# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Rabu, 26 Juni 2013

Gemerlap Cahaya Alami di Goa Waitomo Glowworm

Indah sekali melihat goa yang tampak menyala dindingnya dalam kegelapan. Ini bukan karena lampu. Penyebabnya adalah cacing-cacing yang memiliki kemampuan menyala (glowworms), hidup di dinding goa. Hewan yang juga disebut Arachnocampa luminosa itu menyemburatkan warna biru – hijau lewat tubuhnya. Dan, hewan ini banyak ditemukan di goa-goa Waitomo Glowworm yang ada di pulau utama Waitomo, Selandia Utara.
Eksplorasi terhadap goa ini dilakukan pada tahun 1887 oleh Kepala Maori Lokal, Tane Tinorau, dan bekerja sama dengan Fred Mace yang merupakan surveyor dari Inggris. Goa-goa yang ada di sana sebenarnya sudah banyak diketahui, namun belum dieksplorasi lebih dalam. Berbekal rakit dan lampu api  sebagai penerangan, Fred dan Tane pergi menyusuri sungai bawah tanah yang ada di dalam goa.
Mereka terperangah kala lebih dalam masuk ke dalam goa. Di sana didapati banyak cahaya kelap-kelip yang muncul di langit goa. Saat masuk lebih dalam lagi, mereka menemukan formasi batu kapur.
Eksplorasi juga menemukan adanya pintu lain untuk masuk ke dalam goa. Pada penelusuran individual oleh Tane, ternyata ada pintu masuk dari atas goa. Kini pintu tersebut menjadi jalan masuk. Keindahan goa ini lalu dijadikan tujuan wisata pada tahun 1889. Dan, pada tahun 1906, pengelolaan goa diambil alih pemerintah dan penduduk sekitar mendapat bagi hasil dari laba pengelolaan tersebut.
Goa jenis ini tidak tersebar di banyak tempat. Saat ini hewan bioluminescent atau bisa menyala,selain di Waitomo,  baru ditemukan di Toyama Bay Jepang  dan Danau Gippsland di Australia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense