Rabu, 26 Juni 2013
Lima Mahasiswa Unbraw Racik Teh Kulit Salak Pencegah Diabetes
Lima mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) Agus T, Saraswati Devina, Wildan Noor, Rahayu Maharani dan Audisty Oktaviani membuat minuman bernama Liklak Tea, teh dari kulit salak.
“Kami searching di internet, kulit salak mengandung feralic acid, cinnamic acid, dan argini. Ketiga senyawa ini sangat berguna untuk pencegahan dan penyembuhan penderita diabetes tipe 1 dan 2,” kata Agus ditemui di kampusnya.
Mahasiswa Pertanian angkatan 2011 ini menuturkan, mereka berpikir keras memanfaatkan ketiga senyawa ini untuk dijadikan produk pangan. Pilihan jatuh ketika Agus Cs merebus kulit salak.
“Kami lihat rebusan air kulit salak berwarna coklat keemasan seperti teh. Sejak itu jadilah produk Litlak Tea kami Maret lalu,” sambungnya.
Disty menuturkan, baru bisa memproduksi Litlak Tea dalam jumlah kecil. Dalam sehari, lanjutnya, hanya 12 cup Litlak Tea saja yang bisa dibuat.
“Dua kilo buah salak, kulitnya jadi sekitar ½ kilo. Kulit ini lalu dicuci sampai bersih kemudian direbus bersama 3,5 liter air sampai mendidih. Jadilah Litlak Tea untuk 12 cup ukuran 300 mili,” urainya.
Disty mengatakan, ada dua varian rasa produk LitLak Tea, yaitu rasa original dan rasa coklat. Kedua rasa ini dijual dengan harga Rp 4.500 percup. "Yang original itu untuk penderita diabetes dan umum kalau yang coklat murni untuk umum," jelasnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar