# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Kamis, 20 Juni 2013

Detak Jantung Tidak Teratur Menyebabkan Kerusakan Otak


Studi terbaru menemukan, detak jantung yang tidak normal berpengaruh terhadap penurunan kemampuan berpikir (kognitif) secara cepat.  Kejadian yang juga kerap disebut fibrilasi atrial itu sebelumnya dikenal sebagai tanda dari adanya penggumpalan darah, risiko stroke, risiko gagal jantung, risiko komplikasi yang berhubungan dengan jantung lainnya. Demikian dikutip dari Times of India.
Peneliti mengatakan bahwa peserta studi yang memiliki ketidakteraturan detak jantung, memiliki nilai skor tes kognitif yang lebih rendah. Hasil tersebut muncul setelah memperhatikan faktor-faktor lain yang menyebabkan percepatan penurunan kognitif.
“Ini berarti bahwa orang dengan fibrilasi atrial, rata-rata, mencapai keadaan gangguan kognitif yang signifikan atau kepikunan pada usia lebih awal dari orang yang tidak mengalami fibrilasi atrial,” kata Evan Thacker, Ph.D., penulis studi di Department of Epidemiology, University of Alabama di Birmingham (UAB) School of Public Health.
Studi ini melibatkan sekitar 5.000 orang berusia 65 tahun ke atas yang melakukan tes kognitif setiap tahun, selama tujuh tahun.  Sekitar 11 persen peserta diketahui mengalami atrial fibrilasi. Nilai tertinggi tes ini adalah 100 poin.
Pada peserta berusia 80 tahun yang mengidap atrial fibrilasi, rata-rata memiliki penurunan 10 poin pada tes kognitif dalam jangka waktu lima tahun. Sementara pada peserta yang tidak memiliki atrial fibrilasi, penurunan skor kognitifnya hanya enam poin dalam lima tahun. Rata-rata penurunan ini berbeda pada tiap usia.
Pada tes fungsi otak lainnya, penderita atrial fibrilasi berusia 80 tahun mengalami penurunan skor sebanyak tujuh poin dalam lima tahun. Sementara peserta yang sehat, mereka hanya menurun lima poin dalam lima tahun.
Peneliti mengatakan keterkaitan tersebut dapat terjadi karena adanya gumpalan darah kecil yang terbentuk di jantung, lalu di otak. Hal ini mungkin tanpa gejala, namun dapat membuat kerusakan otak seiring berjalannya waktu. Alasan selanjutnya yaitu,
“Output yang rendah dari darah ke otak melalui denyut jantung yang tidak teratur, dapat menyebabkan kerusakan otak kecil yang terbentuk dari waktu ke waktu,” kata Thacker.
Studi ini dipublikasikan dalam edisi online Neurology, jurnal medis dari American Academy of Neurology.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense