# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Kamis, 10 Maret 2011

Penutup Got Jadi Alat Navigasi Robot

Lupakan sejenak perangkat GPS--Global Positioning Systems. Di masa depan, Anda akan berjalan-jalan ditemani robot yang memanfaatkan penutup parit atau got untuk bernavigasi.

Namun cerita ini mungkin baru akan terjadi di Jepang. Bayangkan, para robot beraneka bentuk dan berbalut bahan logam akan bisa ditemui di mana-mana memandu majikannya berjalan-jalan.

Mengapa memanfaatkan penutup parit? Di Jepang, setiap penutup parit diciptakan sangat berseni dan menggambarkan sesuatu tentang kota tersebut. Setiap kota, memiliki gambar dan karakteristik penutup parit yang berbeda-beda.

Nah, keunikan ini lantas dimanfaatkan oleh Hajime Fujii dan timnya dari Shibaura Institute of Technology di Tokyo. Mereka menciptakan robot yang bisa mengetahui keberadaan dirinya dan sang tuan dengan mendeteksi penutup parit di kota itu.

Dari New Scientist, Hajime menjelaskan, kebanyakan robot navigasi saat ini memanfaatkan metode yang menggunakan GPS, pemindaian laser dan kamera CCD yang membandingkan penglihatan robot dengan peta atau bahkan Google Street View. Robot yang dikembangkan Hajime, memanfaatkan faktor lingkungan sekitar sebagai datanya.

"GPS tidak selalu dapat diandalkan di kota-kota, dan Street View mungkin tidak sangat membantu pada malam hari. Sementara peta, sangat membantu. Tetapi robot tetap perlu mengecek posisi mereka di beberapa hal yang menonjol di sebuah lingkungan," terang Hajime.

Dalam sistem Hajime, informasi bentuk dan deskripsi penutup parit di setiap kota masuk dalam sebuah database. Nantinya, robot akan memindai penutup parit, mengeceknya dengan informasi di database dan mencari tahu di mana dia berada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense