Penyebab Scoliosis
Jika ada keluarga yang memiliki riwayat scoliosis, maka anak keturunannya lebih berisiko mengalami scoliosis.
Tingginya aktivitas di masa kanak-kanak hingga membuat anak tersebut terjatuh saat bermain hingga mengalami trauma, dapat menyebabkan scoliosis saat remaja. Pada beberapa remaja, scoliosis kerap diabaikan karena tidak ada gejala apa pun yang menyertainya. Namun, kondisi ini akan terlihat dari postur tubuh yang tidak proporsional seperti bengkok, miring, dan sebagainya.
Pekerjaan kantor yang menuntut kita untuk duduk berjam-jam dalam posisi yang salah juga bisa menjadi pemicu scoliosis. Apalagi jika kondisi ini berlangsung dalam hitungan tahun yang mengakibatkan pertumbuhan tulang menjadi tidak normal.
Saat panjang kaki tidak simetris, maka orang yang bersangkutan akan cenderung bertumpu menggunakan kaki yang lebih pendek saat mengangkat beban. Bila terjadi dalam waktu yang lama, maka dapat mempengaruhi bentuk tulang belakang dan terjadi scoliosis.
Gejala-gejala Scoliosis
- Salah satu tulang bahu lebih tinggi/menonjol
- Kepala terlihat tidak lurus dengan panggul
- Tubuh condong ke satu sisi
- Berjalan miring
- Mudah lelah dan nyeri otot karena postur tubuh yang kurang simetris
Penanganan Scoliosis
Brace digunakan untuk menyangga tulang belakang yang mengalami scoliosis. Penggunaan brace biasanya direkomendasikan oleh dokter dan tidak bisa dibeli secara bebas. Kelemahan metode ini adalah, banyak pasien yang mengeluh karena panas, berat, dan kadang mengalami gatal-gatal akibat iritasi kulit saat mengenakan brace, sehingga hasil penggunaan brace menjadi tidak maksimal.
Alternatif lain untuk mengatasi scoliosis adalah menggunakan metode sports therapy. Sports therapymerupakan metode pengobatan menggunakan latihan terukur bagi penderita scoliosis. Sports therapy biasanya akan diberikan selama 15-20 menit setiap hari dengan pola latihan tertentu.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar