# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Rabu, 26 Juni 2013

Penggunaan Obat Pereda Nyeri Dosis Tinggi Picu Masalah Jantung

Hati-hatilah menggunakan obat pereda nyeri. Pemakaian obat ini jika dikonsumsi dalam dosis tinggi bisa memicu serangan jantung dan stroke.  Bagi penderita penyait kronis seperti osteo arthritis atau rheumatoid arthritis juga diharapkan lebih waspada terhadap pemakaian obat pereda nyeri untuk mencegah tingkat keparahan. Demikian informasi yang disitat dari CBS News.
Obat pereda nyeri yang banyak beredar adalah jenis anti-inflamasi non-steroid. Obat ini kerap diresepkan untuk mengatasi sakit kepala, otot keseleo, arthritis, hingga kram saat menstruasi. Jenisnya cukup banyak seperti ibu profen, naproxen, diklofenak, dan sebagainya. Pada 2004, obat pereda nyeri Vioxx, Celebrex, dan Bextra ditarik dari pasaran karena ditemukan dapat meningkatkan risiko serangan jantung.
“Orang-orang yang perlu khawatir adalah mereka yang menggunakan obat ini lebih dari yang direkomendasikan melewati dosis. Konsumen dengan penyakit kronis seperti osteo-arthritis atau rheumatoid arthritis harus berhati-hati,” kata Dr Tara Narula, direktur asosiasi unit perawatan di Rumah Sakit Lenox Hill.
Narula menambahkan, studi terbaru yang melibatkan 300 ribu pasien menemukan kaitan tentang masalah ini. Dari 1.000 orang yang mengonsumsi obat pereda nyeri selama satu tahun, tiga di antaranya berisiko terkena serangan jantung. Bagi penderita penyakit jantung sebaiknya menghindari obat pereda nyeri seperti ini karena bisa membahayakan jiwa mereka.
Pemakaian obat pereda nyeri dalam jangka pendek dan dosis rendah sebenarnya tidak bahaya. Jika ingin lebih aman lagi, bisa memakai obat lain seperti acetaminophen dan obat berbasis opium. Hanya saja, apapun obat yang dikonsumsi sebaiknya tetap mendapat pengawasan dokter.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense