawancara di event Computer History Museum.


Menurut Fadell, saat proses awal pengembangan iPhone pertama, Steve Jobs menentang ide untuk memasang slot kartu SIM di iPhone karena preferensi desainnya.

 

Fadell menceritakan bagaimana Jobs berkata kepada teknisi dan desainer yang bekerja mengembangkan iPhone bahwa ia tidak ingin ada lubang lain di perangkat tersebut.

 

Pendiri Apple itu menggunakan Verizon sebagai contoh untuk mengklaim bahwa iPhone tanpa slot kartu SIM akan berhasil. Verizon saat itu dikenal dengan jaringan CDMA-nya dan bukan GSM.

 

Seperti diketahui, ponsel CDMA tidak membutuhkan kartu SIM karena bisa langsung terhubung langsung ke jaringan operator.

 

Fadell kemudian menceritakan bagaimana ia mencoba meyakinkan Jobs menggunakan data pasar. 

 

Ia berargumen bahwa menggunakan jaringan CDMA untuk iPhone tidak akan berhasil karena adopsinya lebih kecil ketimbang GSM.

 

"Jadi, ketika Anda bekerja dengan orang yang sangat berpendirian, terutama ketika mereka bisa membuat V1 dengan benar, dan Anda harus melawan mereka, pastikan Anda membawa data," kata Fadell, seperti dikutip dari 9to5Mac.



"Dan itu kami harus sekelompok, tidak bisa hanya satu dari mereka," sambungnya.


 

Steve Jobs memang sangat terlibat dalam pengembangan iPhone generasi pertama. 

 

Sebelumnya, Fadell pernah menceritakan bagaimana Jobs ingin iPhone pertama memiliki bentuk dan tombol fisik ala iPod karena desain pemutar musik itu sudah sangat ikonik.

 

Kini setelah eSIM menjadi fitur yang cukup mainstream, justru muncul rumor yang mengatakan bahwa Apple akan menghilangkan slot kartu SIM di iPhone dalam beberapa tahun ke depan. 

 

Apakah mimpi Steve Jobs akan segera jadi kenyataan?

baca keseluruhan - Terlalu Visioner, Steve Jobs Tak Mau iPhone Pertama Punya Slot Kartu SIM

Minggu, 23 September 2012

7 Skenario Steve Jobs Saat Apple Terpuruk

Awal Oktober nanti akan menjadi peringatan setahun mantan CEO Apple Steve Jobs meninggal dunia. Walau sudah satu tahun berlalu, masih banyak kisah inspiratif yang bisa diambil dari mendiang Jobs. Salah satunya adalah beberapa keputusannya, saat kembali ke Apple, perusahaan yang dibangunnya bersama Steve Wozniak.

Seperti diketahui, tahun 1996 Apple mengumumkan bahwa mereka membeli perusahaan bernama NeXT senilai USD429 juta, yang membawa Jobs kembali ke perusahaan yang dirintisnya tersebut. Ia secara resmi menjabat sebagai CEO interim Apple setelah Gil Aelion diturunkan secara de facto.

Tugas Jobs saat itu cukup berat, menstabilkan kas keuangan Apple yang mengalami masa suram karena terus-terusan mengalami kerugiaan.

Walau sudah 15 tahun berlalu, skenario Apple dalam mengambil keputusan yang bahkan cenderung kejam membuahkan hasil positif. Apple makin dikenal seantero dunia karena produknya yang fenomenal dan mahal. Desainnya yang berbeda membuat Apple sukses besar hingga sekarang.

Berikut adalah 7 keputusan yang diambil oleh Steve Jobs dalam rangka menyelamatkan Apple, seperti dirangkum dari Mac World.



1. Mengambil kendali


Keputusan yang paling penting dibuat Steve Jobs adalah mengambil kendali dari Apple secara penuh.

Setelah pembelian NeXT pada akhir 1996, kemudian CEO Apple Gil Amelio membawa Jobs sebagai penasihat khusus pada bulan Januari 1997. Jobs bisa saja hanya memberikan saran dan tetap berada di belakang layar. Namun tentu saja, itu bukan sifatnya. Jobs dengan cepat meyakinkan dewan direksi Apple untuk menggulingkan Amelio. Itu tidak lama sebelum Jobs mencalonkan diri sebagai pengganti potensial. Dewan setuju, dan Jobs kembali memegang kendali.

2. Pemangkasan karyawan

Sebelum Jobs kembali ke Apple, perusahaan itu memproduksi puluhan desktop Macintosh yang berbeda, laptop, dan server dengan banyak variasi. Perusahaan juga menghasilkan printer, kamera digital, dan barang-barang pendukung lainnya, beberapa yang membuat keuntungan tapi tidak jarang yang malah membebani perusahaan.

Pada akhirnya, Jobs menghentikan proyek mubazir tersebut memecat lebih dari 70% dari dividi hardware Apple dan produk perangkat lunak. Yang paling terkenal, dia membatalkan PDA Newton , yang masih menjadi keputusan kontroversia beberapa hari setelahnya.

Penghentian sejumlah proyek produk mengakibatkan PHK lebih dari 3.000 karyawan selama tahun pertama Jobs sebagai iCEO.

3. Bersih-bersih 'rumah'

Pada tahun 1996, sebagian besar anggota Dewan Direksi Apple telah difokuskan pada bagaimana mereka bisa menghasilkan produk Apple dan menjualnya kepada penawar tertinggi. Sekembalinya Jobs, dia tahu membutuhkan sebuah direksi dengan sikap yang lebih positif dan loyalitas yang lebih kepadanya sebagai seorang pemimpin.

Dalam beberapa minggu, Jobs berhasil memaksa pengunduran diri sebagian besar anggota dewan Apple, termasuk mantan CEO Mike Markkula.

Jobs juga melakukan restrukturisasi Apple sebagai sebuah perusahaan, dengan menyederhanakan sejumlah divisi menjadi beberapa bagian saja mulai departemen untuk pemasaran, penjualan, manufaktur, dan keuangan.

Sebelum Jobs menjadi iCEO, ia meyakinkan Gil Amelio untuk menempatkan karyawan penting NeXT dalam posisi yang berpengaruh di Apple. Paling menonjol adalah pengangkatan Avie Tevanian--otak di balik OS X-- Apple Senior VP of Software Engineering pada Februari 1997, dan Jon Rubinstein , yang bergabung sebagai VP of Hardware Engineering

Tak lama kemudian, Jobs telah mengangkat berbagai veteran NeXT dan lainnya sebagai karyawan dengan posisi startegis. Selain kemampuannya, syarat lain yang harus dimiliki oleh karyawan baru dibajak itu adalah loyal kepada CEO baru.

4. Melarang berbicara ke Media

Di bawah Gil Amelio, bocornya sejumlah informasi ke media disengaja dari karyawan Apple menjadi hal yang sering terjadi. Tidak lama setelah menerima posisi CEO Interim, Jobs menerapkan larangan total pada karyawan Apple berbicara kepada pers.

Selama bertahun-tahun, tidak ada kebijakan informasi ke pers Jobs memberikan efek yang menciptakan tabir kerahasiaan yang ketat, ketegangan, dan kejutan yang menyertai pengumuman produk Apple. Dengan mengatur secara ketat arus informasi keluar dari Apple, Jobs membuat media teknologi di telapak tangannya.

5. Tebar kebencian & Berdamai dengan Microsoft

Selama masa pertamanya di Apple, Steve Jobs menggambarkan pertempuran untuk pasar PC sebagai konflik langsung antara Apple dan IBM, termasuk ke raksasa software Microsoft. Permusuhan ala Jobs inilah kemudian menjadi bumbu-bumbu kehadiran Apple saat itu.

Permusuhan antara underdog Apple dan pemimpin pasar Microsoft sudah terjadi sejak tahun 1985, bahkan ketika Jobs mengundurkan diri dari Apple. Perang urat syaraf menjadi bagian dari budaya Apple yang terwujud sebagai kebencian yang mendalam untuk semuanya produk Microsoft atau Windows Intel Wintel.

Walaupun pada tahun 1996, Jobs telah harus mengakui bahwa perang sudah berakhir di PC desktop, Microsoft telah menang. Itu kontraproduktif, bila berpikir Jobs akan menghabiskan uang dan energi untuk bertempur melawan Microsoft yang tidak bisa dimenangkan? Tidak, Apple sengaja membangun hubungan harmonis ini untuk suatu kepentingan jangka panjang.

Hasilnya dalam sebuah kesepakatan lintas-lisensi paten, Microsoft berjanji untuk mengabdikan tenaga signifikan untuk mengembangkan versi baru dari Office dan Internet Explorer untuk Macintosh setidaknya selama lima tahun.

Microsoft juga sepakat untuk membeli saham Apple, yang diasuransikan kepentingan dalam keberhasilan Apple. Sebagai imbalannya, Apple juga setuju untuk membuat Internet Explorer sebagai browser default untuk Mac OS selama lima tahun.

Ini kesepakatan terkenal yang diumumkan oleh Jobs di Boston Macworld 1997 (menampilkan Bill Gates pada layar di belakangnya), dan merupakan bagian dari daya tarik publik dan penggemar Mac.

6. Membunuh metode lisensi

Pada tahun 1994, Apple menawarkan lisensi Mac OS ke beberapa vendor yang membayar Apple US80 per mesin untuk menggunakan sistem operasi. Cara jualan ini terjadi dalam beberapa tahun ini, menjadi jelas bahwa ini bukan ide yang bagus.

Pasalnya para mitra itu justru menjadi kanibalisme bagi produk Apple.

Jadi, ketika Jobs kembali ke Apple, ia tahu program melisensikan OS Mac harus dibuang. Dia menolak untuk lisensi Mac OS 8 kepada vendor saat dirilis pada tahun 1997, sehingga secara efektif mengakhiri program tersebut.

Jobs sangat percaya dalam mengendalikan pengalaman mengenai totalitas pengguna dari perangkat keras ke perangkat lunak, dan itu tidak bisa dicapai jika akhirnya hardware keluar dari tangan Apple.

7. Mempercayai Jonathan Ive

Ketika Steve Jobs kembali ke Apple pada tahun 1996, Jonathan Ive sudah menjadi kepala tim desain perusahaan. Dia berpikir untuk berhenti, pada kenyataannya ia terus meminta Ive untuk bertahan.

Pada awalnya, Jobs hubungan keduannya tidak ada yang istimwa, sampai suatu saat Ive dan Jobs segera menjadi akrab dan menjadi teman akrab. Mereka menemukan kebersamaan dan eratnya hubungan mereka menjadi elemen kunci dari filosofi desain mereka.

Dan hasilnya bisa dilihat sampai saat ini, dimana produk Apple tidak hanya mengandalkan teknologi terdepan namun juga desain yang selalu menjadi trendsetter.
baca keseluruhan - 7 Skenario Steve Jobs Saat Apple Terpuruk

Sabtu, 11 Agustus 2012

Kisah Steve Jobs Membangkitkan Apple yang Sekarat

Apple pernah mengalami masa-masa hampir bangkrut. Kala itu di tahun 1990-an, produk Apple gagal di pasaran dan harga sahamnya anjlok drastis. Mereka kalah telak dari pesaing beratnya, Microsoft.

Produk Apple seperti PDA Newton tidak menarik perhatian pasar. CEO Gil Amelio pun didepak Apple setelah posisi keuangan yang terus merugi. Pada Juli 1997, Steve Jobs kembali ditunjuk sebagai CEO Apple.

Kembalinya sang pendiri Apple pada akhirnya tidak saja menyelamatkan Apple, namun membuat perusahaan tersebut menjadi salah satu yang paling bernilai di dunia saat ini. Simak kisah menarik mendiang Steve Jobs menjadi juru selamat Apple, seperti dikutip dari SfGate.


1997 - Bermitra dengan 'musuh', Microsoft


Tugas berat sudah menanti Jobs kala ia kembali memimpin Apple pada Juli 1997. Salah satu keputusan awalnya adalah menghentikan proyek gadget Newton yang merugikan perusahaan sekitar USD 100 juta, meski sejatinya Newton adalah gadget canggih pada zaman itu.

Jobs kemudian mendekati Microsoft, perusahaan yang sejatinya adalah musuh besar Apple. Pada perhelatan Macworld Expo 1997, Steve Jobs tampil bersama Bill Gates untuk mengumumkan kontrak 5 tahun.

Sesuai kontrak tersebut, Microsoft akan merilis update baru Microsoft Office di Mac dan akan berinvestasi pada Apple. Dalam pidatonya, Jobs tetap percaya diri pada kemampuan Apple.

"Jika kami ingin maju dan melihat Apple menjadi sehat dan makmur kembali, kami harus merelakan beberapa hal. Kami harus meninggalkan gagasan bahwa Apple harus menang dan Microsoft harus kalah," kata dia dalam pidatonya.

"Jadi, era kompetisi antara Apple dan Microsoft menurut saya sudah selesai. Ini adalah untuk membuat Apple kembali sehat, untuk membuat Apple memberikan kontribusi besar bagi industri," tambahnya.

1998: Memperkenalkan iMac

Steve Jobs terus berjuang. Ia tahu bahwa Apple membutuhkan produk yang bagus untuk mengubah peruntungannya. Tahun 1998, produk komputer bernama iMac pun diperkenalkan Apple.

Produk ini punya desain unik hasil rancangan Jonathan Ive yang saat ini menjadi kepala desain Apple. iMac ternyata sukses besar dan terjual 800 ribu unit dalam lima bulan pemasarannya.

Pada tahun itu, Apple juga mengakuisisi produk Macromedia Final Cut. Dan akhirnya untuk pertama kalinya sejak 1995, Apple kembali untung. Mereka membukukan keuntungan USD 309 juta.

Kuncinya adalah keputusan Jobs untuk mendesain ulang produk Apple sehingga seksi dan menarik di mata konsumen. "Tahukah Anda apa yang salah dari perusahaan ini? Produk-produknya jelek, tidak ada unsur seksinya," kata Jobs dalam sebuah meeting internal.



1999: Harga saham Apple melonjak

Apple terus melanjutkan performa bagusnya di bawah komando Steve Jobs. Pada tahun 1999, performa bisnis Apple membukukan catatan lebih baik dari sebelumnya.

Penjualan produk Apple tumbuh 3,2% dan keuntungannya sebesar USD 601 juta atau meningkat 94% ketimbang tahun sebelumnya. Harga saham Apple pun melonjak menjadi USD 99.

Di tahun ini, Apple berekspansi dengan tidak hanya sekadar menjual produk komputer. Mereka merilis juga software Final Cut Pro.









2000: Steve Jobs menjadi CEO permanen

Apple mengumumkan strategi baru di MacWorld Expo 2000. Mereka mengungkap kehadiran iTools, aplikasi internet untuk Mac dan juga Eartlink sebagai ISP yang mereka rekomendasikan.

Berkat kesuksesan Apple kembali ke jalur sukses, Steve Jobs akhirnya ditunjuk sebagai CEO permanen. Sayangnya di tahun ini, Jobs memperkenalkan produk bernama G4 Cube yang berujung pada kegagalan di pasar.

"The Cube adalah jawaban Apple untuk mereka yang menginginkan iMac tanpa monitor, juga sebagai tantangan bagi industri komputer untuk meminimalisir ukuran komputer dan meningkatkan daya tarik fisiknya. The Cube adalah perjudian terbesar Jobs semenjak pelucuran iMac. Produk ini akhirnya gagal," demikian tertulis dalam Apple History.

kegagalan G4 cube membuat Apple tidak banyak membukukan untung tahun itu. Apple pun terpaksa memangkas harga PowerMac untuk memperbaiki keuangannya.

2001: Perkenalan iPod dan iTunes

Pada tanggal 15 Mei 2001, Steve Jobs memperkenalkan toko retail Apple Store pertama yang kemudian dikunjungi jutaan orang. Beberapa bulan kemudian, Jobs memperkenalkan produk yang kemudian menjadi hits besar, iPod.

Pada tahun itu, diperkenalkan pula iTunes untuk mendownload lagu yang kemudian mengubah industri musik. iTunes tidak hanya menguntungkan bagi Apple, namun juga para label musik dan berkontribusi memerangi pembajakan.

"Layanan berlangganan musik saat ini akan gagal. Orang tidak ingin membeli musik seperti itu. Mereka ingin membeli musik download. Orang-orang ingin memiliki musiknya sendiri. Anda tidak ingin menyewa musik dan suatu hari ketika Anda berhenti membayar, musik Anda hilang," ucap Jobs ketika itu.

2002: Bisnis merugi

Pada tahun ini, Steve Jobs tampil di sampul depan majalah bergengsi Time. Majalah ini meliput kehadiran produk iMac yang berdesain unik, di mana monitornya bisa digerakkan.

Tahun ini pula, Apple juga merilis server bernama Xserve 1U. Ini adalah upaya pertama Apple untuk masuk ke pasar enterprise dengan harga barang yang lebih terjangkau.

Namun demikian pada tahun itu bisnis Apple tidak begitu bagus karena situasi ekonomi yang kurang baik dan melemahnya penjualan PowerBooks serta PowerMac. Mereka sempat mengumumkan kerugian sebesar USD 45 juta.

2003: iTunes Music Store diluncurkan

PowerBook generasi pertama diluncurkan pada tahun 2003. Perangkat ini adalah komputer pertama Apple yang menggunakan bahan eksterior dari alumunium.

Tahun ini, generasi ketiga iPod diperkenalkan dengan konektor dock di bagian bawah. Pada hari yang sama perkenalan iPod, produk iLife dan iTunes Music Store juga diumumkan.

iTunes Music Store sukses secara instan dan menjual satu juta musik di minggu pertamanya saja. Di tahun tersebut, Apple juga membuka toko pertamanya di Jepang.


2004 dan seterusnya: Apple meraksasa

Pada tahun-tahun berikutnya, sepak terjang Steve Jobs dan Apple tidak terbendung. Tahun 2004, iTunes memimpin 70% pasar musik download legal. Lebih dari 100 juta lagu telah didownload sampai Juli 2004. Apple merilis juga iPod Mini yang menjadi hits.

Pada tahun 2005, kisah sukses mereka pun berlanjut dengan kehadiran iPod Shuffle serta Mac Mini. Penjualan iPod pun meledak di kisaran 30 juta unit.

Kemudian pada tahun 2006, market cap Apple sudah berhasil melampau Dell. Dan pada tahun 2007, hadirlah produk ikonik Apple, iPhone. iPhone berhasil merevolusi industri ponsel dengan kehadiran toko aplikasi pendukung App Store. Sampai sekarang, iPhone masih tetap dipuja dan ditunggu kehadirannya oleh para fans Apple.

Tidak berhenti sampai di situ, Apple mempopulerkan pula tablet PC dengan kehadiran iPad pada tahun 2010. Banyak pihak semula pesimistis produk ini akan sukses. Nyatanya sampai sekarang, belum ada yang bisa menggoyahkan kepemimpinan iPad di pasar tablet.

Steve Jobs meninggal dunia karena penyakit kanker pada Oktober 2011. Kematiannya menimbulkan duka mendalam terhadap banyak pihak. Bagi kawan dan lawan, dia akan selalu dianggap sebagai juru selamat Apple dari jurang 'kematian'.
baca keseluruhan - Kisah Steve Jobs Membangkitkan Apple yang Sekarat

Minggu, 05 Agustus 2012

Perjalanan Panjang Apple dan Steve Jobs Mengubah Dunia


Pendiri Apple Inc  Steve Jobs meninggal, Rabu (waktu AS) setelah pertempuran panjang dengan kanker pankreas. Berikut adalah beberapa tonggak sejarah Apple dalam dunia gadget:
1976 - Duo karib sejak SMU, Steven Wozniak dan Steve Jobs memulai Apple Computer. Produk pertama mereka, Apple I, dibangun dalam bentuk papan sirkuit. Mereka memeragakannya di "Homebrew Computer Club" di Palo Alto, California.
1977 - Apple meluncurkan Apple II. Sebuah komputer pribadi pertama dalam desain casing plastik dan grafis internal warna.
1983 - Apple Mulai menjual "Lisa", sebuah komputer desktop untuk bisnis dengan antarmuka yang legendaris. Antarmuka yang masih digunakan (prinsipnya) oleh komputer sampai hari ini.
1984 - Apple merilis debut komputer Macintosh.
1985 - Apple memecat Steve Jobs terkait pertarungan internal.
September 1997 - Jobs kembali sebagai CEO sementara di Apple setelah perusahaan itu merugi lebih dari 1,8 miliar dolar AS.
November 1997 - Jobs memperkenalkan barisan baru komputer Macintosh G3 dan website yang memungkinkan konsumen membeli langsung dari Apple.
1998 - Apple memperkenalkan komputer desktop iMac.
2001 - Apple memperkenalkan iPod.
2003 - Apple membuka iTunes Store, toko online memungkinkan pengguna untuk membeli dan men-download musik, audiobooks, film dan TV.
Agustus 2004 - Jobs mengumumkan ia menjalani operasi yang sukses untuk mengangkat kanker pankreasnya.
Januari 2007 - Apple memperkenalkan iPhone.
2008 - Apple membuka App Store sebagai update ke iTunes.
Januari 2009 - Jobs mengambil cuti karena alasan kesehatan. COO Tim Cook memimpin perusahaan sementara.
Juni 2009 - Jobs kembali ke Apple setelah menjalani transplantasi hati.
April 2010 - Apple mulai menjual iPad, tablet layar sentuh 10 inci, dan memiliki pangsa 84 persen dari pasar tablet di akhir 2010.
17 Januari 2011 - Jobs mengumumkan bahwa ia akan mengambil cuti medis lain.
2 Maret 2011 - Apple meluncurkan iPad 2.
9 Agustus 2011 - Apple dipandang sebagai perusahaan AS yang paling berharga.
24 Agustus 2011 - Jobs mundur sebagai CEO dan digantikan oleh Tim Cook, chief operating officer Apple.
5 Oktober 2011 - Jobs meninggal pada usia 56 setelah pertempuran panjang dengan kanker pankreas.
baca keseluruhan - Perjalanan Panjang Apple dan Steve Jobs Mengubah Dunia

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense