virus baru bernama Stuxnet yang pamornya mulai mendekati Conficker. Stuxnet hadir secara sistematis memanfaatkan celah keamanan pada Microsoft yang selama ini ada dan tanpa disadari menggandeng LNK exploit dalam menyebarkan diri.
Stuxnet memang belum dikenal. Bahkan belum ada laporan masuk mengenai virus ini. ESET melalui ThreatSense Technology nya mengenali malware baru dengan nama LNK/Autostart.A trojan.
Kemudian dengan kemampuan heuristiknya, ESET mulai mengenali varian ini dengan nama LNK/Exploit.CVE-2010-2568. Setelah itu muncul W32/Stuxnet yang menargetkan pada sistem Industrial Control System (SCADA).
Apa Efeknya Pada PC Yang Terjangkit?
Menurut Yudhi, Stuxnet diprediksi akan terkenal karena kelalaian pengguna OS Microsoft Windows, untuk melakukan patch 2286198 karena berbagai hal. Paling sering adalah Automatic Update yang tidak dinyalakan. Biasanya ini terjadi pada OS Windows bajakan.
Komputer yang terjangkit biasanya hardisknya akan penuh tanpa sebab. Pasalnya, virus ini menyaru sebagai program resmi yang memiliki sertifikat keamanan curian, dari vendor terkenal.
Kehadirannya Stuxnet di Indonesia langsung menyodok ke urutan delapan dan sepuluh malware paling berbahaya.
Berikut data sebaran 10 jenis malware dari ThreatSense ESET :
1. Win32/Conficker.AA
2. Win32/VB
3. Win32/Conficker.X
4. Win32/Agent
5. Win32/Conficker.Gen
6. Win32/Alman.NAB
7. Win32/VB.ROA
8. Win32/Stuxnet.A
9. Win32/Disabler.NAK
10. LNK/Autostart.A
Stuxnet dan variannya berhasil mengambil posisi Conficker dan varian dari VB/Autorun malware yang sudah berbulan-bulan selalu bercokol di 10 besar. Alhasil urutan tiga, lima dan sepuluh langsung diraihnya dalam waktu singkat.
1. Win32/Conficker.AA
2. Win32/Conficker.X
3. LNK/Autostart.A
4. Win32/Agent
5. Win32/Stuxnet.A
6. Win32/VB
7. Win32/Conficker.Gen
8. Win32/Alman.NAB
9. Win32/Sality.NAO
10. LNK/Exploit.CVE-2010-2568
Tidak ada komentar:
Posting Komentar