Dalam satu studi terungkap, pekerja bangunan juga berisiko mengalami kematian yang terkait dengan jantung. Ini karena pekerja tersebut terkena terpaan karbonmonoksida yang lebih tinggi. Hasil studi juga menyebutkan, polusi udara memacu serangan jantung dan stroke.
Orang yang bekerja di pabrik atau pekerjaan lain yang menuntut jam kerja panjang namun pemenuhan hak-hak yang rendah juga dapat memicu risiko sakit jantung. Ketika kita tidak mampu memenuhi keinginan dari tempat kerja, inilah yang menjadi pemicu utama penyakit jantung.
Karyawan dengan jam kerja panjang juga berisiko. Satu studi menyebutkan para pegawai pemerintah Inggris mengalami peningkatan sekitar 67 persen mengalami sakit jantung, terutama mereka yang bekerja lebih dari 11 jam dibandingkan dengan yang bekerja 7-8 jam saja. Lagi-lagi, jika tidak dapat mengurangi jam kerja, kita dapat bersiasat mengurangi risiko dengan memakan banyak buah dan sayuran, cukup tidur, dan berolahraga.
Tak ada fasilitas asuransi kesehatan berpengaruh pada memburuknya kesehatan secara menyeluruh dan penyakit jantung khususnya.
Ketika punya pekerjaan berisiko terhadap jantung, kehilangan pekerjaan juga berisiko. Karyawan yang sudah berumur dan terpaksa kehilangan pekerjaan tanpa ada kesalahan berarti bisa memicu peningkatan risiko terkena stroke hingga dua kali lipat. Studi yang dilakukan Harvard pada 2009 mengungkapkan, orang yang kena PHK juga bisa mengalami masalah baru seperti tekanan darah yang tinggi, diabetes, penyakit jantung. Karena itulah ketika terkena PHK bisa berdampak secara psikologis dan finansial, ada baiknya jaga kesehatan sesuai dengan kemampuan kita.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar