# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Minggu, 19 Mei 2013

Pesepakbola Tersukses Sepanjang Masa, Apa Termasuk Torres dan Mata?

Dua pemain ChelseaFernando Torres dan Juan Mata, mencatatkan sejarah usai membawa timnya merengkuh trofi Liga Europa, dini hari tadi. Chelsea mengalahkan Benfica 2-1 di Amsterdam Arena, berkat satu gol yang dicetak Torres di menit ke-60 dan satu assist Juan Mata di menit akhir laga.

Torres dan Mata menyamai catatan Jurgen Kohler dan Andreas Moller. Kohler dan Moller meraih trofi Liga Champion bersama Borussia Dortmund di musim 1996-97, setelah di musim sebelumnya mengangkat trofi Piala UEFA edisi 1992-93. Sementara bersama Timnas Jerman, Kohler dan Moller meraih trofi Piala Dunia 1990 dan Euro 1996.

Torres dan Mata dua spaniard yang musim lalu turut mengantarkan The Blues meraih trofi Liga Champions dan trofi Liga Europa musim ini. Keduanya juga turut mengantarkan Spanyol meraih gelar juara Piala Dunia 2010, Euro 2012 dan Euro 2008 khusus untuk Torres.

Di pentas domestik Torres dan Mata sama-sama meraih trofi FA Cup, sementara Mata mengungguli Torres dengan meraih trofi Copa del Rey. Namun apakah prestasi ini cukup membawa keduanya masuk dalam jajaran pesepakbola sukses di dunia? Silahkan bandingkan dengan daftar yang dirilis talkSport berikut ini, dan beri komentar Anda.

Didier Deschamps
Mantan gelandang bertahan Juventus ini merengkuh tiga trofi di tiga kompetisi berbeda sepanjang karirnya. Bersama dengan trofi Ligue 1 dan Scudetto, Deschamps berhasil mengangkat Trofi Liga Champions 2 kali (bersama Marseille dan Juventus), Piala Intercontinental, UEFA Super Cup, UEFA Intertoto Cup, Coppa Italia dan FA Cup (bersama Chelsea). Sebagai tambahan, ia juga meraih gelar juara Piala Dunia dan Trofi Euro bersama dengan Prancis.

Trofi terlewatkan: Deschamps tidak pernah memenangkan UEFA Cup sepanjang karirnya setelah kalah dari Parma di final 1995 saat masih berseragam Juventus.
 
Cafu
Deschamps mengoleksi banyak gelar di beberapa negara Eropa, tetapi ia tidak bisa mengalahkan Cafu yang meraih gelar di benua berbeda. Cafu meraih gelar regional di Brasil bersama dengan Sao Paolo dan juga Piala Intercontinental 2 kali (bersama Sao Paolo). Cafu melengkapi koleksi trofi di benua Amerika dengan meraih Trofi Copa Libertadores, Supercopa Sudamericana dan Recopa Sudamericana.

Sukses di Brasil, Cafu kemudian terbang ke Eropa dan memenangkan UEFA Cup Winners (berbeda dengan UEFA Cup) bersama Real Zaragoza. Karir cemerlang Cafu berlanjut di Serie A dengan memenangkan scudetto bersama AS Roma kemudian sukses bersama AC Milan, di antaranya scudetto UEFA Super Cup, Liga Champions dan gelar juara Piala Dunia Antar klub. Sementara bersama Brasil, Cafu sudah memenangkan Trofi Copa America, gelar juara Piala dan gelar juara Piala Konfederasi.

Trofi terlewatkan: UEFA Cup.
Xavi
Xavi memenangkan banyak gelar prestesius di dunia dan Eropa hanya bersama dua tim saja, Barcelona dan Timnas Spanyol. Pemain yang disebut sebagai gelandang terbaik Spanyol ini sudah mengoleksi 7 Trofi La Liga, 2 Trofi Copa del Rey, 2 Piala UEFA Super Cups, 2 gelar juara Piala Dunia Antar Klub, 3 Trofi LIga Champions dan 5 Trofi Supercopa bersama Barcelona.

Sementara bersama Timnas Spanyol, Xavi meraih dua Trofi Euro dan satu gelar juara Piala Dunia. Xavi berkesempatan menambah koleksi gelarnya saat Spanyol berkompetisi di Piala Konfederasi musim panas nanti.

Trofi terlewatkan: Seperti halnya Barcelona, Xavi tidak pernah memenangkan UEFA Cup. Spanyol juga gagal menjadi juara di Piala Konfederasi di tahun 2009 lalu.
Rivaldo
Sama seperti kompatriotnya Cafu, Rivaldo adalah pemain Brasil lainnya yang berhasil mengoleksi gelar di lintas benua. Di Brasil, Rivaldo meraih juara regional bersama dengan Sao Paolo, Palmeiras dan Cruzeiro. Rivaldo juga berhasil meraih gelar di kompetisi utama Yunani dan Uzbekistan.

Sementara di Spanyol, Rivaldo merengkuh trofi La Liga dan Copa del Rey bersama Barcelona. Di Italia, Rivaldo menggenapi koleksi trofinya dengan memenangkan Trofi Liga Champion dan UEFA Super Cup bersama Milan. Bersama Timnas Brasil, Rivaldo berhasil meraih gelar juara Piala Dunia, Copa America dan Piala Konfederasi.

Yang terlewatkan: UEFA Cup, Intercontinental Cup (Rivaldo tidak disertakan Milan ketika kalah dari Boca Juniors di akhir 2003). Rivaldo juga gagal merengkuh Trofi Copa Libertadores.
 
Ronaldo
Ronaldo salah satu pemain fenomenal dunia. Koleksi trofinya antara lain La Liga, Copa del Rey, UEFA Winners Cup, UEFA Cup, Brazilian Cup, Mineiro state championship, World Cup, Copa America dan Piala Confederations.

Trofi terlewatkan: Ronnie belum pernah memenangkan trofi Liga Champions, sekalipun ia berseragam AC Milan saat Rossoneri memenangkan Liga Champions di tahun 2007. Saat itu Ronaldo tidak bisa turun di Liga Champions karena sudah tercatat membela Real Madrid di musim kompetisi yang sama. Ronaldo juga tidak pernah memenangkan Copa Libertadores.
Bixente Lizarazu
Bek kiri Prancis, Bixente Lizarazu mengawali perjalannya mengumpulkan gelar mulai dari menjuarai kompetisi Divisi Kedua Prancis bersama dengan Bordeaux. Tetapi Bersama dengan Bayern Munich, ia meraih Trofi Bundesliga, German Cup, German League Cup, Liga Champions dan Piala Intercontinental. Lizarazu juga berhasil menjadi juara Piala Dunia, Euro dan Piala Konfederasi bersama dengan Timnas Prancis.

Trofi terlewatkan: UEFA Cup! Lizarazu sudah dua kali dekat dengan UEFA Cup ketika kalah di dua final saat membela Bordeaux dan Bayern.
Zinedine Zidane
Zidane adalah salah satu pemain terbaik dunia, jadi tidak mengejutkan jika ia memiliki banyak koleksi trofi. Di Bordeaux, ia mengawali koleksi trofinya dengan membawa timnya juara di Intertoto Cup, sebelum meraih scudetto, Supercoppa Italiana, UEFA Super Cup dan Intercontinental Cups di Juventus. Sementara di Real Madrid, Zidane berhasil melengkapi trofinya dengan gelar La Liga, Liga Champions dan Supercopa Spanyol. Sementara bersama Prancis, Zidane memenangkan trofi Piala Dunia dan Euro.

Yang terlewatkan: Zizou kalah di final UEFA Cup saat masih membela Bordeaux. Zidane juga tidak turut serta saat Prancis memang di dua Piala Konfederasi pada awal tahun 2000an. Zidane juga tak lagi mendapatkan kesempatan bermain di UEFA Cup Winners hingga akhirnya dihapus pada tahun 1999.
Gaetano Scirea
Legenda Juventus, Gaetano Scirea sudah memenangkan 6 scudetto, Coppa Italia, Liga Champions, UEFA Cup Winners dan UEFA Cup, bersama dengan European Super Cup dan Intercontinental Cup, semuanya diraih saat masih berseragam Bianconeri.

Scirea adalah salah satu dari 5 pemain yang berhasil memenangkan 5 trofi di kompetisi internasional yang diakui UEFA dan FIFA. Scirea sendiri adalah satu-satunya pemain yang pernah memenangkan 5 gelar bersama klub di kompetisi internasional dan juga meraih gelar juara Piala Dunia bersama Italia di tahun 1982.

Trofi terlewatkan: Trofi Euro Cup bersama Italia. Prestasi terbaik Scirea adalah membawa Azzurri finis di peringkat ke-4 ketika Italia menjadi tuan rumah Euro di tahun 1980.
Mauro Ramos
Ada satu pemain dari Amerika Selatan yang memenangkan semua gelar di kompetisi yang diikutinya. Mauro Ramos, bek asal Brasil ini memenangkan Trofi Piala Dunia, Copa Libertadores, Brazilian Cup, dan Sao Paolo state championship di tahun yang sama, pada 1962. Ia juga berhasil meraih trofi Recopa Sudamericana di tahun 1968 yang setara dengan Trofi Super Eropa. Tak hanya itu, Ramos juga memenangkan Copa America bersama dengan Brasil.

Trofi terlewatkan: Tidak ada, kecuali Ramos harus pergi ke Eropa dan memenangkan semua gelar yang ada di sana.
Franz Beckenbauer
Legenda  Jerman, Franz Beckenbauer berhasil memenangkan gelar juara Piala Dunia dan Euro saat menjadi kapten Jerman Barat. Ditambah dengan 4 trofi bundesliga ketika berseragam Bayern dan satu lagi saat bermain untuk Hamburg. Gelar di pentas domestik ditutup dengan 4 Trofi Piala Jerman. Beckenbauer juga pernah meraih trofi di Piala Dunia Antar Klub.

Sementara sebagai manajer, Beckenbauer berhasil membawa Jerman Barat meraih trofi Piala Dunia, trofi di kompetisi utama Prancis bersama dengan Marseille, UEFA Cup dan gelar domestik bersama Bayern Munich.

Trofi terlewatkan: Meski pernah memenangkan Trofi UEFA Cup sebagai manajer, Beckenbauer tak pernah memenangkannya kala aktif bermain. Ia juga gagal meraih Trofi European Super Cup, setelah kalah di dua final.
Thierry Henry
Thierry Henry banyak memenangkan gelar sepanjang karirnya. Diawali dengan meraih Trofi Ligue 1 bersama Monaco, kemudian sukses bersama Arsenal di Inggris dengan meraih Trofi Liga Premier, FA Cup dan Community Shields. Hijrah ke Spanyol, bersama Barcelona, Henry meraih titel La Liga, Copa del Rey, Supercopa, Liga Champions, UEFA Super Cup dan Piala Dunia Antar Klub. Sementara bersama Prancis, Henry berhasil mengangkat Trofi Piala Dunia, Piala Konfederasi dan Euro.

Trofi terlewatkan: UEFA Cup dan juga Piala Liga selama bermain di Inggris.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense