Penelitian itu menunjukkan, partisipan yang giginya sudah jarang atau ompong cenderung mengalami gangguan memori. Hal itu berbeda dengan partisipan yang masih memiliki banyak gigi.
"Infeksi pada gusi bisa memicu terjadinya penanggalan gigi dan memaksa tubuh untuk mengeluarkan zat peradangan," jelas Nozomi Okamoto, pimpinan penelitian itu. "Pada nantinya akan menyebabkan peradangan pada otak dan mempercepat kepikunan."
Matinya koneksi ke otak, jelas Nozomi Okamoto, akan menyebabkan penanggalan gigi dan berujung pada penurunan kognitif seseorang.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar