# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Rabu, 22 April 2020

AC Milan 1993/1994: Scudetto Walau Hanya Cetak 35 Gol dan Juara Liga Champions!

AC Milan sukses meraih scudetto pada Serie A musim 1993/1994 yang lalu. 

Menariknya, Rossoneri sukses meraih gelar juara walau hanya mencetak 36 gol dari 34 laga yang dimainkan. 

Milan juga juara Liga Champions pada musim ini.

Di era sepak bola modern, mencetak gol dianggap sebagai faktor penting bagi sebuah tim untuk menang. 

Makin banyak mencetak gol, peluang menang pun diklaim makin besar. Makin sering menang, juara makin dekat.

Pada musim 2019/2020 ini misalnya, Lazio secara mengejutkan mampu bersaing di papan atas. Tajamnya lini depan Lazio yang dikomandoi Ciro Immobile menjadi kunci. 

Lazio mencetak 60 gol dari 26 laga dan berada di posisi kedua klasemen.

Namun, yang terjadi pada Serie A musim 1993/1994 berbeda dengan wajah sepak bola saat itu. Ketika itu, tim-tim di Serie A memprioritaskan lini belakang dan AC Milan adalah contoh paling sempurna.

Persaingan Serie A Musim 1993/1994

 

Serie A musim 1993/1994 menampilkan persaingan yang sangat sengit. AC Milan masih menjadi kekuatan utama Serie A usai sukses meraih scudetto pada musim 1991/1992 dan 1992/1993. Milan punya skuad yang hebat.

Lalu, ada Inter Milan yang menjadi runner-up pada musim 1992/1993. 

Kala itu, Inter Milan punya pemain top seperti Dennis Bergkamp, Ruben Sosa, Giuseppe Bergomi, dan Walter Zenga.

Juventus juga menjadi penantang kuat scudetto. Roberto Baggio menjadi andalan bagi Si Nyonya Tua. 

Pada musim 1993/1994, pemain yang dikenal dengan gaya ramput kuda tersebut mencetak 17 gol di Serie A.

Selain itu, masih ada kekuatan lama seperti Parma dan Sampdoria. Parma ketika itu punya pemain andalan Gianfranco Zola dan Faustino Asprilla. 

Sedangkan, Sampdoria punya Roberto Mancini dan Ruud Gullit.
Lazio juga meramaikan persaingan papan atas klasemen. Klub asal ibukota punya mesin gol bernama Giuseppe Signori. Pada musim ini, Giuseppe Signori sukses mencetak 23 gol dan menjadi top skor Serie A.

Milan Scudetto Musim 1993/1994

 

Fabio Capello yang menjadi pelatih AC Milan dibekali banyak pemain bintang pada musim 1993/1994. 

Khususnya di lini belakang. Fabio Capello bisa menerapkan taktik bertahan atau Catenaccio dengan sangat leluasa bermodal pemain yang ada di skuad.

Fabio Capello masih punya sosok yang berpengaruh yakni Franco Baresi di lini belakang. 

Selain itu, ada juga dua pemain muda yang performanya menanjak yakni Alessandro Costacurta dan Paolo Maldini.

Milan juga memiliki Filippo Galli, Mauro Tassotti, dan Christian Panucci.

Di lini tengah, Milan punya Marcel Desailly, Demetrio Albertini, Roberto Donadoni, Brian Laudrup, dan Zvonimir Boban. 

Kinerja apik mereka menopang duet Daniele Massaro dan Jean-Pierre Papin di lini depan.
Dengan materi pemain tersebut, Milan tampil sangat perkasa di Serie A. Milan meraih scudetto musim 1993/1994. 

Milan menutup kompetisi dengan meraih 50 poin dari 34 laga. Milan unggul tiga poin dari Juventus yang berada di posisi kedua.

Catenaccio Racikan Fabio Capello

 

Lini pertahanan menjadi kunci dari sukses AC Milan meraih scudetto pada musim 1993/1994.

AC Milan memang hanya mencetak 36 gol, tetapi mereka juga kebobolan sangat sedikit. Milan hanya kebobolan 15 gol dari 34 laga yang dimainkan.

AC Milan menjadi tim dengan tingkat kebobolan paling sedikit dibanding tim Serie A lainnya. Juventus yang berada di posisi kedua kebobolan 25 gol.

Jumlah gol Milan memang sedikit, hanya 36 gol. Jumlah tersebut kalah jauh dari Juventus yang mencetak 58 gol. 

Bahkan, Inter Milan yang berada di posisi ke-13 mampu mencetak 46 gol. Sampdoria yang berada di posisi ketiga menjadi tim paling produktif dengan 64 gol.

Namun, pertahanan adalah kunci bagi AC Milan. Milan hanya dua kebobolan lebih dari satu gol dalam satu laga. 

AC Milan mengalami momen itu ketika kalah dengan skor 3-2 dari Sampdoria pada laga pekan ke-10 dan imbang 2-2 lawan Udinese pada pekan ke-32.
Milan bahkan tidak kebobolan pada tujuh laga awal secara beruntun. Mauro Tassotti dan kawan-kawan tercatat 22 kali cleansheet dalam satu musim. Capaian yang luar biasa.

Cattenacio vs Total Voetbal di Liga Champions

 

Bukan hanya berjaya di Serie A, AC Milan juga meraih kejayaan di Liga Champions. Rossoneri mampu melaju ke final dan berjumpa Barcelona pada laga yang digelar di Stadion Olimpiade, Athena, 18 Mei 1994.

Saat itu, Barcelona punya trio lini depan top pada sosok Txiki Begiristain, Romario, dan Hristo Stoichkov. Klub asal Catalan juga dilatih sosok yang begitu sohor dengan taktik 'total voetbal' yakni Johan Cruyff.
Namun, yang terjadi pada laga final justru antiklimaks. Barcelona dengan gaya bermain menyerangnya tidak mampu mencetak gol. 

Josep Guardiola di lini tengah tidak mampu menghadapi duet Albertini dan Desailly di pihak AC Milan.

AC Milan menang dengan skor 4-0 atas Barcelona di final Liga Champions 1993/1994. Daniele Massaro mencetak dua gol untuk AC Milan. 

Sedangkan, dua gol lainnya dicetak Dejan Savicevic dan Marcel Desailly.
Forza Milan!
baca keseluruhan - AC Milan 1993/1994: Scudetto Walau Hanya Cetak 35 Gol dan Juara Liga Champions!

Legenda Cruyf Turn, yang Lahir ke Dunia dan Abadi Hingga Sekarang

Piala Dunia 1974 di Jerman Barat menyajikan salah satu momen paling ikonik dalam sejarah sepak bola. 

Waktu itu, Johan Cruyff melahirkan sebuah teknik hebat yang kemudian menjadi signature move-nya.

Teknik itu dikenal dengan sebutan Cruyff Turn, yang abadi hingga sekarang karena ditiru oleh banyak pemain di seluruh dunia.

Seberapa hebat teknik ini ketika dieksekusi oleh sang legenda Belanda? Itu bisa diresapi lewat kesaksian korban pertamanya.

"Saya pikir saya akan bisa merebut bola darinya. Saya tetap tak bisa mengerti. Sekarang, setiap kali melihat video itu, saya pun masih merasa kalau saya akan bisa merebut bola," itulah secuil kesaksiannya. 
 

Westfalenstadion Jadi Saksi

 

Westfalenstadion, Dortmund, 19 Juni 1974. 

Di tempat ini, hari itu, Cruyff Turn dilahirkan. 

Waktu itu, digelar pertandingan fase grup antara Belanda melawan Swedia.

Menit 23, Cruyff (27 tahun) menguasai bola di sektor kiri serangan Belanda.

Jan Olsson (32 tahun) menempelnya dengan ketat, mencoba mencegah bintang Barcelona itu masuk ke dalam kotak penalti atau mengirim operan berbahaya ke jantung pertahanan.

Posisi Cruyff saat itu kurang menguntungkan. Menghadap ke wilayahnya sendiri, Cruyff melindungi bola dari Olsson.

Namun hanya dalam hitungan detik, dengan sebuah feint dan putaran 180 derajat, Cruyff mengecoh dan membuat penjaganya itu mati langkah.
Cruyff lalu leluasa menusuk ke kotak penalti dan melepas crossing, yang sayangnya gagal dimaksimalkan jadi gol oleh Belanda.

Laga tersebut berkesudahan imbang 0-0, tapi apa yang dilakukan Cruyff pada Olsson menjadi salah satu momen paling ikonik sepanjang sejarah sepakbola.


Kesaksian Olsson

 

Pagi hari 24 Maret 2016, di sebuah klinik di Barcelona, Cruyff meninggal dunia di usia 68.

Mantan bintang Ajax itu meninggal akibat kanker paru-paru. 

Tribute pun berdatangan dari seluruh penjuru dunia.

Salah satunya adalah dari Olsson. Di hari kematian Cruyff itu, Olsson diminta wawancara oleh The Guardian.

Dia pun mengenang momen puluhan tahun silam, bagaimana rasanya menjadi korban pertama Cruyff Turn ketika mereka berhadapan di Westfalenstadion.

"Setelah pertandingan itu, saya dan rekan-rekan setim saling bertukar pandangan.

Mereka lalu tertawa, dan saya juga tertawa," kenang Olsson.

"Saya tertawa waktu itu, dan saya juga tertawa sekarang. Itu sungguh menggelikan.

Dia pemain kelas dunia. Saya melakukan yang terbaik, tapi saya bukan pemain kelas dunia. Para pemain di tim kami, mereka semua tertawa.

Kami tertawa di ruang ganti, karena semua baru saja menyaksikan pemain yang benar-benar hebat.

Apa lagi yang bisa kami lakukan?"

"Saya tak mengerti bagaimana dia melakukannya," lanjut Olsson. "Itu adalah rangkaian gerakan yang fantastis."

"Saya pikir saya akan bisa merebut bola darinya. Saya tetap bisa mengerti. Sekarang, setiap kali melihat video itu, saya pun masih merasa kalau saya akan bisa merebut bola."

"Ketika dia terlihat akan menendang, saya yakin saya bisa mengambilnya, tapi dia mengejutkan saya. Saya suka segalanya dari momen ini."


Tolong, Jangan Lakukan Itu Lagi

 

Di Piala Dunia waktu itu, Belanda lolos sampai final. Di partai puncak, Cruyff dan kawan-kawan berhadapan dengan Jerman Barat.

Belanda dengan Total Football dan Cruyff sebagai konduktornya melawan tuan rumah yang dikomandani Franz Beckenbauer.

Belanda kalah 1-2. Belanda 1974 pun menjadi salah satu tim terhebat yang gagal menjuarai Piala Dunia.

Pertemuan di Piala Dunia itu sendiri adalah yang pertama dari empat pertemuan Olsson dengan Cruyff.

Mereka bertemu lagi ketika Belanda menghajar Swedia 5-1 di Stockholm pada 1974 dan Cruyff mencetak gol pembuka.

Dua pertemuan lainnya adalah di level klub, ketika Olsson memperkuat Atvidabergs melawan Barcelona di ajang European Cup.

"Setelah yang pertama itu, setiap kali dia menguasai bola, saya selalu membatin: 'tolong, jangan lakukan itu lagi'," kenangnya.
baca keseluruhan - Legenda Cruyf Turn, yang Lahir ke Dunia dan Abadi Hingga Sekarang

Rabu, 15 April 2020

Di iOS 14 Bisa Jajal Aplikasi Tanpa Instal

Apple disebut bakal membenamkan sebuah fitur baru di iOS 14, yang membuat pengguna bisa menjajal aplikasi tanpa perlu menginstalnya.

Fitur ini terendus dari barisan kode dari versi awal pembaruan sistem operasi tersebut, yaitu dari sebuah application programming interface (API) baru bernama Clips. 

API tersebut membuat aplikasi bisa menawarkan konten interaktif dan dinamis sebelum aplikasinya diinstal.

API Clips tersebut dihubungkan dengan pembaca QR Code, yang mungkin bisa membuat developer untuk menawarkan aplikasinya untuk dijajal oleh pengguna tanpa perlu diinstal. 

Nah, QR Code inilah yang bakal dipakai untuk meluncurkan aplikasi tersebut.

Apple disebut bakal menjajal fitur baru ini pada sejumlah aplikasi, seperti DoorDash, OpenTable, PlayStation 4 Second Screen, Yelp, dan YouTube. 

Aplikasi-aplikasi tersebut mungkin bakal dijadikan contoh oleh Apple pada ajang Worldwide Developer Conference (WWDC) yang bakal dilakukan secara online.

Fitur semacam ini sebelumnya sudah ditawarkan oleh Google di Android, dengan nama Slices. 

Fitur ini menawarkan sebagian aplikasi lewat hasil pencarian dan Google Assistant, serta fitur Instant Apps di Android.

iOS 14
 
Apple diperkirakan akan merilis iOS 14 pada ajang WWDC 2020 pada Juni mendatang. Selain Clips, sebelumnya ada juga rumor fitur baru di sistem operasi tersebut.

Salah satunya adalah CarKey, fitur yang juga muncul di barisan kode iOS 14. 

CarKey membuat iPhone dan Apple Watch untuk dipakai membuka kunci mobil yang kompatibel dengan NFC, dan BMW disebut sebagai salah satu pabrikan pertama yang mendukung fitur ini.

Lalu Apple pun disebut bakal menambahkan widget di pada home screen iPhone. 

Fitur ini kabarnya bernama Avocado, dan widget ini bisa ditempatkan di mana saja, bukan hanya di layar khusus seperti yang ada di widget saat ini.
baca keseluruhan - Di iOS 14 Bisa Jajal Aplikasi Tanpa Instal

Istri Bill Gates Bicara Harga Calon Vaksin Corona

Melinda Gates turut aktif bersama suaminya, Bill Gates, di yayasan Bill & Melinda Gates Foundation. 

Seperti suaminya, Melinda pun memikirkan bagaimana cara mengatasi pandemi virus Corona yang merepotkan banyak negara.

Salah satu keluarga terkaya di dunia itu aktif memberi dukungan dana ke beberapa perusahaan yang sedang membuat calon vaksin COVID-19 dan juga mengaku siap membuat pabriknya.

Nah satu pertanyaan kadang muncul, berapa harganya jika nanti sudah jadi?

"Kita harus memastikan vaksin ini harganya sangat rendah dan ada dana untuk membelinya bagi setiap orang, apakah Anda berada di negara berpendapatan rendah, menengah atau tinggi. 

Dan itu bisa dilakukan," jawab Melinda dalam wawancara dengan Business Insider.

"Tapi kita juga harus mendistribusikan dengan amat hati-hati. Orang paling pertama yang butuh memperoleh vaksin ini adalah pekerja kesehatan karena jika Anda bisa menjaga mereka aman, mereka bisa terus menjaga yang lain aman," sebutnya.

"Kemudian Anda perlu mendistribusikannya pada orang yang paling rentan. Mereka punya kondisi kesehatan bawaan. 

Dan dari situ, Anda bisa mendistribusikannya ke seluruh masyarakat," sambung ibu tiga anak ini.

Sebelumnya dalam wawancara terpisah, sang suami memprediksi perawatan terapi untuk penderita corona akan mulai tersedia dalam 6 bulan. 

Akan tetapi dibutuhkan waktu sekitar 18 bulan untuk mengembangkan vaksin aman dan efektif mencegah COVID-19.

"Ada pendekatan bernama vaksin RNA di mana pihak seperti Moderna, CureVac dan lainnya menggunakannya, yang pada tahun 2015 kami identifikasi sangat menjanjikan untuk pandemi ataupun aplikasi lainnya," cetus Bill Gates.

Moderna ataupun CureVac adalah nama perusahaan vaksin. Menyuntikkan 'messenger RNA' ke dalam jaringan manusia akan membuatnya tumbuh di dalam tubuh, sehingga akan memicu respons imun tanpa harus sepenuhnya menginfeksi seseorang dengan virus.

"Dan jika semuanya berjalan secara sempurna dengan pendekatan RNA, kita bisa mengalahkan waktu 18 bulan itu," lanjutnya. 

Dengan kata lain, tetap ada kemungkinan vaksin Corona sudah ada sebelum kurun waktu 1,5 tahun itu.
baca keseluruhan - Istri Bill Gates Bicara Harga Calon Vaksin Corona

Ibnu Sina, Ilmuwan Islam Pertama yang Rancang Karantina saat ada Wabah

Menghadapi pandemi virus corona atau COVID-19, strategi karantina dan isolasi menjadi kebijakan utama di seluruh dunia. 

Karantina dan isolasi berkembang menjadi berbagai bentuk, yang tujuannya membatasi kontak dengan lingkungan sekitar dan menekan penularan.

Dikutip dari Morocco World News, ada beberapa catatan sejarah tentang metode karantina yang digunakan saat ini. 

Karantina ditujukan bagi orang yang tidak punya gejala namun ada risiko terinfeksi penyakit. 

Metode karantina dilakukan mereka yang datang dari daerah terinfeksi penyakit atau kontak dengan pasien.
Bukti sejarah penerapan karantina tertulis dalam The Canon of Medicine karya ilmuwan muslim Ibnu Sina atau Avicenna. 

Buku wajib dunia kedokteran ini menjelaskan, karantina dilakukan untuk mengawasi penyebaran penyakit menular. 

Karantina diharapkan bisa menekan infeksi penyakit, sehingga jumlah kasus tidak bertambah.

Ibnu Sina dalam bukunya juga menjelaskan seputar infeksi atau kasus penyakit menular. 

Penjelasan ini dikutip Ihsan Ali dan Ahmet Guclu dalam tulisan berjudul Ibn Sina: An Exemplary Scientist, yang mengambil dari buku Advice to the Young Physician: On the Art of Medicine dari Richard Colgan.

"Cairan tubuh organisme inang, misal tubuh manusia, dikontaminasi organisme asing yang tidak terlihat mata telanjang hingga mengakibatkan infeksi," tulis ilmuwan asal Iran tersebut.

Definisi Ibnu Sina tentang infeksi sama dengan yang digunakan dunia medis saat ini, termasuk soal mikroorganisme yang tak kasat mata. 

Dalam hipotesanya, Ibnu Sina menjelaskan penyakit akibat mikoorganisme ini bisa sangat menular pada lingkungan sekitar. 

Mereka yang terinfeksi harus dikarantina untuk menekan kasus penularan.

Ibnu Sina adalah dokter pertama yang mendesain metode karantina untuk mencegah penularan penyakit infeksi. 

Metode ini disebut Al-Arba'iniya atau the fortieth yang diterjemahkan sebagai quarantena dalam Venetian language awal. 

Sesuai namanya, Al-Arba'iniya adalah sanitary isolation yang dilakukan selama 40 hari dengan membatasi ruang dan gerakan.

Karantina adalah praktik wajib di seluruh rumah sakit pada zaman tersebut untuk mencegah penyebaran kusta. 

Penyakit kulit infeksius ini ditandai bercak putih pada kulit, yang bisa menyebabkan pasiennya kehilangan anggota tubuh.

Metode karantina menjadi sangat umum di Eropa terutama selama dan setelah serangan wabah Black Death di abad ke-14 dan 15. 

Wilayah penerapan karantina adalah tempat bertemunya pedagang antar negara misal di Venesia, Italia. 

Karantina dilakukan selama 40 hari pada seluruh kru dan penumpang kapal yang akan berlayar.

Efektivitas dan keberhasilan karantina untuk menekan penyebaran epidemik, mengakibatkan metode ini terus digunakan hingga sekarang. 

Tentunya mekanisme dan durasi menyesuaikan dengan kondisi wabah, sehingga tidak harus 40 hari.
baca keseluruhan - Ibnu Sina, Ilmuwan Islam Pertama yang Rancang Karantina saat ada Wabah

Sejarah Sabun, Zaman Babilonia Hingga Disempurnakan Ilmuwan Islam

Selama pandemi COVID-19, sabun wajib ada tiap fasilitas cuci tangan. Kandungan sabun terbukti efektif menjaga kebersihan dan mencegah infeksi virus corona.

Sabun yang kini mudah ditemukan dalam berbagai bentuk dan fungsi, ternyata punya sejarah panjang. 

Dikutip dari Morocco World News, penemuan sabun dimulai pada zaman Babilonia sekitar 2.800 SM. 

Bangsa Mesir kuno, Romawi, dan Yunani juga membuat sabun dengan mencampur lemak, minyak, dan garam.

Namun saat itu, sabun tidak dibuat untuk kebersihan diri sendiri atau personal hygiene. Sabun dibuat untuk membersihkan produksi tekstil, medis, alat makan, dan peralatan rumah tangga lainnya. 

Untuk keperluan tersebut, sabun tersedia dalam aroma yang kurang sedap dengan bentuk mirip sabun colek.

Dikutip dari History of Science and Technology in Islam, bentuk sabun itulah yang disempurnakan ilmuwan muslim Abu Bakr Muhammad Ibn Zakariya Al Razi. 

Ilmuwan yang lahir di Teheran, Iran, tersebut dikenal juga dengan nama Rhazes atau Rasis. Proses pembuatan sabun hasil modifikasi Al-Razi menggunakan minyak wijen atau zaitun, alkali, dan lemon (lime).

Bahan sabun tersebut dimasak sedemikian rupa hingga keras dan diberi pewangi. 

Hasil modifikasi sabun Al-Razi memudahkan masyarakat menjaga kebersihan diri dan mencegah bau badan. 

Termasuk bagi umat muslim yang tubuhnya wajib bersih tiap kali hendak sholat dan jangan sampai berbau tidak sedap.

Modifikasi sabun bukan satu-satunya karya Al-Razi bagi peradaban manusia. 

Dikutip dari situs US National Library of Medicine National Institutes of Health, Al-Razi adalah seorang dokter yang terkenal. 

Dia juga menguasai filsafat seperti ditulis dalam artikel berjudul Abu Bakr Muhammad Ibn Zakariya Al Razi (Rhazes): Philosopher, Physician and Alchemist.

Al-Razi menjadi direktur rumah sakit di kampung halamannya Al-Rayy selama pemerintahan Mansur Ibn Ishaq Ibn Ahmad Ibn Asad dari Dinasti Samanian. 

Keunggulan Al-Razi didengar penguasa Dinasti Abbasiyah hingga dia dipanggil Khalifah Al-Muktafi. Al-Razi kemudian menjadi direktur rumah sakit terbesar di Baghdad.

Sebagai dokter, Al-Razi terkenal dengan metode memilih lokasi pendirian rumah sakit. Dia menempatkan beberapa potong daging segar di berbagai lokasi di Baghdad. 

Setelah beberapa hari, Al-Razi membandingkan kesegaran potongan daging tersebut. Lokasi rumah sakit dipilih di tempat dengan potongan daging lebih segar, karena dianggap memiliki kualitas udara lebih baik dan sehat.

Selama menjadi tenaga kesehatan, Al-Razi dikenal sangat dermawan dan mementingkan aspek kemanusiaan. 

Al-Razi merawat pasien dengan mendengar tiap keluhan, saran, dan tanpa biaya. Setelah beberapa tahun mengabdi, Al-Razi mengalami katarak di kedua matanya hingga buta dan wafat. 

Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah Al-Hawi fi al-Tibb yang dikenal dengan Liber Continents.
baca keseluruhan - Sejarah Sabun, Zaman Babilonia Hingga Disempurnakan Ilmuwan Islam

Bill Gates Beberkan Calon Vaksin Corona

Salah satu pihak yang getol mengembangkan vaksin virus corona adalah Bill Gates, di mana dia mendanai berbagai perusahaan untuk menemukan obat COVID-19. 

Sang pendiri Microsoft pun membeberkan seperti apa kira-kira vaksin itu nantinya.

Dalam wawancara baru-baru ini Gates memprediksi perawatan terapi untuk penderita corona akan mulai tersedia dalam 6 bulan. 

Akan tetapi dibutuhkan waktu sedikitnya 18 bulan untuk mengembangkan vaksin aman dan efektif mencegah COVID-19.

"Ada pendekatan bernama vaksin RNA di mana pihak seperti Moderna, CureVac dan lainnya menggunakannya, yang pada tahun 2015 kami identifikasi sangat menjanjikan untuk pandemi ataupun aplikasi lainnya," cetusnya.

Moderna ataupun CureVac adalah nama perusahaan vaksin. Menyuntikkan 'messenger RNA' ke dalam jaringan manusia akan membuatnya tumbuh di dalam tubuh, sehingga akan memicu respons imun tanpa harus sepenuhnya menginfeksi seseorang dengan virus.

"Dan jika semuanya berjalan secara sempurna dengan pendekatan RNA, kita bisa mengalahkan waktu 18 bulan itu," lanjutnya. 

Dengan kata lain, tetap ada kemungkinan vaksin Corona sudah ada sebelum kurun waktu 1,5 tahun itu.

Namun demikian, Gates memperingatkan bahwa vaksin bukanlah solusi sempurna, tetap ada kelemahannya. Hal itu berlaku terutama bagi pasien yang berusia tua.

"Kami tidak ingin menciptakan harapan yang tidak realistis. Kemanjuran vaksin bagi orang lebih tua selalu merupakan tantangan besar," begitu papar dia, seperti dikutip dari CNBC.

"Vaksin flu saja tidak begitu efektif bagi orang tua. Kebanyakan manfaat datang dari orang-orang lebih muda yang tidak menyebarkannya karena mereka telah divaksin," tambahnya.

Sebelumnya, Gates menyatakan siap membangun pabrik untuk memproduksi vaksin Corona yang aman secara massal. 

Menurutnya, tidak akan efektif jika vaksin corona ditemukan tapi tidak tersedia secara luas.
baca keseluruhan - Bill Gates Beberkan Calon Vaksin Corona

Tangkal Corona, Warga Bandung Manfaatkan Kelor

Pengurus Odesa, Enton Supriyatna, membagikan kelor dan sembako kepada pekerja harian, Sabtu (11/4).
Di tengah keterbatasan akses makanan saat wabah COVID-19, puluhan warga di Cimenyan, Kabupaten Bandung memanfaatkan daun kelor. Selain praktis, kelor juga kaya akan gizi. 

Sebanyak 20 rumah tangga di Dusun Cisanggarung, Desa Cikadut, Kecamatan Cimenyan, mengikuti gerakan masak kelor bersama. 

Dengan bahan dasar kelor, warga berhasil memasak sayur bening, oseng-oseng, bahkan bakwan.

Salah seorang warga, Enoh Supena, mengatakan keluarganya sudah sering memasak sayur kelor.

“Soal makan kelor sekarang sudah biasa. Dulunya kita tidak tahu manfaatnya. Tapi banyak yang sembuh dari sakit, warga jadi ikut-ikutan,” kata Enoh.

Warga memasak di rumah masing-masing, mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak berkumpul. 

Warga pun diedukasi pentingnya gizi dan apa itu virus corona. Kegiatan ini akan kembali digelar pekan depan.

Enoh mengatakan, warga sudah lama mengenal daun kelor. Sebab sudah banyak warga yang menanam tanaman tersebut.

Tanaman kelor telah dibudidayakan warga petani di Cimenyan sejak 2018. Budidaya ini adalah inisiatif Yayasan Odesa Indonesia, yang membagikan bibit dan melakukan pendampingan bagi warga.

Saat ini sudah ada 3.000-an keluarga yang ikut membudidayakan kelor. Ada yang menanam di pekarangan, di pinggir ladang, bahkan ada yang menanam penuh di ladang-ladang perbukitan. 

Odesa mewajibkan petani menanam minimal empat pohon kelor. 

Petani juga dianjurkan mengkonsumsi kelor minimal tiga kali seminggu. Gerakan ini berupaya memperbaiki kualitas gizi masyarakat.

Kelor Punya Banyak Keunggulan

Pengurus Odesa, Enton Supriyatna, yang memimpin masak bersama, mengatakan kelor adalah ‘tanaman strategis’ karena punya banyak keunggulan.

"Pertama, sumber gizi. Kedua penyelamat erosi tanah, dan ketiga berguna untuk peningkatan ekonomi petani,” jelasnya. 

Badan Pangan Dunia (FAO) menetapkan kelor sebagai Crop of the Month (pangan bulan ini) pada 2018, karena kandungan gizinya. Kelor kaya akan protein, vitamin A, B, C dan berbagai mineral, serta antioksidan.

Bagi petani skala kecil, FAO merekomendasikan kelor sebagai sumber gizi bagi ibu dan anak, sebagai obat, serta tambahan pendapatan. Sementara itu, pohon kelor mampu mengurangi erosi tanah. 

Kelor juga cepat tumbuh dan menghasilkan daun saat musim kemarau. Sehingga menjadi alternatif makanan saat persediaan pangan menipis. 

Enton mengatakan, pihaknya mendorong petani supaya punya tradisi bertani untuk konsumsi. 

"Jangan semua hasil panen melulu urusan dijual sementara keluarga juga butuh sumber gizi harian,” tambahnya.

"Sebelum berpikir dijual, harus punya tujuan untuk dikonsumsi. Dan kelor sangat menguntungkan karena bisa dipanen kapan saja," imbuhnya lagi.

Odesa Turut Salurkan Bantuan

Di samping aksi masak bersama, Yayasan Odesa Indonesia menjembatani petani untuk menjual produk pangan kepada warga kota.

“Saat ini banyak petani yang kesulitan menjual hasil panen. Menjual sistem paket panen satu ladang butuh pengepul. 

Kalau jual per-kilogram mereka gagap hendak menjual ke mana," tulis Odesa dalam situsnya.

Grup Pertanian Tanaman Obat Cimenyan (Taoci), yang berada di bawah yayasan, mengemas hasil panes berbagai sayuran dan teh kelor kering. 

Odesa juga menyalurkan bantuan sembako berupa beras dan daun kelor kepada 130 pengendara ojek. 

Selain itu, relawan menggalang dana untuk menyalurkan bantuan kepada pedagang bakul harian keliling dan pekerja rumah tangga.
baca keseluruhan - Tangkal Corona, Warga Bandung Manfaatkan Kelor

4 Jenis Biji-bijian yang Dipercaya Ampuh Tangkal Virus Corona COVID-19

Pandemi virus corona COVID-19 yang terus melanda membuat banyak orang berusaha semaksimal mungkin mencegah agar tidak terpapar.


Salah satunya dengan cara mempertahankan kekebalan tubuh. 


Vitamin E menjadi salah satu makanan yang dipercaya ampuh cegah virus corona COVID-19. Vitamin E mendadak ramai dibicarakan setelah sebaran pesan melalui media social yang menyebut jika Vitamin E bisa menjadi obat untuk virus corona COVID-19. Lalu apa sebenarnya vitamin E?


Vitamin E sendiri merupakan vitamin yang larut dalam lemak atau dikenal sebagai tokoferol dan tocotrienol. 


Kandungan dalam Vitamin E sangat banyak diantaranya sebagai antioksidan, melindungi sel darah merah, kesehatan kulit, mengatasi stress, dan minimalkan risiko kanker.


Serta yang paling utama adalah Vitamin E berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh yang menjadi salah satu cara cegah virus dan penyakit. 


Diantaranya adalah virus corona COVID-19 yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.


Ada banyak makanan yang mengandung Vitamin E tinggi, dipercaya ampuh cegah virus corona COVID-19. 


Namun Vitamin E harus dikonsumsi secukupnya dan tidak berlebihan. sebab, konsumsi berlebihan bisa menimbulkan sakit kepala, diare, mual, pendarahan, letih, dan lemah.


Setidaknya orang dewasa dianjurkan konsumsi Vitamin E sebanyak 15 mg setara 22,4 IU per hari. sumber makanan yang mengandung Vitamin E dapat ditemukan pada makanan kacang-kacangan dan biji-bijian. 


Berikut 8 makanan yang mengandung vitamin E, dipercaya ampuh cegah virus corona COVID-19, dilansir dari halodoc.com.


Biji Bunga Matahari


Biji bunga matahari atau kwaci mengandung Vitamin E dan selenium yang tinggi. Makanan ini bisa membantu tubuh menangkal radikal bebas yang merusak membran sel otak dan kolesterol.


Banyak manfaat yang diperoleh dari makanan ini, diantaranya untuk kesehatan tulang, kesehatan kulit, melawan kanker, penyakit jantung.


Kacang Hazelnut


Kacang hazelnut tergolong salah satu makanan yang juga mengandung vitamin E tinggi. Kandungan asam lemak omega-6 dan omega-9 juga tinggi pada makanan ini. 


Jika kalian rutin mengonsumsi makanan ini, kekebalan tubuh akan kuat dari berbagai serangan penyakit dan virus, termasuk virus corona COVID-19.


Biji Labu


Biji labu yang menjadi juga memiliki kandungan nutrisi tinggi, termasuk Vitamin E dan betakaroten. 


Kandungan nutrisi tersebut dapat bermanfaat untuk menjaga sel-sel tubuh tetap baik. Biji labu juga bisa bermanfaat untuk mengurangi risiko kanker, kesehatan jantung, kualitas tidur, dan kesehatan tulang. 


Biji labu dapat kalian masak dengan memisahkan dari labu, kemudian cuci, keringkan, lalu rebus dan kupas.


Kacang Almond


Kacang almond tergolong makanan yang enak dan sering kalian temukan pada kue. 


Ternyata almond memiliki kandungan Vitamin E yang tinggi dan baik bagi tubuh. Vitamin E tersebut digunakan sebagai antioksidan yang melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif.
baca keseluruhan - 4 Jenis Biji-bijian yang Dipercaya Ampuh Tangkal Virus Corona COVID-19

Diam-Diam, China Mengembangkan Obat Carrimycin untuk pasien Covid-19

Sebuah ulasan menarik dalam blog mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Ia membahas mengenai obat Covid-19 yang dikembangkan China. 

Uniknya nama obat ini sepintas menyerupai penyedap rasa yakni Carrimycin. 

Dahlan menuliskan, Carrimycin merupakan obat baru yang telah digunakan di 9 rumah sakit di 9 kota di Tiongkok.

"Di sembilan rumah sakit itu pula uji klinis sudah dilakukan. Sejak awal Februari lalu. Terhadap 500 lebih relawan. 

Yang berumur antara 18 sampai 70 tahun," ujarnya, dalam blog Disway.

"Semua relawan uji coba itu harus penderita Covid-19. Mereka dibagi dalam banyak kelompok. Ada kelompok umur. Ada kelompok jenis kelamin. Ada pula kelompok stadium sakitnya: ringan, sedang, dan berat," katanya.

Tentu saja, pernyataan ini membuat siapapun penasaran. Apalagi di tengah wabah corona Covid-19 seperti ini, semua orang pasti ingin mengetahui kemampuan obat yang dapat menyelesaikan penyakit ini.

Obat diuji coba sejak Februari lalu

Dan benar saja, laman US National Library of Medicine mencatat obat Carrimycin ini ternyata sedang dalam proses uji klinis dan terdaftar sejak 27 Februari lalu.

Artinya, obat ini sedang diuji coba pada beberapa pasien Covid-19. Dan tak lama lagi, jika ini berhasil, China pasti akan memproduksi secara masif.

"Novel coronavirus infectious disease (COVID-19) yang diinduksi oleh novel coronavirus (SARS-CoV-2) pada Desember 2019 telah mewabah di Wuhan. Hal ini dapat menyebabkan risiko epidemi di dunia.

Karena COVID-19 adalah penyakit menular yang baru muncul, dan belum diakui secara ilmiah dan tidak ada obat yang efektif untuk pengobatan saat ini.

Oleh karena itu, kami akan meluncurkan proyek ilmiah "Kemanjuran dan keamanan pengobatan Carrimycin pada 520 pasien dengan COVID-19 bertingkat secara klinis," tulis peneliti, seperti dikutip Clinicaltrials.gov.

Menurut keterangan dalam proposal penelitian, studi ini diprediksi akan selesai pada Februari 2020.
baca keseluruhan - Diam-Diam, China Mengembangkan Obat Carrimycin untuk pasien Covid-19

Zoom Minta Bantuan Mantan Bos Keamanan Facebook

Zoom Video Communications Inc merekrut mantan Chief Security Facebook, Alex Stamos sebagai penasihat mereka terkait keamanan dan privasi pada platform video konferensi miliknya.

Dikutip dari Business Insider, Alex Stamos pun membenarkan dirinya akan bekerja dengan Zoom sebagai konsultan untuk membantu aplikasi video conference tersebut meningkatkan keamanan dan privasi layanannya.

Langkah ini dilakukan Zoom mengingat platformnya saat ini tengah disorot terkait dengan masalah privasi dan keamanan para penggunanya. 

Sejumlah lembaga pemerintahan, lembaga pendidikan, dan perusahaan saat ini mulai melarang penggunaan Zoom karena dinilai tidak aman.

Stamos mengatakan CEO Zoom Eric Yuan menghubunginya pekan lalu, setelah dirinya memposting serangkaian tweet yang merinci langkah-langkah yang bisa dilakukan Zoom untuk mengatasi masalah keamanannya.

Dalam tulisannya yang diposting di blog Medium, Stamos merinci keputusannya bergabung dengan Zoom sebagai konsultan eksternal karena dirinya tertarik ditawari kesempatan untuk mengulik tantangan teknis.

Selain itu, Zoom saat ini juga telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari banyak orang, karena masyarakat di berbagai negara diharuskan bekerja dan sekolah dari rumah selama masa pandemi berlangsung.

"Untuk berhasil menskalakan platform video 'berat' tanpa downtime, secara harfiah belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah internet. 

Jelas bagi banyak orang yang bekerja pada sistem skala produksi, bahwa ada sesuatu yang istimewa terjadi di Zoom saat ini. 

Dan tantangan keamanan terkait dengan hal ini sangat menarik," tulisnya.

Zoom sendiri terbilang cepat merespons keadaan. 

CEO Zoom Eric Yuan langsung mengambil sejumlah langkah untuk membenahi layanannya. Dia bahkan secara terbuka meminta maaf kepada para pengguna karena telah lalai dalam memperhatikan privasi dan keamanan di layanannya.

"Kami bergerak terlalu cepat dan kami salah langkah. Kami telah belajar dari pengalaman dan kami mengambil langkah untuk fokus pada privasi dan keamanan," ujarnya.
baca keseluruhan - Zoom Minta Bantuan Mantan Bos Keamanan Facebook

Zoom Sembunyikan ID Rapat untuk Cegah Zoom Bombing

Beberapa waktu yang lalu Zoom diterpa masalah keamanan terkait Zoom Bombing

Fenomena ini merupakan kejadian di mana orang asing menyusup ke dalam rapat online dan mengirimkan gangguan berupa konten pornografi atau ujaran kebencian disertai ancaman.

Salah satu hal yang memudahkan orang tidak bertanggung jawab untuk melakukan Zoom Bombing adalah ID rapat online yang bisa diketahui dengan mudah. 

Untuk menyelesaikan masalah ini, Zoom memutuskan untuk menyembunyikan ID tersebut.

Dikutip dari Mashable, ID ini berisi sembilan hingga 11 digit angka acak yang sebelumnya ditampilkan di title bar aplikasi Zoom.

Saat makin banyak orang bekerja dan belajar dari rumah untuk menghindari penyebaran virus corona, mereka biasanya mengambil screenshot atau foto yang memperlihatkan jendela rapat Zoom mereka untuk diunggah di media sosial. 

Kadang foto dan screenshot tersebut berisi ID yang terpampang jelas.

Semua orang pun bisa melihat ID tersebut, termasuk mereka yang berniat jahat. 

Bahkan orang yang seharusnya mengerti masalah ini seperti Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga lalai karena menampilkan ID rapat online kabinet Inggris di media sosial.


Untungnya saat ini dengan update terbaru ID rapat Zoom tidak lagi terpampang di bagian atas layar. 

ID yang tersembunyi tentu bisa melindungi peserta rapat dan menghindari munculnya orang tidak diundang di tengah-tengah diskusi.

Update ini tersedia untuk Zoom versi 4.6.20041.0408. Untuk aplikasi desktop, kalian bisa meng-update Zoom dengan membuka aplikasinya dan klik opsi 'Check for Updates'.

Untuk aplikasi Android dan iOS, bisa di-update lewat Google Play Store dan App Store. 

Tapi saat ini belum ada tanda-tanda perubahan untuk ID rapat di halaman update Zoom untuk Android dan iOS.

Ini merupakan fitur kesekian yang dirilis Zoom untuk meningkatkan keamanan platform-nya dari Zoom Bombing. 

Sebelumnya mereka meluncurkan fitur waiting room dan mewajibkan peserta meeting yang bergabung dalam sesi secara manual untuk memasukkan password.
baca keseluruhan - Zoom Sembunyikan ID Rapat untuk Cegah Zoom Bombing

Kapan Amerika Kalahkan Corona? Ini Ramalan Suram Bill Gates

Pandemi virus corona benar-benar membuat Amerika Serikat kerepotan. Lebih dari 400 ribu warga Negeri Paman Sam positif COVID-19. 

Kapan kira-kira negara adidaya itu benar-benar aman dari ancaman corona?

Bill Gates melontarkan prediksi soal itu yang cukup suram. Menurut sang pendiri Microsoft, musim gugur tahun 2021 adalah saat di mana Negeri Paman Sam sudah dapat mengalahkan corona sepenuhnya.

Musim gugur di sana biasanya jatuh pada bulan September. Artinya jika prediksi Gates benar, masih butuh waktu sekitar 1,5 tahun lagi sebelum warga Amerika merdeka dari COVID-19.

Waktu yang cukup lama itu dikarenakan pengembangan vaksin corona memerlukan waktu lebih dari setahun sebelum dapat diberikan ke publik. 

Vaksin merupakan kunci utama dalam melibas corona.

"Vaksin itu penting karena sampai Anda memilikinya, keadaaan tidak akan menjadi benar-benar normal," kata orang terkaya dunia nomor dua di belakang Jeff Bezos ini.

Lockdown atau social distancing bisa dilonggarkan, namun masih berisiko tanpa vaksin. "Bisa dibuka dalam derajat tertentu namun risiko balik lagi akan ada sampai kita memiliki vaksin tersedia sangat luas," cetusnya.

Gates juga memprediksi seperti apa situasi dalam 6 sampai 12 bulan mendatang. Kurang lebih kondisinya akan mirip dengan yang terjadi di China.

"Orang-orang kembali bekerja tetapi mereka memakai masker. Mereka cek suhu. Mereka tidak mengadakan event olahraga besar. Sehingga mereka dapat menghindari rebound yang besar," lanjut Gates.

Salah satu kemungkinan adalah acara yang melibatkan kerumunan orang bisa saja kembali diizinkan, namun ada pembatasan jumlah yang sangat terbatas. 

Kerumunan besar seharusnya tetap ditiadakan sampai vaksin tersedia secara luas.
baca keseluruhan - Kapan Amerika Kalahkan Corona? Ini Ramalan Suram Bill Gates

Punya Rp 92 Triliun, Pendiri Zoom Masuk Daftar Orang Super Kaya

Forbes baru saja merilis daftar orang terkaya di dunia, dengan harta mencapai miliaran dolar. Ada 2.095 orang masuk di dalamnya, 278 di antaranya merupakan sosok baru.

Salah satu sosok baru itu adalah pendiri dan CEO Zoom, Eric Yuan. Ya, seiring melesatnya penggunaan Zoom di tengah pandemi corona dibarengi kenaikan harga saham, Yuan makin berlimpah harta.

Menurut Forbes, harta terkini dari pria kelahiran China itu adalah USD 5,7 miliar atau di kisaran Rp 92 triliun. 

Zoom sendiri telah berjualan saham sejak tahun 2019 dan telah membuatnya kaya raya, tapi kini lebih tajir lagi.

Saat ini, nilai perusahaan Zoom menurut Business Insider sekitar USD 31 miliar. Penggunaannya melesat tajam di mana Yuan menyatakan pada bulan Maret, ada 200 juta meeting berlangsung tiap hari di Zoom.

Aplikasi konferensi video itu di tengah popularitasnya juga tengah mendapat banyak sorotan terkait privasi dan keamanannya. 

Terutama kasus zoom bombing di mana pesan tak dikenal bisa nimbrung ke dalam percakapan.

Semua bermula di tahun 1990-an, Eric yang lahir di China sebenarnya sudah sempat bekerja di Jepang. 

Akan tetapi ia melihat ada peluang besar di Amerika karena bisnis internet sedang melonjak.

"Pertama kali saya mendaftarkan visa AS, saya ditolak. Saya terus mengajukan lagi dan lagi dalam kurun waktu dua tahun dan akhirnya menerima visa pada percobaan kesembilan," cetusnya.

Artinya, visa AS Eric sempat ditolak sampai 8 kali. Ia datang ke Silicon Valley pada tahun 1997 dan diterima bekerja di WebEx, saat itu masih perusahaan kecil. 

WebEx tumbuh pesat dan diakuisisi Cisco pada 2007.

Eric pun menanjak karirnya dan menjadi Vice President Cisco. Pada tahun 2011, ia punya ide perusahaan sendiri yang bergerak di bidang komunikasi video dan memutuskan keluar dari Cisco. Tahun 2012, resmilah Eric mendirikan Zoom.
baca keseluruhan - Punya Rp 92 Triliun, Pendiri Zoom Masuk Daftar Orang Super Kaya

Ilmuwan Kembangkan Tes Air Liur Sebagai Cara Deteksi COVID-19

Tes air liur yang secara instan mendeteksi virus corona dengan laser sedang dikembangkan oleh para ilmuwan. Metode ini diupayakan segera tersedia dalam kurun waktu setahun.

Dikutip dari media Inggris Metro, para peneliti CONVAT yang tergabung dalam ICN2 - Institut Catalan Nanoscience dan Nanoteknologi, Spanyol, saat ini sedang mengembangkan sensor laser yang dapat mengambil sampel penyakit pada titik infeksi paling awal dari saliva atau air liur.

Mereka menjelaskan, dengan cara ini biosensor optik non-invasif akan mengambil sampel COVID-19 pada manusia segera setelah hadir di dalam tubuh. 

Sejauh ini sudah ada enam demonstrator biosensor yang mereka uji di laboratorium yang juga berfungsi untuk aplikasi lain.

Tim peneliti menyebutkan, teknologi tersebut masih membutuhkan adaptasi dan pengujian lebih lanjut, namun dijanjikan bisa tersedia paling lambat dalam satu tahun.

Metode ini awalnya dikembangkan untuk meneliti infeksi bakteri atau biomarker kanker. 

Detektor yang digunakan memanfaatkan fotonik atau teknologi yang memanipulasi cahaya, untuk mengidentifikasi infeksi pada pasien dengan sejumlah kecil virus.

Para peneliti mengatakan, diagnosis real-time dengan kekhususan tinggi dari sampel konsentrasi rendah, membuat sensor ini jauh lebih dapat diandalkan dari rapid-test yang mendeteksi apakah seseorang telah memiliki virus corona sebelumnya dan telah pulih.

Koordinator proyek penelitian ini, profesor Laura Lechuga menyebutkan, dengan ribuan kematian yang terjadi di seluruh dunia kita sangat membutuhkan kit pengujian cepat yang baru dan akurat, serta sangat sensitif, tidak invasif, dan murah untuk diproduksi.

"Kami saat ini mengintegrasikan semua instrumen ke dalam kotak portabel 25x15x25 cm dengan kontrol tablet. 

Sejauh ini detektor kami mudah digunakan, dengan 'hanya' memerlukan keahlian teknis, dan dapat digunakan secara luas untuk dokter atau perawat untuk menguji pasien. 

Nanosensor kami mampu mendeteksi untaian RNA yang akan sepenuhnya mengidentifikasi virus corona baru," jelasnya.
 
Sementara itu, Chairman of the Photonics21 Healthcare Workgroup Dr Jurgen Popp mengatakan bahwa tim CONVAT bekerja sepanjang waktu untuk mengembangkan tes cepat, non-invasif untuk virus Corona.

"Kemampuan untuk menemukan virus mengerikan ini dengan cepat akan berkontribusi pada upaya dunia dalam memerangi COVID-19 dan menyoroti keberhasilan lain untuk fotonik dan teknologi ringan," sebutnya.
baca keseluruhan - Ilmuwan Kembangkan Tes Air Liur Sebagai Cara Deteksi COVID-19

Gejala Baru Virus Corona, Kulit Merah dan Gatal-gatal

Ahli Perancis baru-baru ini mengatakan bahwa virus corona SARS-CoV-2 dapat menyebabkan gejala dermatologis seperti pseudo-frostbite (radang dingin semu), kulit kemerahan yang kadang menyakitkan, dan gatal-gatal.

Menurut Persatuan dokter spesialis kulit dan penyakit kelamin Perancis (SNDV), gejala dermatologis itu memengaruhi tubuh di luar sistem pernapasan dan kemungkinan terkait dengan infeksi virus corona baru penyebab Covid-19.

Banyaknya pasien Covid-19 yang melaporkan gejala di atas semakin menguatkan bahwa hal ini berhubungan dengan infeksi virus corona.

"Gejala dermatologis dapat muncul tanpa disertai gejala pernapasan," ungkap SNDV dalam siaran persnya seperti dilansir The Jerusalem Post.

Sekitar 400 pakar kulit di Perancis telah mendiskusikan gejala baru ini melalui grup WhatsApp khusus.

Mereka menyoroti lesi kulit yang mungkin terkait dengan tanda Covid-19 lainnya seperti masalah pernapasan.

Untuk diketahui, lesi kulit adalah jaringan kulit yang tumbuh abnormal, baik di permukaan atau di bawah permukaan kulit.

Dari diskusi itu diketahui bahwa tidak semua pasien Covid-19 mengalami komplikasi dan banyak juga yang tidak mengalami gangguan pernapasan sama sekali sementara sistem kekebalan tubuh melawan virus.

Dari penelitian sebelumnya diketahui, pasien Covid-19 yang tidak merasakan gejala apapun masih dapat menginfeksi orang lain. Oleh sebab itu, di rumah saja adalah cara tepat untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona baru.

"Analisis dari banyak kasus yang dilaporkan ke SNDV menunjukkan bahwa manifestasi kulit ini dapat dikaitkan dengan Covid-19. 

Kami memperingatkan masyarakat dan tenaga medis untuk mendeteksi pasien yang berpotensi menularkan virus secepat mungkin," kata SNDV dalam siaran pers dilansir New York Times.

Aneka gejala baru virus corona

Kendati demikian, beberapa gejala baru telah ditemukan selama sebulan terakhir yang mungkin terkait dengan virus corona baru. 

Beberapa gejala muncul tanpa disertai gejala pernapasan.

Pada akhir Maret, British Rhinological Society dan American Academy of Otolaryngology melaporkan bukti anekdotal yang menunjukkan bahwa hilangnya indera penciuman dan pengecap menjadi gejala Covid-19.

New York Times pun memberitakan, laporan dari berbagai negara telah mengindikasikan bahwa sejumlah besar pasien Covid-19 mengalami anosmia (gangguan pada indera penciuman), kehilangan indera penciuman, dan ageusia (masih bisa merasakan makanan, tapi kepekaannya berkurang).

Para profesional medis belum mengetahui pasti apa yang menyebabkan gangguan pada indera penciuman dan perasa pada pasien Covid-19.

Beberapa virus mungkin menghancurkan sel atau reseptor sel di hidung, sementara yang lain menginfeksi otak melalui saraf sensor penciuman.

Kemampuan menginfeksi otak dapat menjelaskan beberapa kasus gangguan pernapasan pada pasien Covid-19. 

Bukti menunjukkan bahwa virus corona dapat menyerang sistem saraf pusat.

Times melaporkan, beberapa pasien Covid-19 juga mengalami masalah neurologis, termasuk kebingungan, stroke, dan kejang.

Beberapa pasien juga melaporkan acroparesthesia, kesemutan, atau mati rasa di area tangan dan kaki.

Sementara pasien yang lain mengalami serangan jantung serius, tapi tanpa penyumbatan pembuluh darah.

Menurut Forbes, banyak gejala baru yang mungkin merupakan tanda virus corona. Namun sayangnya hal ini belum dapat ditangani lebih jauh karena semua dokter di seluruh dunia sibuk menangani pasien Covid-19 yang terus berdatangan.
baca keseluruhan - Gejala Baru Virus Corona, Kulit Merah dan Gatal-gatal

Tampilan Widget Home Screen Iphone dan iPad di OS 14

Apple digadang tengah menggodok widget pada homescreen iPhone dan iPad untuk di iOS 14. Konsep baru ini kemudian digambarkan oleh Parker Ortolani untuk memperkirakan bagaimana jadinya ketika itu diterapkan.

Widget pada iOS 14 nantinya akan jauh berbeda dari pinned widgets yang ada pada iPadOS 13.

Konsep Parker menggambarkan kerangka kerja 'SpringKit' bagi para pengembang untuk digunakan saat membuat widget untuk layar beranda iPhone. Dalam skenario ini, pengembang dapat memilih dari tiga jenis tampilan layar utama untuk aplikasi mereka :

- Ikon klasik
- Ikon langsung baru yang dapat menampilkan data atau tombol
- Widget ukuran penuh



Misalnya, aplikasi bawaan Weather App dapat memberikan ikon langsung yang sedikit lebih besar dari ikon aplikasi normal yang menunjukkan suhu luar dan kondisi cuaca. 

Activity App juga dapat menawarkan widget ukuran penuh yang menunjukkan Activity Rings pengguna untuk hari itu.

Selain itu, ide SpringKit Parker juga akan memungkinkan pengembang pihak ketiga memanfaatkan widget home screen.

Dipercaya widget di iOS 14 akan lebih memudahkan pengguna. Akan tetapi sebagaimana dikutip dari 9to5mac, fitur ini masih diuji coba dan bisa saja dihapus oleh Apple.
baca keseluruhan - Tampilan Widget Home Screen Iphone dan iPad di OS 14

Vaksin Corona yang Didukung Bill Gates Mulai Diuji ke Manusia

Dana besar dikucurkan Bill Gates untuk membantu pengembangan vaksin virus corona COVID-19 yang sampai saat ini belum ada obatnya. 

Kabar gembiranya adalah, calon vaksin yang didukung Bill Gates segera diuji coba ke manusia.

Perusahaan bio teknologi asal Pennsylvania bernama Inovio Pharmacy adalah salah satu yang berupaya menemukan vaksin corona yang efektif dan aman. 

Mereka telah menerima pendanaan dari yayasan kemanusiaan Bill Gates, yaitu Bill & Melinda Gates Foundation.

Inovio menyatakan sudah mendapatkan izin dari Food and Drug Administration (FDA) untuk menguji coba vaksin buatannya ke 40 relawan sehat di Philadelphia dan Kansas City. 

Dosis pertama eksperimen vaksin bernama INI-4800 itu segera disuntik pada mereka.

Ini merupakan langkah pertama untuk melihat apakah vaksin bersangkutan cukup aman untuk tes dalam skala lebih besar. 

Meskipun semua berjalan lancar, masih dibutuhkan waktu setidaknya setahun sampai vaksin tersebut tersedia secara luas. Paling tidak, segala upaya telah dikerahkan.

Vaksin tersebut memakai pendekatan DNA, menggunakan bagian kode genetis dari virus Corona yang disuntikkan ke pasien sehingga sel mereka bisa memproduksi antibodi tertentu untuk melawan infeksi.

Inovio telah mulai merekrut relawan dan uji coba dilakukan di University of Pennsylvania serta Perelman School of Medicine and the Center for Pharmaceutical Research di Kansas City.

Setiap relawan akan diberi dua dosis vaksin sekali dalam empat minggu. 

Hasil apakah aman atau tidak diharapkan segera diketahui dan akan dilakukan studi lanjutan untuk mengetahui keampuhannya.

Inovio menyatakan mampu bekerja cepat karena dukungan dari Bill & Melinda Gates Foundation. 

Sebelumnya, sang pendiri Microsoft telah menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan dan produksi kandidat vaksin yang terbukti aman dan ampuh melibas COVID-19.
 
"Karena yayasan kami memiliki keahlian mendalam terkait penyakit menular, kami telah memikirkan epidemi, kami mendanai beberapa hal untuk lebih siap, seperti upaya (menciptakan-red) vaksin," ujar Gates.
baca keseluruhan - Vaksin Corona yang Didukung Bill Gates Mulai Diuji ke Manusia

Secercah Harapan! Obat Ini Diklaim Cegah COVID-19 Tahap Awal

Tim internasional yang dipimpin oleh peneliti dari University of British Columbia Dr Josef Penninger menemukan obat percobaan yang dipercaya bisa secara efektif memblok SARS-CoV-2 -- nama lain virus corona -- untuk menginfeksi inang. 


Penemuan ini dipublikasikan di Cell, 2 April 2020.


Pengobatan ini dipercaya bisa mengatasi infeksi awal virus corona, dan menurut data per 2 April ini sudah menunjukkan efek positif kepada lebih dari 981 ribu orang.


Studi ini tentunya menjadi secercah harapan di tengah pandemi virus corona yang terjadi di dunia sejak pertama kali merebak di Wuhan, China dan bisa membantu ilmuwan memahami lebih lanjut soal virus yang menyebabkan COVID-19, interaksinya pada tingkat sel, serta bagaimana virus dapat menginfeksi pembuluh darah dan ginjal.


"Kami berharap hasil kami memiliki implikasi untuk pengembangan obat baru guna pengobatan pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini," kata Penninger, profesor fakultas kedokteran UBC, direktur Life Sciences Institute dan Canada 150 Research Chair in Functional Genetics di UBC.


Ia menambahkan, pekerjaan ini adalah hasil dari kolaborasi antara peneliti dan perusahaan akademis, termasuk kelompok gastrointestinal Dr Ryan Conder dari STEMCELL Technologies di Vancouver, Nuria Montserrat asal Spanyol, Drs Haibo Zhang dan Art Slutsky dari Toronto, serta tim biologi infeksius Ali Mirazimi di Swedia.


"(Tim -- red) telah bekerja tanpa kenal lelah siang dan malam selama berminggu-minggu untuk lebih memahami patologi penyakit ini dan untuk memberikan terobosan pilihan terapi," ucapnya. Demikian dikutip dari Eurekalert.
baca keseluruhan - Secercah Harapan! Obat Ini Diklaim Cegah COVID-19 Tahap Awal

Facebook Pernah Mau Beli Spyware Pegasus untuk WhatsApp?

Facebook menggugat NSO Group, perusahaan spyware Israel karena diduga meretas layanan pesan instan WhatsApp. 

Namun, belakangan terselip fakta bahwa Facebook pernah mencoba membeli perusahaan tersebut.

NSO Group menghadapi tuduhan bahwa perusahaannya mencoba meretas WhatsApp dan membantu pemerintah yang berwenang untuk memata-matai pengguna.

Seperti dikutip dari Business Insider, NSO Group mengungkapkan Facebook pernah mendekatinya dan ingin membeli teknologi spyware pegasus yang mereka lirik pada 2017 lalu.

"Facebook ingin menggunakan kemampuan yang ada di Pegasus untuk memantau pengguna di perangkat Apple," klaim NSO Group.

NSO Group mengatakan mereka menolak tawaran Facebook karena mereka hanya menjual softwarenya kepada pemerintah atau lembaga pemerintahan yang berdaulat.

Pernyataan perusahaan Israel itu ditanggapi Facebook. Menurut Facebook, apa yang dikatakan NSO Group sebagai upaya mengalihkan isu.

"(NSO Group) berusaha mengalihkan perhatian dari fakta," kata juru bicara Facebook.

Perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg ini menjelaskan kalau NSO Group salah mengartikan pembicaraan antara kedua perusahaan ketika itu.

"Upaya mereka untuk menghindari tanggung jawab termasuk representasi yang tidak akurat tentang spyware mereka dan diskusi dengan orang-orang yang bekerja di Facebook," tuturnya.
baca keseluruhan - Facebook Pernah Mau Beli Spyware Pegasus untuk WhatsApp?

Cara Ini Cegah Kamu Salah Kamar Saat Mau Zoom Meeting

Link URL untuk meeting Zoom terlihat sama. 

Jadi kita tidak tahu kalau link tersebut mengarahkan kita ke Zoom meeting yang mana. 

Bisa saja kan kita salah kamar masuk ke meeting Zoom yang bukan seharusnya.

Kalian terpikir tidak, seandainya link URL meeting Zoom yang dibagikan bisa menampilkan preview headline dan gambar orang yang akan berbicara dengan kita? Nah, ternyata ada layanan bernama ZmURL.com yang mengakomodir itu.

ZmURL adalah tool gratis yang memungkinkan kalian menyesuaikan URL undangan meeting Zoom dengan menambahkan judul, penjelasan dan foto. 

Keterangan ini nantinya akan muncul sebagai preview ketika kalian share URL link-nya.

Seperti dikutip dari Tech Crunch, ZmURL juga bisa diatur untuk menyertakan email orang-orang yang diundang meeting online. 

Jadi kamu bisa memutuskan siapa yang akan diterima masuk ke dalam rapat. Cara ini juga mencegah terjadinya orang tidak dikenal atau pelaku Zoom bombing menyusup di meeting Zoom.

"Kami membuat zmurl.com untuk memudahkan orang tetap dekat meski berjauhan secara fisik. Kami harap ini bisa menjadi bagian dari tool berguna untuk tetap terhubung di masa karantina seperti sekarang," kata co-founder ZmURL Victor Pontis.

Zoom sejatinya memang tidak dibuat untuk diskusi publik terbuka. Tetapi dengan banyaknya orang-orang berdiam di rumah selama masa pandemi COVID-19, jumlah pengguna hariannya meningkat signifikan dari 10 juta menjadi 200 juta.

Seiring semakin banyak orang menggunakan Zoom, maka semakin banyak pula ancaman cyber yang menyasarnya. Salah satunya Zoom bombing yang disebutkan sebelumnya.

Zoom bombing merupakan serangan berupa gangguan dari luar yang membajak video konferensi dengan mengirim gambar-gambar porno atau ujaran kebencian disertai ancaman, sehingga menghentikan segala interaksi sosial online yang sedang dilakukan. Serangan ini diketahui semakin meningkat secara signifikan selama pandemi.

Kehadiran ZmURL diharapkan bisa membantu masalah ini. 

Untuk menggunakan tool ini, kamu hanya perlu mengunjungi ZmURL.com, masukkan link URL Zoom meeting yang ingin dibagikan, lalu upload foto, beri nama Zoom meeting, jangan lupa sertakan deskripsi dan waktu serta tanggal Zoom meeting dimulai.

ZmURL kemudian akan membuatkan URL untuk kamu bagikan. Saat kamu membagi URL ini ke aplikasi chat atau media sosial, orang yang akan klik link tersebut akan melihat deskripsi tersebut sehingga yakin mereka tidak akan salah kamar.

baca keseluruhan - Cara Ini Cegah Kamu Salah Kamar Saat Mau Zoom Meeting

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense