Tempat Lahir : Porto
Tanggal Lahir : 17 Oktober 1977
Kebangsaan : Portugal
Posisi : Manager
Bermain di Klub : Chelsea
Andre Villas-Boas, adalah pelatih muda yang dinilai begitu tinggi meski usianya baru menyentuh angka 33 tahun dalam tahun 2011 ini. Berangkat angkat nama dari asisten seorang Jose Mourinho kini dia memiliki karir gemilang tersendiri menjadi seorang pelatih.
Villas-Boas awalnya mengenyam pendidikan kepelatihan di bawah mendiang Sir Bobby Robson di Porto pada 1993, pernah bekerja untuk Mourinho di klub asal Portugal itu, kemudian mengikuti "The Special One" itu hengkang ke Chelsea dan kemudian Inter Milan, sebelum melatih Virgin Islands.
Pelatih kelahiran kota Porto itu kemudian melatih klub Academica pada 2009 ketika klub tersebut berada di dasar klasemen Liga Portugal. Ia sukses mengangkat klub tersebut ke peringkat 11 dan lolos ke semifinal Piala Portugal.
Pada 2011, Villas-Boas bergabung dengan Porto, merebut gelar juara Piala Super Portugal meski baru satu tahun melatih dan sukses berlanjut dengan mengantar klub itu menyabet tiga gelar juara sekaligus (treble) tahun ini.
Dibawah Villas-Boas, Porto tidak terkalahkan di kompetisi domestik tahun lalu dengan 27 kemenangan dari 30 pertandingan, dan menjadi klub Portugal kedua dalam sejarah yang mengakhiri liga domestik tanpa satu pun kekalahan setelah Benfica pada musim 1972-1973.
Untuk Final Liga Europa musim 2010-2011 dirinya resmi menjadi pelatih termuda yang sanggup memenangi gelar Eropa ketika timnya mengalahkan Sporting Braga 1-0 pada final Liga Europa di Dublin Arena.
Kerap dijuluki The Next Special One karena banyaknya persamaan yang ia miliki dengan sang mentor, Jose Mourinho. Hari Rabu 22 Juni 2011 ia resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Chelsea meneruskan kekosongan kursi yang ditinggalkan Carlo Ancelotti.
Dalam kesepakatan yang resmi diumumkan The London Blues, Andre Villas-Boas akan dikontrak selama 3 tahun, dan per tahunnya ia mendapatkan 4,4 Juta Poundsterling. Di Stamford Brige ia membawahi pemain yang seumuran dengan dirinya seperti Didier Drogba dan juga Frank Lampard.
Anda mungkin sudah sering mendengar nama Andre Villas-Boas di berbagai media massa. Dia adalah pelatih muda yang musim lalu sempat menangani Chelsea sebelum akhirnya dilengserkan secara paksa oleh Roman Abramovich. Enam bulan kemudian, pelatih muda ini kembali ke kota London. Kali ini dirinya menjadi pelatih Tottenham Hotspur, rival satu kota Chelsea.
Namun, apakah anda semua telah benar-benar mengetahui siapa sosok AVB yang sebenarnya? Prestasi apa saja yang telah diukirnya sehingga Chelsea dan kemudian Spurs tertarik menyewa jasanya? Berikut beberapa fakta yang harus anda ketahui tentang pria Portugal ini:
AVB Tak Pernah Bermain Sepakbola Secara Profesional
Ya, AVB adalah pelatih yang sepanjang hidupnya tak pernah bermain sepakbola secara profesional. Bahkan untuk klub kecil sekalipun. Hal ini cukup unik. Berbeda dengan kebanyakan pelatih yang sebelumnya pernah mencicipi bagaimana rasanya menjadi pesepakbola profesional. Ruud Gullit, Roberto Di Matteo, Sir Alex Ferguson, Didier Deschamps adalah beberapa contoh pelatih yang sebelumnya berprofesi sebagai pemain profesional.
Usianya Baru Menginjak 16 Tahun Ketika Dia Mulai Bekerja Di Klub Porto
Cara AVB memasuki dunia kepelatihan sepakbola juga dianggap unik. Semua bermula ketika AVB mengirim sebuah surat kepada Sir Bobby Robson, pelatih Porto saat itu.
Isi surat tersebut menyatakan bahwa Sir Robson harus lebih sering memainkan striker Domingos Paciencia sebagai starter ketimbang mendiamkannya di bangku cadangan. Sang pelatih pun akhirnya mengundang AVB untuk bergabung bersamanya untuk melakukan scouting terhadap penampilan Peciencia di beberapa pertandingan Porto. Hasilnya, Robson terkesima dengan kemampuan analisis yang dimiliki AVB. Robson pun akhirnya menunjuk AVB sebagai salah sorang staf pelatih skuad junior Porto.
Menukangi timnas Kepulauan Virgin Britania Raya di Usia 21 Tahun
Hanya berselang 5 tahun setelah dirinya diangkat sebagai staf pelatih skuad junior Porto, AVB ditunjuk untuk menjadi pelatih timnas Kepulauan Virgin Britania Raya. Tugasnya saat itu adalah menyiapkan timnas tersebut untuk berlaga di babak kualifikasi piala dunia 2002.
Sayang, karir pertamanya sebagai pelatih tak berjalan mulus. Timnya tak mampu lolos babak kedua kualifikasi zona CONCACAF. Timnas yang dipimpinnya harus babak belur dihajar oleh timnas Bermuda dengan agregat gol 14-1.
Berhasil Menyelamatkan Klub Academica Dari Degradasi
Saat usianya telah mencapai 29 tahun, AVB mendapat kepercayaan untuk menukangi klub Portugal bernama Academica. Kondisi klub tersebut saat itu sangat memprihatinkan. Academica berada di posisi paling buncit klasemen dan tak mampu meraih satu kali kemenangan pun.
Namun, dengan cerdik AVB mampu membawa perubahan dalam klub tersebut. Taktik yang diusungnya berhasil membawa Academica bangkit dari jurang degradasi dan menduduki posisi ke 11 di klasemen liga. Selain itu, AVB juga mampu membawa klubnya mencapai babak semifinal Piala Liga Portugal.
Menjadi Pelatih Termuda Yang Berhasil Membawa Porto Meraih Treble
AVB berhasil membawa Porto meraih sukses di tiga ajang kompetisi yang berbeda. Semua itu terjadi berkat kejeliannya memilih pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim, penerapan formasi 4-3-3 dan tentunya kerja keras.
Gelar-gelar yang diraihnya terebut yaitu gelar juara Piala Liga Portugal, juara Liga Portugal, dengan rekor tak terkalahkan dalam satu musim, dan juara Liga Eropa. Dengan gelar-gelar yang diraihnya tersebut, AVB dinobatkan sebagai pelatih terbaik yang pernah ada dalam sejarah klub Porto. Usianya bahkan masih 33 tahun saat itu.
Bernasib Sial Saat Menukangi Chelsea
Tak lama setelah membawa Porto meraih treble, Chelsea tertarik untuk untuk menggunakan jasanya. Chelsea bahkan dirumorkan mengeluarkan dana sebesar 28 juta pounds demi mendapatkan pelatih muda ini.
AVB mengalami kekalahan pertamanya hanya empat minggu setelah liga mulai bergulir. Selanjutnya, keadaan semakin bertambah buruk. AVB tak dapat mengontrol situasi klub. Kekuasaannya bahkan dilangkahi oleh sejumlah pemain senior seperti Frank Lampard dan Didier Drogba.
Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, AVB pun akhirnya dipecat dari Chelsea per tanggal 4 Maret 2012 setelah Chelsean menelan kekalahan dari West Bromwich Albion dengan skor 1-0.
Itulah fakta-fakta mengenai seorang Andre Villas-Boas. Sekarang, AVB akan membuka lembaran baru bersama Spurs. Akankah dia akan mempu membawa Spurs menjadi tim yang lebih konsisten dalam bermain?Akankah dia akan sukses seperti saat menangani Porto? Ataukah dia akan mengulang memori buruk bersama Chelsea? Semuanya akan terjawab ketika liga Inggris mulai bergulir Agustus mendatang.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar