Jumat, 16 Juli 2021
Mata Merah Gejala Baru COVID-19? Ini Faktanya
Israel Mulai Produksi Daging Sintetis Pertama di Dunia
Seiring kecanggihan rekayasa laboratorium, kita melihat bagaimana daging dibudidayakan atau "ditanam" di laboratorium dan menjadi makanan sehari-hari.
Ya, pabrik daging sintetis di Israel saat ini mulai berproduksi.
Future Meat Technologies, perusahaan pemilik pabrik tersebut, menjadi fasilitas produksi industri pertama di dunia untuk daging budidaya.
Mereka melihatnya sebagai batu loncatan utama dalam upaya untuk meningkatkan operasionalnya.
Teknologi di balik daging yang dihasilkan di laboratorium telah berkembang pesat belakangan ini.
Bentuknya pun berkembang dari daging babi basah saat awal diproduksi sekitar satu dekade lalu, hingga menjadi steak iga berpotongan tebal di tahun 2021.
Dikutip dari New Atlas, sebagian besar mengikuti salah satu dari dua metodologi, baik menggunakan produk nabati sebagai bahan awal produksi mereka, atau memanfaatkan sel yang diambil dari hewan hidup.
Sel-sel ini dipelihara dengan hati-hati dalam bioreaktor dan diberi nutrisi yang sama seperti hewan hidup, memungkinkan sel untuk tumbuh dan berkembang biak sampai mereka berkembang menjadi potongan daging yang dapat dimakan.
Banyak startup berlomba mengkomersialkan teknologi ini.
Semuanya sedikit berbeda dalam pendekatan mereka, namun mereka berharap dapat memberikan solusi untuk masalah lingkungan dan etika yang mengaburkan produksi daging modern.
Future Meat Technologies termasuk dalam kelompok ini, yakni mengubah sel hewan menjadi bagian yang dapat dimakan menggunakan metode miliknya sendiri.
Prosesnya tidak melibatkan modifikasi genetik yang diklaim menghilangkan produk limbah secara lebih efisien.
Mereka juga mengklaim bisa menghasilkan daging sintetis 10 kali lebih tinggi dibandingkan standar industri.
Prosesnya juga menghasilkan 80% lebih sedikit emisi gas rumah kaca, menggunakan 99% lebih sedikit lahan dan 96% lebih sedikit air tawar daripada produksi daging biasa.
Pabrik ini akan memiliki kapasitas untuk memproduksi 500 kg daging sintetis ayam, babi, dan domba setiap hari, yang setara dengan sekitar 5.000 burger.
Dalam perkembangannya nanti, mereka juga akan memproduksi daging sapi.
Microsoft: Celah SolarWinds Dipakai oleh Hacker China
Celah keamanan yang ada di software SolarWinds ternyata sempat dimanfaatkan oleh hacker dari China.
Hal ini diungkapkan oleh Microsoft yang menyebut hacker dari China itu menggunakan zero-day remote code untuk menyerang software SolarWinds.
Jika celah tersebut berhasil dieksploitasi, si hacker bakal leluasa menginstal dan menjalankan malware dan melihat ataupun mengubah data dari software tersebut.
Dalam postingan blog resminya, Microsoft menjelaskan bahwa emreka sudah memantau sindikat hacker tersebut sebagai bagian dari investigasinya.
Dari investigasi tersebut mereka menemukan kalau hacker dari China itu menargetkan organisasi yang ada di balik riset dan pengembangan untuk militer AS.
Sindikat tersebut diberi nama DEV-0322 oleh Microsoft, mereferensikan bahwa statusnya yang belum dikenal.
Label itu dipakai karena Microsoft merasa yakin bakal bisa mengidentifikasi sindikatnya, atau mengetahui asal muasalnya.
Pasalnya sindikat yang beroperasi dari China itu menggunakan solusi VPN komersial dan menjebol router kelas consumer untuk menyembunyikan serangan mereka.
Microsoft mengaku sudah menghubungi pihak yang terdampak dan melakukan tindakan yang diperlukan untuk menghadapi serangan tersebut.
SolarWinds sendiri sebelumnya sudah mengkonfirmasi kalau mereka telah dihubungi oleh Microsoft terkait celah keamanan di software Serv-U.
Celah tersebut terkait dengan sistem file transfer dan FTP, dan untungnya saat ini sudah ditambal.
Nama SolarWinds sendiri tenar sejak server mereka jebol akibat password yang --katanya -- mudah ditebak karena dibuat oleh anak magang.
Jajaran eksekutif dan mantan eksekutif SolarWinds kompak menyalahkan anak magang di perusahaan mereka yang memakai password terlalu lemah.
Password yang dimaksud itu adalah 'solarwinds123', yang pertama ditemukan pada 2019 oleh peneliti keamanan independen, yang saat itu langsung memperingatkan SolarWinds.
Memang belum jelas seberapa besar peran password lemah itu dalam aksi peretasan hacker Rusia terhadap sejumlah badan pemerintahan federal AS dan juga sejumlah perusahaan swasta, yang disebut sebagai aksi peretasan terbesar dalam sejarah AS tersebut.
Namun sejauh ini memang password lemah itu menjadi satu dari tiga kemungkinan bagaimana hacker bisa menyusupkan malware ke dalam software update SolarWinds yang kemudian disebar ke 18 ribu konsumen mereka, termasuk badan pemerintahan federal AS.
Kisah Ilmuwan Muslim Penemu Cara Meluruskan Arah Kiblat
![]() | |
Meluruskan arah Kiblat dengan Matahari (Foto: CNN)
Dia mengatakan ada cara sederhana untuk meluruskan arah Kiblat yaitu ketika Matahari berada di titik zenith Makkah, pada 8º Gemini dan 23º Cancer.
Perlu diketahui, karena sumbu rotasi Bumi miring 66,6º terhadap orbit Bumi, maka terjadi pergerakan semu tahunan Matahari dan lewat tepat di atas Kakbah dua kali setahun.
Pada saat itu, Al Tusi tidak menyebutkan tanggal Hijriah ataupun tanggal Masehi untuk menyebutkan kapan Matahari ada di atas Kakbah.
Yang dia -- dan juga Al Jaghmini -- sebutkan adalah posisi lintang Matahari.
Mengapa demikian? Karena di abad ke-13 itu, konversi kalender Masehi dan Hijriyah belum umum dilakukan seperti di masa modern sekarang ini.
Bangsa Eropa memakai kalender Masehi (Gregorian) sementara di Timur Tengah memakai kalender Hijriah (Islam). Metode Al Tusi dan juga Al Jaghmini ratusan tahun kemudian akhirnya telah disempurnakan oleh para astronom dunia.
Di zaman modern ini, kita sudah bisa menentukan waktu yang tepat untuk meluruskan arah Kiblat.
Jadwal kulminasi Matahari di atas Kakbah, yaitu pada Kamis sore, 15 Juli 2021 pukul 16.26 WIB / 17.26 Wita / 18.26 WIT.
Pada saat kulminasi di waktu yang ditentukan, amatilah bayangan pada tiang yang lurus. Arah Kiblat adalah garis dari ujung bayangan menuju bagian pangkal tiang yang menancap di tanah.
Terima kasih kepada Al Tusi dan Al Jaghmini yang telah menemukan cara sederhana untuk meluruskan arah Kiblat ini. |
Blue Origin Dapat Izin, Jeff Bezos Siap Gelar Wisata Luar Angkasa
![]() |
Foto: Michael Franco/New Atlas
Kabar baik akhirnya menghampiri Jeff Bezos.
Perusahaan antariksa besutannya, Blue Origin, baru saja mendapatkan restu untuk membawa manusia merasakan pengalaman wisata luar angkasa.
Blue Origin baru saja mengantongi izin dari regulator penerbangan Amerika Serikat, yakni Federal Aviation Administration (FAA).
Sebagaimana dikutip dari Mashable, FAA mempersilakan kepada Blue Origin untuk membawa penumpang ke luar angkasa menggunakan pesawat New Shepard. Pada 20 Juli 2021 mendatang, Jeff Bezos akan menyusul capaian dari Richard Branson dengan Virgin Galactic.
Bezos akan terbang ke antariksa bersama saudaranya Mark Bezos, pilot wanita senior berusia 82 tahun Wally Funk, dan satu penumpang misterius yang sudah menang lelang Rp 397 miliar.
Pemilihan tanggal 20 Juli sudah dipilih jauh-jauh hari oleh Blue Origin, karena mereka ingin mengambil momentum peringatan 52 tahun peringatan misi Apollo 11 di Bulan.
Adapun, ini akan menjadi penerbangan berawak pertama yang dilakukan oleh roket New Shepard.
Roket ini akan terbang ke ketinggian 100 km yang merupakan batas antara Bumi dan luar angkasa.
Bezos, Mark, Funk dan penumpang misterius akan menikmati pemandangan dan merasakan sensasi melayang selama beberapa menit di dalam kapsul penumpang, sebelum kembali ke Bumi menggunakan parasut.
Sebelumnya, persaingan antara Blue Origin dan Virgin Galactic sempat mencuat beberapa waktu lalu.
Kedua pesawat antariksa andalan masing-masing memang menawarkan pengalaman wisata luar angkasa sampai di ketinggian suborbital.
Tetapi, Blue Origin mengatakan roket dan kapsul New Shepard akan membawa turis luar angkasa hingga ketinggian 100 km, sedangkan Virgin Galactic hanya sampai ketinggian 80 km. |
Sederet Kekalahan Paling Nelangsa Inggris di Turnamen Besar, Semua Gara-gara Penalti
Inggris tidak akrab dengan drama adu penalti, itu sudah tercatat dalam sejarah. Setidaknya ada lima kekalahan yang mereka alami gara-gara duel tos-tosan ini.
Ironis memang kalau melihat Inggris, terutama di pentas-pentas bergengsi.
Negara Eropa yang satu ini dikenal sebagai pencetus olahraga sepak bola, namun sangat jarang berhasil mendapatkan trofi yang membanggakan.
Berasarkan catatan, the Three Lions baru meraih satu trofi bergengsi di dunia sepak bola yang asalnya dari pentas Piala Dunia. Itupun gelar tersebut didapatkan pada tahun 1966 lalu.
Selebihnya, Inggris cuma bisa jadi penghibur semata.
Mereka bahkan belum pernah mengangkat gelar Piala Eropa semenjak kompetisi tersebut bergulir. Tahun ini, mereka punya peluang untuk menghapus kutukan tersebut.
Sayang, Inggris lagi-lagi gagal. Mereka dipaksa bertekuk lutut oleh Italia lewat drama adu penalti dengan skor 2-3.
Hasil itu didapatkan setelah tiga eksekutor Inggris, Marcus Rashford, Jadon Sancho dan Bukayo Saka gagal menunaikan tugasnya.
Kekalahan ini semakin menegaskan kalau Inggris memang tidak akrab dengan drama adu penalti.
Planet Football telah menghimpun lima pertandingan di mana Inggris tumbang dalam drama adu penalti selain final Euro 2020. Berikut informasinya.
Portugal vs Inggris (Euro 2004)
Keyakinan publik melihat Inggris memutus kutukan di Piala Eropa sangat tinggi pada edisi ini.
Bagaimana tidak, the Three Lions diperkuat oleh sejumlah pemain ternama seperti Wayne Rooney, Davic Beckham, Frank Lampard hingga Steven Gerrard.
Banyak yang melabeli skuat ini sebagai 'generasi emas'.
Apalagi pemain-pemain di atas sedang berada di masa puncaknya. Dua kemenangan dari tiga laga membuat Inggris berhasil melaju ke babak perempat final.
Michael Owen membuat Inggris unggul 1-0 sebelum Helder Postiga menyamakan kedudukan.
Lalu, pada menit ke-90, gol Sol Campbell dianulir hingga menimbulkan kontroversi.
Kedua negara sama-sama mencetak gol di babak extra time yang memaksa pertandingan berlanjut ke drama adu penalti.
Kegagalan Darius Vassel membuat skor 5-5 bertahan. Portugal dengan yakin mengusung sang kiper, Ricardo, untuk mencetak gol keenam.
Dan pada akhirnya, Inggris terpaksa menerima kenyataan bahwa mereka berhenti di perempat final.
Portugal vs Inggris (Piala Dunia 2006)
Inggris masih diperkuat oleh generasi emas dan percaya diri melenggang ke pentas Piala Dunia 2006.
Setelah melalui fase grup dan 16 besar, mereka kembali dihadapkan dengan mimpi buruk dua tahun lalu: Portugal.
Dan lagi-lagi, the Three Lions harus bermain sampai drama adu penalti setelah dipaksa menerima skor imbang 0-0.
Dewi Fortuna sangat dibutuhkan untuk menang. Namun sayangnya, sang dewi tidak berpihak kepada mereka.
Tiga dari empat eksekutor Inggris gagal menunaikan tugasnya. Mereka adalah Frank Lampard, Steven Gerrard beserta Jamie Carragher.
Eksekusi penalti Cristiano Ronaldo membuat Inggris kembali menelan kekalahan dengan skor 1-3.
Inggris vs Argentina (Piala Dunia 1998)
Pertandingan yang satu ini cukup banyak dibahas oleh para pecinta sepak bola.
Pada momen inilah, publik melihat David Beckham tenggelam dalam penyesalan karena mendapatkan kartu merah di awal babak kedua.
Duel berlangsung intens, di mana babak pertama berakhir dengan skor imbang 2-2.
Walau bermain dengan 10 orang, the Three Lions mampu mempertahankan kedudukan hingga babak adu penalti.
Penenang ke-2 masing-masing tim, Hernan Crespo dan Paul Ince, sama-sama gagal.
Kedudukan imbang bertahan sampai penendang ke-5. Roberto Ayala mencetak gol, namun David Betty tidak. Inggris pun kalah dengan skor 3-4.
Inggris vs Jerman Barat (Piala Dunia 1990)
The Guardian mendeskripsikan keraguannya terhadap Inggris dengan kalimat: "campuran wajah lama dan baru yang menuju tujuan yang sama, tapi hampir tidak menjadi sebuah tim.
Tapi Inggris mampu menjawab keraguan tersebut.
Mereka berhasil mencapai babak semifinal Piala Dunia 1990 setelah meraih kemenanan dramatis atas Belgia dan Kamerun.
Sedihnya, perjalanan mereka terhenti dalam drama adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal melawan Jerman Barat.
Jerman Barat tanpa kesulitan menceploskan bola lewat Olaf Thon, Karl-Heinz Riedle, Lothar Matthaus, dan Andreas Brehme.
Sementara Inggris cuma bisa mencetak gol lewat David Platt, Peter Beardsley, dan Gary Lineker. Dua penendang yang gagal melaksanakan tugas adalah Stuart Pearce dan Chris Waddle.
Inggris vs Jerman (Euro 1996)
Kekalahan enam tahun sebelumnya tidak lagi terlihat dalam wajah Inggris. Mereka menyambut pertandingan melawan Die Panzer di babak semifinal Euro 96 dengan optimis.
Keyakinan meninggi setelah Alan Shearer mencetak gol tiga menit setelah laga dimulai.
10 menit kemudian, Jerman berhasil membalas melalui aksi Stefan Kuntz.
Kendati demikian, keyakinan tidak sirna begitu saja. Bagaimanapun Inggris bertindak sebagai tuan rumah di kompetisi kali ini.
Pertandingan berlanjut hingga ke babak adu penalti karena skor imbang 1-1 bertahan.
Di sinilah, Gareth Southgate harus merasakan pil pahit karena menjadi satu-satunya yang gagal dari enam penendang Inggris.
Southgate mencoba menghapus kenangan buruk itu di edisi Euro 2020. Sedihnya, tiga dari lima penendang penalti yang ia usung gagal melakukan tugasnya.
Italia, Unbeaten 34 Pertandingan, Lanjutkan?
Italia mengalahkan Inggris lewat adu penalti dalam partai final Euro 2020 di Wembley.
Dengan hasil itu, berarti tim besutan Roberto Mancini sudah melalui 34 pertandingan beruntun tanpa tersentuh kekalahan sama sekali.
Inggris unggul cepat lewat gol Luke Shaw di menit ke-2, tapi pasukan Gareth Southgate tak mampu mempertahankannya.
Italia menyamakan skor lewat Leonardo Bonucci di menit 67, dan skor 1-1 tak berubah bahkan hingga habis waktu ekstra. Italia kemudian menang adu penalti 3-2.
Italia pun unbeaten 34 laga. Satu laga lagi, dan mereka akan menyamai rekor yang ada.
Terakhir Kali Kalah pada September 2018
Italia mulai ditangani Roberto Mancini sejak 14 Mei 2018. Dia ditunjuk menyusul kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2018.
Hasil kerjanya terbukti sangat memuaskan. Dengan hasil kontra Inggris di final Euro 2020, berarti Italia tak terkalahkan dalam 34 laga terakhirnya.
Gli Azzurri terakhir kali menelan kekalahan adalah 0-1 kontra Portugal di UEFA Nations League pada September 2018.
Satu Lagi Menuju Rekor Brasil dan Spanyol
Rekor unbeaten terpanjang di persepakbolaan internasional saat ini masih dipegang oleh Brasil dan Spanyol. Dua tim itu sama-sama pernah melalui 35 laga beruntun tanpa terkalahkan.
Brasil melakukannya antara 1993 dan 1996, sedangkan Spanyol menyamainya di periode 2007-2009.
Italia besutan Mancini kini tepat berada di bawah mereka dengan 34 laga tak terkalahkan. Italia hanya butuh satu lagi untuk menyamainya.
Dua pertandingan Italia berikutnya adalah melawan Bulgaria (kandang) dan Swiss (tandang) dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Dua laga itu akan digelar pada 2 dan 5 September 2021 waktu setempat.
Bisakah Italia menyamai rekor Brasil dan Spanyol, atau bahkan melanjutkannya hingga pertandingan ke-36 untuk mengukir sebuah rekor anyar?
Menangi Copa America, Messi Kian Dekat Raih Rekor Anyar
Sukses membawa Argentina meraih gelar juara Copa America tak hanya menuntaskan dahaga Lionel Messi meraih trofi di level klub.
Raihan trofi lambang supremasi sepak bola Amerika Selatan ini sekaligus mendekatkan Messi ke rekor anyar.
Rekor anyar yang saat ini dibidik Messi adalah pemain dengan raihan trofi terbanyak sejak tahun 2000. Saat ini, dengan tambahan trofi Copa America, Messi total mengumpulkan 38 trofi.
Dengan raihan 38 trofi ini, Messi melewati raihan Gerard Pique, yang sebelumnya memiliki catatan sama dengan Messi soal koleksi trofi.
Mereka berdua sebelumnya sama-sama mengoleksi 37 trofi.
Raihan trofi Messi sendiri saat ini berada di peringkat ketiga di bawah Dani Alves dan Andres Iniesta. Sejauh ini, Alves sudah mengoleksi 42 trofi dan Iniesta telah mengumpulkan 39 trofi.
Jauhi Ronaldo
Raihan Messi ini membuatnya kembali menjauhi Cristiano Ronaldo.
Saat ini, Ronaldo -yang disebut sebagai pesaing Messi memperebutkan gelar pemain terbaik dalam sejarah sepak bola- 'baru' mengoleksi 35 gelar.
Sebelumnya, Ronaldo sempat mendekati catatan Messi setelah meraih dua trofi pada musim ini. Sementara, Messi hanya mampu memenangi satu trofi.
Namun, dengan sukses Messi memenangi Copa America dan kegagalan Ronaldo membawa Portugal meraih gelar juara Euro 2020, jarak antara kedua pemain ini kembali menjauh.
10 Kolektor Trofi Terbanyak
Berikut Daftar Sepuluh Pemain dengan Koleksi Trofi Terbanyak Sejak 2000
- Zlatan Ibrahimovic - 32 trofi
- Arjen Robben - 32 trofi
- Sergio Busquets - 34 trofi
- Cristiano Ronaldo - 35 trofi
- Gerard Pique - 37 trofi
- Hossam Ashour - 37 trofi
- Maxwell - 37 trofi
- Lionel Messi - 38 trofi
- Andres Iniesta - 39 trofi
- Dani Alves - 42 trofi
Adian Napitupulu Tak Setuju Penggunaan GeNose Dihentikan
![]() |
| Anggota Komisi VII DPR, Adian Napitupulu, tidak setuju penggunaan alat deteksi COVID-19 menggunakan nafas buatan dalam negeri, GeNose
C19, atau Gadjah Mada Electric Nose, dihentikan. Alasannya, GeNose
digemari masyarakat karena tidak harus dicolok hidungnya seperti tes PCR
atau antigen, harga tesnya pun terjangkau yakni berkisar Rp30 ribu.
Oleh karena itu, pria 50 tahun tersebut menilai menghentikan penggunaan GeNose akan melukai rakyat kecil yang harus tetap beraktivitas untuk mencari nafkah meskipun di masa pandemi.
"GeNose dengan harga yang terjangkau dibandingkan antigen menjadi bukti bahwa negara hadir untuk semua rakyat tidak hanya untuk si kaya saja.
GeNose diizinkan digunakan kan pasti ada prosesnya, apalagi dari Kemenkes juga sudah kasih izin," kata kata Adian, melalui keterangan persnya, Sabtu, 26 Juni 2021.
Ketika GeNose ditiadakan, tegas dia, yang paling terpukul sebenarnya rakyat kecil yang tetap harus beraktivitas untuk mencari nafkah.
Berikutnya, perjalanan akan berbiaya tinggi dan mempengaruhi mobilitas manusia yang berikutnya bisa memukul perekonomian. Adian juga menyebut GeNose merupakan alat uji yang paling murah dan bukan murahan, apalagi asal-asalan.
Buktinya, GeNose teruji dan izin edarnya dikeluarkan Kemenkes (Kemenkes RI AKD 20401022883).
Kehadiran GeNose juga membawa dua sisi positif yakni bisa dijangkau oleh beragam kalangan dan di sisi lain membantu negara untuk melakukan identifikasi mereka yang terkena COVID-19 dengan cepat dan murah.
"Menghentikan penggunaan GeNose akan membuat kesehatan hanya menjadi milik orang orang kaya saja yang mampu membayar mahal hanya untuk tes saja.
Sederhananya GeNose menjawab kebutuhan rakyat dan negara," katanya.
Bukan karena GeNose
Adian tidak sepakat jika lonjakan kasus COVID-19 di Tanah Air dikaitkan dengan akurasi GeNose.
Dia mengatakan patut dipertanyakan beberapa desakan yang menginginkan penggunaan GeNose dihentikan.
"Itu pernyataan yang berdasarkan data, rasa atau kepentingan? Menurut saya kalau berdasarkan data jika GeNose menjadi penyebab maka harusnya lonjakan COVID terjadi setidaknya 1 atau 2 bulan setelah GeNose dipergunakan atau sekitar bulan Maret atau April 2021 bukan bulan Juni," kata dia.
Dia menyampaikan faktanya pada Maret dan April justru kasus COVID Indonesia justru pada titik terendah alias landai sekali.
Dia melihat mereka yang mengkambinghitamkan GeNose tanpa data bisa jadi hanya menduga-duga.
"Hanya dapat dari “katanya” atau “infonya”, tanpa pegang data yang valid. Atau bisa juga bagian dari kelompok yang memiliki kepentingan politik maupun bisnis," katanya.
Persaingan Bisnis
Adian juga tak memungkiri kemungkinan adanya persaingan bisnis antara GeNose dan antigen.
"Sangat mungkin walaupun konspirasi konflik itu sulit dibuktikan namun aromanya bisa tercium," tuturnya.
Menurutnya, GeNose maupun segala bentuk dan jenis alat tes lainnya sebaiknya dibiarkan untuk digunakan dengan catatan selama alat itu memenuhi standar.
Bahkan Adian mengusulkan, penggunakan GeNose tidak hanya digunakan di bandara atau stasiun saja. Tapi, juga di terminal, pasar, mal, kelurahan, dan berbagai tempat umum.
"Sehingga akses masyarakat untuk melakukan deteksi dini terhadap COVID-19 semakin terbuka dengan harga yang juga terjangkau," katanya. |
Juara 2008 dan 2021, Lionel Messi Butuh Gol 'Malaikat' Angel Di Maria
Lionel Messi punya dua gelar juara bersama timnas Argentina, Olimpiade 2008 dan Copa America 2021.
Pada dua momen tersebut, Messi butuh gol dari Angel Di Maria untuk meraih trofi.
Trofi pertama yang diberikan Lionel Messi pada Argentina adalah juara Olimpiade 2008 di China.
Argentina mendapat medali emas usai mengalahkan Nigeria pada laga final dengan skor 1-0.
Namun, capaian di Olimpiade 2008 itu cap kali dilupakan begitu saja.
Sebab, selain tidak masuk dalam kalender resmi FIFA, sepak bola di Olimpiade dinilai kurang bergengsi dibanding Piala Dunia atau Copa America.
Selain itu, tim yang tampil di Olimpiade juga bukan senior, tapi U-23. Walau begitu, Messi tetap punya medali emas Olimpiade dan ada sejarah penting yang tercatat dalam karir Messi.
Olimpiade 2008, Gol Angel Di Maria
Argentina membawa banyak pemain top di Olimpiade 2008. Saat itu, ada nama Sergio Aguero, Pablo Zabaleta, Fernando Gago, Javier Mascharano, hingga Juan Roman Riquelme di skuad Argentina.
Pada laga final di National Stadium Beijing, Argentina menang 1-0 atas Nigeria. Gol kemenangan Argentina dicetak Angel Di Maria pada menit ke-58.
Messi ada starting XI, tapi tidak bermain penuh. La Pulga, yang kala itu bermain dengan nomor punggung 15, digantikan Ezequel Lavezzi pada babak kedua. Kala itu, pamor Messi belum segemilang sekarang.
Messi mendapatkan gelar pertamanya bersama Argentina berkat gol Angel Di Maria
Copa America 2021, Gol Angel Di Maria
Seperti deja vu cerita Olimpiade 2008, Messi kembali butuh gol Angel Di Maria untuk menjadi juara bersama timnas Argentina. Kali ini, momen itu terjadi pada ajang Copa America 2021.
Setelah Olimpiade 2008, Messi berulang kali gagal juara bersama Argentina. Dia gagal pada empat final beruntun.
Bahkan, Messi sempat mengucapkan kata-kata perpisahan dengan Argentina. Bukan hanya sekali, Messi sempat dua kali pensiun!
Namun, tuah Di Maria datang pada Copa America 2021.
Berkat gol yang dicetaknya pada menit ke-22, Argentina menang 1-0 atas Brasil dan Messi pun meraih trofi pertamanya bersama Argentina pada level senior.
Sang 'Malaikat' Di Maria
Di Maria sejatinya hampir selalu ambil bagian setiap Argentina tampil di turnamen mayor. Namun, Di Maria tidak selalu bisa tampil di final atau tidak tampil penuh karena cedera.
Pada final Copa America 2016 misalnya, Di Maria tidak bisa tampil penuh karena cedera.
Argentina pun kalah dari Chile. Di Maria juga tidak tampil di final Piala Dunia 2014 karena cedera. Argentina kalah dari Jerman di final.
Setelah absen pada dua final terakhir, Di Maria kini menjadi 'angel' alias 'malaikat' bagi Messi di final Copa America 2021. Di Maria mengulang capaian pada Olimpiade 2008 silam.
Lionel Messi, Dia Akhirnya Juara Bersama Timnas Argentina!
Berakhir sudah penantian panjang Lionel Messi untuk meraih gelar juara bersama Timnas Argentina.
Messi dan kawan-kawan baru saja mengalahkan juara bertahan serta tuan rumah Brasil di final Copa America 2021, Minggu (11/7/2021).
Dalam partai final di Estadio do Maracana, Rio de Janeiro, Argentina menaklukkan Brasil 1-0. Gol tunggal penentu kemenangan Argentina dicetak oleh Angel Di Maria di menit 22.
Argentina pun meraih titel Copa America pertama mereka sejak 1993. Argentina juga sukses menyamai rekor Uruguay 15 kali menjuarai Copa America.
Satu yang tak kalah penting, Messi akhirnya meraih gelar juara pertamanya bersama timnas senior Argentina.
Final Copa America 2007
Final Copa America 2007 di Venezuela adalah final major tournament pertama Messi bersama Timnas Argentina. Lawannya adalah Brasil.
Argentina dihajar 0-3. Brasil menang lewat gol Julio Baptista, bunuh diri Roberto Ayala, dan gol Dani Alves.
Final Piala Dunia 2014
Argentina mencapai babak final Piala Dunia 2014 di Brasil. Messi dan kawan-kawan berhadapan dengan Jerman dalam partai puncak di Maracana.
Argentina kalah 0-1. Gol extra time Mario Gotze mengubur mimpi Argentina untuk jadi juara.
Final Copa America 2015
Messi kemudian membantu Argentina lolos hingga babak final Copa America 2015. Namun, Messi dan Argentina lagi-lagi menelan pil pahit.
Melawan tuan rumah Chile di final, tak ada gol tercipta hingga habis waktu normal dan extra time. Adu penalti pun digelar.
Diwarnai keagagalan penalti Gonzalo Higuain dan Ever Banega, Argentina kalah 1-4.
Final Copa America Centenario 2016
Copa America Centenario 2016 digelar di Amerika Serikat. Argentina lagi-lagi lolos hingga babak final. Sekali lagi, Chile menjadi lawan mereka dalam partai perebutan gelar juara.
Cerita pahit Argentina terulang. Mereka dikalahkan Chile di final, dan lagi-lagi lewat adu penalti. Messi sebagai penendang pertama Argentina gagal memberi gol. Argentina akhirnya kalah 2-4.
Dan, Akhirnya...
Di percobaan kelima, Messi akhirnya juara bersama Argentina. Final Copa America melawan juara bertahan sekaligus sang rival abadi Brasil, Argentina keluar sebagai pemenang.
Satu gol Angel Di Maria sudah cukup bagi Argentina untuk mengamankan titel Copa America mereka yang ke-15.
Messi juga finis sebagai top skor Copa America 2021 bersama Luis Diaz (Kolombia). Mereka masing-masing finis dengan torehan empat gol.
Sekali lagi; Lionel Messi, dia akhirnya meraih gelar juara bersama Timnas Argentina...
Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo Juara di Tanggal 10 Juli: Legend, GOAT!
Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sudah diakui sebagai dua dari pemain-pemain terbaik sepanjang masa. Bicara tentang yang satu, pasti tak lupa dikaitkan dengan yang satunya.
Ketika Ronaldo sudah meraih gelar juara internasional bersama Portugal di Euro 2016, Messi kerap dikritik karena berulang kali gagal membawa Argentina juara.
Namun, penantian panjang Messi berakhir setelah membawa Argentina juara Copa America 2021 dengan mengalahkan Brasil 1-0 di final.
Messi dan Ronaldo, yang hebat di level klub, kini sama-sama sudah pernah juara bersama negaranya.
Piala Dunia memang belum mampir ke tangan mereka, tapi keduanya bakal tetap diakui sebagai GOAT (Greatest of All Time), terbaik sepanjang masa.
Hingga kini, tak sedikit yang membanding-bandingkan keduanya. Namun, tak sedikit pula yang mengapresiasi keduanya, karena mereka adalah ikon suatu generasi sepak bola.
Seiring keberhasilan Messi menjuarai Copa America 2021 bersama Argentina, nama Ronaldo - yang baru saja gagal di Euro 202 - pun ikut muncul ke permukaan.
Dari sekian banyak cuitan, kami pilihkan yang menggelitik, unik, dan lebih fokus ke kehebatan keduanya, terutama fakta bahwa mereka jadi juara internasional di tanggal yang sama, yakni 10 Juli waktu setempat.
Berikut beberapa di antaranya.
Sebuah kehormatan dan keberuntungan
Ladies and gentleman, please welcome...
10 Juli 2016 = Ronaldo menang Euro
10 Juli 2021= Messi menang Copa America
Dapetin gelar aja kompakan,senang banget gue hidup di masa 2 legenda.
Ladies and Gentleman,
— GIK (@ogikkks) July 11, 2021
Please welcome. . .
Cristiano Ronaldo and Lionel Messi pic.twitter.com/6ezaoV9iX3
Statistik Lionel Messi di Copa America 2021: The GOAT, Ballon d'Or ke-7?
![]() |
| Lionel Messi memang tidak mencetak gol pada final Copa America 2021. Akan tetapi, La Pulga terpilih sebagai pemain terbaik Copa America 2021. Lalu, seperti apa statistik Messi sepanjang turnamen?
Argentina menjadi juara Copa America 2021 usai mengalahkan Brasil di final.
Pada duel di Stadion Maracana, Minggu (11/7/2021) pagi WIB, Argentina menang dengan skor 1-0 atas Brasil lewat gol Angel Di Maria.
Berkat satu golnya, Di Maria dinobatkan sebagai Man of the Match laga final Copa America 2021.
Di Maria tampil sangat bagus walau tidak bermain penuh. Namun, yang menjadi pemain terbaik Copa America 2021 adalah Lionel Messi. Statistik Lionel Messi
Gelar pemain terbaik didapat Messi bukan karena nama besar belaka. Pemain 33 tahun memang tampil luar biasa untuk Argentina. Dia menjadi tumpuan La Celesete sejak laga fase grup.
Bukan hanya lewat gol-gol yang dicetaknya, Messi juga membuat assist untuk rekan satu timnya.
Simak catatan lengkap statistik lengkap Lionel Messi di Copa America 2021 di bawah ini ya :
The GOAT?
Gelar Copa America 2021 membuat Lionel Messi mematahkan catatan buruk di level tim nasional.
Walau harus menunggu untuk waktu yang lama, pada akhirnya Messi membawa Argentina menjadi juara pada turnamen mayor.
Copa America 2021 adalah gelar pertama yang didapat Messi bersama Argentina. Kini, raihan gelar Messi sudah lengkap.
Dia meraih puluhan gelar juara bersama Barcelona dan kini punya satu trofi untuk timnas Argentina.
Patut diingat, Lionel Messi juga top skor sepanjang masa timnas Argentina.
Kini, Messi punya Piala Dunia 2022 yang berada di depan mata.
Jika mampu membawa Argentina menjadi juara di Qatar, apakah status The GOAT bisa melekat pada Messi untuk seterusnya? Ballon d'Or ke-7
Persaingan menuju gelar Ballon d'Or 2021 dipastikan berjalan sangat seru. Sebab, tidak ada satu pun yang dominan pada tahun ini.
Lionel Messi pun jadi kandidat yang sangat kuat usai juara Copa America 2021.
N'Golo Kante dan Kevin De Bruyne sempat jadi kandidat potensial untuk Ballon d'Or. Tapi, mereka gagal di Euro 2020.
Robert Lewandowski juga gagal memberi dampak besar bagi Polandia di Euro 2020.
Lalu, Cristiano Ronaldo yang menjadi top skor Serie A, gagal membawa Portugal mempertahankan gelar Euro.
Ronaldo tampil apik pada level individu, tapi dia gagal juara Serie A Liga Champions dan Euro 2020.
Sementara, Messi, yang gagal membawa Barcelona juara La Liga dan Liga Champions kini punya gelar Copa America 2021. |
Rekor-Rekor yang Tercipta pada Semifinal Euro 2020 Antara Inggris dan Denmark
Gelaran Euro 2020 sudah memasuki tahap akhir. Turnamen sepak bola antarnegara paling akbar di Benua Eropa tersebut telah menuntaskan laga semifinal.
Terakhir, ajang ini sudah menuntaskan laga semifinal kedua mereka, antara Inggris dan Denmark.
Inggris memastikan diri menyusul Italia ke partai puncak Euro 2020. The Three Lions mendapat tiket ke final setelah mengalahkan Denmark dengan skor 2-1.
Tak hanya memastikan tiket bagi Inggris, laga kedua Semifinal Euro 2020 ini juga menghasilkan sejumlah rekor. Ada sejumlah rekor positif. Ada juga beberapa rekor negatif yang tercipta
Siapa saja para pencetak rekor dan rekor apa saja yang dicatatkan pada Semifinal Euro 2020, antara Inggris dan Denmark tersebut? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Inggris dan Denmark
Laga antara Inggris dan Denmark pada Semifinal Euro 2020 harus melalui babak perpanjangan waktu. Ini menjadi perpanjangan waktu ketujuh yang terjadi pada Euro 2020.
Sepanjang catatan sejarah, Euro 2020 ini adalah Piala Eropa dengan babak tambahan waktu terbanyak.
Sementara, sepanjang sejarah turnamen-turnamen besar, hanya Piala Dunia 1990 dan 2014 yang harus memiliki laga dengan babak tambahan waktu lebih banyak.
Ada delapan laga pada masing-masing edisi Piala Dunia tersebut yang harus melalui fase perpanjangan waktu.
Simon Kjaer
Simon Kjaer mencetak gol bunuh diri yang membuat Inggris mampu menyamakan kedudukan pada laga kontra Denmark.
Gol ini merupakan gol bunuh diri kesebelas yang terjadi pada Euro 2020, sekaligus menahbiskan gelaran ini merupakan edisi Piala Eropa dengan gol bunuh diri terbanyak.
Inggris
Inggris sukses mengalahkan Denmark dan melaju ke Final Euro 2020.
Bagi Inggris, ini merupakan kali pertama mereka bisa melaju sampai partai puncak turnamen sepak bola antarnegara paling akbar di Eropa tersebut.
Selain itu, ini merupakan kali pertama The Three Lions melaju ke partai final dari dua turnamen besar, Piala Eropa dan Piala Dunia.
Inggris terakhir kali maju ke final pada gelaran Piala Dunia 1966 lalu.
Harry Kane
Tambahan satu gol yang dicetaknya pada Semifinal Euro 2020 menjadikan Harry Kane menambah pundi-pundi golnya pada rangkaian ajang ini menjadi 16 gol.
Catatan ini sama dengan raihan Cristiano Ronaldo pada ajang ini.
Saat ini, bersama dengan Gary Lineker, Kane berstatus sebagai pemain Inggris dengan catatan gol paling banyak di putaran final dua turnamen besar, Piala Dunia dan Piala Eropa.
Kane dan Lineker sama-sama mencatatkan sepuluh gol bagi The Three Lions.
Harry Kane
Kane menjadi pemain pertama yang gagal mencetak gol pada babak tambahan waktu sepanjang sejarah Piala Eropa.
Pemain Timnas Inggris ini pun menjadi pemain kedua dalam sejarah Piala Eropa yang mampu mencetak gol memanfaatkan bola rebound, setelah gagal mencetak penalti.
Mikkel Damsgaard
Damsgaard sukses mencetak gol melalui tendangan bebas ke gawang Inggris.
Ini adalah gol pertama pada Euro 2020 yang dicetak melalui sepakan bebas langsung.
Denmark
Denmark menjadi tim pertama yang mampu membobol gawang Inggris sejak Maret lalu.
Tim Dinamit memungkasi catatan tak kebobolan selama 691 menit Timnas Inggris.
Chelsea
Chelsea menjadi satu-satunya klub yang memiliki perwakilan di keempat semifinalis Euro 2020. Di skuad Denmark ada nama pemain belakang Andreas Christensen.
Di tim Inggris, Chelsea mengirimkan dua pemainnya, Ben Chilwell dan Mason Mount. Sementara, di skuad Spanyol ada nama Cesar Azpilicueta dan di skuad Italia ada nama Jorginho.
4 Pertemuan Italia vs Inggris di Panggung Turnamen: Sepihak!
Turnamen akbar Euro 2020 akhirnya mencapai puncaknya. Wembley Stadium di London, Inggris, akan menjadi panggung perhelatan babak final, Senin (12/7/2021).
Timnas Italia dan Timnas Inggris akan berduel dalam laga perebutan gelar juara.
Sebelum ini, Italia dan Inggris sudah empat kali bertemu di panggung turnamen mayor (major tournament). Hasilnya selalu berpihak ke Italia.
Bagaimanakah catatan pertemuan mereka itu? Simak rangkumannya berikut.
Euro 1980: Italia 1-0 Inggris
Pertemuan perdana Italia dan Inggris di major tournament tersaji di fase grup Euro 1980. Waktu itu, Italia bertindak sebagai tuan rumah.
Italia dan Inggris sama-sama bermain imbang dalam laga pertama mereka di Grup 2. Italia seri 0-0 dengan Spanyol, sedangkan Inggris seri 1-1 dengan Belgia.
Italia dan Inggris kemudian bertemu di laga kedua. Pertandingan itu digelar di Stadio Comunale, Turin.
Italia menang 1-0. Gol tunggal penentu kemenangan Azzurri dicetak oleh Marco Tardelli pada menit 79.
Piala Dunia 1990: Italia 2-1 Inggris
Piala Dunia 1990 digelar di Italia. Namun, Italia gagal menjadi juara. Mereka dikandaskan Argentina lewat adu penalti di semifinal.
Sementara itu, Inggris dihentikan Jerman Barat di babak yang sama, juga lewat adu penalti.
Italia dan Inggris kemudian bertemu di perebutan tempat ketiga. Main di Stadio San Nicola, Bari, Italia mengalahkan Inggris 2-1.
Italia unggul lewat gol Roberto Baggio di menit 71, dan Inggris sempat membalas lewat gol David Platt di menit 81.
Italia kemudian memastikan kemenangan lewat penalti Salvatore Schillaci di menit 86.
Euro 2012: Inggris 0-0 Italia (Penalti 2-4)
Italia dan Inggris kemudian bertemu lagi di perempat final Euro 2012 di Polandia/Ukraina. Italia lagi-lagi keluar sebagai pemenang.
Italia dan Inggris bermain seri 0-0 hingga habis waktu normal serta extra time.
Melihat jalannya pertandingan, di mana Italia begitu dominan dengan dimotori Andrea Pirlo di lini tengah, laga itu seharusnya bisa diselesaikan tanpa adu penalti.
Di babak adu penalti, Inggris sempat memimpin 2-1 setelah eksekusi Riccardo Montolivo melebar dari gawang Joe Hart.
Namun, Italia bisa membalikkan keadaan, dan itu bermula dari gol dingin Pirlo dengan penalti ala Panenka untuk menyamakan kedudukan sebagai algojo ketiga Italia.
Dua algojo Inggris berikutnya, Ashley Young dan Ashley Cole, semua gagal.
Sebaliknya, Antonio Nocerino serta Alessandro Diamanti sukses menaklukkan Hart. Italia melenggang ke semifinal. Pirlo dinobatkan sebagai Man of the Match.
Piala Dunia 2014: Inggris 1-2 Italia
Dua tahun setelah Euro, mereka bertemu lagi di Piala Dunia2014 di Brasil. Mereka bertemu di laga pertama Grup D.
Italia unggul lewat gol Claudio Marchisio di menit 35, kemudian Inggris membalas melalui gol Daniel Sturridge di menit 37, dan Italia akhirnya menang berkat gol Mario Balotelli di menit 50.
Italia menang 2-1 dan meneruskan catatan superior mereka atas Inggris di major tournament.
Kali ini, Italia dan Inggris berjumpa di final Euro 2020. Bagaimanakah hasil akhirnya nanti?
Bill Gates Sempat Kaget Lihat Apple Sukses Luncurkan iTunes
![]() | ||
| iTunes merupakan salah satu produk Apple yang paling sukses, meski kini mulai dipinggirkan karena ada Apple Music.
Saking suksesnya, Bill Gates pernah kaget melihat Apple meluncurkan iTunes Store.
Reaksi Gates terhadap peluncuran iTunes terungkap dalam email yang dikirimkan kepada eksekutif Microsoft lainnya.
Email ini diunggah oleh akun Twitter @TechEmails yang sering menampilkan email yang dikirimkan oleh bos teknologi. Dalam email yang dikirimkan pada 30 April 2003 tersebut, Gates mengungkapkan rasa kagumnya pada Steve Jobs karena berhasil merekrut orang-orang yang bisa membuat antarmuka bagus untuk iTunes Store.
Pendiri Microsoft ini juga kaget dan ingin tahu bagaimana Jobs bisa meyakinkan label rekaman untuk bergabung dengan iTunes Store karena pada saat itu konsep menjual lagu secara online masih terbilang kontroversial.
"Kali ini entah bagaimana ia telah menerapkan bakatnya dalam mendapatkan kesepakatan lisensi yang lebih baik dari yang didapatkan oleh orang lain untuk musik.
Ini sangat aneh bagiku," tulis Gates, seperti dikutip dari Apple Insider.
"Operasi perusahaan musik menawarkan layanan yang benar-benar tidak ramah kepada pengguna dan telah dipandang seperti itu secara konsisten.
Entah bagaimana mereka memutuskan untuk memberi Apple kemampuan untuk melakukan sesuatu yang cukup bagus," sambungnya.
Dari email itu, Gates juga mengindikasikan bahwa Microsoft sedang mengembangkan layanan musik online, tapi kemudian disalip oleh Apple yang meluncurkan iTunes Store.
Email ini juga mengungkap bahwa Microsoft sempat mempertimbangkan konsep layanan streaming musik berlangganan.
Tapi mereka tidak begitu yakin ini merupakan ide yang terbaik karena masalah lisensi yang menjamin ketersediaan musik untuk pengguna. Menanggapi kesuksesan iTunes Store, Gates kemudian meminta eksekutif di Microsoft untuk bergerak cepat dalam mengembangkan layanan dengan antarmuka yang bagus dan lisensi musik yang lengkap agar bisa menyalip iTunes.
Microsoft akhirnya meluncurkan MSN Music pada tahun 2004.
Layanan ini kemudian ditutup pada tahun 2008 dan digantikan oleh Zune Marketplace yang menyediakan konten seperti musik, video, aplikasi, dan lain-lain.
|
Tidak Suka Windows 11 Masih Bisa Balik ke Windows 10, Tapi...
Microsoft sudah mulai menggulirkan update Windows 11 untuk anggota Insider.
Kalau ada pengguna yang sudah memperbarui perangkatnya ke Windows 11 tapi tidak suka dengan tampilannya, Microsoft membolehkan pengguna untuk kembali ke Windows 10, tapi dengan syarat.
Dalam FAQ Windows 11 yang diberikan Microsoft kepada produsen PC, terungkap bahwa pengguna bisa kembali ke Windows 10 dalam waktu 10 hari setelah memperbarui perangkatnya ke Windows 11.
Semua data yang tersimpan dalam komputer akan dikembalikan seperti semula di Windows 10, jadi kalian tidak perlu khawatir kehilangan aplikasi atau data yang ada.
Karena saat ini Windows 11 masih dalam versi beta, bukan versi final, beberapa pengguna pasti mengalami masalah dengan performa atau mungkin hanya tidak suka dengan tampilannya.
Tapi kalau ingin kembali ke Windows 10 harus bergerak cepat sebelum tenggat waktu 10 harinya berakhir.
Untuk mengembalikan sistem operasi komputer dari Windows 11 ke Windows 10 caranya cukup mudah.
Buka menu Start, lalu pilih Settings > Windows Update > Advanced Options > Recovery > Previous version of Windows.
Microsoft mengatakan tenggat waktu 10 hari ini berlaku untuk Windows 11 versi beta dan versi final.
"Aturan 10 hari berlaku pada beta saat ini. Kami akan membagikan lebih banyak informasi tentang versi final dalam waktu dekat," kata perwakilan Microsoft, seperti dikutip dari Cnet.
Kalau sudah melewati batas waktu 10 hari yang ditetapkan Microsoft, kalian tetap bisa kembali ke Windows 10 tapi caranya sedikit lebih rumit dibandingkan cara di atas.
Kalian harus mencadangkan semua data dan melakukan 'clean install' Windows 10 di perangkat.
Atau kalau kalian sudah mencadangkan sistem Windows 10 sebelum menginstal Windows 11, kalian bisa memulihkan data yang ada di backup tersebut.
Windows 11 versi final akan digulirkan untuk semua pengguna menjelang musim liburan akhir tahun.
Sistem operasi ini membawa banyak perubahan baru, termasuk tampilan yang lebih modern dan peningkatan kinerja.
Tapi kalau kalian tidak tertarik dengan Windows 11 dan masih ingin menggunakan Windows 11 jangan khawatir.
Microsoft masih akan memberikan dukungan untuk Windows 10 sampai Oktober 2025.
Lord! Tak Ada Lionel Messi, Martin Braithwaite Kini Jadi Pemain Terkaya di Barcelona, Kok Bisa Ya?
Penyerang asal Denmark, Martin Braithwaite diklaim kini merupakan pemain dengan kekayaan terbesar di tim Barcelona setelah Lionel Messi berstatus bebas agen.
Kontrak Messi di Barcelona berakhir per 1 Juli kemarin. Hingga kini belum ada tanda-tanda La Pula bertahan di Camp Nou mengingat Barca tengah krisis finansial.
Habisnya kontrak Messi membuat kondisi keuangan Barcelona sedikit bisa bernapas lega mengingat selama ini pemain asal Argentina itu menjadi penyumbang beban gaji terbesar di kubu Barca.
Braithwaite Pemain Terkaya
Kini seperti dilansir Marca, gelar pemain terkaya di Barca sepeninggal Messi bukan dipegang oleh bintang seperti Gerard Pique yang dikenal berjiwa bisnis tinggi.
Gelar pemain terkaya juga bukan menjadi milik para pemain top Barca lainnya seperti Antoine Griezmann , atau pemain baru Sergio Aguero.
Rupanya, Braithwaite lah yang mendapat gelar tersebut. Ya, striker asal Denmark itu kini merupakan pemain dengan kekayaan terbesar di skuad Blaugrana.
Sumber Kekayaan Braithwaite
Sumber kekayaan Braithwaite ternyata adalah perusahaan real estate yang ia dirikan bersama sang paman, Philip Michael pada 2017 silam.
Perusahaan milik Braithwaite dan sang paman kini diperkirakan memiliki nilai mencapai 250 juta US Dollar.
Braithwaite sendiri kabarnya awalnya berinvestasi 'cuma' 850 ribu US Dollar. Pada akhir tahun pertama, perusahaannya sudah bernilai 10 juta US Dollar.
NYCE Companies kini disebut memiliki aset yakni 1500 apartemen. Mereka pun diklaim tengah mengembangkan 500 properti lagi di Philadelphia dan New Jersey.
TravelWifi Tawarkan Internet Unlimited Rp 90 Ribuan
TravelWifi Indonesia menawarkan beberapa promosi terkait diterapkannya kebijakan PPKM Darurat, yang membuat banyak aktivitas pekerjaan dan sekolah dilakukan dari rumah.
Untuk promosi tersebut TravelWifi Indonesia menggandeng BCA dan BTPN Jenius, dan mereka memberikan diskon sampai dengan 50% dari harga normal.
"Kami ingin memberikan solusi mudah untuk para pengguna internet di Indonesia.
Dapat dikatakan saat ini kita memasuki era heavy internet dimana hampir semua anggota keluarga di setiap rumah menggunakan internet lebih dari 12 jam per harinya," ujar Firman Raditya, CEO TravelWifi Indonesia, dalam keterangan yang diterima.
TravelWifi memberikan 3 (tiga) kemudahan untuk masyarakat Indonesia, yang pertama adalah mudah didapat, cukup sewa dan tidak perlu melakukan pembelian modem wifi.
Kedua adalah mudah koneksinya, dengan jaringan multi operator 4 provider sekaligus, membuat koneksi internetnya diklaim bebas blank spot di seluruh Indonesia.
Dan yang terakhir adalah mudah penggunaannya, tanpa registrasi dan tanpa melakukan pemasangan SIM card, tanpa harus menarik kabel, serta tanpa harus menunggu teknisi datang.
Cukup nyalakan TravelWifi, koneksikan dengan perangkat, lalu koneksi internet sudah bisa dinikmati.
"Harapan besar kami dengan adanya kolaborasi ini, dapat memberikan akses internet yang sangat terjangkau.
Sehingga kami dapat berpartisipasi membantu pemerintah dalam menjalankan PPKM, sehingga kondisi di Indonesia dapat kembali membaik.
ungkap Firman. Menariknya dengan program ini masyarakat Indonesia bisa mendapatkan koneksi wifi dari TravelWifi hanya dengan 90-ribuan rupiah per-bulan," tutup Firman.
Berikut ini adalah daftar tarif promosi untuk TravelWifi Indonesia :
- BCA Kartu Kredit : Diskon 50% hingga Rp150k, all product, hingga 31 Desember 2021
- BCA Kartu Debit : Diskon 30% hingga Rp150k, all product, hingga 31 Desember 2021
- Jenius Kartu Debit : Diskon 50% hingga Rp150k, all product, hingga 31 Agustus 2021
- WiFi Bulanan Unlimited with 30GB FUP, normal Rp189k, promo hanya Rp94.500
- WiFi Bulanan Unlimited with 50GB FUP, normal Rp299k, promo hanya Rp149.500
- WiFi Bulanan Unlimited with 100GB FUP, normal Rp569k, promo hanya Rp419.000
- WiFi 45 hari kuota 200GB, normal Rp899k, promo hanya Rp749000
Rabu, 14 Juli 2021
Mantan Istri Bill Gates Bakal Hengkang dari Yayasan Jika Tak Nyaman
Saat Bill Gates dan Melinda French Gates mengumumkan perceraiannya beberapa waktu yang lalu, salah satu hal yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana keduanya akan bekerja sama di Bill and Melinda Gates Foundation. Kini pertanyaan tersebut telah terjawab.
CEO Bill and Melinda Gates Foundation Mark Suzman mengatakan Bill dan mantan istrinya akan memasuki masa uji coba dan akan terus bekerja di yayasan selama dua tahun setelah bercerai.
Jika dalam dua tahun keduanya merasa tidak betah bekerja sama, Melinda akan mundur dari yayasan.
"Jika setelah dua tahun salah satu dari keduanya memutuskan mereka tidak dapat terus bekerja sama sebagai co-chair, French Gates akan mundur dari posisinya sebagai co-chair dan trustee," kata Suzman dalam pengumumannya.
Suzman menambahkan, jika Melinda benar-benar mundur maka Bill Gates akan mengambil alih kontrol yayasan sepenuhnya.
Melinda pun didukung untuk tetap beramal dan akan mendapatkan dana pribadi dari Bill yang akan terpisah dari dana yayasan.
Tidak diketahui berapa dana yang akan diberikan Bill untuk kegiatan amal mantan istrinya.
Tapi mengingat Melinda kini juga berstatus miliarder, sepertinya ia tidak akan kesulitan mendanai kegiatan amalnya.
Selain itu, Suzman juga mengumumkan bahwa Bill dan Melinda akan menyumbangkan USD 15 miliar (Rp 218 triliun) dari kekayaan pribadinya untuk membantu yayasan mereka dalam upayanya melawan kemiskinan, penyakit dan ketidakadilan.
Bill and Melinda Gates Foundation juga akan menambah jumlah trustee yang akan mengawasi jalannya yayasan.
Trustee baru ini diharapkan dapat membawa perspektif baru, membantu mengarahkan alokasi dana dan arah strategis, dan memastikan stabilitas dan keberlanjutan yayasan.
Belum lama ini, Bill and Melinda Gates Foundation kehilangan salah satu trustee dan investor terbesarnya yaitu Warren Buffett.
Buffett, yang merupakan salah satu teman dekat Bill Gates, tidak menjelaskan alasannya meninggalkan yayasan amal tersebut.
Bill and Melinda Gates Foundation adalah salah satu yayasan amal terbesar di dunia yang didirikan pada tahun 2000.
Bill dan Melinda Gates sering menyebut yayasan amal ini sebagai anak keempatnya.
Sejak didirikan dua tahun yang lalu, yayasan amal ini sudah
menyumbangkan lebih dari USD 55 miliar untuk inisiatif global terkait
kemiskinan dan kesehatan, termasuk penanganan dan pengembangan vaksin
COVID-19.












