# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Senin, 15 Oktober 2012

Fasih Dua Bahasa Bikin Otak Sehat


Menguasai bahasa asing ternyata tak hanya mempermudah Anda untuk bersaing di dunia kerja, namun penelitian terbaru menemukan bahwa menjadi bilingual baik bagi kesehatan mental Anda di kemudian hari.
Peneliti dari York University percaya bahwa fasih berbahasa dua bahasa bisa memperkuat jalur kunci di otak dan meningkatkan fleksibilitas mental.
Penelitian yang dipimpin oleh Dr Ellen Bialystok mengamati beberapa orang bilingual. Peneliti menggunakan metode perilaku dan neuroimaging untuk memeriksa efek bilingualisme pada kognitif orang dewasa.
Dari hasil pengamatan, peneliti menemukan saat seseorang menggunakan bahasa berbeda, maka daerah otak yang memengaruhi perhatian umum dan kontrol kognitif menjadi aktif. Hal ini dapat mengkonfigurasi ulang dan memperkuat jaringan kontrol yang digunakan untuk memproses kedua bahasa, serta dapat meningkatkan 'fleksibilitas mental' atau kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
Penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal Trends in Cognitive Sciences juga menunjukkan bahwa bilingualisme meningkatkan cadangan kognitif yang melindungi dan merangsang aktivitas mental atau fisik pada fungsi otak yang sehat. Cadangan inilah yang membantu menunda timbulnya gejala demensia atau kepikunan.
"Kesimpulan dari temuan kami menunjukkan bahwa pengalaman seumur hidup dalam mengelola dua bahasa mereorganisasi jaringan otak tertentu, menciptakan dasar yang lebih efektif untuk kinerja kognitif yang lebih baik selama kehidupan. Pengalaman yang intens dan berkelanjutan meninggalkan bekas pada pikiran dan otak, dan sekarang jelas bahwa otak orang bilingual telah dibentuk oleh pengalaman yang unik," papar Dr Ellen Bialystok, dikutip melalui Dailymail.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense